
Dokter Moris bingung harus menjawab apa saat Dom bertanya penyebab kecelakaan perempuan bernama Debora itu.
"Itu...saat suami nyonya Debora membawa istrinya kesini kondisi lukanya sudah mulai membaik dia bilang terpaksa memindahkan sang istri kemari karena disana tidak ada yang menjaga istrinya sementara dia harus mengurus bisnisnya disini karena itu..".
"Kau tidak perlu menjelaskan soal itu Aku hanya ingin tau seperti apa karakter si Alex ini".
"Jujur saja dia suami yang baik,dia sangat khawatir dengan kondisi istrinya yang sering menangis tanpa sebab".
"Maksudmu si Debora ini gila dan kalian membiarkan dia dirawat disini hanya karena suaminya itu mampu membayar kalian mahal. Apa kalian tidak berpikir tentang keselamatan pasien lain terutama istriku, apa aku kurang memberikan banyak uang pada kalian sehingga kalian harus menerima seorang pasien penyakit jiwa didekat istriku!!",teriak Dom marah mengetahui kenyatan ada seorang pasien depresi karena kehilangan anaknya didekat dia dan Hanum yang sedang menanti kelahiran anak mereka.
"Dengarkan saya tuan Dominic".
"Apa lagi!!, kurasa kalian ikut bertanggung jawab atas hilangnya bayi perempuanku dan kalian harus bisa menemukannya sekarang juga sebelum aku membakar Rumah sakit ini!!, "bentak Dom marah.
"Dom tahan emosimu,kita tidak bisa menyelesaikan ini kalau kau terus bersikap seperti ini",ucap Lucas berusaha menenangkan Dom yang hampir menggila lagi.
"Be... benar tuan Dominic biar saya jelaskan kenapa kami menerima nyonya Debora sebagai pasien disini meski dia punya gejala depresi".
"Apa lagi yang ingin kau jelaskan!!",bentak Dom lagi.
"Dom tenanglah,kau jangan menggila kalau ingin semuanya jelas!!",bentak Lucas kepada Dom yang membuat Dom langsung menatap Lucas tajam tapi tidak digubris oleh Lucas.
"Coba anda jelaskan Dokter Moris",perintah Lucas tidak memperdulikan Dom yang sedang marah saat itu.
"Pada saat tuan Alex membawa istrinya nyonya Debora kemari dia tidak gila".
"Maksudmu dia gila setelah berada disini?",tanya Lucas tidak mengerti.
__ADS_1
"Saat pertama datang nyonya Debora memang mengalami luka bakar dibagian wajahnya meski sudah mulai mengering tapi masih butuh perawatan ekstra dan saat pertama datang dia baik baik saja, meski tidak pernah bicara hanya tuan Alex yang selalu menjelaskan apa yang terjadi pada istrinya lalu seiring berjalannya waktu karena tuan Alex bersikeras meminta istrinya untuk dirawat dibawah pengawasan intensif dokter dengan alasan dia sibuk tidak bisa mengawasi isrtrinya dirumah jadi dia sengaja menempatkan istrinya dikamar Vvip agar nyonya Debora merasa nyaman".
"Lalu kenapa dia bisa menjadi depresi?",tanya Lucas karena Dom hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan Dokter Moris.
"Beberapa minggu yang lalu tepatnya dia mulai merasa sangat ketakutan setelah dia mulai berani keluar sendiri dari kamar,sejak itu dia mulai menangis tidak jelas meski tidak mau bicara tapi dia tidak berhenti menangis dan tuan Alex bilang itu karena dia teringat pada anak yang tidak sempat dilahirkannya".
"Apa kalian akan terus mengobrol tanpa melakukan sesuatu ",tanya Dom tiba tiba membuat konsentrasi Dokter Moris dan Lucas terpecah dari topik yang sedang mereka bicarakan.
"Maksudmu Dom?",tanya Lucas.
"bukankah aku memintamu untuk mencari tahu tentang si Alex dan Debora ini terutama penampilan mereka sebelum Debora kecelakaan".
"Oh...itu aku sedang menunggu basis data milik mereka terbuka",ucap Lucas dengan kembali menghadapi laptopnya.
"Bagaimana dengan bayi pengganti yang kuminta padamu?",tanya Dom pada Dokter Moris.
"Lakukan secepatnya dan kerjakan dengan bersih jangan sampai tiba tiba ada seseorang datang untuk mengambil bayi itu dari Hanum sebelum bayiku sendiri ditemukan".
"Anda tenang saja tuan Domonic masalah itu aman".
"Baguslah",jawab Dom dengan menarik nafas keras.
"Apa anda mencurigai bahwa nyonya Debora dan tuan Alex yang telah menculik putri anda tuan Dominic? ",tanya Dokter Moris penasaran.
"Sepertinya,tapi aku curiga kalau mereka yang melakukan itu alasannya bukan karena istri Alex depresi tapi ada motif lain karena itu Lucas kau harus bisa menemukan siapa mereka itu",perintah Dom pada Lucas.
"Baik Dom sebentar lagi",jawab Lucas dengan tetap berkutat didepan laptopnya.
__ADS_1
"Anda menduga siapa mereka tuan Dominic?",tanya Dokter Moris lagi.
"Aku curiga mereka sebagai Calista dan Arya jadi bisakah kau membandingkan DNA mereka berdua secepatnya",perintah Dom pada Dokter Moris.
Dokter Moris terbelalak mendengar itu,"Maksud anda orang yang bernama Alex itu adalah mantan suami nyonya Hanum dan perempuan bernama Debora itu adalah mantan istri anda?",tanya Dokter Moris tidak percaya karena calista yang dikenalnya adalah seorang perempuan Cantik sedangkan si Debora ini banyak bekas Luka ditubuhnya meski sudah sembuh.
Waktu memeriksanya Dokter Moris dan rekannya saat itu sempat berpikir bahwa itu dilakukan oleh Alex sebagai suaminya,tapi melihat bagaimana lembutnya si Alex ini memperlakukan Debora selama dirawat membuat para Dokter disini mulai tidak percaya bahwa itu perbuatan si Alex.
Iya, jadi lakukan apa yang aku perintahkan dan berikan hasilnya padaku secepatnya",perintah Dom.
"Baiklah tapi tuan Dominic dari mana anda berpikir itu adalah mereka? ",tanya Dokter Moris penasaran.
"Kurasa itu sebuah insting yang sulit ku jelaskan",terang Dom yang sudah dipahami Lucas yang juga mendengar apa yang dikatakan Dom itu dan dia tau bahwa saat Dom sudah bicara soal insting maka itu adalah benar.
"Anda tidak akan mengerti hal itu Dokter Moris tapi sebaiknya lakukan saja apa yang diperintahkan Dom karena insting Dom tidak pernah meleset",terang Lucas yang membuat Dokter Moris langsung terdiam dan keluar dari ruangan itu ubtuk melakukan oermibtaan Dom yang ingin mencocokkan DNA Arya dan Calista dengan DNA milik Debora dan suaminya.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu apakah sudah ada hasilnya,jangan bilang belum karena aku tidak bisa menunggumu menyelesaikan itu semalaman".
"Kalau kau sudah merasa mereka berdua adalah Arya dan Calista kenapa kau masih menyuruhku untuk menyelidiki mereka secara detail",gerutu Lucas kesal.
"Aku tidak suka berandai andai atau mengira ngira dalam segala hal jadi kerjakan apa yang kuperintahkan secepatnya karena aku harus kembali kekamar Hanum sebentar lagi.Aku khawatir dia terbangun dan melihatku tidak berada disana saat itu".
"Kalau sudah berbicara masalah Hanum kau menjadi orang yang berbeda kurasa hanya Hanum yang bisa membuatmu menjadi orang normal",gerutu Lucas lagi.
"Cepat lakukan dan berhenti menggerutu",perintah Dom mulai kesal dengan jawaban Lucas padanya.
Maaf kalau masih berbelit belit tapi perlahan dan pasti akan autor tarik benang kusutnya jadi sabar ya reader ππ.
__ADS_1