Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
162.Permintaan Arya.


__ADS_3

Dom menyerahkan Hanum kepada Dokter Moris setelah sampai diRumah sakit.


"Bagaimana kondisinya Dokter?",tanya Dom setelah Dokter Morris selesai memeriksa kondisi Hanum dan memindahkannya keruang perawatannya.


"Luka luar akibat apa yang dilakukan pria itu cukup parah, rahang nyonya Hanum sampai bergeser mungkin karena kerasnya cengkraman yang dilakukan pria itu padanya tadi,selain itu luka akibat operasi caesarnya juga sedikit infeksi karena penyoksaan yang dilakukan pria itu, tapi anda tidak perlu khawatir sekarang semuanya sudah baik baik saja hanya menunggu dia sadar dari bius yang saya lakukan saja".


"Biarkan saja dia istirahat lebih lama karena malam ini aku harus membereskan dulu sisa masalah yang masih tertinggal sekarang".


"Tapi sebelum anda pergi apa anda tidak ingin membalut luka luka anda dulu sebentar karenanya saya yakin luka dibagian pundak anda itu cukup parah kalau tidak segera diobati bisa menyebabkan infeksi nanti".


"Baiklah tapi lakukan dengan cepat karena aku tidak punya banyak waktu sekarang aku ingin saat Hanum bangun nanti aku sudah berada disisinya".


Dokter Moris mengangguk dan segera memeriksa luka dibagian lengan dan pundak Dom.


"Saya akan mengeluarkan pelurunya lebih dulu'', ucap dokter Moris yang dijawab anggukan oleh Dom.


"Apa anda harus pergi sekarang?",tanya Dokter Moris sedikit khawatir melihat bagaimana luka yang dialami Dom itu.


"Aku harus pergi sekarang,ini bukan apa apa jadi jangan khawatir",ucap Dom dengan merapikan bajunya kembali.


"Usahakan kurangi bergerak....".


"Nanti saja kau menasehatiku karena sekarang aku membutuhkan tangan kananku ini untuk menghajar seseorang.Saat aku kembali baru kau boleh melakukan larangan itu",jawab Dom dengan berjalan keluar dari ruangan perawatan itu.


Dom segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya segera sampai kekastil Edward dimana Arya yang dibawa anak buahnya tadi sudah berada disana.


Setelah melakukan perjalanan berjam jam lamanya akhirnya Dom sampai dikastil neraka itu.


"Dimana dia? ",tanya Dom pada Lucas yang sudah menunggu kedatangannya dari tadi.


"Diruang tengah kami mengikatnya ditempat Edward dulu,bagaimana dengan Hanum?",tanya Lucas.


"Cukup parah karena itu aku harus membalas baji*an itu dengan hukuman yang setimpal",ucap Dom dengan berjalan masuk kedalam kastil neraka itu.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan lukamu?",tanya Lucas khawatir karena melihat Dom masih memakai kemeja yang penuh dengan noda darah akibat luka tembak waktu dikapal tadi.


"Baik baik saja Dokter Moris sudah membalutnya tadi",terang Dom yang membuat Lucas merasa sedikit lega.


Itu dia",tunjuk Lucas kepada Dom kearah Arya yang sekarang terikat ditiang ruangan kastil neraka itu.


Dom berjalan pelan menghampiri Arya yang kondisinya sudah lemah karena terkena beberapa tambakan dan juga pukulan dari anak buah Dom saat mencoba melarikan diri dikapal tadi.


"Bagaimana kondisimu sekarang tuan Arya yang terhormat",ucap Dom dengan menampar keras muka Arya supaya dia sadar.


"Cih dasar brengsek!!!,kau berani melawanku karena sekarang aku terikat bukan!!! ",maki Arya dengan meludahkan darah dari mulutnya kewajah Dom.


Dom hanya menyeringai dingin mendengar apa yang dikatakan Arya padanya.


"Lalu apa kau merasa lebih baik dari aku sekarang?,kurasa tidak kau lebih menyedihkan sebagai seorang laki-laki".


"Aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku apa itu salah!!! ",maki Arya lagi pada Dom.


Mendengar itu Dom mencengkram keras rahang Arya dengan tatapan sedingin iblis.


"Tapi aku masih mencintainya dan aku yakin dia juga masih mencintaiku jadi aku berhak mengambilnya darimu karena kuyakin dia terpaksa berada disisimu saat ini".


Dom tersenyum miris mendengar itu, "sepertinya kau sedang berhalusinasi soal itu dan karena aku baik padamu aku akan membangunkanmu dari halusinasimu itu sekarang",ucap Dom dengan menyuruh anak buahnya mengambilkan cambuk Edward.


"Berikan aku cambuk berduri itu sekarang!!",perintah Dom pada anak buahnya yang langsung mengambilkan benda itu dan memberikannya pada Dom.


"Apa yang akan kau lakukan kau gila Dom!!!, Hanum pasti akan membencimu karena kau melakukan hal gila ini!!! ".


"Aku memang gila jadi kau harus merasakan seberapa gilanya aku sekarang dengan menyiksamu seperti kau sudah menyiksa perempuan perempuan diluar sana!! ",bentak Dom tak kalah marah kepada Arya dan tidak menunggu lama dia segera mencambuk tubuh Arya dengan cambuk berduri milik Edward.


Arya berteriak setiap kali cambuk ditangan Dom mengenai tubuhnya meski tidak dengan kekuatan penuh tapi efek cambuk itu membuat tubuh Arya luka luka.


"Bagaimana rasanya dicambuk dengan senjata yang biasa digunakan untuk menyiksa perempuan perempuan yang kau kirim ketempat ini kepada tua bangka itu",ucap Dom dengan menyeringai dingin kepada Arya yang masih berusaha mengatur nafas akibat cambukan keras Dom barusan.

__ADS_1


"Keparat kau Dom!!!,lepaskan aku cepat lepaskan aku kalau kau memang berani ayo kita bertarung secara jantan satu lawan satu!!! ",teriak Arya dengan meronta dari ikatannya.


"Kau ingin bertarung satu lawan satu denganku,apa kau yakin? ",ucap Dom dengan menatap Arya yang juga menatap kearahnya dengan tatapan kebencian.


"Iya!!!,ayo kita bertarung secara adil sekarang!!! ",teriaknya marah.


" Apa yang akan kau pertaruhkan dalam pertandingan ini? ",tanya Dom dengan tersenyum sinisnya pada Arya.


"Hartaku,aku pertaruhkan semua yang kumiliki sebagai taruhannya".


"Aku tidak tertarik dengan hartamu karena itu tidak seberapa".


"Lalu kau ingin apa? ",tanya Arya semakin geram pada Dom.


"Nyawamu".


"Bregsek keparat,Kau...".


"Aku bisa saja mengambilnya sekarang tapi aku ingin mengabulkan permintaan terakhirmu ini jadi aku menunda melakukannya dan aku ingin kau dengan suka rela memberikan nyawamu yang tidak berharga itu padaku sebagai taruhan kemenangan".


"Lalu kau?,apa yang akan kau berikan padaku sebagai taruhanmu?".


"Bagaimana. dengan pengampunanku untuk nyawamu".


"Aku juga ingin nyawamu sebagai taruhannya dan juga aku ingin hartamu lalu Hanum kalau aku menang nanti",ucap Arya dengan ekspresi sombong.


"Aku tidak pernah menjadikan istriku sebagai taruhannya, kalau kau ingin harta dan nyawaku aku tidak keberatan tapi Hanum... dia tidak termasuk didalam taruhan ini",jawab Dom dengan dingin.


"Baiklah tidak masalah kalau Hanum tidak ingin kau pertaruhkan yang penting nyawa dan hartamu saat ini, itu sudah cukup".


"Baik ayo kita bertarung secara adil menurutmu",jawab Dom dengan memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan Arya dari ikatannya.


"Dom apa kau yakin akan menuruti keinginannya dengan bertarung bukan langsung menghabisinya saja bagaimana kalau kau kalah?",tanya Lucas khawatir dengan kenekatan Dom itu.

__ADS_1


"Kalau aku kalah kau boleh melakukan apa saja padanya",jawab Dom tenang.


__ADS_2