
Hanum sangat terkejut melihat Arya masuk kedalam lift yang menuju Apartemennya.
Dia melihat Arya menatapnya dengan pandangan bergairah ,membuat Hanum bergidik ngeri,kalau duluArya menatapnya seperti itu mungkin dia akan senang, tapi sekarang dia merasa takut dan jijik pada pria didepannya ,apalagi mengingat apa yang dilihatnya beberapa waktu lalu bahwa Arya juga punya hubungan dengan Calista membuat pandangannya tentang mantan suaminya ini menjadi semakin rendah.
"Apa yang kamu inginkan Arya?!",tanya Hanum tajam.
Arya tertawa mendengar nada bicara Hanum membuat Hanum semakin muak melihatnya.
"Kau masih tinggal disini?",tanya Arya sambil menatap Hanum.
"Tentu saja ini rumahku,kenapa?".
"Apa kau tidak mendapatkan banyak uang dari selingkuhanmu itu sebagai gundiknya?',tanya Arya sinis.
Hanum ingin sekali menampar wajah pria didepannya karena sudah mengatakan lagi penghinaan padanya.
"Bukan urusanmu!",jawab Hanum.
"Lalu apa dia lebih baik dari aku diatas ranjang sayang,apa dia juga bisa membuatmu menjerit jerit liar saat kalian bermain sayang?".
Hanum semakin muak mendengar apa yang dikatakan Arya padanya dan ingin menghajar pria ini sekarang,tapi dia tau dia yang akan kalah karena saat ini mereka hanya berdua didalam lift dan masih ada 5 lantai lagi sebelum dia sampai diunit miliknya.
Hanum berdoa semoga saja ada orang yang masuk lagi kedalam liftnya ini, agar Arya berhenti mengeluarkan kata kata hinaan padanya sekarang.
"Kenapa kau diam,ayo jawab aku,apa dia lebih baik dariku dalam memuaskanmu diranjang,jawab Hanum!!",bentak Arya dengan mencekal lengan Hanum.
Hanum berusaha menarik tangannya dari cekalan Arya,tapi Arya menahan tangan Hanum dan mencengkramnya semakin erat.
"Arya kau sudah gila,lepaskan tanganku akan ada orang yang melihat apa yang kau lakukan,lihatlah Cctv diatasmu".
Mendengar itu Arya langsung menoleh kearah Cctv diatas lift lalu dia melepaskan tangan Hanum.
"Lalu apa kau juga perduli dengan Cctv saat sedang bercinta dengannya didalam mobil waktu itu".
__ADS_1
Hanum terkejut mendengar apa yang dikatakan Arya.
"A..apa maksudmu".
"Jangan pura pura bodoh Hanum saat itu aku masih disana dan aku melihat mobil milik pria itu bergoyang dan terdengar suara suara la*nat kalian sedang bercinta,apa kau ingin mengelaknya".
Hanum terdiam mendengar itu.
Dia tidak sadar saat itu karena terlalu terlena dengan bujuk rayu Dom padanya.
"Itu bukan urusanmu Arya toh kita sekarang sudah bercerai jadi kau tidak berhak tau apa yang kulakukan",jawab Hanum.
"Ini bukan seperti Hanum yang kukenal,aku kecewa padamu Hanum kau begitu murahan".
Hanum memejamkan matanya mendengar Arya menghinanya seperti itu mencoba untuk mengendalikan kesabarannya yang sudah sangat menipis sekarang.
"Itu bukan urusanmu",ucap Hanum lirih.
"Apa kau tau bahwa Dom sudah menikah dan kau sekarang hanya seorang gundik baginya,kenapa kau menurunkan derajatmu setelah kita bercerai,aku akan memberimu tawaran,kembalilah padaku mari kita bersama lagi dan melupakan apa yang pernah terjadi diantara kita".
"Kau benar aku memang gila karena telah menceraikanmu saat itu,tapi Hanum aku menyesal,itu keputusan terbodoh yang pernah kuambil jadi ayo kita kembali lagi bersama seperti dulu,aku berjanji tidak akan mengingat lagi apa yang sudah kau lakukan dengan baji*an itu".
"Arya kumohon pergilah sekarang dan kuharap jangan pernah menemuiku lagi,karena kita sudah berakhir,kau akan segera punya anak dengan istrimu sekarang jadi jalani hidupmu dengannya begitupun aku,mari kita saling melupakan,agar hubungan kita tidak semakin buruk dan aku tidak semakin membencimu karena terus menghinaku".
"Apa kau membenciku kenapa...,kenapa Hanum,apa karena aku akan punya anak dengan Clarisa sedangkan denganmu tidak bisa,Hanum dengarkan aku bagaimana kalau seperti ini aku akan menceraikan Clarisa setelah dia melahirkan, lalu anak Clarisa dan aku akan kita asuh bersama dan aku janji aku tidak akan mempermasalahkan keturunan lagi denganmu,asal kamu mau kembali kepadaku",ucap Arya dengan mencoba menggenggam tangan Hanum tapi Hanum segera menipisnya.
"Maaf Arya sudah berkali kali ku katakan padamu,aku tidak bisa hubungan kita sudah berakhir sejak aku melihatmu bercinta dengan Clarisa diatas ranjang kita perasaanku padamu sudah mati,jadi hentikan semua ini aku sudah lelah,berhentilah muncul dihadapanku Arya,jangan buang waktumu untuk hal tidak berguna lagi".
Bukannya paham mendengar apa yang dikatakan Hanum, Arya malah semakin marah,dengan keras dia memukul dinding lift disamping kepala Hanum,membuat lampu emergency lift langsung menyala dan tidak lama pintu lift terbuka petugas keamanan Apartemen langsung muncul disana.
"Anda baik baik saja nyonya tanya dua petugas security yang langsung menghampiri Hanum yang sudah pucat ,karena berpikir Arya akan menamparnya tadi.
Sementara itu petugas security yang satunya langsung menangkap tangan Arya dan membawanya keluar menjauh dari Hanum menuju kantor keamanan Apartemen itu.
__ADS_1
Karena terlalu gugup Hanum hanya mengangguk lemah.
"Saya akan mengantar anda keunit milik anda atau anda ingin pergi kerumah sakit nyonya?',tawar sucurity itu.
Hanum menggeleng ,"aku tidak papa,aku hanya terkejut tadi karena tiba tiba kalian masuk kedalam lift".
"Apa pria itu sempat menyakiti Anda kulihat dia tadi bermaksud memukul Anda".
Hanum menggeleng,"Aku tidak papa".
"Maaf atas keteledoran kami karena sampai membiarkan orang asing mengganggu ketenangan anda sebagai penghuni Apartemen ini,lain kali kami akan lebih waspada,jadi anda jangan khawatir akan ada pengganggu lagi".
"Terimakasih banyak,karena sudah sangat siaga tadi",ucap Hanum pada petugas itu.
"Itu tugas saya nyonya,karena anda sudah berada didalam Apartemen saya permisi kalau ada apa apa silahkan anda laporkan pada kami".
Hanum mengangguk kemudian masuk kedalam unit Apartemennya.
Setelah menutup pintu Hanum langsung terduduk lemas dilantai sambil menangis sejadi jadinya.
****
Sementara itu Arya yang dibawa petugas security sangat marah.
"Lepaskan aku beraninya kalian menangkap aku seperti seorang penguntit kalian tidak tau siapa aku!!".
"Kami hanya menjalankan tugas kami tuan kalau anda merasa tidak terima silahkan anda berurusan dengan atasan kami,tapi atasan kami memerintahkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penghuni Apartemen ini dan beliau bilang jika ada pengunjung atau orang yang merasa tidak puas dengan apa yang kami lakukan silahkan menghubungi beliau langsung".
"Berikan nomor pemilik gedung ini,beraninya dia menagkap seorang Arya Wiguna hanya karena bicara dengan mantan istrinya".
"Tapi anda tadi bukan hanya sedang bicara dengan nyonya Hanum tapi anda ingin menyakitinya jadi kami menagkap anda",ucap security sambil memberikan kertas berisikan nomor ponsel pemilik gedung Apartemen itu.
"Liat saja aku akan membalas kalian nanti" Ancam Arya dengan pergi meniggalkan gedung itu,karena gagal merayu Hanum untuk kembali padanya.
__ADS_1
Sudah emosi belum bacanya kalau sudah silahkan tinggalkan like dan komen kalian dikolom komentar reader๐๐๐.