
Masih Dikantor Arya**
Clarisa berjalan masuk kedalam kantor dengan perasaan tidak menentu karena Dokter Moris tadi menghubunginya dan mengatakan kondisi bayinya saat ini menurun jadi dokter meminta dia dan Arya untuk segera datang kerumah sakit.
Sudah berkali kali dia menghubungi Arya tapi Arya tidak mau menjawab telponnya karena terlalu khawatir akhirnya Clarisa pergi kekantor Arya untuk bertemu langsung dengannya.
Sampai disana dia langsung menuju kantor Arya dan saat akan mengetuk pintu dia melihat pintu ruangan itu sedikit terbuka dan terdengar suara aneh dari dalamnya.
Dengan pelan Clarisa masuk kedalam kantor,betapa terkejutnya dia saat melihat Arya sedang bercumbu mesra dengan seorang perempuan yang duduk dipangkuannya dengan pakaian sudah setengah polos.
"Dasar baji*an!!",teriak Clarisa marah dan dengan langkah cepat berjalan menghampiri dua orang yang sedang sibuk berbuat bejad itu.
Arya terkejut mendengar teriakan Clarisa yang tiba tiba sudah berada didalam kantornya itu.
Segera didorongnya tubuh,Calista yang berada dipangkuannya dan saat Calista akan kabur dari tempat itu Clarisa sudah berada disamping mereka lalu segera menarik keras rambut Calista untuk menghadap kearahnya.
"Wanita la*nat beraninya kau menggoda suamiku!! ",maki Clarisa sangat marah.
"Lepas Clarisa!!,kau ingin membunuhku!!",teriak Calista dengan mencoba melepaskan tarikan Clarisa dikepalanya.
Clarisa terkejut saat mendengar perempuan itu bicara,"Kau... Calista!!,apa yang kau lakukan?!, Kalian... dasar pasangan biadab tega sekali kau mengambil suamiku!!!",teriaknya histeris.
Arya yang melihat perkelahian mereka berdua hanya diam sambil membetulkan pakaiannya, dia sama sekali tidak berniat membela salah satu dari dua bersaudara itu baginya mereka berdua hanya perempuan tidak berharga.
"Clarisa... i.. itu.. tidak seperti yang kau pikirkan kami hanya.. ".
"Hanya apa!!, kalian hanya berbuat mesum,dimana akal sehatmu Calista tega sekali kau berselingkuh dengan suamiku,apa kau tidak memikirkan perasaanku sama sekali!! ",maki Clarisa dengan menatap Calista marah.
"Aku tidak bermaksud mengambil suamimu,aku hanya butuh bantuannya untuk membuatku bisa segera hamil dalam waktu dekat ini agar Dom dapat lepas dari perempuan murahan itu".
__ADS_1
Tiba tiba Clarisa menampar keras wajah Calista membuat Calista terkejut.
"Kau kenapa kau menamparku?, bukannya aku sudah bilang apa alasannya aku melakukan itu dengan Arya".
"Dasar saudara biadab!!,jadi kau merasa alasanmu itu benar apa kau tidak memikirkan perasaanku sedikitpun brengsek!! ,kalian benar benar pasangan la*nat!!",makinya marah sekali,apa lagi saat melihat Arya yang tampak tidak perduli dengannya membuat Clarisa semakin sakit hati.
"Tolong Clarisa mengertilah kali ini aku sangat butuh bantuan Arya untuk cepat hamil agar aku tidak kehilangan Dom",mohon Calista dengan menyentuh tangan Clarisa yang langsung ditepis keras oleh Clarisa.
"Otakmu benar benar sudah tidak waras Calista, kalau kau ingin melakukannya tidak bisakah dengan yang lain kenapa harus dengan dia, dia suamiku Calista kau sangat tega aku membencimu kau tidak ada bedanya dengan Hanum sikeparat itu kalian berdua... ".
"Plak!! ",tiba tiba saja Arya menampar wajah Clarisa keras membuat Calista dan clarisa terkejut.
"Ka... kau kenapa kau menamparku bukankah kau dan dia yang salah..",tangis Clarisa sambil menyentuh pipinya yang baru saja ditampar Arya.
"Kalian berdua tidak ada bedanya,aku hanya mengganggap kalian sebagai alat bagiku,tapi aku tidak akan pernah membiarakanmu menghina Hanum lagi,"hardik Arya pada Clarisa.
"Plak!! "tiba tiba Arya kembali menampar pipi Clarisa membuat Clarisa syok mendapat dua tamparan dari laki laki yang menjadi suaminya itu.
Arya mencengkram rahang Clarisa keras.
"Jangan berani kau menghina Hanum kau pikir kau penting bagiku aku sudah muak denganmu,kau membantuku melayani tamu itu sudah sewajarnya sebagai bayaran karena sudah menikmati hartaku selama ini dan kau tau aku akan segera menceraikanmu setelah aku berhasil mendapatkan proyek proyek itu lalu aku akan kembali rujuk dengan Hanum dan membawa anakku bersamaku.Kurasa Hanum lebih pantas menjadi ibunya dibanding perempuan seperti dirimu,jadi kenapa aku mau membantu Calista tadi karena agar Hanum mau kembali padaku".
Clarisa merasa tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Arya itu.
"Ka.. kau baji*an",makinya dengan air mata mengalir deras dipipinya.
"Apa kau baru tau?,tapi aku tidak perduli karena selama ini yang kuperdulikan adalah anak dalam kandunganmu sementara dirimu...".
"Kau tidak berhak atas anakku!!",teriak Clarisa dengan melepaskan diri dari cengkraman Arya.
__ADS_1
"Kau tidak bisa menolaknya karena aku adalah ayahnya".
"Kau bukan ayah anakku!,jadi kau dan perempuan itu tidak punya hak atas anakku!!"
Arya sangat terkejut mendengar itu begitu pun Calista yang masih berada diruangan itu dia masih tidak percaya dengan ucapan Clarisa.
"Apa maksudmu!!!, apa kau sudah membohongiku selama ini Clarisa!!!".ucap Arya dengan murka.
Kali ini Clarisa menatap Arya dan Calista dengan tersenyum sinis, "Kalian benar benar pasangan bejad,tapi maaf membuat kalian kecewa terutama kamu Arya tapi aku puas saat melihat ekspresi terkejutmu sekarang dan aku tidak menyesal telah membohongimu karena kau pantas mendapatkannya".
"Brengsek!!, dasar perempuan murahan katakan padaku siapa ayahnya!!!."
Arya ingin kembali menghajar Clarisa tapi kali ini Clarisa segera menghindar jauh hingga dia terpaksa melampiaskan amarahnya dengan menedang meja diruang kerjanya.
"Kau tidak berhak tau dia anak siapa yang pasti dia bukan anakmu dan kau Calista kau ternyata lebih bodoh dariku kau meminta bantuan pada orang yang salah,aku membencimu Calista dan juga kau Arya jadi mulai sekarang aku tidak akan lagi menuruti semua kemauanmu, silahkan kalau kau ingin kembali pada Hanum tapi itu kalau kau bisa karena aku yakin itu tidak mungkin apa lagi Hanum sudah bersama Dom kalian tunggu saja pembalasannya".
Setelah mengatakan itu Clarisa berjalan meninggalkan ruangan Arya,tapi sebelum dia berhasil pergi Arya sudah mencegatnya lebih dulu dengan mencekal lengannya keras.
"Katakan padaku siapa ayah anak itu, brengsek! ".
"Lepas Arya meski kau membunuhku aku tidak akan mengatakannya,agar kau merasa tersiksa seumur hidupmu karena tidak bisa punya anak sendiri".
"Apa maksudmu, apa kau menghina bahwa aku mandul? ".
"Bukankah itu benar,apa kau masih berusaha menyangkalnya, kau dan perempuan murahan itu menikah selama 7 tahun tapi kau sama sekali tidak bisa membuatnya hamil, lalu kita berhubungan cuma 2 bulan tapi aku langsung hamil apakah itu mungkin,HAH,kau terlalu bermimpi! ".
Setelah mengatakan itu Clarisa keluar dari ruangan kantor Arya meninggalkan pasangan bejad itu.
Sudah terasa belum emosinya saat membaca reader, kalau sudah silahkan tinggalkan like dan komen kalian ππππ
__ADS_1