Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
64.Tidak Ikhlas.


__ADS_3

Dom memeluk Hanum yang sedang membuat sarapan mereka pagi itu didapur.


"Dom hentikan,aku sedang sibuk menyiapkan sarapan untukmu sekarang".


"Tapi aku ingin sarapan yang lain sayang",ucap Dom dengan memasukkan tangannya kedalam kaos longgar yang dikenakan Hanum dan mulai meremas benda kenyal yang berada disana membuat Hanum langsung mendesis.


"Dom..hentikan..apa yang..".


Bukannya berhenti Dom sekarang malah sudah mulai menciumi tengkuk mulus Hanum dengan meninggalkan jejak berbintang cantik disana,yang membuat Hanum mengerang karena gairahnya langsung bangkit dengan apa yang dilakukan Dom padanya sekarang.


Melihat Hanum sudah terlena dengan sekali sentak Dom segera menancapkan tombak pusakanya kedalam milik Hanum lewat belakang membuat Hanum langsung mengerang keras saat benda itu masuk sempurna memenuhi miliknya.


Hanum memegang tepi meja dapur sebagai tumpuan saat Dom mulai menumbukkan benda pusakanya berkali kali kedalam milik Hanum dan mulai mengerang liar setiap kali dia merasakan Dom menggerakkan benda pusakanya didalam miliknya.


"Dom....!!",erang Hanum keras karena merasa sudah akan mencapai puncak.


Melihat itu Dom segera menggendong tubuh Hanum membawanya kesofa terdekat dan mendudukan Hanum diatas pangkuannya.


"Kau yang memimpin sayang",ucap Dom menyuruh Hanum mulai bergerak untuk memimpin permainan ronde kedua pagi mereka.


Mendengar itu Hanum mulai menggerakkan pinggulnya diatas tubuh Dom dengan posisi duduk disofa membuat Dom mengerang hebat saat akan sampai dipuncak pelepasannya.


"Ahhh!!!",erangnya dengan menyesap kuat puncak dada Hanum membuat Hanum hanya bisa meremas kencang rambut tebal Dom dengan nafas terengah engah saat mereka selasai mencapai pelepasan pagi itu.


Dom melepaskan hisapannya dipuncak dada Hanum lalu menatap wajah Hanum yang masih terengah engah,lalu dikecupnya bibir indah itu sekilas.


"Aku mencintaimu Hanum", ucap Dom pelan.


Hanum tidak terlalu mendengar ucapan pelan Dom itu karena dia masih berusaha menormalkan nafasnya yang terengah engah itu.


Melihat itu Dom langsung menggendong tubuh Hanum didepan tubuhnya,membuat Hanum terkejut.


"Dom!!,pekiknya reflek langsung mengalungkan kedua lengannya keleher Dom membuat Dom tertawa melihat itu.


"Ayo kita mandi",ajak Dom tanpa menurunkan tubuh Hanum yang masih digendongnya ala koala itu.


"Aku bisa berjalan sendiri Dom",ucap Hanum meminta Dom untuk menurunkan tubuhnya.


"Kurasa tidak sayang,karena kau baru saja bekerja keras jadi biarkan aku membawamu kekamar mandi".


Sebenarnya Hanum memang merasa kedua lututnya terasa lemah karena apa yang baru saja mereka lakukan tadi,jadi dia tidak menolak Dom membawanya sampai kedalam kamar mandi dan membantunya untuk mandi pagi ini.

__ADS_1


"Karena aku sudah membantumu mandi sekarang bantu aku berpakaian",pinta Dom Dengan menurunkan tubuh Hanum yang berbalut batrobe iti kelantai kamar.


"Kau tidak pernah iklas melakukan sesuatu",jawab Hanum dengan mengambilkan baju yang akan dipakai Dom hari ini kekantor lalu memasangkannya ketubuh Dom.


"Sudah selesai",ucap Hanum dengan merapikan dasi dileher Dom.


"Makasih sayang",ucapnya dengan mengecup lembut bibir Hanum.


Saat Dom bermaksud mengecupnya lama Hanum langsung mendorong tubuh Dom menjauh menimbulkan bunyi decak protes dari Dom.


"Kau akan terlambat kalau terus seperti itu", ucap Hanum lalu berjalan keluar kamar menuju kearah Dapur.


Dom mengikuti Hanum dari belakang dan langsung duduk dimeja makan.


Hanum mengambil dua lembar roti panggang yang berhasil dipanggangnya sebelum Dom menggodanya tadi dan membuang sisanya yang terlihat gosong karena tidak sempat lagi diselamatkannya tadi.


"Pagi ini kau hanya bisa sarapan ini",ucap Hanum sambil mengoleskan selai kacang kesukaan Dom keroti, kemudian mulai menyodorkan roti itu kemulut Dom seperti biasanya.


"Ini juga cukup",jawab Dom sambil menggigit roti yang disodorkan Hanum padanya sampai habis.


"Apa kau ada pemotretan hari ini sayang?",tanya Dom saat Hanum membantunya membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Iya,pemotretan memakai lingeri sebentar ".


"Jangan mengajakku berdebat itu hanya pekerjaan oke" ucap Hanum sebelum Dom mulai bicara.


"Baiklah meskipun aku tidak suka,aku tidak akan bersuara,tapi kau harus membayarnya",pinta Dom.


"Iya aku juga akan memakai itu nanti malam bersamamu",jawab Hanum mengerti apa yang diinginkan Dom darinya.


"Aku tidak akan pulang malam ini" jawab Dom.


"Apa kau akan lembur?",tanya Hanum,bagaimana kalau aku yang datang kekantormu kalau kau tidak bisa pulang?",ucap Hanum.


"Aku akan pergi makan malam dengan Calista malam nanti,untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami",jawab Dom.


Mendengar itu Hanum langsung terdiam dan pura pura menyibukkan diri dengan membereskan sisa sarapan mereka dimeja.


Dom yang melihat perubahan diwajah Hanum, langsung menarik Hanum untuk duduk dipangkuannya meski Hanum mencoba menolaknya.


"Lepaskan!",pinta Hanum pada Dom tapi Dom semakin erat memeluk tubuh Hanum dan membenamkan wajahnya keceruk leher Hanum.

__ADS_1


"Dom!".


Hanum mencoba mendorong wajah Dom dari lehernya,tapi Dom tidak bergeming.


"Hanya malam ini aku harus bersama Calista,besok aku akan kemari lagi",ucap Dom.


Dada Hanum sangat nyeri mendengar itu,dia berusaha menahan airmata yang akan tumpah dipipinya.


"Pergilah aku tidak papa sebentar lagi Wendy juga akan datang kemari untuk menjemputku",jawab Hanum dengan suara parau yang masih bisa didengar Dom.


Dom melepaskan tubuh Hanum dari pelukannya.


"Aku juga harus segera berangkat ada rapat pagi yang harus kuhadiri".


Dom lalu bangkit dan berjalan menuju pintu.


Kali ini Hanum hanya memandang kepergian Dom tanpa mengantarnya sampai kedepan pintu seperti biasanya karena hatinya terlalu sakit membayangkan Dom akan menghabiskan waktunya bersama Calista nanti,meskipun dia tau itu memang wajar karena Calista juga istri Dom.


Hanum menyapu airmata yang sudah mengalir dipipinya tanpa bisa dicegahnya lagi.


"Tidak papa Hanum,tidak papa jangan sakit hati",gumamnya sambil kembali menghapus air mata yang semakin deras mengalir dipipinya bahkan dia sampai tersedu sedu karena tidak sanggup menahan sesak didadanya membayangkan Dom akan bersama Calista malam ini.


Lama Hanum menangis sendiri didapur sampai dia tidak mendengar Wendy sudah masuk kedalam Apartemennya dan terkejut melihat Hanum menangis disana.


"Hanum apa yang terjadi denganmu kenapa kamu menangis sendiri disini apa kau dan Dom baru saja bertengkar karena saat berpapasan dengannya tadi wajahnya terlihat sangat suram".


Hanum menggeleng dan menangis semakin kencang membuat Wendy semakin bingung.


Akhirnya Wendy memilih diam menunggu Hanum lebih tenang baru kembali bertanya.


Setelah beberapa saat akhirnya Hanum bisa sedikit tenang tapi masih sedikit tersedu.


"Ada apa,apa kalian sedang bertengkar?",tanya Wendy lagi.


Hanum menggeleng.


"Lalu?".


"Dia akan menemui Calista hari ini",ucap Hanum dengan terbata bata.


"Mereka hanya bertemu mungkin hanya membahas pekerjaan kau tidak perlu sesedih ini".

__ADS_1


Hanum menggeleng,"Dom bilang dia tidak akan pulang malam ini, tapi akan menghabiskan waktunya bersama Calista untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka",ucapnya dengan kembali menangis.


__ADS_2