
Dom menatap tak percaya Hanum yang memandang lurus kearahnya saat ini.
"Sayang...",panggil Dom dengan langsung memeluk tubuh Hanum yang masih terbaring diatas ranjang perawatannya dengan erat tanpa memperdulikan orang orang yang masih ada didalam kamar itu.
"Ehem...tuan Dominic maaf menjeda sebentar... ",panggil dokter Moris pada Dom mendengar itu Dom melonggarkan pelukannya ditubuh Hanum dan menoleh kearah Dokter Moris tanpa mau beralih dari sana.
"Ada apa Dokter? ",tanya Dom.
"Sebenarnya bukan masalah serius tapi karena nyonya Hanum baru sadar sebaiknya anda sedikit berhati hati kalau ingin dekat dengannya",ucap Dokter Moris dengan mengulum senyumnya karena melihat Dom yang sangat tidak sabar untuk memeluk Hanum padahal kondisi Hanum saat ini masih lemah.
"Baiklah saya mengerti", ucap Dom dengan berat hati melepaskan pelukannya pada Hanum.
"Selain itu bagaimana kondisi Hanum dan anak anak saya?",tanya Dom lagi pada Dokter Moris.
"Hanya perlu pemulihan pasca koma selain itu semua baik baik saja",terang dokter Moris.
Mendengar itu Dom baru bisa menarik nafas dengan tenang dengan mendudukkan tubuhnya dikursi samping ranjang karena dilihatnya Hanum sudah kembali memejamkan matanya.
"Kami sengaja memberikan sedikit obat penenang agar kondisi nyonya Hanum cepat pulih,jadi biarkan malam ini nyonya Hanum beristirahat dengan tenang".
"Iya saya mengerti terimakasih dokter",jawab Dom dengan merapikan selimut yang dipakai Hanum agar dia tidak kedinginan.
"Baiklah kami pergi dulu tuan Dominic silahkan anda panggil saya kalau ada yqng masih ingin anda tanyakan tentang kondisi istri dan anak anak anda".
"Iya Dokter",jawab Dom singkat.
"Kurasa cukup untuk malam ini,biarkan saja nyonya Hanum beristirahat dengan tenang dulu sekarang",ucap Dokter Moris lalu keluar dari dalam kamar perawatan Hanum.
Dom hanya mendengarkan tanpa bermaksud menjawab lagi apa yang diucapkan Dokter Moris sampai semua orang pergi dari ruangan itu Dom masih diam dengan menghela nafas lega setelah beberapa waktu ini semua terasa tidak pasti baginya.
__ADS_1
Diraihnya pelan tangan Hanum lalu dibawanya kebibirnya untuk dikecupnya lembut.
"Terimakasih sayang kamu sudah kembali sadar",ucap Dom lirih dengan memeluk tangan sang istri sambil menyandarkan kepalanya diatas ranjang Hanum dan tanpa sadar lama lama Dom mulai tertidur dengan posisi duduk memeluk tangan Hanum.
**
Dom terbangun saat merasa elusan lembut dikepalanya.
"Emm",lenguhnya sambil berusaha meraih tangan yang mengelus kepalanya tanpa bermaksud benar benar membuka matanya karena masih sangat mengantuk saat ini.
"Pagi Daddy",panggil Hanum yang membuat Dom langsung tersadar dari kondisi setengah mimpinya barusan dan segera membuka matanya lebar menatap sang istri yang sudah bangun dengan duduk bersandar dikepala ranjangnya dan sedang tersenyum lembut kearahnya.
"Sayang...aku merindukanmu..",ucap Dom dengan reflek memeluk erat tubuh Hanum membuat Hanum sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Dom itu.
"Dom... jangan terlalu erat sesak...",ucapnya karena Dom sempat menekan perutnya yang sekarang sudah mulai membuncit akibat kehamilan kembarnya.
"Maaf sayang",ucap Dom dengan melepaskan pelukannya dan menatap Hanum dengan penuh cinta.
membuat Dom tiba tiba langsung menyambar bibir Hanum yang sedang mengerucut itu membuat Hanum terkejut.
"Dom! ",hardiknya dengan mendorong tubuh Dom sedikit menjauh.
"Maaf sayang tapi aku tidak tahan melihat bibirmu yang seperti itu tanpa menciumnya",ucap Dom dengan memundurkan tubuhnya dan memilih duduk ditepi tempat tidur menghadap Hanum sambil membelai wajah sang istri yang sudah nampak cerah meski masih terlihat pucat.
"Bagaimana perasaanmu sekarang apa masih ada yang sakit sayang?",tanya Dom sedikit khawatir meski dokter Moris mengatakan Hanum sudah baik baik saja.
Hanum menggeleng,"Aku sudah tidak papa hanya aku merasa benar benar sangat bosan karena harus diam disini tanpa bisa kemana mana".
"Sabarlah sebentar lagi sayang,nanti kalau kata Dokter kondisimu sudah benar benar pulih aku akan membawamu pulang kerumah".
__ADS_1
" Tapi berapa lama Dom aku sudah tidak sabar lagi ingin pulang? ",tanya Hanum karena dia merasa sudah lama berada dirumah sakit ini.
"Sabarlah sayang",ucap Dom dengan mengecup lembut tangan Hanum mencoba menenangkannya.
"Tapi aku merasa sudah sangat lama terbaring disini Dom",ucapnya dengan menatap kearah Dom.
"Itu memang benar sayang kau sudah tertidur sangat lama, sampai membuat aku hampir gila menunggumu untuk bangun".
" Benarkah?,Maaf..",ucap Hanum lirih sambil menyentuh wajah Dom yang terlihat lebih tirus dari terakhir kali dia melihatnya ditambah lagi cambang diwajahnya terlihat sudah cukup lama tidak dicukur membuat Hanum merasa sangat bersalah telah egois sempat menunda untuk berhenti dari pekerjaannya hingga menyebabkan mereka harus berada disituasi ini.
"Berjanjilah kamu tidak akan membuatku berada dalam situasi ini lagi sayang,aku sangat takut,kalau kamu benar benar tidak bisa sadar lagi dan akan pergi selama lamanya meninggalkan aku sendirian didunia ini",ucap Dom dengan menelusupkan wajahnya keceruk leher Hanum mencium aroma khas sang istri yang sangat dirindukannya.
"Maaf Dom aku berjanji tidak akan egois lagi seperti waktu lalu,agar kita tidak perlu berada disituasi ini",jawab Hanum dengan membelai lembut rambut dikepala Dom.
"Jadi sepertinya sekarang kamu harus dihukum karena sudah bandel tidak mau menuruti apa yang kukatakan selama ini" ucap Dom menatap Hanum dengan ekspresi devilnya membuat Hanum menjadi tergagap dibuatnya.
"D... Dom apa yang ingin kamu lakukan...,jangan macam macam aku belum sembuh",ucap Hanum dengan mendorong wajah Dom yang sudah sangat dekat kewajahnya.
"Benarkah tapi dokter Moris bilang kamu baik baik saja",goda Dom dengan semakin mendekatkan wajahnya kearah Hanum membuat Hanum semakin kuat mendorong wajah Dom agar tidak sampai menciumnya.
"Ayolah sayang apa kamu tidak ingin mencicil untuk membayar hutangmu sekarang",ucap Dom semakin intens menggoda Hanum membuat Hanum hampir saja pasrah menerima ciuman Dom tapi dihentikan oleh deheman dokter Moris dari arah pintu yang membuat Dom langsung memundurkan tubuhnya dan menoleh kearah Dokter Moris yang sudah mendekat keranjang Hanum untuk memeriksanya.
"Bagaimana perasaan anda hari ini nyonya Hanum? ",tanya Dokter Moris dengan mengecek kondisi tubuh Hanum.
"Baik dokter tapi jujur saja saya tidak sabar ingin keluar dari sini," jawab Hanum.
"Kalau untuk masalah itu sebaiknya anda harus sabar dulu karena saya menyarankan anda untuk tinggal saja dirumah sakit nyonya sampai anda melahirkan nanti",ucap Dokter Moris yang membuat Hanum langsung terkejut mendengarnya.
"Apa! kenapa Dokter bukankah anda bilang kondisi saya sudah tidak papa jadi kenapa saya harus tinggal dirumah sakit sampai melahirkan ",tanya Hanum terkejut mendengar apa yang diucapkan Dokter Moris.
__ADS_1
Beberapa bab autor isi dengan edisi uwu dulu ya setelah kemarin sempat tegang ππ.