Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
87.Alasan Ngidam.


__ADS_3

Dom mengajak Hanum berjalan jalan dipantai sampai matahari tenggelam lalu saat dilihatnya Hanum mulai lelah dia mengajaknya untuk pulang.


"Ayo kita pulang sayang,",ajaknya dengan menggandeng Hanum menuju mobil mereka.


Hanum mengangguk menuruti Dom masuk kedalam mobil.


Setelah itu Dom melahukan mobilnya untuk kembali kerumah mereka.


"Kau ingin mampir untuk makan sesuatu?",tanya Dom karena tau Hanum belum makan malam.


Tapi Hanum menggeleng,"Kita pulang saja aku sudah lelah ingin segera beristirahat".


Mendengar itu Dom menyentuh tangan Hanum,"Tidurlah sebentar,nanti aku akan membangunkanmu kalau kita sudah sampai".


Hanum menggeleng,"Aku tidak papa,aku baik baik saja sampai rumah".


"Apa pemotretan hari ini melelahkan kalau melelahkan aku bisa meminta Robert mengurangi jadwalmu menjadi lebih sedikit".


Hanum menggeleng",Tidak perlu usia kandunganku juga baru beberapa minggu jadi kurasa.. ".


"Sayang apa kau tidak dengar apa kata Dokter Moris, ditrimester pertama kehamilan adalah saat yang rentan terjadinya keguguran sebenarnya aku sangat khawatir...".


Kali ini Hanum yang menyentuh tangan Dom memberinya keyakinan.


"Dom percayalah,kami akan baik baik saja calon anak kita sangat kuat dan sehat aku bisa merasakannya".


Dom tidak protes lagi pada Hanum karena tidak ingin membuat Hanum kesal.


"Terserah kau saja,yang penting segera hubungi aku kalau kau merasa tidak nyaman atau ada... ".


"Oke Daddy, kami akan melakukannya",ucap Hanum dengan ekspresi menggoda Dom.


**


Sampai diApartemen Dom langsung menyuruh Hanum untuk beristirahat setelah membantunya mandi.


Dom menutupkan selimut ketubuh Hanum dan menyuruhnya untuk segera tidur.


"Apa kau serius Dom menyuruhku tidur jam segini?".


"Bukannya kau bilang tadi lelah dan ingin segera beristirahat, lalu apa ada yang kau inginkan sebelum kau tidur sayang seperti orang ngidam pada umumnya? ",tanya Dom.


Hanum mengangguk, "Ada, malam ini aku ingin sesuatu apa kau akan menurutinya? ".


Dom langsung mengangguk,"Katakan kau ingin apa atau makan apa malam ini? ",tanya Dom dengan antusias menjadi Daddy siaga.


Hanum tiba tiba menundukan wajahnya yang bersemu merah sebelum dia mengatakan keinginannya.


"Aku ingin itu.. ",ucapnya dengan menunjuk tubuh Dom.

__ADS_1


Membuat Dom mengernyitkan kening mencoba memahami apa yang dimaksud Hanum.


"Itu apa sayang? ".


Dengan tiba tiba Hanum mengangkat tangan Dom dan menyelusupkan wajahnya dibalik ketiak Dom lalu menghirup aroma Harum Dom disana.


Dom yang tidak siap dengan apa yang dilakukan Hanum terkejut dibuatnya.


"Sa.. sayang kau sedang apa? ",tanyanya karena merasakan nafas hangat Hanum dikulit polosnya yang seketika membuat darahnya berdesir.


Bukannya menjawab Hanum malah semakin menyelusupkan wajahnya disana dengan sesekali menyesapi kulit tubuh Dom membuat Dom benar benar dibuat mati kutu.


"Sa.. sayang hentikan kau sudah membangunkan phyton milikku dengan apa yang kau lakukan ini",desis Dom lirih.


Hanum mengangkat wajahnya menatap Dom, "Diamlah daddy malam ini aku hanya ingin meresapi aroma tubuhmu sebelum tidur".


"Tapi... ".


"Diam Dom,hanya sebentar aku suka mencium aroma tubuhmu membuatku merasa sangat rilek".


Dengan terpaksa Dom membiarkan Hanum melakukan apa yang diinginkannya itu meski dia terpaksa harus menahan kuat gairahnya yang mulai bangkit akibat perbuatan Hanum.


Cukup lama Hanum melakukan itu pada tubuhnya membuat Dom berkali kali memejamkan mata untuk mengontrol hasratnya,andai Hanum tidak sedang hamil muda sekarang sudah pasti dia akan menerjang tubuh indah itu, tapi karena khawatir tidak bisa mengontrol dirinya nanti dengan terpaksa Dom menahan diri untuk tidak menyentuh Hanum malam ini.


"Apa masih lama sayang?",tanyanya saat merasa Hanum sudah tidak lagi menciumi tubuhnya.


Tapi Bukannya menjawab,Dom malah mendengar nafas teratur Hanum yang menandakan dia sudah tertidur dengan memeluk tubuh Dom.


"Bagaimana apa berkas perceraianku sudah selesai?',tanya Dom pada Lucas.


"Sudah kau hanya tinggal menanda tanganinya saja".


"Berikan padaku besok pagi dikantor,jangan lupa untuk menyuruh Calista datang kekantorku besok untuk menandatangani berkas itu".


"Kau menyuruhnya datang kekantormu tidak mengirimkannya saja kerumahnya".


"Tidak,aku tidak ingin dia membuat alasan yang tidak perlu untuk menunda perceraian kami".


"Baiklah,tapi apa kau tidak terlalu berlebihan Dom memberinya harta gono goni rumah yang ditempatinya,mobil serta sejumlah deposit".


"Tidak!,berikan saja semua itu untuknya agar dia tidak mengganggu hidupku dan Hanum lagi".


"Baiklah".


"Oh iya bagaimana dengan berkas pernikahanku dengan Hanum apa kau juga sudah mendaftarkannya?".


"Soal itu kau tenang saja, aku sudah melakukannya dalam beberapa hari ini kau dan Hanum sudah bisa memiliki surat nikah kalian".


"Baiklah kalau begitu,besok pagi temui aku dikantor".

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Dom kembali lagi kedalam kamar dan ikut masuk kedalam. selimut bersama Hanum.


**


Pagi hari masih diApartemen Hanum**


"Malam ini aku ingin mengajakmu keluar",ucap Dom saat Hanum membantunya merapikan dasi yang dipakainya.


"Keluar?,kemana? ",tanya Hanum.


"Candlelight dinner, jadi berdandanlah yang cantik nanti aku akan menjemputmu pukul 7 malam".


"Apa itu acara resmi? ",tanya Hanum penasaran.


"Tidak hanya makan malam kita berdua saja".


"Oh baiklah,apa kau ingin merayakan sesuatu denganku karena itu kau mengajakku makan malam diluar malam ini".


"Iya".


"Katakan apa itu Dom? ',tanya Hanum penasaran.


"Kalau kukatakan sekarang bukankah tidak akan menjadi kejutan lagi,sayang",ucap Dom dengan memeluk pinggang Hanum.


"Baiklah kalau kau tidak mau mengatakannya",jawab Hanum dengan wajah cemberut.


"Berhenti memasang wajah seperti itu membuatku jadi ingin menggigitmu".


"Lakukan saja! ",tantang Hanum dengan mendekatkan wajahnya kearah Dom.


"Sepertinya kau memang sengaja menggodaku kan sayang,apa tadi malam kau juga sengaja melakukannya untuk membuatku tersiksa".


"Menurutmu? ",goda Hanum dengan berani.


Melihat ekspresi Hanum yang menantang itu Dom membalasnya dengan senyum devilnya.


"Kurasa kau memang sengaja menguji kesabaranku, sayang".


Setelah mengatakan itu,tiba tiba Dom mengangkat tubuh Hanum,membuat Hanum terpekik,tapi Dom tidak perduli,dia tetap membawanya keranjang mereka.


"Dom apa yang kau lakukan kata dokter Moris... ".


"Dokter Moris hanya bilang untuk berhati hati dia tidak bilang kita tidak boleh bercinta sayang".


"Tapi Dom... ".


Protes Hanum langsung terhenti saat Dom mulai mencium bibirnya lembut dan dalam.


"Dom kau akan terlambat",ucap Hanum masih berusaha mencegah Dom menjajah tubuhnya pagi ini.

__ADS_1


"Tidak masalah sayang yang penting sekarang kau harus menenangkan phyton milikku yang sudah kau goda dari tadi malam",jawab Dom dengan mulai memasuki inti tubuh Hanum membuat semua protes Hanum tertelan oleh sensasi ni*mat dari penyatuan tubuh mereka pagi ini.


"Akhhh!! "erangan keras meluncur dari mulut mereka saat merasa sampai dipuncak permainan pagi itu, dengan segera Dom mengeluarkan phytonnya supaya tidak muntah didalam milik Hanum agar tidak membahayakan anak mereka.


__ADS_2