Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
148.Bayi Pengganti.


__ADS_3

Dom berjalan masuk kedalam ruangan bayi setelah sebelumnya Dokter Moris mengatakan bahwa bayi perempuan pengganti Baby Quena sudah datang.


"Bayi perempuan yang akan menggantikan anak anda sudah ada tuan Dominic",ucap Dokter Moris ditelpon yang membuat Dom langsung keluar menuju ruang bayi.


"Mana bayinya? ",tanya Dom dengan berjalan masuk kedalam ruang bayi diikuti dokter Moris disampingnya.


"Ini dia",ucap Dokter Moris mengajak Dom keranjang bayi yang semula kosong sekarang sudah ditempati lagi oleh seorang bayi mungil yang sedang tidur nyenyak didalamnya.



Dom menyentuh bayi perempuan yang berada disamping ranjang Baby King putranya.


"Dimana kalian menemukannya? ",tanya Dom dengan perasaan tidak tega melihat bayi sekecil itu harus berpisah dari orang tuanya seperti bayinya yang tidak bersalah itu.


"Disebuah panti asuhan yang merupakan satu yayasan dengan Rumah sakit ini",terang Dokter Moris.


"Aku berharap kalian merawat setiap anak anak malang ini dengan baik karena tidak semua orang beruntung bisa menjadi orang tua dari anak anak mereka sendiri",ucap Dom dengan tetap menatap Wajah bayi perempuan itu.


"Tentu tuan Dominic",jawab Dokter Moris.


"Aku akan kembali sekarang karena aku yakin Hanum sudah bangun sekarang dan sebentar lagi dia pasti meminta perawat untuk membawa kedua bayi ini keruangannya",ucap Dom dengan berjalan meninggalkan ruangan itu setelah sebelumnya juga menyapa Baby Kingnya yang juga sedang tertidur pulas.


"Saya akan menyiapkan mereka kalau begitu".


"Oh iya tolong kau berikan semua Cctv diruangan ini setiap jam pada Lucas" perintah Dom.


"Apa anda masih khawatir penculik itu akan menculik bayi anda lagi tuan Dominic?",tanya Dokter Moris padahal didepan ruangan bayi itu Dom sudah menyuruh beberapa orang untuk berjaga, hanya perawat dan Dokter Moris yang bisa masuk keruangan itu.


"Tentu saja aku tidak ingin kecolongan lagi seperti waktu itu dan kalau memang benar dia datang lagi itu akan semakin mudah bagiku untuk langsung menangkapnya".


***


Dom berjalan masuk keruang perawatan Hanum dilihatnya Hanum sudah bangun saat dia sudah berada didalam kamar.


"Sayang kamu sudah bangun?",tanya Dom dengan berjalan menghampiri ranjang.


"Baru saja, dari mana kamu Dom?",tanya Hanum karena saat bangun tadi dia tidak melihat Dom berada diruangan itu,padahal tadi malam saat dia sempat terbangun dilihatnya Dom tertidur disofa ruangan itu.

__ADS_1


"Aku baru saja mengunjungi Baby King dan Baby Quena",jelas Dom dengan mendekat kearah Hanum dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.


"Bagaimana keadaan mereka terutama Baby Quena?",tanya Hanum dengan menatap Dom.


" Kondisi Quena sudah membaik Dokter Moris sudah memindahkannya satu ruangan dengan Baby King sekarang jadi kamu jangan khawatir lagi sekarang sayang".


"Boleh aku melihat mereka sekarang?",mohon Hanum yang dibalas anggukan oleh Dom.


"Aku akan menyuruh perawat membawanya kesini sebentar lagi",ucap Dom lalu menghubungi perawat kepercayaannya untuk membawa kedua bayinya kekamar Hanum.


"Bagaimana? ",tanya Hanum dengan ekspresi tidak sabar untuk segera melihat kedua bayinya terutama bayi perempuannya yang sama sekali belum dilihatnya sejak pertama kali dia lahir.


"Perawat sedang menyiapkan mereka dan sebentar lagi akan membawa mereka berdua kemari".


"Kalau begitu aku juga akan bersiap",jawab Hanum dengan wajah berbinar lalu mencoba turun dari tempat tidur.


"Kamu mau kemana sayang?", tanya Dom khawatir melihat Hanum tiba tiba turun dari ranjangnya.


"Aku akan sedikit merapikan diriku dikamar mandi sebelum mereka diantar kemari",jawab Hanum.


"Tapi... ",Dom merasa khawatir tapi Hanum malah tersenyum manis padanya dan meminta tolong dia untuk mengantarnya kekamar mandi membuat Dom terpaksa menuruti keinginannya saat Hanum memintanya pergi kekamar mandi.


"Baiklah sayang",ucap Dom dengan memapah Hanum pelan kekamar mandi lalu membantunya mencuci muka agar terlihat lebih segar.


"Kamu tetap cantik meski tidak memakai apapun",ucap Dom dengan membantu Hanum menyapu wajahnya dengan Handuk setelah selesai mencuci mukanya.


"Itu hanya rayuan gombalmu saja, mana ada perempuan cantik dengan penampilan seperti ini",jawab Hanum dengan menunjuk perutnya yang masih bergelambil karena baru saja melahirkan.


"Tidak semua perempuan pernah punya penampilan seperti ini sayang",balas Dom dengan menyentuh bagian itu tanpa merasa tidak suka sama sekali bahkan dia tampak membelai perut Hanum dengan lembut.


"Kamu benar benar raja Gombal",jawab Hanum dengan menyentuh rahang Dom.


"Pada istri sendiri tidak ada salahnya bukan?",balas Dom dengan ekspresi menggoda membuat Hanum langsung waspada melihat itu.


"Jangan macam macam Dom aku baru saja melahirkan dan belum boleh....".


"Aku tau sayang tapi kurasa tidak ada larangan untuk bagian ini keatas",ucap dom dengan menyentuh dada dan bibir Hanum.

__ADS_1


"Kamu... ".


"Cup! ",Dom sudah mengecup bibir Hanum sebelum Hanum kembali protes.


"Tok... tok... ".


"Nyonya apa anda didalam".


Mendengar itu Hanum langsung melepaskan ciuman mereka dan segera menjawab panggilan perawat yang ada diluar ruangannya dengan sedikit gugup.


"I... iya sebentar lagi selesai",jawab Hanum dengan menatap kearah Dom kesal, karena Dom terlihat cuek meski mereka hampir ketahuan perawat karena terlalu lama berada didalam kamar mandi.


"Semua gara gara kamu.. ",gerutu Hanum bermaksud berjalan keluar dari kamar mandi tapi belum sempat dia melangkah Dom sudah membopong tubuhnya membuat Hanum terkejut.


"Dom... ".


"Supaya lebih cepat sampai didalam kamar sayang",jawab Dom membuat Hanum tidak bisa menolaknya lagi.


***


Dikamar dilihatnya Wendy juga ada disana sedang menatap kedua bayinya dengan kagum.


Dengan pelan Dom mendudukkan Hanum diranjang dan membetulkan posisinya supaya nyaman.


"Hanum lihatlah kedua bayimu mereka benar benar bayi yang sangat cantik dan tampan",ucap Wendy dengan menatap kearah kedua bayi Hanum dengan kagum.


"Bisakah kamu membawa bayi perempuanku kemari Wendy aku sangat ingin melihat wajahnya karena tadi malam aku hanya melihat Baby King saja".


"Baiklah",Wendy mengangkat bayi perempuan yang berada didalam kereta bayi itu dan memberikannya pada Hanum.


Dom hanya melihat saat Wendy memberikan bayi perempuan itu pada Hanum dengan perasaan sedih.


"Kamu benar Wendy dia sangat cantik bukan",ucap Hanum dengan mencium sayang pada bayi perempuan dalam gendongannya itu.


"Iya tapi kurasa dia tidak mirip denganmu Hanum",ucap Wendy yang membuat Hati Dom langsung sakit mendengar itu dan khawatir Hanum akan segera sadar bahwa itu bukan anaknya, karena biasanya insting ibu selalu sangat kuat.


Tapi ternyata Hanum malah tertawa mendengar itu membuat Dom merasa sedikit lega dibuatnya.

__ADS_1


"Tentu saja dia tidak mirip aku Wendy karena dia mirip Dom, coba kamu lihat mata bulat dan indah ini bukankah warnanya sama dengan mata milik Daddynya",ucap Hanum dengan menatap kearah Dom yang juga menatap kearah Hanum dengan perasaan berbeda.


Semakin penasaran nggak 😁😁.


__ADS_2