
Hanum masuk kedalam mobil dengan perasaan kesal.
Kesal karena Dom tiba tiba ingin bertemu Emily dikantornya, kesal karena Dom tidak mengatakan masalah itu sebelumnya dengannya tapi tiba tiba langsung menyuruh Emily menemuinya dikantornya,pokoknya dia sangat kesal sampai tidak sadar berkali kali dia menghela nafas membuat mang Cecep menoleh khawatir kearahnya .
"Anda baik baik saja nyonya?",tanyanya.
"Iya aku tidak papa mang Cecep, kita jangan pulang dulu kerumah",perintah Hanum.
"Lalu anda ingin kemana nyonya? ",tanya mang Cecep.
"Kekantor suamiku, antar aku kesana sekarang aku tidak ingin kecolongan lagi seperti dulu".
Mendengar itu mang Cecep langsung melajukan mobilnya menuju kantor Dom.
**
Dikantor Dom**
Emily masuk kedalam kantor Dom dengan ekspresi angkuh.
"Apa dia sudah menunggu diruangannya? ",tanya Emily pada Lucas yang membuat Lucas langsung mengerutkan kening mendengar itu.
"Siapa maksud anda nona Emily?",tanyanya.
"Tentu saja Dom apa kau pikir....".
"Silahkan ikut saya,karena sepertinya anda sudah tidak sabar untuk bertemu dengan tuan Dominic sekarang".
Lucas segera mengantar Emily kekantor Dom Selama menuju ruangan Dom Lucas diam sambil memperhatikan perempuan disampingnya dengan perasaan heran karena Emily seperti familiar dengan tempat itu.
"Anda pernah datang kemari?",tanya Lucas tiba tiba yang langsung membuat Emily terkejut menatap Lucas.
"Kenapa kau bertanya begitu asisten Lucas? ".
"Karena saya merasa anda seperti familiar dengan tempat ini sejak anda masuk lobi kantor ini tadi".
"Oh..i.. itu.. karena.. dulu.. dulu sekali aku pernah datang kemari untuk audisi tapi gagal",jawab Emily gugup.
Mendengar itu Lucas tidak melanjutkan pertanyaannya lagi meski dia tau apa yang dikatakan Emily itu bohong.
"Silahkan nona Emily",Lucas mempersilahkan Emily masuk kedalam kantor Dom setelah Dom menyuruh mereka untuk masuk kedalam.
Emily langsung masuk kedalam kantor itu tanpa memandang lagi kearah Lucas.
Dom langsung berdiri saat melihat Emily masuk kedalam ruangannya dan mempersilahkannya duduk disofa.
"Anda ingin minum sesuatu? ",tawar Dom pada Emily setelah Emily duduk.
"Coffelate ice",pintanya.
__ADS_1
Lucas yang mendengar itu kembali merasa aneh karena dulu Calista juga selalu meminta minuman itu padanya.
"Apa anda ingin coffeelatte ice didepan kantor ini nona Emily",tanya Lucas.
Emily langsung mengangguk mendengar itu.
Lucas bergegas keluar untuk membelikan pesanan Emily.
Sementara itu Dom kembali menatap Emily dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Apa ada yang salah dengan penampilan saya tuan Dom? ",tanyanya dengan mencoba merapikan pakaian sexy yang dikenakannya.
Dom menggeleng,"Anda tau kenapa saya menyuruh anda datang menemui saya nona Emily?",tanya Dom.
Emily pura pura menggeleng,"Apakah ada yang anda inginkan dari saya? ",tanyanya.
"Ya, saya tertarik dengan anda sejak pertama kali kita bertemu",ucap Dom dengan kembali menatap Emily, membuat Emily sedikit salah tingkah meski Dom tidak menatapnya dengan pandangan nakal tapi lebih kepandangan menyelidik.
"Be.. benarkah.. saya merasa sangat tersanjung mendengarnya Dom, anda tidak keberatan saya panggil seperti itu bukan?".
"Tidak masalah",jawab Dom.
Sebelum Dom melanjutkan pembicaran mereka Lucas datang membawakan minuman untuk mereka.
"Silahkan nona Emily ini pesanan anda",ucap Lucas.
"Apa sesuai dengan selera anda nona Emily",tanya Lucas penasaran karena dia sengaja memesan minuman itu sesuai selera Calista.
"Iya",jawab Emily singkat tanpa bermaksud melanjutkan basa basinya dengan Lucas.
"Keluarlah! ",perintah Dom pada Lucas membuat Lucas menatap Dom seolah berat keluar dari dalam ruangan itu.
Melihat itu kembali Dom memerintahkan Lucas untuk keluar lagi.
"Keluarlah Lucas aku akan memanggilmu kalau aku memerlukanmu nanti!",perintah Dom membuat Lucas terpaksa keluar dari ruangan itu dengan sedikit kesal.
Setelah Lucas keluar Dom kembali menatap kearah Emily.
"Saya tertarik dengan anda karena anda punya bakat luar biasa sebagai seorang model",ucap Dom membuat Emily sedikit kecewa mendengarnya.
"Terimakasih Dom", jawabnya singkat.
"Apa anda tidak suka dengan ucapan saya nona Emily?",tanya Dom dengan memicingkan matanya.
Mendengar itu Emily buru buru menggeleng,"
"Tidak saya hanya... ".
"Saya mengagumi anda sebagai seorang profesional jadi anda jangan berpikir lain dengan ucapan saya karena saya sudah menikah dan anda juga sangat mengenal siapa istri saya bukan? ",ucap Dom.
__ADS_1
"Iya hanya saja saya mendengar rumor bahwa istri anda yang sekarang bukan istri pertama anda tapi perempuan yang sudah merusak rumah tangga anda dulu dengan istri pertama anda".
Dom langsung mengetatkan rahangnya mendengar ucapan Emily.
"Apa anda menyelidiki kehidupan pribadi saya nona Emily?",tanyanya dengan nada dingin membuat Emily sedikit merinding mendengarnya.
"Tidak saya hanya mendengar rumor yang beredar Dom",jawabnya pelan.
Dom menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa dengan tidak melepaskan tatapannya dari Emily.
"Apa karena rumor itu anda berpikir saya akan tertarik juga pada anda nona Emily? ".
Emily menggeleng,"Saya hanya... ".
"Dia bukan istri pertama saya bukan berarti dia bukan perempuan yang paling saya cintai jadi ingatlah jangan pernah berpikir untuk mencoba merayu saya dengan melakukan trik licik,karena kalau sampai itu anda lakukan saya tidak segan menyakiti anda meski anda seorang perempuan".
Keringat dingin mulai mengalir dibalik bajunya mendengar apa yang baru saja dikatakan Dom padanya.
"Saya tidak...Dom'',ucap Emily pelan.
Dom dapat melihat perubahan wajah Emily mendengar ucapannya itu.
"Saya hanya ingin menegaskan hal itu pada anda sebagai seorang suami, tapi sebagai seorang pemilik Agency saya ingin mengontrak anda untuk menjadi model diAgency saya, apa anda bersedia? ",ucap Dom.
Kalau sebelum mendengar ancaman Dom mungkin Emily akan langsung mengiyakan tawaran Dom tapi setelah mendengar ancaman itu,dia harus memikirkan ulang rencananya sekarang agar tidak mati konyol ditangan pria didepannya ini setelah semua yang dilakukannya untuk sampai ketitik ini.
"Sepertinya saya harus memikirkan dulu tawaran anda ini tuan Dom".
Emily berpikir Dom akan menolak keinginannya dan memaksanya untuk menjadi modelnya tapi ternyata dia salah Dom langsung mengiyakan jawaban penolakannya itu.
"Baiklah, anda boleh memikirkan tawaran saya dan juga peringatan saya itu",ucap Dom dengan dingin membuat Emily ingin segera keluar dari ruangan Dom saat ini.
"Bolehkah saya pergi sekarang saya masih ada pemotretan sore ini? ".
Dom hanya mengangguk singkat mempersilahkan Emily untuk meninggalkan ruangan kantornya saat itu.
Setelah Emily keluar dari ruangannya Dom segera menghubungi Lucas.
"Kekantorku sekarang! ",perintah Dom.
Sekitar lima menit kemudian Lucas sudah sampai diruangan Dom.
"Ada apa Dom kau memanggilku?",tanya Lucas sedikit kesal karena tadi Dom baru saja mengusirnya.
"Periksa bekas minuman Emily ini",perintah Dom dengan menunjuk cup minum dimejanya.
Kau ingin menyamakan dengan DNA siapa? ",tanya Lucas.
"Milik Calista",jawab Dom.
__ADS_1