Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
149.Perawat Aneh.


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan Hanum Wendy pun mendekat kearahnya untuk menatap wajah bayi perempuan itu yang sekarang sedang membuka matanya sempurna seolah tau bahwa sekarang sedang dikelilingi oleh orang orang yang mencintainya.


"Kamu benar Hanum mata Baby Quena dan Daddynya sama,saat besar nanti dia pasti akan menjadi gadis yang sangat cantik",puji Wendy dengan menyentuh pipi bayi perempuan itu.


"Karena ada Wendy aku ingin bekerja sebentar bersama Lucas sayang kalian mengobrollah dan nanti kalau aku belum kembali juga kamu bisa menyuruh perawat untuk membawa Baby Quena dan Baby King keruangan mereka".


"Baiklah,Dom kamu jangan menghawatirkan kami pergilah sekarang,aku akan mengobrol dengan Wendy selama kamu pergi".


"Baiklah sayang",ucap Dom dengan mencium puncak kepala Hanum sebelum bangkit dari duduknya.


"Mereka juga Dom",ucap Hanum dengan menyodorkan bayi perempuan itu untuk dicium oleh Dom.


Mendengar perintah Hanum Dom sedikit tercekat tapi ucapan Hanum yang menyuruhnya lagi untuk mencium bayi perempuan itu membuat Dom tersadar dan langsung mengambil bayi perempuan itu dari pelukan Hanum dan menggendongnya sebentar sambil mencium wajah bayi perempuan itu dengan perasaan sedih.


"Maaf sudah mengorbankanmu",bisik Dom dengan dada yang terasa sesak saat mengatakannya dengan berbisik disamping telinga bayi kecil itu lalu mencium lembut seluruh wajah bayi itu yang saat itu sedang bangun dan menatap kearah Dom yang juga menatap kearah mata biru itu dengan perasaan terharu.


"Dom sekarang Baby King dia juga harus kamu sayang seperti Baby Quena agar dia tidak menjadi tipe pria sepertimu nanti",ucap Hanum dengan meminta bayi perempuan dalam gendongan Dom itu.


"Ya tentu saja sayang",jawab Dom dengan menyerahkan bayi perempuan itu kembali kepada Hanum kemudian mengambil Baby King yang berada digendongan Wendy dan menciumnya dengan sayang lalu kembali menyerahkannya kepada Wendy.


"Sekarang aku pergi dulu sayang",ucap Dom dengan melangkah keluar dari ruangan itu yang dijawab anggukan oleh Hanum.


***


Sampai ditempat Lucas Dom langsung menghempaskan tubuhnya dikursi.


"Apakah sudah ada khabar? ",tanya Dom pada Lucas yang sedang menatap kelayar laptopnya.


"Ternyata kecurigaanmu itu benar Dom",ucap Lucas dengan menyerahkan kertas kertas pada Dom.

__ADS_1


"Yang mana? ",tanya Dom dengan menerima kertas kertas dari Lucas dan mulai membacanya.


"Tentang Alex dan Debora ternyata biodata mereka berdua itu palsu".


"Lalu? ",ucap Dom dengan mengamati lembar kertas dari Lucas yang berisi keterangan tentang Alex dan istrinya itu yang tidak terdaftar dibasis data.


"Aku juga menyelidiki ulang tentang kepergian Arya dan Calista keluar negeri,tapi ternyata mereka tidak pergi keluar negeri saat itu,hanya nama mereka saja yang terdaftar sebagai penumpang pesawat tujuan keChina saat itu".


Dom memejamkan matanya mendengar semua keterangan Lucas,ternyata selama ini dia terlalu baik pada kedua orang itu sampai mereka berani berbuat seperti ini pada keluarganya dan sepertinya kali ini dia harus memberi mereka berdua pelajaran setimpal,bahwa seorang Dominic tidak pernah main main dengan ancamannya pada orang yang sudah berani mengusik hidupnya Apalagi kalau mereka berani membuat putri kecilnya terluka sedikit saja maka Dom berjanji akan menyiksa mereka sampai mereka memilih kematian dari pada hidupnya.


"Apa hanya itu yang kau dapat Lucas? ",tanya Dom dengan lelah.


"Kurasa anggapanmu tentang Arya adalah Alex itu kemungkinan besar benar tapi yang menjadi misterinya adalah siapa perempuan dengan muka terbakar yang dibawanya untuk dirawat disini itu. Apakah dia sengaja menyewa seorang perempuan gila untuk memuluskan jalannya menculik anakmu atau....karena kalau Calista kurasa dia tidak mungkin sudi disuruh membantu Arya sampai harus melukai wajahnya seperti itu meski itu bisa diperbaiki dengan operasi plastik",ucap Lucas bingung.


"Kita akan tau jawabannya saat Dokter Moris membawa hasil test DNA mereka,sekarang dari pada kau memikirkan hal itu lebih baik kau cepat cari lokasi tempat persembunyian mereka",perintah Dom dengan ekspresi lelah dan khawatir memikirkan keselamatan putri kecilnya yang berada ditangan mereka.


"Baik Dom" jawab Lucas tanpa membantah Karena dia bisa merasakan perasaan sakit dan sedih yang dirasakan Dom sekarang.


"Sudah apa kau ingin melihatnya karena menurutku tidak ada yang mencurigakan dari Cctv itu''.


"Kemarikan",perintah Dom pada Lucas.


Dengan patuh Lucas memberikan tab yang berisi rekaman Cctv diruang bayinya selama beberapa jam ini.


Dom mengamati rekaman Cctv itu dengan teliti bahkan kadang dia sengaja menzoom gambar direkaman itu untuk melihat nya secara detail.


Sampai saat seorang perawat menggendong bayi perempuan yang akan diletakkan dibox bayi Quena.


Sekilas itu terlihat biasa saat siperawat menunduk seolah sedang menenangkan bayi perempuan itu yang menggeliat tapi Dom melihat gelagat aneh perawat itu yang seolah gelisah saat meletakkan bayi perempuan itu dalam box.

__ADS_1


Melihat itu Dom langsung berusaha menZoomnya untuk mengetahui wajah perawat itu dengan jelas karena Dom merasa sangat aneh terhadap sikap siperawat pada bayi perempuan yang berada dibox bayi Quenanya itu.


"Panggil Dokter Moris sekarang!",perintah Dom pada anak buahnya yang langsung pergi keluar mencari Dokter Moris.


"Ada apa Dom? ",tanya Lucas sedikit terkejut Karena Dom tiba tiba meminta pengawalnya untuk mencari Dokter Moris setelah melihat rekaman Cctv itu.


"Coba kau perjelas gambar wajah perawat ini sekarang Lucas",perintah Dom dengan memberikan Tab ditangannya pada Lucas dan menunjuk gambar yang dimintanya untuk diperjelas oleh Lucas.


"Ada apa dengan perawat ini Dom apa kau mencurigainya sebagai Calista yang menyamar".


"Gerak geriknya mencurigakan aku takut dia ibu kandung sibayi karena itu aku ingin kau memperjelas gambarnya sekarang dan aku perlu menanyakan hal ini pada Dokter Moris siapa perawat yang disuruhnya untuk mengantar bayi perempuan yang sekarang ada bersama istriku itu",terang Dom.


Lucas mengangguk dan langsung mengerjakan apa yang diminta oleh Dom.


Tak berapa lama Dokter Moris masuk dengan wajah gugup menghampiri Dom.


"Ada apa tuan Dominic?",tanyanya pada Dom.


"Siapa nama perawat yang membawa bayi perempuan sebagai ganti Quena tadi",tanya Dom langsung.


"I.. itu hanya perawat biasa apa ada yang anda curigai?',tanya Dokter Moris gugup.


"Iya.. aku curiga perawat yang membawa bayi tadi pagi adalah ibu sibayi itu sendiri, bukankah aku sudah berpesan padamu untuk...".


"Dom lihatlah ini... kau tidak akan percaya siapa yang sudah menyamar menjadi perawat itu",ucap Lucas yang langsung menghentikan pertanyaan Dom pada Dokter Moris.


"Siapa?!",tanya Dom kesal.


"Clarisa",jawab Lucas yang membuat Dom dan Dokter Moris langsung menatap layar laptop Lucas yang menampilkan wajah Clarisa dengan pakaian perawat yang sudah diperbesar.

__ADS_1


Jeng..... jeng... 😁😁.


__ADS_2