Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
142.Tidak Bisa Berpikir.


__ADS_3

Dokter Moris memberikan rekaman Cctv yang diminta Dom.


"ini rekaman Cctvnya tuan Dominic, sekarang saya harus kembali keruangan istri anda untuk mengetahui bagaimana kondisinya saat ini".


"Ya... khabari aku kalau Hanum sudah sadar dan bersikaplah sebiasa mungkin saat mengatakan itu padanya",perintah Dom pada Dokter Moris.


"Baik tuan Dominic".


Setelah mengatakan itu Dokter Moris bermaksud keluar dari ruangan dimana Dom dan Lucas akan menyelidiki tentang siapa yang telah menculik bayi perempuannya itu tapi tiba tiba dicegah oleh Dom.


"Tunggu dulu Dokter Moris! ",tahan Dom yang membuat Dokter Moris langsung berhenti menahan langkahnya untuk melangkah keluar.


"Ada apa tuan Dominic?",tanyanya dengan membalikkan badan kembali menghadap Dom.


"Tolong kau berikan aku data pasien yang menginap diruang Vvip selama Hanum tinggal disini".


"Apa kau mencurigai seseorang Dom tanya Lucas dengan mengalihkan tatapannya dari layar laptop kearah Dom.


"Iya...tapi aku tidak yakin,aku sempat berpapasan dengannya dua kali didalam lift ".


"Siapa itu Dom?",tanya Lucas penasaran.


"Aku tidak bisa mengenalinya tapi dia sangat mencurigakan saat itu dan dia selalu menuju lantai tempat Hanum dirawat itu membuatku semakin curiga".


"Semua pasien dilantai ini adalah pasien Vvip kalau anda ingin mengetahui siapa mereka itu tidak sulit karena diruangan ini hanya ada beberapa ruangan saja jadi otomatis orang yang dirawat disitu juga tidak banyak jadi kalau anda ingin menyelidiki mereka saya rasa itu mudah".


"Karena itu tolong berikan data mereka padaku secepatnya".


"Apa anda mencurigai ada salah satu musuh anda yang pura pura dirawat disini tuan Dominic?",tanya Dokter Moris.


"Mungkin dia sengaja berpura pura sakit untuk melakukan semua ini padaku".


"Baiklah saya akan memberikan data mereka secepatnya pada anda",ucap Dokter Moris dengan berjalan keluar dari ruangan itu.


"Siapa yang kau curigai Dom?",tanya Lucas penasaran.


"Kurasa ini adalah perbuatan Arya dan Calista",ucap Dom dengan menyugar rambutnya kebelakang dan menghela nafas berat.

__ADS_1


"Oh iya karena kau menyinggung soal mereka ,aku ingat apa yang ingin aku laporkan padamu waktu itu, tapi saat itu kau terlalu sibuk menghawatirkan kondisi Hanum yang baru sadar jadi membuat aku tidak tega untuk menambah beban pikiranmu".


"Apa itu? ",tanya Dom dengan menatap kearah Lucas.


"Setelah kita menghabisi Edward waktu itu Arya yang seharusnya menemui kita dengan membawa Calista tiba tiba saja menghilang".


"Maksudmu? ",tanya Dom menatap Lucas dengan tatapan tajam.


"Maksudku tiba tiba saja tanpa sebab Arya menjual semua aset perusahaan dengan tergesa gesa padahal kita belum sepenuhnya membuat dia bangkrut seperti perintahmu".


"Lalu apa kau sudah menemukan jejaknya sekarang?".


"Kami sudah menyelidiki kebanyak tempat bahkan ketempat Edward yang mungkin dipakainya sembunyi tapi mereka berdua tidak ditemukan dan setelah lama menyelidiki aku mendapat informasi kalau mereka berdua ternyata pergi keluar negeri".


"Kemana tepatnya? ", tanya Dom dengan fokus menatap rekaman Cctv dilaptop.


"Ke China",jawab Lucas.


"Lalu berapa banyak jumlah aset Arya yang berhasil dijualnya itu?",tanya Dom.


Lucas menyebutkan sejumlah angka yang cukup besar menurut Dom kalau untuk pengusaha sekelas Arya.


"Kurasa benar Dom Edward mempercayakan banyak bisnis pada Arya karena Arya selalu menuruti keinginan gilanya".


Dom menyandarkan tubuhnya dikursi sambil menatap kosong kelayar laptop lalu menarik nafas keras karena rekaman Cctv yang diberikan Moris itu tidak ada yang mencurigakan sama sekali.


"Sepertinya kali ini dia benar benar sudah merencanakannya dengan rapi dasar brengsek" maki Dom kesal tapi tidak bisa melampiaskannya karena ini dirumah sakit.


"Bersabarlah Dom kita pasti akan menangkapnya kali ini dan akan menemukan bayi perempuanmu dengan selamat".


"Kau tau Lucas aku benar benar hampir tidak bisa berpikir saat ini,otakku penuh dengan perasaan khawatir tentang Hanum bagaimana kalau sampai dia tau tentang ini sebelum aku berhasil menemukan anak kami,dia pasti akan sangat hancur saat itu".


"Bukankah Dokter Moris sudah memberikan solusi sementara padamu tadi".


"Itu akan bertahan sampai kapan,mungkin hanya malam ini,tapi seterusnya kalau kondisi fisiknya semakin membaik pasti dia memintaku mengantarkannya melihat bayi kami keruang observasi jadi carilah mereka secara maksimal temukan mereka secepatnya bersama bayiku".


"Baiklah aku pasti akan menemukan mereka bagaimanapun caranya".

__ADS_1


"Kali ini aku benar benar tidak akan memberi ampun lagi pada mereka karena berani menculik bayiku sebelum aku dan Hanum sempat melihat wajah anak kami dasar brengsek!!."maki Dom kesal.


"Dom sepertinya aku punya ide yang bisa kita gunakan untuk sementara sebelum kita menemukan anakmu dan ide ini juga bisa memancing mereka keluar dari persembunyiannya".


"Apa itu?",tanya Dom menatap kearah Lucas dengan ekspresi setengah putus asa.


"Bagaimana kalau untuk sementara kita mencari bayi perempuan yang umurnya sama dengan anakmu untuk menggantikan bayimu itu,agar saat Hanum bertanya tentang bayi kalian kau tidak perlu repot untuk terus berbohong".


Dom menarik nafas keras,"dimana aku harus mencari bayi yang mirip seperti bayiku dalam segala hal secepatnya?",tanyanya lelah.


"Tidak perlu terlalu mirip,bukankah kau bilang Hanum belum pernah bertemu dengan bayi kalian jadi kurasa itu tidak akan sulit".


"Baiklah lakukan seperti rencanamu itu'', jawab Dom dengan bangkit dari duduknya dan mulai berjalan menuju kearah pintu.


"Baiklah Dom aku akan melakukan apa yang kau perintahkan segera "!,jawab Lucas.


"Hubungi aku kalau kau sudah bisa menemukan tanda tanda keberadaan Keparat itu".


"Tentu saja Dom karena aku juga ingin sekali menghajar sikeparat Arya dan juga Calista yang bodoh itu".


Dom tidak menanggapi lagi ucapan Lucas tapi langsung keluar untuk pergi keruangan Hanum.


Sampai diruangan Hanum dilihatnya dokter Moris bermaksud keluar dari sana dan berpapasan dengan Dom didepan pintu.


"Istri anda baru saja sadar tuan Dominic dan saya sudah mengatakan seperti yang kita rencanakan padanya.Dia sedikit sedih tapi itu masih dalam tahap normal".


Dom mengangguk,"pergilah menemui Lucas sekarang dia sedang butuh bantuanmu,aku akan masuk dan mencoba membuat Hanum tenang hari ini".


Dokter Moris mengangguk lalu pergi dari hadapan Dom.


Dom melangkah masuk kedalam kamar rawat Hanum dengan perasaan campur aduk.


"Dom....",panggil Hanum dengan merentangkan tangannya kearah Dom meminta Dom untuk memeluknya.


"Sayang jangan sedih semua akan baik baik saja percayalah",jawab Dom dengan menghampiri Hanum lalu memeluknya mencoba menenangkan Hanum yang terlihat sedih seperti ucapan Dokter Moris barusan.


"Tapi putri kecil kita sakit dan sekarang aku tidak bisa kesana untuk melihatnya",ucap Hanum dengan terisak.

__ADS_1


"Tidak papa sayang putri kita Quena akan memaafkanmu nanti,sekarang yang terpenting kamu harus segera sehat agar bisa segera merawat King dan Quena sendiri".ucap Dom dengan menepuk pelan punggungnya supaya Hanum merasa lebih baik.


__ADS_2