Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
123.Serigala Vs Dom.


__ADS_3

Dom menyentuh lembut tangan Hanum sambil memandang wajah damai Hanum yang masih diam tidak bergerak dangan menghela nafas keras seolah sudah pasrah dengan semua yang akan terjadi nanti.


"Bagaimana kalau dia tetap belum mau bangun juga? ",ucap Dom lirih pada Dokter Moris yang masih berada diruangan itu.


"Kalau melihat kondisinya sekarang itu tidak mungkin tuan Dominic, nyonya Hanum sekarang sudah baik baik saja hanya menunggu waktu sebelum dia kembali sadar dari kondisi komanya".


"Tapi kapan?,ini sudah hampir satu bulan tapi dia bahkan belum pernah bergerak sama sekali, lalu kalian mengatakan kondisinya sudah baik baik saja,apa sebenarnya yang ingin kau katakan, katakan saja secara langsung kalau memang kondisinya semakin parah dan kalian tidak sanggup menanganinya maka aku akan mencari Rumah sakit lain untuk merawat Hanum dan anak anakku",ucap Dom mulai marah dan frustasi mendengar ucapan dokter Moris barusan.


"Saya hanya mengatakan apa yang harus saya katakan sebagai seorang dokter, bahwa kondisi istri anda sekarang benar benar sudah baik baik saja hanya menunggu waktu sebelum dia kembali sadar lagi tuan Dominic".


"Keluarlah! ",perintah Dom tanpa memandang kearah dokter Moris tapi malah mendudukkan tubuhnya dikursi samping ranjang Hanum.


"Aku bilang keluar dari sini sekarang, aku hanya ingin berdua bersama istriku apa kau tidak mengerti",ulang Dom yang langsung membuat Dokter Moris berjalan pergi keluar dari ruangan perawatan Hanum.


Setelah Dokter Moris keluar Dom yang masih menggenggam tangan Hanum,membawa tangan itu kewajahnya dan menelungkupkan wajahnya dengan memeluk erat tangan Hanum.


"Apa kamu masih marah sayang padaku karena aku tidak datang disaat kamu membutuhkan pertolonganku saat itu,jadi meski dokter bilang kamu sudah tidak papa tapi kamu masih belum mau bangun sekarang,andai kamu ingin menghukumku hukum saja tapi jangan begini caranya aku hampir tidak sanggup melihatmu hanya diam saja seperti ini,bangunlah sayang aku benar benar merindukanmu membuka mata dan bicara keras padaku juga merindukan sikap manjamu seperti biasa.".


Lama Dom berada dalam posisi seperti itu sampai dia tidak sadar kalau dia sempat tertidur sambil memeluk tangan Hanum dengan posisi duduk dikursi, dia tersadar saat mendengar ponselnya berbunyi.


Dom segera bangkit dari posisinya dan berjalan keluar dari kamar perawatan untuk mengangkat panggilan Lucas.


"Ada apa? ",tanya Dom dengan menyugar rambutnya kebelakang.


"Dom Arya ingin bertemu denganmu".


"Lalu?",tanya Dom terdengar dingin mendengar nama mantan suami Hanum disebut Lucas.


"Dia bilang dia ingin bertemu denganmu sekarang".


"Aku tidak bisa,kalau ada yang ingin dikatakannya suruh katakan padamu saja".

__ADS_1


"Dia tetap bersikeras ingin bertemu denganmu langsung,dia bilang ini mengenai Emily".


Dom diam mendengar itu,sebenarnya dia tidak ingin menemui pria brengsek itu tapi dia juga ingin melihat bagaimana tampangnya sekarang setelah dia banyak dibuat rugi oleh Dom.


"Baiklah suruh dia datang kekantorku besok".


"Dia sudah berada dikantormu sekarang Dom apa harus kusuruh pulang lebih dulu dan datang lagi besok".


"Tidak perlu tapi biarkan dia menunggu beberapa jam dulu sebelum aku datang kesana".


"Baiklah".setelah mengatakan itu Dom mematikan panggilannya dengan Lucas dan kembali masuk kedalam kamar rawat Hanum dan menjatuhkan tubuhnya disofa dengan menatap Hanum dari sana dalam diam.


Cukup lama Dom berada diposisi itu sebelum dia memutuskan bangkit dari sofa dan kembali berjalan menghampiri Hanum.


"Sayang aku akan pergi sebentar kuharap saat aku kembali kamu sudah memutuskan untuk memaafkanku dengan bangun dari tidur panjangmu ini"ucap Dom dengan mengecup lembut tangan Hanum lalu beralih mengecup bibir Hanum sekilas sebelum keluar dari ruangan itu.


Dom melajukan pelan mobilnya menuju kantornya dimana sibrengsek Arya sedang menunggunya sekarang.


"Dia menunggu diruanganmu dengan dijaga pengawalmu".


"Hmm",Dom hanya menjawab sekilas sebelum melangkah masuk kedalam liftnya.


Sampai di depan kantornya Lucas membukakan pintu untuk Dom masuk dimana Arya sudah menunggunya disofa dari tadi dengan ditemani dua pengawal Dom yang melarang Arya untuk bangun menghampiri Dom.


"Dom kita harus bicara",ucap Arya saat melihat Dom berjalan masuk keruangannya.


"Anda jangan berdiri tuan Arya",cegah pengawal Dom dengan menahan tubuh Arya untuk tetap duduk ditempatnya.


Dom duduk disofa dengan ekspresi dingin menatap kearah Arya.


"Apa yang perlu kita bicarakan",tanyanya dengan nada sedingin es pada pria didepannya itu.

__ADS_1


"ini tentang kecelakaan yang terjadi pada Hanum".


Dom diam tanpa ekspresi mendengar itu membuat Arya meneruskan ucapannya.


"Sebenarnya Dom siEmily itu adalah Calista mantan istrimu dulu yang ingin balas dendam pada Hanum karena merasa Hanum sudah merebutmu dari tangannya".


"Lalu?",tanya Dom masih tidak mengubah ekspresi luarnya padahal sebenarnya dia sudah ingin menghajar pria didepannya ini yang sudah membuatnya sangat muak dengan semua yang diucapkannya itu,tapi masih berusaha ditahannya.


"Lalu saat kecelakaan itu terjadi aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini karena itu murni perbuatan Calista sendiri".


"Benarkah?",tanya Dom dengan mulai mencondongkan tubuhnya kedepan dan menatap kearah Arya dengan tatapan kejam membuat Arya langsung merinding ditatap seperti itu oleh Dom.


"I... iya i... itu benar, a.. aku hanya membantunya melakukan operasi plastik agar dia berubah dan bisa merayumu baik baik seperti keinginannya, tapi untuk kecelakaan itu aku juga terkejut dia bisa senekat itu pada Hanum yang menyebabkan Hanum sampai mengalami koma".


"Dari mana kau tau kalau Hanum saat ini sedang koma!",bentak Dom mulai tidak bisa menahan emosinya lagi saat Arya mengatakan hal itu.


"Hah!!, i... itu... a.. aku, ada dokter jaga yang mengatakan bahwa sekarang...".


"Siapa nama dokter itu!! ",bentak Dom marah karena ternyata masih ada dokter yang berani bermain belakang dengannya, dengan mengatakan kondisi istrinya pada orang luar.


"I.. itu.. a.. aku hanya menyuap seorang dokter jaga saat kalian sedang panik untuk mengetahui bagaimana kondisi istrimu pasca kecelakaan itu",terang Arya.


"Aku tidak bertanya soal itu aku hanya bertanya siapa nama dokter brengsek itu yang berani mengatakan hal hal yang harus dirahasiakannya pada orang lain".


"Tapi aku tidak melakukan apa apa pada Hanum Dom,a.. aku hanya ingin tau bagaimana kondisinya setelah apa yang dilakukan Calista padanya".


"Katakan saja siapa namanya brengsek!",bentak Dom dengan maju dan mulai menarik kerah jas Arya dengan marah.


"A.. aku lupa namanya Dom karena saat itu aku hanya ingin mengetahui kondisi Hanum kenapa sampai bisa berada diruang ICU seperti itu".


Dom masih mencengkram kerah kemeja Arya dengan marah.

__ADS_1


"Kau tidak berhak menanyakan bagaimana kondisi istriku brengsek!!",maki Dom marah.


__ADS_2