Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
118.Kabar Buruk 2.


__ADS_3

Lucas berusaha menarik Dom yang sedang memukuli dua pengawalnya itu dengan membabi buta.


"Dom hentikan!!,apa kau sudah gila memukuli mereka sampai seperti itu ingat ini dirumah sakit!,"ucap lucas keras pada Dom.


Mendengar ucapan Lucas Dom langsung mengalihkan tatapannya kearah Lucas dan kembali mencengkram kerah jas Lucas dengan tatapan sedinging es.


"Aku sudah menyuruhmu mencari orang terbaik untuk menjaga istriku tapi apa ini kau malah mencari dua pengawal tidak becus seperti mereka untuk menjaga istriku!!!,bentak Dom dengan emosi meluap luap.


"Dom... dengarkan dulu...sekarang bukan ini yang harus kau permasalahkan tapi yang harus lebih kau khawatirkan adalah bagaimana kondisi Hanum sekarang jadi berhenti membuat keributan tidak penting seperti ini dan sebaiknya kau mempersiapkan hatimu untuk mendengar penjelasan Dokter Moris tentang kondisi Hanum dan anak kalian",jawab lucas dengan mengabaikan kemarahan diwajah Dom.


Mendengar itu perlahan lahan Dom melepaskan cengkraman tangannya dari kerah jas Lucas dan mengalihkan pandangannya kearah Dokter Moris yang sudah berada disana menyaksikan semua yang terjadi dihadapannya tadi.


Dom menyapukan telapak tangannya kewajah dan menghela nafas keras sebelum kembali menatap Dokter Moris dengan tatapan.


khawatir.


"Bagaimana kondisi Hanum dan anak anakku dokter? ',tanyanya pelan seolah tidak ada lagi energinya saat ini,takut sang dokter mengatakan kemungkinan terburuk yang dialami Hanum yang terbaring belum bergerak diruangan ICU dengan banyaknya


alat Medis terpasang ditubuhnya.


"Mari kita bicarakan ini diruangan saya tuan Dominic",saran Dokter Moris dengan mengajak Dom menuju ruangannya.


Dom tidak menjawab tapi berjalan mengikuti Dokter Moris menuju ruangannya.


"Katakanlah",pinta Dom dengan mendudukkan tubuhnya dikursi pasien diruangan dokter Moris.


Dokter Moris menatap kearah Dom yang terlihat tidak baik baik saja saat ini meski dia sudah meluapkan perasaan sedihnya dengan menghajar pengawalnya yang sudah teledor dalam menjaga istrinya.

__ADS_1


" Saya akan jujur tuan Dominic, kondisi istri anda tidak terlalu bagus saat ini karena dia sempat mengalami benturan keras dibagian pinggul dan kepala sebelum dia pingsan".


Wajah Dom langsung pias mendengar itu,perasaan teramat sakit langsung menusuk kedalam jantungnya mendengar penjelasan dari dokter Moris dan itu dapat dilihat oleh dokter itu yang sedang menatap kearah Dom.


Dom bahkan tidak berani menghela nafas saat bicara lagi dengan dokter Moris.


"Separah apa?",tanyanya dengan perasaan takut yang baru seumur hidup ini dirasakannya mendengar jawaban dari sesuatu yang sedang ditanyakannya.


"Yang pasti istri anda saat ini sedang dalam kondisi koma karena sempat banyak kehilangan darah saat terbentur jatuh saat itu".


Perasaan dingin langsung menjalari sekujur tubuh Dom seolah dia sudah tidak berada ditempat itu saat ini meski masih bisa mendengar ucapan dokter Moris yang mengatakan bagaimana kondisi Hanum barusan.


Dia tidak bertanya lagi tentang kondisi kandungan Hanum takut dokter Moris memberi jawaban lebih mengerikan tentang kondisi anak dalam kandungan Hanum.


Dokter Moris menyentuh tangan Dom yang berada diatas mejanya yang terasa sedingin es saat disentuh.


"Lalu kenapa istri saya koma sedangkan anak anak kami baik baik saja,kenapa bisa seperti itu? ',tanya Dom seolah tidak percaya mendengar apa yang dikatakan dokter Moris tentang kondisi Hanum.


Dia mungkin memang sangat senang mendengar keadaan kedua calon anak anak mereka saat ini baik baik saja,tapi apa gunanya semua itu kalau Hanum sekarang bahkan tidak bisa membuka matanya karena mempertahankan kedua anak mereka.Dom merasakan perasaannya seolah hampa saat ini,mungkin dia memang egois karena tidak terlalu senang mendengar bahwa kedua calon anaknya baik baik saja sementara istrinya perempuan yang paling dicintainya harus berada dikondisi sebaliknya.


Andai boleh memilih dia lebih memilih kehilangan bayi mereka dari pada harus kehilangan istrinya saat ini jujur saja dia tidak sanggup meski dia tau itu sangat kejam dan egois bagi bayi mereka.


"Masalah itu tuan Dominic saya... ".


"Aku tidak perduli apa yang harus kalian lakukan,tapi kalian harus bisa membuat Hanum untuk kembali sadar secepatnya,lakukan semua cara agar dia bisa segera membuka matanya secepatnya".


"Tapi tuan Dominic kami tidak bisa terlalu memaksakan karena istri anda saat ini sedang mengandung dua orang bayi dan kalau kita memaksakan memberikan kejutan kejutan besar pada tubuhnya itu bisa membahayakan kedua bayi dalam kandungannya".

__ADS_1


"Aku tidak perduli!".


Dokter Moris tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Dom barusan,dia merasa ini bukan Dom yang dikenalnya yang mau melakukan apa daja untuk menyelamatkan nyawa anak dari musuhnya tapi malah tega ingin melenyapkan nyawa darah dagingnya sendiri demi untuk membuat istrinya segera bangun.


"Aku tidak peduli!",ucap Dom lagi dengan menundukan wajahnya ke meja dokter Moris dengan bahu yang sedikit bergetar menahan isak yang keluar dari tenggorokannya.


Dokter Moris menatap diam pria dingin dan berkuasa didepannya yang sedang sangat hancur hatinya saat ini karena melihat perempuan paling penting dalam hidupnya sedang terbaring diam antara hidup dan mati.


Mungkin dokter Moris merasa keinginan Dom sangat egois karena ingin melakukan apa saja untuk menyelamatkan istrinya tapi saat cinta yang bicara dia tidak bisa mengatakan itu egois.


Lama Dokter Moris terdiam menyaksikan bagaimana hancurnya perasaan Dom saat ini, menunggu sampai pria besar dan berkuasa itu tenang dengan segala emosinya baru dia mengajaknya kembali bicara.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anak anak anda tuan Dominic,tapi untuk sekarang kita tunggu saja dulu selama beberapa hari bagaimana perkembangan kondisi istri anda.Kalau memang dalam beberapa hari tidak juga ada kemajuan maka anda boleh memutuskan apa yang ingin anda lakukan untuk menyelamatkan nyawa istri anda".


Dom diam tidak menyela atau menolak saran yang diberikan dokter Moris.


"Apa aku bisa menjenguknya? ",tanyanya pada Dokter Moris.


"Silahkan,anda bisa masuk kedalam ruang ICU dengan memakai pakaian steril".


Mendengar itu Dom berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan dokter Moris yang diikuti oleh dokter Moris menuju ruang ICU.


Sampai diruang ICU Dom segera masuk kedalam ruangan dan segera menghampiri Hanum yang terbaring diam dengan berbagai alat terpasang ditubuhnya.


Perlahan Dom menundukan tubuhnya dan menyentuh wajah pucat Hanum lembut .


"Sayang aku sudah datang untuk menjemputmu pulang ayo bangun sayang kita lanjutkan tidurmu dirumah dalam pelukanku sayang,hari ini aku lelah ingin memelukmu seperti biasanya sayang dan aku juga mulai merindukan suara celotehmu seperti biasanya",ucap Dom dengan air mata mengalir deras sampai menetes kewajah pucat Hanum. 😭😭

__ADS_1


__ADS_2