
Dom membantu Hanum membetulkan selimutnya setelah dilihatnya Hanum sudah tertidur karena kelelahan setelah sempat bersikeras supaya Dom mau terus menekan pelan dan menghisap putingnya agar Asi nya bisa segera keluar meski sudah cukup lama Dom melakukannya tapi Asi Hanum belum mau juga keluar membuat Dom benar benar sempat sakit kepala dibuatnya.
"Sayang kita lanjutkan besok lagi ya terapinya, aku sudah tidak sanggup lagi kalau kamu menyuruhku melakukan ini lebih lama lagi",mohon Dom karena merasa bagian bawahnya mulai bangun akibat apa yang sedang mereka lakukan itu.
Melihat ekspresi Dom yang begitu tersiksa akhirnya Hanum mengangguk tidak tega untuk terus memaksa Dom melanjutkan untuk menghisap dan meremas dadanya karena dilihatnya Dom mulai gelisah.
"Iya.. aku juga sudah lelah,besok aku akan bertanya pada Dokter Moris saja",jawab Hanum dengan mulai membetulkan pakaiannya dan bersiap untuk tidur.
"Iya,aku akan menyuruh Dokter Moris untuk memberikanmu vitamin dan terapi juga nanti kalau memang kamu berniat menyusui mereka".
Hanum hanya mengangguk,"selamat malam Dom",ucap Hanum dengan menyentuh tangan Dom yang dibalas Dom dengan kecupan lembut didahinya.
"Selamat malam sayang tidurlah aku akan menunggumu sampai tertidur",ucap Dom dengan duduk dikursi samping ranjang Hanum.
"Apa ada yang akan kamu kerjakan setelah aku tidur?",tanya Hanum penasaran.
"Hanya pekerjaan kantor biasa bersama Lucas saat kamu sedang tidur karena kalau kamu bangun aku ingin selalu berada disampingmu".
"Jangan memaksakan diri Dom kamu bisa meninggalkan aku kalau memang untuk urusan pekerjaan".
"Tidak papa sayang",jawab Dom.
"Aku tidak ingin kamu sakit karena memaksakan diri bekerja saat aku tidur, jadi bekerjalah seperti biasanya. Mulai besok akan kusuruh Wendy kemari untuk menemaniku saat kamu sedang sibuk dengan pekerjaanmu",
"Baiklah tapi sekarang istirahatlah kamu sudah terlalu lelah hari ini berjuang untuk melahirkan kedua buah hati kita".
Hanum mengangguk lalu mulai memejamkan matanya,"Tengoklah dulu Quena dan king ,diruangan mereka dan titipkan salam cintaku untuk mereka",gumam Hanum sebelum benar benar tertidur.
Dom menghela nafas keras lalu dikecupnya dahi Hanum cukup lama seolah dia sedang mentransfer energi Hanum untuknya.
"Aku pasti akan menemukan Quena kita sayang,tunggulah sebentar lagi kita pasti akan benar benar berkumpul bersama" gumamnya pelan lalu mulai bangkit dan berjalan pergi meninggalkan kamar Hanum untuk menemui Lucas.
"Bagaimana apa sudah ada khabar tentang mereka?",tanya Dom dengan menghempaskan tubuhnya kekursi.
__ADS_1
"Kami sedang berusaha, tapi ini daftar yang tadi kau minta pada Dokter Moris",Lucas memberikan lembaran kertas berisi daftar pasien yang dirawat selama beberapa bulan diruangan Vvip dekat Hanum.
"Lalu bagaimana dengan saranmu tentang bayi perempuan yang akan kita gunakan sementara untuk menggantikan Quena putriku.Apa sudah ada?".
"Dokter Moris sedang mencarikannya mungkin besok pagi baru bisa tau hasilnya",terang Lucas.
"Carikan secepatnya karena Hanum sepertinya tidak bisa menunggu lebih lama lagi ingin segera bertemu dengan putri kecil kami".
"Iya Dom,"jawab Lucas.
Dom memeriksa berkas berkas ditangannya tiba tiba dia merasa tertarik pada daftar nama seorang pasien yang dirawat sekitar lebih sebulan yang lalu karena luka bakar dibagian wajahnya.
"Lucas panggil Dokter Moris kemari sekarang juga",perintah Dom yang membuat Lucas terkejut mendengar perintah dadakan Dom itu.
"Untuk apa Dom? ",tanyanya bingung.
"Lakukan saja dan tolong kau periksa riwayat keluarga Deborah ini",perintah Dom dengan memberikan daftar nama keluarga Deborah ditangannya.
"Lakukan saja",perintah Dom sambil kembali memeriksa berkas berkas lainnya tapi kemudian melemparkannya karena menurutnya tidak ada yang menarik lagi.
"Kenapa kau membuang sembarangan daftar penting itu Dom?",tanya Lucas kesal karena Dom seolah tidak menghargai kerja kerasnya dan Dokter Moris selama ini.
"Karena itu hanya daftar pasien biasa",jawabnya dengan menyandarkan kepalanya menunggu kedatangan Dokter Moris keruangan itu.
Sementara Lucas sibuk memeriksa daftar data lengkap perempuan bernama Deborah itu.
"Dom dikatakan disini bahwa Deborah adalah perempuan keturunan asing yang datang kemari karena ikut suaminya yang orang sini dan mereka baru kembali kenegara ini kurang lebih sebulan yang lalu setelah dia mengalami musibah kecelakaan saat sedang memasak didapurnya yang menyebabkan dia mengalami luka bakar cukup parah terutama dibagian wajahnya.
"Siapa nama suaminya yang begitu teledor bisa membuat seorang istri sampai mengalami musibah mengerikan itu dirumahnya sendiri".
"Nama suaminya Alex tidak ada yang aneh dengan mereka Dom",ucap Lucas yang tidak ditanggapi oleh Dom tapi malah memejamkan matanya sementara menunggu kedatangan Dokter Moris.
"Dom..., apa kau masih mendengarkanku? ".
__ADS_1
"Ya.. carikan foto Deborah sebelum dia mengalami kecelakaan itu juga foto suaminya",perintah Dom lagi.
"Baik",jawab Lucas mulai sibuk melakukan perintah Dom.
Sebelum Lucas menyelesaikan pekerjaannya Tiba tiba Dokter Moris masuk kedalam ruangan itu.
"Tok... tok! ".
"Masuklah!",perintah Dom.
"Ada apa anda mencariku tuan Dominic', tanyanya dengan duduk dihadapan Dom.
"Aku ingin tau tentang pasien peremouan bernama Deborah ini,',ucap Dom dengan memberikan berkas pasien bernama Deborah pada Dokter Moris.
"Oh... dia perempuan yang sangat malang,wajahnya mengalami luka bakar yang cukup parah karena itu dia harus dirawat intensif selama lebih dari sebulan dirumah sakit ini dan dia menempati ruang Vvip karena suaminya ingin dia mendapatkan perawatan terbaik agar lukanya segera sembuh,tuan Alex benar benar suami yang sangat mencintai istrinya tuan Dominic".
"Lalu disini dikatakan bahwa si Deborah ini juga mengalami depresi apa itu tidak berbahaya bagi keselamatan pasien lain karena, seharusnya pasien depresi bukan berada diRumah sakit umum".
"Itu hanya depresi ringan tuam Dominic".
"Maksudmu? ",ranya Dom dengan menatap tajam kearah Dokter Moris.
"Nyonya Deborah ini pernah mengandung tapi keguguran dan setelah keguguran Dokter memfonisnya tidak bisa hamil lagi karena ada masalah dirahimnya".
"Apa itu? ",tanya Dom penasaran.
"Rahimnya terluka sangat parah saat dia keguguran".
"Apa itu penyebab depresinya?",tanya Dom lagi.
"Sepertinya iya, tuan Alex bilang istrinya sangat mencintai anak anak dan keguguran yang dialaminya beberapa tahun lalu sangat melukai hatinya dan selama ini tuan Alex sudah berusaha untuk membahagiakan hidup istrinya dengan melakukan apa saja yang diinginkan istrinya itu".
"Kalau benar kenapa sampai bisa terjadi kecelakaan itu? ",Dom semakin gencar bertanya kepada Dokter Moris yang merasa heran karena Dom begitu tertarik dengan cerita rumah tangga pasangan Alex dan Deborah ini padahal mereka belum pernah bertemu.
__ADS_1