
Clarisa lama terdiam didalam mobilnya pikirannya saat ini dipenuhi oleh putri kecilnya yang kondisinya sekarang semakin parah.
Perasaan bersalah dan berdosa selalu menghantuinya setiap kali melihat kondisi putri kecilnya yang terbaring diam diruang steril dengan banyaknya alat yang dipasang ditubuh mungilnya itu.
Apakah dia harus menuruti saran dokter Moris untuk mengatakan pada Arya tentang kebenaran bayi kecilnya itu demi mendapatkan donor sum sum tulang belakang darinya, tapi dia merasa itu bukan keputusan yang tepat karena bukannya mau menolong putrinya dia khawatir Arya malah akan menyakiti mereka nanti.
Clarisa bingung kalau bukan pada Arya pada siapa dia harus minta tolong untuk mencarikan pendonor yang cocok untuk putrinya secepat mungkin.
Clarisa menekankan kepalanya keatas kemudi dan tanpa terasa airmatanya mengalir mengingat semua kesalahan yang dulu sudah dilakukanya.
'Mungkin ini karma untukku', gumamnya dengan terisak cukup lama didalam mobil.
Clarisa menghapus airmatanya setelah merasa sedikit lebih baik dengan menangis seperti itu.
Setelah merasa lebih baik Clarisa segera menghidupkan mobilnya untuk pergi dari tempat itu.
**
Clarisa menatap kantor Dom Agency dengan perasaan bimbang antara ingin masuk atau pergi dari sana, tapi mengingat apa yang diucapkan dokter Moris tadi padanya membuat tekad Clarisa untuk bertemu dengan Dom dan meminta bantuannya semakin kuat saat ini agar anaknya bisa segera diselamatkan.
Setelah memantapkan hati Clarisa segera turun dari dalam mobilnya dan berjalan menuju loby.
"Ada yang bisa kami bantu nona? ',tanya petugas resepsionis ramah padanya.
"Saya ingin bertemu dengan tuan Dominic Alexander apakah beliau ada waktu hari ini?',tanyanya sopan.
"Akan saya tanyakan",jawab siresepsionis lalu menghubungi sekretaris yang bekerja untuk Dom.
Clarisa harap harap cemas menunggu siresepsionis menghubungi sekretaris Dom.
"Bagaimana? ",tanyanya setelah resepsionis selesai menelpon.
"Tuan Alexander bilang silahkan anda langsung pergi kekantor beliau".
Mendengar itu Clarisa baru bisa menarik nafas lega dan langsung pergi naik kelift untuk menuju kantor Dom.
Sampai didepan kantor Dom Clarisa menarik nafas dulu,mencoba menguatkan hatinya untuk menerima penghinaan yang akan diterimanya nanti saat bertemu Dom.
"Tok... tok..".
"Masuk! ",perintah Dom.
Mendengar itu dengan langkah pelan Clarisa masuk kedalam ruangan kerja milik Dom.
__ADS_1
Dom mendongakkan wajahnya saat melihat Clarisa masuk dengan langkah ragu ragu kedalam kantornya.
"Duduklah",ucapnya menyuruh Clarisa duduk disofa.
Clarisa duduk disofa kemudian Dom berdiri dari mejanya untuk menemani Clarisa duduk disofa juga.
"Ada apa kau kemari? ",tanya Dom dingin tapi tidak kasar.
Clarisa menatap kearah Dom sebentar kemudian kembali menunduk dengan perasaan gugup.
"Tolong bantu aku Dom",ucapnya pelan tapi masih dapat didengar Dom.
"Untuk apa? ",tanya Dom tetap dengan nada dingin meski sebenarnya dia tau untuk apa Clarisa datang menemuimya.
"Untuk menyelamatkan putriku",jawabnya masih dengan suara pelan.
Dom sengaja menghela nafas sebelum menjawab permintaan Clarisa.
"Dia bukan anakku kenapa aku harus membantumu selain itu kau juga bukan siapa siapaku jadi tidak ada alasanku untuk membantumu sekarang".
"Aku tau tapi kumohon tolong bantu aku untuk mencari pendonor sum sum tulang belakang yang cocok untuk putriku Dom".
"Apa kau tidak salah orang dengan meminta bantuanku untuk masalahmu ini, bukankah ada ayah anakmu kenapa kau tidak minta bantuan padanya saja".
"Kenapa? ",tanya Dom datar.
"Karena....aku takut dia akan menyakiti anakku kalau tau aku sudah membohonginya soal identitas asli anak itu".
"Lalu kenapa kau datang menemuiku,apa kau tidak takut padaku? ",tanya Dom tajam.
Clarisa langsung menggelengkan kepalanya,"Aku takut padamu tapi aku percaya kau mau membantuku Dom".
"Apa alasannya, hingga kau berpikir begitu? ".
"Karena kau berbeda dengannya",jawab Clarisa jujur.
"Aku tidak butuh pujianmu,apa kau pikir dengan mengatakan hal baik padaku aku akan setuju untuk membantumu menyelamatkan anak dari musuhku".
Clarisa tertunduk mendengar itu dan mulai merasa sedih lagi.
Dom dapat melihat hal itu tapi dia seolah tidak perduli.
"Maaf",ucapnya lirih dengan nada merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Maafmu tidak bisa mengembalikan semuanya, jadi untuk apa kau minta maaf",jawab Dom dingin.
"Aku tau tapi kumohon tolong bantu aku untuk menyelamatkan putriku,karena hanya kamu satu satunya orang yang bisa menolongku untuk mencarikan donor sum sum tulang belakang yang cocok untuknya".
"Kenapa kau tidak pergi ketempat ayah anakmu saja untuk masalah ini dan memintannya... ".
"Tidak! ",sentak Clarisa membuat Dom sedikit terkejut mendengar nada keras tiba tiba dari perempuan didepannya itu
"Aku tidak akan pernah pergi menemui pria brengsek itu untuk meminta tolong padanya soal putri kecilku! ",ucap Clarisa sedikit emosi.
"Lalu apa dengan menemuiku,kau berpikir aku akan membantumu begitu".
"Aku akan memohon padamu sampai kamu bersedia membantuku Dom",jawab Clarisa menatap Dom.
"Apa yang bisa kau berikan sebagai balasan kalau aku bersedia membantumu mencarikan pendonor yang cocok untuk penyakit putrimu? ",tanya Dom.
mendengar itu Clarisa menggeleng.
"Aku tidak bisa memberikan apapun padamu karena kamu sudah punya segalanya dan tidak memerlukan bantuanku sedikitpun dalam segala hal".
"Kalau kau sudah tau aku sudah punya segalanya dan kau tidak punya sesuatu yang bisa kau tukar untuk bantuanku itu jadi untuk apa aku membantumu. Aku seorang pebisnis jadi setiap hal yang kulakukan harus bisa menghasilkan keuntungan bagiku".
Clarisa tertunduk mendengar itu,perasaannya kembali gamang kalau kalau Dom menolak membantunya.
"Maaf kalau aku tidak punya apapun yang bisa kuberikan untuk membalasmu tapi aku tidak akan pernah melupakan apa yang sudah kamu lakukan padaku seumur hidupku asal kamu bersedia membantuku mencari pendonor yang cocok untuk putriku".
"Aku sedang tidak tertarik beramal dengan musuh istriku saat ini",jawab Dom dingin.
Clarisa langsung terdiam mendengar hal itu,andai waktu bisa diulang mungkin dia ingin menghapus semua kata kata hinaan yang pernah dikatakan pada Hanum agar pria didepannya ini mau membantunya.
"Pulanglah sekarang dan berhenti memohon padaku untuk membantumu lagi,karena aku tidak berminat menyelamatkan anak musuhku".
Clarisa terdiam mendengar itu dan perlahan bangkit dari sofa diruangan Dom lalu berjalan perlahan meninggalkan ruangan itu.
Setelah Clarisa keluar dari ruangannya Dom segera menghubungi Dokter Moris lagi.
"Bagaimana kondisi bayi Clarisa saat ini?",tanya Dom tanpa basa basi.
"Dia harus segera mendapatkan pendonor yang cocok dalam waktu sebulan ini agar nyawanya bisa diselamatkan.
"Bagaimana dengan sum sum tulang belakang dari ayah sibayi? ",tanya Dom.
"Sepertinya tidak bisa karena ayah sibayi dulu pernah mengalami kecelakaan dan saat kami mencocokkan datanya ternyata memang tidak cocok".
__ADS_1
"Baiklah kau persiapkan saja operasinya aku akan berusaha keras untuk mencarikan donor yang cocok untuk bayi kecil itu".