Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
78.Perintah Aneh.


__ADS_3

Dom menatap Hanum dengan bingung.


"Ada apa sayang apa kamu sakit? ",tanyanya khawatir.


Hanum menggeleng,"Aku hanya tidak tahan dengan aroma pedas dari pasta gigi yang kau pakai Dom sebaiknya mulai besok kita ganti saja dengan merek yang lain",jawab Hanum masih menutup hidung dan mulutnya sambil mundur kebelakang menjauh dari Dom.


"Bukannya biasanya juga.... ".


"Pokoknya kita harus menggantinya atau kau tidak boleh menciumku lagi",tegas Hanum dengan wajah cemberut.


"Baiklah terserah kau saja, tapi apa sekarang aku benar benar tidak bisa menciummu sayang aku tidak tau kapan aku...".


Hanum kembali mengeleng,"Jangan mendekat Dom saat kau bicara terlalu dekat denganku perutku semakin mual".


Mendengar itu wajah Dom berubah keruh dia sedikit kesal dengan kelakuan Hanum yang menolaknya sekarang.


"Baiklah kalau begitu aku berangkat saja sekarang",ucapnya dengan wajah cemberut.


Hanum hanya mengangguk dan melambai pada Dom sebelum Dom keluar dari Apartemennya.


**


Saat di mobil Dom masih memasang wajah kesal membuat Lucas yang melihatnya merasa heran karena tidak biasanya Dom bertampang seperti itu kalau keluar dari rumah Hanum.


"Apa Hanum menolakmu tadi malam Dom?",tanya Lucas.


"Bukan tadi malam tapi baru saja, dia menolakku membuat suasana hatiku buruk sekarang",gerutu Dom tanpa memandang kearah Lucas.


Lucas mengerutkan keningnya sambil bergumam dalam hati, 'Benar benar hubungan yang panas sudah mau berangkat kekantor saja masih sempat ingin bercinta, dasar mereka berdua seperti tidak pernah melakukannya saja'batin Lucas.


"Apa kau sedang mengutukku dalam hati Lucas? ",tanya Dom dengan menatap tajam kearah Lucas.


Mendengar itu cepat cepat Lucas menggeleng, "Aku tidak akan berani, hanya Hanum yang berani melakukan hal itu padamu" jawab Lucas.


"Baguslah kau mengerti,mana berkas tentang kerjasama untuk proyek yang akan kita kerjakan nanti? ".


lucas menyerahkan flasdisk yang diminta Dom.


"Ini, hari ini kita akan bertemu dengan orang orang dari pihak perusahaan mereka".


"Apa ada khabar dari pihak Arya sekarang?",tanya Dom.

__ADS_1


"Iya,orang kita mengatakan Arya juga sudah mulai bergerak untuk mendapatkan proyek ini tadi malam dia membawa istrinya untuk bertemu pihak investor disebuah Bar".


Dom tidak menanggapi ucapan Lucas tapi lebih memilih meneliti flasdisk yang diberikan Lucas padanya.


"Bagaimana Dom?",tanya Lucas karena Dom diam saja.


"Lanjutkan seperti rencana semula, kita lihat sejauh mana dia bergerak untuk melawanku sekarang,kalau dia hanya mengandalkan modal miliknya maka paling banyak dia hanya sanggup memiliki dua proyek dari kelima proyek itu,itupun cukup membuatnya tidak bisa bergerak kecuali dia mendapatkan investor besar dalam waktu dekat ini maka dia bisa memiliki ketiganya".


"Baiklah,apa menurutmu tidak sedikit aneh dia mengajak istrinya yang belum lama melahirkan itu keBar untuk menemui investor dari luar negeri".


Dom menatap Lucas tapi tidak mengucapkan sepatah katapun karena sebenarnya dia sudah menduga apa yang akan dilakukan Arya dengan mengajak istrinya kesana, tapi dia tidak ingin membahas maslah itu karena dia tidak perduli.


Saat itu Dom malah fokus pada aroma pengharum mobil yang tergantung dispion depan, karena aroma itu tiba tiba membuat perutnya mual ingin muntah.


"Berhenti! ",perintah Dom pada Lucas yang membuat Lucas terkejut mendengar perintah mendadak itu.


"Ada apa Dom? ",tanya Lucas bingung.


"Hentikan sekarang juga mobilnya! ",perintah Dom lagi.


Mendengar itu Lucas masih belum mengerti dan masih tetap melajukan mobilnya seperti semula membuat Dom marah pada Lucas.


"Kau tidak dengar hentikan mobilnya sekarang juga!! ",bentaknya keras.


Setelah mobil berhenti dengan terburu buru Dom membuka pintu lalu berlari ketepi jalan untuk memuntahkan isi perutnya yang terasa sangat mual mencium aroma pengharum mobilnya sendiri.


Lucas yang melihat Dom muntah langsung mengejar keluar dan membantu menepuk pundaknya khawatir.


"Kau baik baik saja Dom? ",tanya Lucas setelah Dom selesai muntah.


"Hilangkan aroma pengharum sialan itu dari dalam mobil sekarang",perintah Dom yang membuat Lucas bingung mendengar permintaan aneh Dom barusan.


"Maksudmu? ",tanya Lucas bingung.


"Ganti mobil ini dengan yang lain aku tidak mau memakainya sebelum aroma sialan itu hilang".


"Sekarang? ",tanya Lucas masih bingung.


Mendengar pertanyaan Lucas Dom semakin sebal,"Tentu saja sekarang apa kau ingin aku mati lemas karena terus muntah sepanjang hari mencium aroma pengharum memuakkan itu".


"Baiklah kalau begitu Dom".

__ADS_1


Lucas langsung menghubungi pegawai dikantor untuk mengantarkan mobil pengganti ketempat mereka sekarang.


"Bersihkan dulu mobil itu sebelum sampai disini, jangan sampai aku mencium aroma yang membuat perutku mual lagi",perintah Dom.


Lucas kembali mengangguk mendengar itu dan mengatakan hal itu pada orang yang akan mengantarkan mobil nanti.


Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya mobil penggantinya datang, Lucas langsung menyuruh sang supir keluar dari dalam mobil dan menyuruh Dom untuk masuk lebih dulu kedalam mobil dan memeriksa apakah sudah sesuai keinginannya.


Tapi saat Lucas akan masuk kesalam mobil Dom langsung melarangnya, membuat Lucas bingung.


"Ada apa Dom? ",tanya Lucas.


"Biar dia saja yang mengantarku kekantor sekarang, kau ganti dulu pakaianmu baru temui aku nanti dikantor",perintah Dom yang membuat Lucas melongo melihat kelakuan aneh Dom pagi ini.


"Kenapa dengan pakaianku Dom? ",tanya Lucas bingung.


"Parfum yang kau pakai membuat perutku juga mual jadi ganti bajumu dan sebaiknya jangan kau pakai lagi parfum itu didekatku".


"Tapi... ".


"Kalau kau masih mau bekerja denganku",ucap Dom sebelum Lucas protes dengan perintah aneh Dom.


Mendengar ancaman kebesaran Dom terpaksa Lucas hanya bisa menghela nafas tanpa menjawab lagi ucapan Dom.


Tak lama Dom menyuruh supir pengganti itu pergi dari tempat itu.


Setelah mobil Dom pergi baru Lucas berani memaki,"Dasar gila, untung saja dia menggajihku tinggi kalau tidak sudah lama aku berhenti",gerutunya.


Baru saja Lucas bermaskud meninggalkan tempat itu,tiba tiba Dom menelponnya membuatnya memaki lagi dalam hati.


Sebelum mengangkat panggilan Dom, Lucas menghela nafas keras,setelah itu baru diangkatnya panggilan Dom.


"Ya Dom, apa ada yang harus kulakukan lagi?",tanya Lucas.


"Sebelum aku sampai kekantor suruh semua orang membuang pengharum atau parfum yang mereka pakai hari ini,jangan sampai aku mencium sesuatu yang bisa membuatku ingin muntah saat masuk kedalam gedung itu nanti".


Lucas terpaksa memejamkan matanya agar tidak menyumpah mendengar permintaan gila dari Dom itu.


"Baik Dom aku akan memerintahkan semua orang untuk melakukannya dan aku jamin saat kau tiba dikantor kau tidak akan mencium aroma apapun lagi".


"Dan satu lagi kau katakan pada karyawan yang memakai pasta gigi atau moutwash merek Xxx supaya menggantinya dengan merek lain kalau masih ingin bekerja dikantorku!".

__ADS_1


Lucas langsung melongo mendengar perintah lain dari Dom itu.


__ADS_2