Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
60.Hasutan Arya.


__ADS_3

DiApartemen rahasia Arya**


Arya dan Calista sedang asyik melakukan kegiatan panas mereka untuk yang kesekian kali hari itu,tiba tiba ponsel milik Calista berdering.


"Beb ponselmu berbunyi",ucap Arya.


"Biarkan saja mungkin itu dari asistenku sayang" jawab Calista sambil terus menyuruh Arya menggerakkan tubuhnya diatasnya dengan liar karena sebentar lagi dia akan mencapai puncaknya lagi.


Tapi ponsel Calista terus saja berdering membuat konsentrasi Arya mulai terpecah dan dengan kesal dia mengeluarkan miliknya dari dalam milik Calista membuat Calista marah karena hasratnya yang tidak selesai.


"Kenapa kau seenaknya saja berhenti!",teriak Calista.


"Aku tidak bisa melakukannya dengan gangguan dari ponselmu yang dari tadi terus berdering tanpa henti",balas Arya tak kalah keras.


Mendengar itu Calista tambah kesal dan langsung turun dari atas ranjang untuk mengambil ponselnya didalam tas.


Saat melihat siapa yang menghubunginya dari tadi Calista langsung memaki sebal.


"Sial" makinya membuat Arya langsung menoleh kearahnya.


"Siapa?",tanyanya.


"Istrimu",jawab Calista sebal.


Mendengar itu Arya langsung menghampiri Calista dan memeluknya dari belakang.


"Angkatlah aku ingin tau kenapa dia menelponmu sekarang".


Calista menatap kearah Arya.


"Apa dia mencurigai sesuatu tentang kita padahal aku sudah sengaja jarang menerima panggilannya akhir akhir ini".


"Coba kau terima panggilannya jadi kita tau kenapa dia menghubungimu".


"Aku tidak perduli kalau sampai dia tau tentang kita, kau harus menjelaskannya jangan sampai aku terkena imbas kemarahannya"


"Apa maksudmu,apa kau mau menimpakan semua kesalahan padaku".

__ADS_1


"Tentu saja itu masalahmu,bagiku yang penting jangan sampai Dom tau tentang masalah kita ini".


Mendengar nama Dom, Arya langsung marah.


"Kau... kalian semua dasar perempuan brengsek,apa hebatnya siDom itu sampai kau sangat perduli padanya apa kau pikir Dom masih mau perduli padamu kalau dia tau bagaimana murahannya dirimu".


Mendengar itu Calista juga marah dan mendorong tubuh Arya menyingkir darinya.


"Beraninya kau menghinaku seperti itu,kau pikir kau pria yang hebat sampai bisa mengatakan kata kata itu padaku kau tidak ada apa apanya dibandingkan Dom,aku mau berhubungan denganmu hanya untuk mengisi waktuku saja".


"Hah,sepertinya kau yang terlalu merasa tinggi dengan dirimu kau dan Clarisa bagiku tidak ada bedanya dan sebelum kau terlalu memuji tinggi pria brengsek itu sebaiknya kau tau sekarang suami brengsekku itu sedang tergila gila dengan mantan istriku".


Calista terkejut mendengar itu.


"Apa maksudmu?',tanya Calista.


"Hoh...betapa malang nasibmu Calista Dom yang kau puja itu ternyata hanya laki-laki brengsek lainnya yang suka mengambil sisa yang sudah kubuang dan dia sekarang sedang mabuk cinta kepada Hanum jadi tidak mungkin dia akan perduli lagi padamu".


"Itu tidak mungkin Dom tidak akan pernah berhubungan dengan perempuan lain selain aku dia tidak akan bisa kau pasti berbohong".


"Untuk apa aku berbohong kau lihat saja ini".


"Brengsek beraninya perempuan murahan itu menggoda Dom" maki Calista.


"Apa kau masih berpikir Dom tidak mungkin tergoda dengan perempuan lain,kau mungkin cantik Clarisa juga cantik, tapi aku yang pernah merasakan bercinta dengan kalian bertiga tau siapa yang lebih unggul diantara kalian dan tubuh siapa yqng paling indah diantara kalian".


"Kau..kalian semua dasar para pria brengsek,aku akan membalas kalian semua nanti",maki Calista.


"Bukannya marah Arya malah memeluk Calista dari belakang dan langsung menyesap lehernya.


"Apa yang kau lakukan brengsek!!",maki Calista.


" Jangan marah sayang,mari kita bicarakan ini baik baik".


"Apa yang kau inginkan?".


"Kalau kau ingin menghancurkan Dom dan Hanum seperti ini kurasa tidak ada gunanya,kau lihatlah lebam dipipiku ini siapa yang melakukannya?".

__ADS_1


"Siapa?',tanya Calista.


"Dom,dia memergoki aku berada di dalam Apartemen Hanum beberapa hari yang lalu".


"Untuk apa kau kesana bukankah kalian sudah bercerai,jangan bilang kalian masih memiliki perasaan satu sama lain'.


"Kau tau aku dan Hanum menikah sudah sangat lama dan kami bercerai karena dia mandul,lalu aku menikah dengan Clarisa saudaramu karena aku menginginkan anak darinya,tapi apa semudah itu melupakan perasaan yang sudah ada selama 7 tahun jadi meskipun dia bersama dengan Dom dia masih tetap mencintaiku.Dia mengajakku bertemu untuk mengatakan bahwa dia bersama dengan Dom karena ingin membalasku,seperti kita sekarang yang melakukan hubungan cuma karena na*su saja".


Calista terdiam mendengar itu,"Jadi apa yang kau inginkan dariku",tanya Calista.


"Aku ingin bercerai dengan Clarisa setelah anakku lahir kemudian aku dan Hanum akan kembali bersama lagi,tapi kau tau sepertinya Dom belum mau melepas Hanum sekarang".


"Ma..maksudmu Dom jatuh cinta pada Hanum sementara Hanum masih mencintaimu".


"Ya, jadi mari kita bekerja sama untuk memisahkan mereka".


"Sepertinya kalian berdua gila aku tidak tertarik untuk ikut campur dalam urusan kalian ini karena aku merasa tidak diuntungkan sama sekali dan juga kau benar benar brengsek Arya,kau menikahi Clarisa hanya ingin mengambil anaknya saja aku tidak mau dan lagi Clarisa itu saudaraku jadi aku tidak ingin membantumu".


"Kau masih mengakui Clarisa sebagai saudaramu tapi kau merayu suaminya dan tidur dengannya apa kau tidak malu menyebut dirimu saudara dengannya".


"Dia tidak akan tau kalau kau tidak memberi taunya dan kurasa dia tidak akan terlalu marah padaku dibanding dengan apa yang akan kau dan mantan istri brengsekmu lakukan padanya".


Setelah mengatakan itu Calista segera memakai kembali bajunya dan bermaksud pergi meninggalkan Apartemen Arya.


"Kau pergi begitu saja?'',tanya Arya.


"Ya dan aku juga tidak ingin bertemu lagi denganmu jadi jangan pernah menghubungi aku lagi".


Mendengar itu Arya langsung marah dan langsung menghampiri Calista yang sudah hampir tiba didepan pintu lalu segera menarik tangannya dengan kasar.


"Arya kau gila!',teriak Calista marah.


"Kau tidak boleh meninggalkanku begitu saja!!",teriak Arya sambil mencengkram tangan Calista erat sampai membuat Calista meringis kesakitan akibat cengkraman itu.


"A..apa yang kau inginkan kau sudah melakukan kekerasan fisik padaku aku bisa melaporkanmu kepolisi sekarang".


"Kalau kau bisa",ucap Arya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?",tanya Calista ngeri melihat wajah Arya yang terlihat mengerikan sekarang.


"Kau tidak bisa meninggalkan aku sekarang begitu saja sebelum aku melepaskanmu karena aku punya rekaman apa yang sudah kita lakukan selama ini bagaimana kalau aku memberikan itu pada media kurasa bukan hanya Dom yang tidak mau padamu lagi tapi karir modelmu juga akan langsung hancur".


__ADS_2