
Dom terkejut melihat kelayar laptop milik Lucas lalu menatap kearah Dokter Moris dengan tajam.
"Jelaskan sekarang juga apa maksud semua ini,apa kau bersekongkol dengan mereka untuk menghancurkanku selama ini!",ucap Dom dengan tatapan sedingin es kearah Dokter Moris yang menjadi gugup mendapat tatapan mengerikan seperti itu dari seorang Dominic Alexander.
"I... itu.. tu.. tuan Do.. Dominic... ".
"Katakan segera apa kau mendapat bayaran mahal dari mereka untuk membuat skenario penculikan putriku ini!!",bentak Dom dengan menerjang kearah Dokter Moris yang sangat terkejut melihat Dom yang tiba tiba mencengkram kerah jas Dokternya dan langsung melayangkan pukulan tangannya keras kewajah Dokter Moris hingga membuat pria yang hampir berusia setengah abad itu langsung terjungkal kebelakang menabrak kursi yang ada dibelakangnya.
Tidak hanya sampai disitu saja melihat Dokter Moris jatuh Dom kembali melayangkan pukulannya lagi diwajah pria itu hingga membuat bibir Dokter Moris pecah dan mengeluarkan darah segar.
Dom masih bermaksud melanjutkan amukannya tapi Lucas langsung mencegahnya.
"Hentikan Dom kau gila mengamuk seperti itu dirumah sakit!",bentak Lucas mencoba menghentikan kemarahan Dom.
"Menyingkir!!,aku tidak perduli ini dimana!!!,aku akan membunuh semua orang yang berani mengganggu keluargaku tidak terkecuali!!",bentak Dom dengan melayangkan pukulannya kewajah Lucas membuat bibir Lucas langsung pecah karena pukulan itu, tapi Lucas tidak bergeming dia tetap menahan tubuh Dom agar tidak semakin mengamuk saat itu.
"Aku tau!, tapi coba kau dengarkan dulu penjelasan Dokter Moris, jangan asal menuduhnya.Kalian bukan hanya baru saling kenal tapi sudah bertahun tahun jadi kau jangan gegabah!",bentak Lucas dengan menyapu darah dibibirnya.
Bagi Lucas yang sudah menjadi teman Dom bertahun tahun tidak terkejut menerima pukulan Pria itu seperti tadiini bukanlah hal baru .
Baginya dan Dom bahkan saling pukul pun pernah mereka lakukan jadi dia sudah sangat mengenal bagaimana temperamen Dom sebenarnya sebagai teman dekat dan asisten kepercayaannya.
Mendengar itu Dom menghela nafas untuk menghilangkan rasa marah yang memenuhi dadanya.
"Jadi apa penjelasanmu?",tanya Dom dengan tetap menatap tajam kearah Dokter Moris yang sudah dibantu bangun oleh pengawal Dom.
"Sebelumnya maaf tuan Dominic saya benar benar tidak tau kalau nyonya Clarisa bisa menyamar sebagai perawat karena sehari sebelum nyonya Hanum melahirkan nyonya Clarisa berpamitan pada saya untuk membawa pulang putrinya kerumahnya setelah operasi yang kami lakukan cukup sukses bulan lalu pada putrinya".
"Jadi siapa sebenarnya perawat yang kau suruh untuk membawa bayi perempuan itu keruangan bayiku".
"Seorang suster yang saya kenal kalau anda tidak percaya saya bisa mepertemukan anda dengan suster itu".
__ADS_1
"Aku tidak butuh suster itu aku butuh kau bawa Clarisa kemari sekarang juga untuk menjelaskan semuanya padaku sendiri!",perintah Dom yang membuat Dokter Moris bingung bagaimana cara mencari Clarisa karena dia tau alamat Clarisa tidak tetap.
"I... itu.. ".
"Aku yang akan menjemputnya Dom kau tunggu saja satu jam lagi aku akan kembali dengan membawa Clarisa kemari untuk menjelaskan semuanya padamu",ucap Lucas pada Dom.
"Kalau begitu cepat lakukan jangan sampai aku menghajarmu lagi!!",bentak Dom pada Lucas yang dijawab oleh Lucas dengan anggukan singkat lalu keluar dari ruangan itu bersama beberapa anak buah Dom.
"Lalu bagaimana dengan test DNA yang kuperintahkan padamu kemarin?",tanya Dom dengan menatap dingin kearah Dokter Moris.
"Sudah tuan Dominic saya tadi akan mengambil hasil labnya saat tiba tiba anda memanggil saya kemari",jawab Dokter Moris dengan menahan nyeri dibagian wajahnya.
"Ambillah hasilnya sekarang sekalian kau obati lukamu itu",perintah Dom karena melihat luka akibat pukulannya itu cukup parah diwajah Dokter Moris.
Dokter Moris mengangguk lalu keluar dari ruangan itu.
Dom memperhatikan kepergian Dokter Moris dengan diam tapi setelah Dokter Moris keluar cukup jauh Dom memerintahkan pengawalnya untuk mengikuti kemana pria itu pergi karena menurut Dom semua yang terjadi ini sangat mencurigakan dia ingin lebih waspada dengan tidak mempercayai siapapun lagi.
***
"Masuk!,"perintah Lucas yang langsung dituruti oleh Clarisa tanpa perlawanan.
Setelah sampai didalam Lucas segera menghubungi Dom yang dia tau pasti sedang berada dikamar rawat Hanum saat ini.
"Apa? ",jawab Dom dingin.
"Aku sudah membawa Clarisa kesini",jawab Lucas.
"Suruh dia menunggu....aku akan kesana sebentar lagi",jawab Dom dengan nada yang sama pada Lucas.
"Baiklah",jawab Lucas lalu mematikan panggilan mereka.
__ADS_1
"Duduklah dulu!", perintah Lucas pada Clarisa yang tidak bersuara sedikit pun dari tadi. Bahkan tadi saat Lucas menjemputnya ditempat tinggalnya yang berada dilingkungan kumuh dia seolah sudah tau ini semua akan terjadi.
Jadi dia langsung mengangguk saat Lucas bilang Dom ingin bicara padanya.
Disaat bersamaan Dokter Moris juga datang keruangan itu dengan membawa amplop coklat yang berisi hasil test DNA yang diminta Dom tadi.
"Nyonya Clarisa anda sudah ada disini?",tanya Dokter Moris terkejut karena ternyata secepat itu Dom dan anak buahnya bisa menemukan orang yang sedang mereka cari membuat Doktet Moris agak bergidik dibuatnya.
Mendengar sapaan Dokter Moris Clarisa hanya tersenyum lemah.
"Bagaimana kondisi Angela saat ini?,apa sudah semakin baik setelah anda membawanya pulang?", tanya Dokter Moris sedikit khawatir karena sebenarnya saat Clarisa meminta membawa pulang bayinya yang meski sudah berusia beberapa bulan,tapi karena lahir sebelum waktunya dan
baru saja selesai melakukan operasi besar Dokter Moris sebagai seorang Doktet merasa sangat khawatir kalau sewaktu waktu kondisi bayi Clarisa yang masih seperti kondisi bayi baru lahir itu drop dan mengalami komplikasi.
"Dia baik baik saja sekarang",jawab Clarisa singkat dengan wajah tertunduk sedih.
"Kalau bayi anda mengalami keluhan sedikit saja sebainya anda segera bawa dia kerumah sakit nyonya sebelum hal buruk terjadi padanya".
"Iya Dokter Moris terimakasih atas kebaikan anda selama ini sudah merawat putri saya dengan sepenuh hati",jawab Clarisa lagi.
"Tidak masalah, itu adalah tugas saya sebagai seorang dokter".
"Apa sudah selesai mengobrolnya?'',tanya Dom yang kedatangannya langsung mengejutkan semua orang,seperti malaikat maut yang sedang bertanya pada para korban yang akan dicabut nyawanya nanti.
"Tuan Dominic! ",ucap Dokter Moris terkejut..
Sementara Clarisa yang sempat menatap kearah Dom saat masuk tadi sekarang kembali tertunduk tidak berani menatap wajah dingin itu yang seolah siap ingin meremukkan dirinya saat ini.
Dom duduk dihadapan Clarisa dan menatap Clarisa tajam.
"Jadi....kau tau bukan kenapa aku mencarimu sekarang?",tanya Dom dengan tatapan sedingin es.
__ADS_1
Lagi lagi Clarisa hanya mengangguk tanpa berani menatap kearah Dom.
Hari ini autor sudah Upkan 4 bab ya jangan minta tambah lagi๐๐.