Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
102.Model Baru Robert.


__ADS_3

Hanum berjalan menuju ruang rias untuk bersiap siap melakukan pemotretan hari ini, saat baru saja duduk tiba tiba ada seseorang yang menyapanya.


"Hanum Farzana! ",sapanya yang membuat Hanum langsung menoleh kearah sumber suara disebelahnya.


"Iya kamu... ?",tanya Hanum bingung karena belum pernah melihat perempuan cantik yang duduk dimeja rias sebelahnya.


"Aku Emily,Emily Wilson kau tidak ingat",tanyanya balik.


Hanum langsung menggeleng karena merasa tidak pernah mengenal nama itu sama sekali.


"Aku penggemar beratmu dulu sebelum kau memutuskan menikah dan Vakum dari dunia modeling,wajar saja kalau kau tidak mengenaliku karena aku dulu memang bukan model terkenal sepertimu sebelum kau berhenti",terangnya.


"Maaf",Hanum tidak tau harus mengatakan apalagi pada perempuan cantik disampingnya itu.


"Tidak masalah, tapi aku senang setelah bertahun tahun aku ingin bertemu denganmu, akhirnya sekarang kita bisa menjadi rekan kerja", jawabnya ramah.


"Maksudmu? ",tanya Hanum tidak mengerti.


"Hari ini kita akan melakukan pemotretan berdua apa kau tidak suka berkolaborasi dengan model biasa sepertiku".


"Bukan,aku hanya sedikit terkejut karena baru mengetahuinya sekarang bahwa hari ini akan melakukan pemotretan bersama".


"Tuan Robert baru menghubungiku tadi malam mengatakan bahwa aku harus menemanimu melakukan pemotretan pakaian dalam hari ini".


"Baiklah itu tidak masalah",jawab Hanum lalu segera mengganti bajunya dengan kostum yang akan dipakai untuk pemotretan.


"Hanum kau memang sangat cantik dan profesional sebagai seoarang model mungkin itu yang membuat orang banyak tidak bisa melupakanmu".


"Maksudmu? ",tanya Hanum tidak mengerti arah pujian dari Emily.


"Lihatlah meski kau sedang hamil kau tetap terus bekerja kau tidak perduli dengan bentuk tubuhmu yang sudah mulai tidak sesempurna dulu".


Hanum mengerutkan keningnya mendengar itu, "Kurasa.. ".


"Maaf aku tidak bermaksud mengatakan bahwa tubuhmu sekarang menjadi tidak indah lagi karena sebenarnya itu hal alami yang dialami seorang perempuan saat sedang hamil,tapi aku yakin kau sudah memikirkan itu sebelum memutuskan untuk hamil, karena kau tau bukan,bagi model tubuh adalah segalanya apalagi model majalah dewasa".


"Kau tenang saja aku tetap bersikap profesional dalam urusan pekerjaan",ucap Hanum lalu berjalan pergi meninggalkan Emily, tapi belum jauh melangkah Emily kembali mengikuti langkahnya dan berjalan disampingnya.


"Maaf kalau membuatmu tidak nyaman dengan ucapanku barusan,kau tau sebenarnya aku adalah fans beratmu meski aku juga seorang model jadi aku sangat sedih saat dulu tau kau tiba tiba Vakum, tapi aku langsung kembali kenegara ini saat mendengar khabar kau kembali menjadi model bahkan aku rela meninggalkan nama besarku disana demi untuk menjadi rekan kerjamu disini".

__ADS_1


Hanum langsung menatap heran pada Emily,"Kurasa kau terlalu berlebihan soal aku",ucap Hanum.


"Tidak Hanum aku memang terlalu menyukaimu, kalau tidak percaya lihatlah aku bahkan sedikit melakukan operasi agar tubuh kita mirip".


Hanum menatap Emily yang menunjuk bagian tubuhnya yang dikatakannya mirip Hanum.


"Kurasa tubuhmu lebih bagus dari milikku karena aku sekarang sudah terlihat lebih gemuk karena kehamilanku ini".


"Itu tidak masalah bukan karena setelah melahirkan kau pasti akan membentuk tubuhmu menjadi sepeerti dulu lagi jadi kita masih punya waktu untuk menjadi rekan".


"Aku tidak yakin,apakah setelah melahirkan aku akan kembali lagi kedunia modeling ini atau tidak".


"Maksudmu?",tanya Emily terdengar kecewa.


Hanum menatap Emily,"bagiku dunia modeling sekarang bukan segalanya tapi keluargaku yang harus aku utamakan. Terimakasih karena kamu sudah sangat meyukaiku tapi masaku untuk bersinar memang sudah habis,jadi kau lakukan saja apa yang bisa menbuatmu untuk lebih berkembang nanti".


Mendengar ucapan Hanum wajah Emily tampak berubah muram, bahkan saat pemotretan mereka berkali kali harus melakukan pengulangan karena Emily selalu melakukan kesalahan membuat Hanum merasa sangat lelah hari ini.


**


Hanum berjalan cepat keluar dari studio setelah selesai berganti baju,karena Dom menelponnya mengatakan dia sudah berada diluar, menjemputnya untuk pulang bersama.


"Ada apa Emily maaf aku sudah dijemput sekarang",jawab Hanum dengan terus melangkah.


Melihat itu Emily langsung mencekal tangan Hanum membuat Hanum terkejut dan hampir saja terjatuh,untung saja Hanum langsung bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Dom yang melihat Hanum hampir jatuh bergegas keluar dari dalam mobil dan berjalan cepat menghampiri mereka.


"Apa kau baik baik saja sayang?",tanya Dom dengan berjalan mendekat kearah Hanum membuat Hanum dan Emily terkejut mendengar suara khawatir Dom.


Hanum menggeleng,"Aku tidak papa tadi hanya sedikit terkejut".


"Maaf... maaf Hanum aku tidak bermaksud membuatmu terjatuh aku menyentuh tanganmu agar kau mau berbicara sebentar padaku,soal pemotretan tadi".


"Lupakan saja soal tadi sekarang aku sangat lelah dan suamiku juga sudah menjemputku jadi aku... ".


"Dia suamimu Hanum?",tanya Emily sambil menatap kearah Dom dengan pandangan kagum melihat ketampanan Dom.


"Hah!, I.. iya dia suamiku, jadi aku permisi dulu",ucap Hanum dengan menggamit tangan Dom bermaksud mengajaknya pergi dari sana meninggalkan Emily.

__ADS_1


"Tunggu bolehkan aku berkenalan dengannya",pinta Emily membuat Hanum semakin erat menggenggam lengan Dom.


"Kurasa itu... ".


"Dia juga idolaku Hanum,dia tuan Dominic bukan?,aku sudah lama menjadikannya tokoh idola".


"Sebaiknya lain kali saja karena suamiku sedang sibuk sekarang dia harus menghadiri rapat setelah ini".


"Hanya berkenalan Hanum?",bujuk Emily sambil menatap Dom tanpa berkedip membuat Hanum semakin sebal dibuatnya apalagi dilihatnya Dom juga menatap kearah Emily dengan pandangan sulit diartikan.


"Maaf Emily lain kali saja" ucap Hanum dengan menarik lengan Dom menjauh dari Emily dan langsung menyuruhnya masuk kemobil dengan marah.


"Masuk! ",perintah Hanum ketus.


"Ada apa denganmu sayang kenapa kau sangat kesal hanya karena ada seorang perempuan yang ingin berkenalan denganku".


Mendengar itu Hanum langsung menatap Dom tajam, "Tentu saja aku kesal karena kau menatap kearah Emily tanpa berkedip sementara ada aku disana".


"Apa artinya itu kau cemburu tadi, sayang? ",goda Dom saat melihat wajah Hanum yang kesal.


"Iya, aku sangat cemburu saat melihat kau menatapnya tadi,jadi jangan lakukan lagi lain kali! ",ucap Hanum ketus.


Dom menyentuh puncak kepala Hanum dengan sayang,"Baiklah nyonya Dominic aku tidak akan melakukannya lagi didepanmu".


Mendengar itu Hanum langsung menatap Dom tajam lagi, "Jadi apa kau bermaksud melakukannya lagi dibelakangku!?",tanya Hanum dengan nada ketus.


"Bukankah memang pekerjaanku untuk mengamati setiap perempuan dengan teliti".


"Iya tapi...".


"Jangan khawatir,sayang bagiku istriku itu cuma dirimu,kalau aku tertarik dengan... ".


"Tidak boleh!!, kau tidak boleh tertarik pada perempuan lain selain diriku titik!! ".


Dom tertawa mendengar itu,"Baiklah baiklah nyonya Dominic hanya dirimu sayang",ucapnya dengan mengecup lembut puncak kepala Hanum membuat perasaan Hanum sedikit tenang.


**


Jangan Emosi saat membaca bab ini ya reader πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜.

__ADS_1


__ADS_2