
Dom segera menghubungi Hanum tapi ponselnya tidak diangkat,dia mencoba mengecek lokasi Hanum lewat aplikasi pelacak dilihatnya ponsel Hanum masih berada dirumah sakit membuatnya sedikit tenang.
Tapi untuk memastikannya Dom menghubungi Dokter Moris.
Pada panggilan pertama Dokter Moris langsung menjawabnya.
"Halo tuan Domonic ada apa?",tanyanya dari seberang telepon.
"Bagaimana kondisi Hanum saat kau memeriksanya tadi?",tanya Dom dengan nada cemas karena saat ini dia sedang terjebak kemacetan dilampu merah hingga membuat perjalanannya menjadi terhambat.
" Baik baik saja dan sekarang nyonya Hanum sedang istirahat dikamar setelah sepanjang siang tadi bersikeras mengasuh sikembar".
"Benarkah apa ada orang yang mengunjunginya tadi selain Wendy? ",tanya Dom lagi mencoba menyakinkan dirinya.
"Tidak ada tuan Dominic hanya perawat yang mengasuh sikembar dan perawat yang saya perintahkan untuk mengantarkan makan siang untuk nyonya Hanum saja yang masuk kedalam ruangan".
" Sudah berapa lama Hanum tertidur?, " tanya Dom dengan perasaan mulai kesal dan cemas jadi satu karena sudah hampir satu jam dia belum juga bisa bergerak meninggalkan kemacetan itu.
"Sudah lebih dari satu jam yang lalu,ada apa tuan Dominic apa ada masalah lagi?".
"Datanglah keruangan Hanum dan coba periksa dia apa benar benar tidur atau dibius sekarang" perintah Dom yang membuat Dokter Moris terkejut mendengar itu.
"Ma.. maksud anda tuan Dominic?"
"Arya berencana menculik Hanum hari ini jadi bisakah kau memeriksanya sebelum aku sampai kesana dan pastikan Hanum baik baik",perintah Dom Pada Dokter Moris yang membuat Dokter Moris terkejut mendengar itu.
"A... apa tuan Dominic A... Arya akan menculik Nyonya Hanum tapi kenapa bukannya dia sudah menculik... ".
"Lakukan saja perintahku aku tidak bisa menceritakan detailnya sekarang karena aku sedang mengejar waktu!",bentak Dom mulai kesal dan segera melajukan mobilnya dengan kencang saat kemacetan mulai terurai dijalan yang dilewatinya itu.
Saat tiba diRumah sakit Dom segera membuka pintu Mobil dan berlari masuk tanpa memperdulikan tatapan dari orang yang melihatnya saat itu.
Sampai dilantai Ruang rawat Hanum, Dom terkejut melihat semua orang tampak sangat gugup melihatnya keluar dari dalam Lift.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?!" tanyanya dengan berjalan pelan kearah kamar rawat Hanum dengan ekspresi yang tidak bisa lagi dibilang baik baik saja bahkan terkesan sangat mengerikan saat itu membuat Dokter Moris dan kedua anak buah yang menjaga Hanum langsung tertunduk takut melihatnya.
"Apa aku terlambat?",tanya Dom pada mereka yang membuat wajah Dokter Moris, dan pengawalnya, langsung memucat.
"Tu... tuan Dominic bi... biar sa... saya jelaskan ka... kami sudah mencoba mencarinya kemana mana, setelah anda menghubungi saya ta.. tapi nyo... nyonya Hanum seperti hilang dibawa... ".
Dom tidak lagi mendengatkan ucapan Dokter Moris tapi memilih berjalan masuk keruangan Hanum yang kosong.
Didalam ruangan hanya ada tumpukan bantal yang disusun menyerupai orang sedang tidur namun sudah diobrak abrik oleh anak buahnya dan Dokter Moris tadi sepertinya membuat Dom langsung mengetatkan rahangnya geram dan marah tentunya.
"Bagaimana dengan kedua anakku apakah mereka baik baik saja",tanya Dom dengan suara dingin.
"Mereka baik baik saja tuan Dominic mereka hanya membawa nyonya Hanum tanpa kami ketahui",jawab Dokter Moris lirih.
"Keluarlah!",perintah Dom yang membuat Dokter Moris dan anak buah Dom bingung dengan perintah Dom itu.
"Tapi Tuan... ".
"Kubilang keluar biar aku yang menangani ini sendiri",ucap Dom pelan tapi sangat dingin tanpa menoleh kearah mereka yang berdiri dibelakangnya.
"Sepertinya kali ini kau benar benar menantang kematianmu Arya",gumam Dom dengan menyentuh ranjang tempat tidur Hanum yang sekarang kosong itu dengan tatapan siap membunuh.
Lucas yang baru sampai disana terkejut saat melihat kamar Hanum kosong dan ekspresi Dom sudah berubah sangat gelap seperti dewa kematian.
"Dom...",panggil Lucas pelan dengan nada menekan.
Tapi Dom sama sekali tidak mengindahkan panggilan Lucas,dia malah berjalan keluar dari ruangan itu dan langsung menuju area parkir lalu masuk kedalam mobil sport limited edition miliknya sebelum Lucas sempat mengejarnya.
Dom berkendara seperti orang kesetanan membuat Lucas dan anak buahnya yang mengejar Dom dengan mobil lain sampai kehilangan jejaknya.
Lucas segera mencoba menghubungi nomor ponsel Dom berharap Dom mau manjawab panggilannya saat itu.
Panggilan pertama gagal tapi Lucas terus mencoba sampai Dom akhirnya menjawab panggilannya itu.
__ADS_1
"Hemm ada apa? ",tanya Dom dengan nada dingin menjawab Lucas.
"Dimana kau sekarang?",tanya Lucas dengan nada sangat khawatir.
"Menjemput Hanum kau pikir kemana",jawabnya dengan nada aneh membuat Lucas semakin khawatir dibuatnya.
"Kau tau kemana Arya membawa Hanum Dom? ",Tanya Lucas penasaran dan khawatir tentunya.
"Tentu saja aku tau kau pikir aku dirimu yang tidak bisa berpikir cepat dalam melakukan apapun".
"Jadi dimana sikeparat Arya itu membawa Hanum Dom?",tanya Lucas dengan terus melajukan mobilnya mencari lokasi Dom sekarang yang sedang mendatangi Arya seorang diri.
"Dipelabuhan",jawab Dom singkat yang membuat Lucas langsung menyuruh anak buahnya mengarahkan mobil mereka kearah pelabuhan yang sudah terlihat didepan mata mereka.
"Tunggu kami sebentar lagi sampai Dom jangan pergi sendiri melawan sikepa*at itu",pinta Lucas semakin cemas.
" Tidak perlu aku bisa melawannya sendiri sebaiknya kau pulang saja tolong jaga kedua anakku kalau aku tidak kembali lagi nanti".
"Deg!".
Lucas langsung terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Dom yang seolah seperti pesan kematiannya.
"D... Dom tidak bisakah kau menunggu kami sebentar aku sudah didekatmu sekarang",ucap Lucas dengan melajukan mobilnya semakin kencang memasuki Area pelabuhan tempat Dom berada.
Bukannya menjawab Lucas, tiba tiba Dom mematikan panggilannya membuat Lucas semakin khawatir dan cemas dibuatnya.
Lucas mempercepat laju mobilnya memasuki pelabuhan penyewaan kapal pesiar itu dan segera menyuruh anak buahnya menyebar untuk mencari keberadaan Dom yang menghilang diantara kapal kapal itu bahkan mobilnya yang biasanya sangat mencolok saat itu juga tidak terlihat.
"Cepat temukan Dom jangan sampai terjadi sesuatu padanya!!",perintahnya pada anak buahnya.
Hampir satu jam mereka semua mencari keberadaan Dom tapi jejak Dom belum juga mereka temukan,membuat Lucas semakin gugup apa lagi saat dia mencoba menghubungi ponsel Dom lagi dan ternyata ponselnya sudah tidak aktif lagi.
Baru kali ini Lucas benar benar merasa takut dan khawatir pada Dom apa lagi setelah mendengar pesan yang diucapkan Dom padanya tadi tentang sikembar, Lucas yakin Dom tidak akan kembali kalau tidak berhasil menghabisi Arya tapi bagaimana kalau sebaliknya karena Dom cuma seorang diri sekarang,pikir Lucas dengan perasaan cemas dan takut.
__ADS_1
Besok kita mulai olah raga jantungnya ya hari ini Up persiapan dulu๐๐.