Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
166.Aku Yakin Dia Baik Baik Saja.


__ADS_3

Hanum menatap pintu ruang operasi dengan ekspresi tenang dengan berdoa dalam hati berharap Tuhan tidak mengambil suaminya saat ini,membuat Lucas dan Wendy yang berada didekatnya merasa khawatir dengan sikap tenang Hanum saat itu.


"Sejak kapan dia berada didalam sana?",tanya Hanum pada Lucas yang langsung dijawab Lucas.


"Dari tadi malam setelah kembali dari menghabisi Arya",jawab Lucas lirih.


"Arya?!,apa yang mereka lakukan?",tanya Hanum oqda Lucas yang membuat Lucas terpaksa jujur pada Hanum tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai Dom harus mengalami operasi selama ini.


Hanum menghela nafas keras setelah mendengar seluruh kejadiannya dari Lucas,dia merasa lega juga sedih mendengar tentang apa yang terjadi tentang Dom dan Arya karenanya tqpi dia juga tidaknbisa mengelak bahwa Arya memang pantas menerima hal itu karena semua yang sudah dilakukannya selama ini bukan hanya padanya tapi juga pada perempuan perempuan lainnya.


"Kau pasti sangat lelah sekarang Lucas pulanglah kalau kau ingin pulang biar aku yang menggantikanmu menunggunya disini",perintah Hanum yang membuat Lucas langsung menoleh kearah Wendy yang dijawab Wendy dengan gelengan.


Hanum yang melihat itu langsung tersenyum pada mereka.


"Jangan menatapku seperti orang aneh begitu,percayalah aku baik baik saja",terang Hanum pada mereka berdua yang terlihat sangat khawatir padanya itu.


"Tapi... ",ucapan Lucas terhenti saat dilihatnya lampu ruang operasi akhirnya padam dan membuat semua orang langsung menatap pintu ruang operasi dengan harap harap cemas saat pintu itu terbuka nanti.


Tapi Hanum tetap terlihat tenang meski tidak melepaskan tatapannya dari pintu itu.


Saat pintu ruang operasi terbuka mereka semua menahan nafas cemas.


Lucas langsung melangkah maju saat dilihatnya Dokter Moris keluar dari ruangan itu dan berjalan menghampiri Lucas yang langsung bertanya dengan cemas pada Dokter Moris.


"Bagaimana Dokter apa Dom tidak papa?",tanyanya gugup.


"Kami sudah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan...".


" Anda jangan bilang operasinya gagal,karena..",Lucas langsung mencengkram kerah jas Dokter Moris sebelum Dokter Moris menyelesaikan ucapannya tapi ucapannya juga terhenti dengan selaan Hanum.

__ADS_1


"Aku yakin dia akan baik baik saja sekarang,benarkan Dokter,"ucapnya yang membuat semua orang langsung menoleh kearahnya karena lupa kalau dirinya ada disana saat itu.


"Nyonya anda juga berada disini? ",tanya Dokter Moris terkejut melihat Hanum disana.


"Iya aku harus menunggu suamiku yang sekarang sedang berjuang untuk kembali pada kami didalam sana, jadi bagaimana operasinya Dokter apa berhasil? ",tanya Hanum dengan ekspresi tenang yang membuat Dokter Moris lega melihat itu,tapi sebelum menjawab dia menoleh terlebih dulu kearah Lucas yang terlihat pasrah dan menyuruhnya mengatakan hasil operasi Dom dihadapan Hanum juga.


"Katakan saja sejujurnya jangan ada yang kau tutupi Dokter",ucap Lucas yang dijawab anggukan oleh Dokter Moris.


"Kami sudah berhasil mengeluarkan semua peluru yang ada ditubuh tuan Domonic termasuk yang hampir menembus jantungnya".


"Jadi apa Dom selamat?",tanya Lucas dengan pelan karena merasa sudah tidak punya, energi lagi saat ini.


"Operasinya berhasil tapi kami tidak bisa mengatakan dia selamat atau tidak sebelum berhasil melewati waktu kritis ini".


"Tenanglah Lucas Dom pasti baik baik saja",jawab Hanum berusaha menenangkan Lucas yang terlihat sangat khawatir itu.


"Aku rasa Dom tidak akan melakukan itu kalau dia tidak yakin bisa melewatinya, kau lebih lama bersamanya dibandingkan diriku jadi kurasa kau lebih tau bagaimana sifat Dom sesungguhnya bukan".


"Ya kurasa kau benar",jawab Lucas pasrah.


"Kami akan memindahkan tuan Dominic keruang ICU sambil memantau kondisinya dan saya harap selama dalam masa pemantauan kondisinya semain membaik".


"Terimakasih nyonya Hanum dan terimakasih juga sudah bisa bersikap tenang saat ini karena saya tau anda pastilah orang yang paling khawatir disini tapi sikap anda membuat saya merasa benar benar tenang sekarang".


"Sama sama dokter Moris dan terimakasih telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Dom.


Dokter Moris hanya mengangguk mendengar itu.


"Wendy ayo kita kembali kekamar aku ingin bertemu sikembar sekarang dan kau Lucas sebaiknya kau pulang dan istirahat saja sekarang,kurasa kau sangat lelah sekarang karena itu kau tidak bisa berpikir normal".

__ADS_1


"Tapi Hanum...".


"Disini sudah ada para Dokter yang menangani Dom dan juga ada pengawal yang menjaga kami apa lagi ynag kau khawatirkan bukankah semua masalah sudah selesai".


"Tapi Dom belum sadar bagaimana aku bisa tenang",ucap Lucas lirih.


"Sudah kukatakan dia akan baik baik saja,peluru iti tidak bisa membuatnya mati kalau dia memang tidak ingin dan yang pasti perjalanan kami masih panjang untuk menikmati kebahagiaan ini,jadi pulanglah aku lebih khawatir padamu dibandingkan dengan Dom",ucap Hanum dengan menyuruh Wendy mendorong kursi rodanya menuju kamar perawatannya.


"Kamu benar benar baik baik saja Hanum?",tanya Wendy yang dari tadi sudah mencoba menahan diri untuk tidak menanyakan hal itu.


Hanum. menghela nafas keras setelah kembali kekamarnya dan bersandar ditempat tidurnya.


"Aku sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Dom tapi aku harus terlihat baik baik saja Wendy supaya saat Dom bangun dia merasa lega melihat aku baik baik saja".


"Aku benar benar kagum padamu Hanum kau sanggup menghadapi semua ini dengan sangat tenang sementara aku yang bukan siapa siapanya saja tidak bisa".


"Kamu juga akan seperti diriku kalau kamu sudah mengalami banyak masalah sebelum sampai ketitik ini dan yang pasti aku percaya pada Dom dia akan melakukan sesuatu kalau dia yakin dia bisa melewatinya".


"Ya kurasa kau benar dan kuharap ini yang terakhir terjadi pada kalian Hanum".


"Selama kita hidup kita pasti akan mendapatkan masalah Wendy kalau bukan dari pasangan itu bisa berasal dari anak anak kami tapi kami harus tetap kuat menghadapinya".


"Kurasa aku tidak akan paham soal itu karena aku belum sampai ditempatmu Hanum".


"Kamu benar jadi sebaiknya setelah ini carilah pasangan hidup untukmu mau sampai kapan kamu hidup sendirian seperti ini".


"Hah!... itu... kurasa aku tidak akan menikah kalau tidak mendapat pria sehebat Dom" ucap Wendy dengan ekspresi jahil membuat Hanum langsung kesal.


"Jangan pernah ingin menjadi pelakor seperti apa yang kulakukan Wendy,awas saja kalau kau berani! ",hardik Hanum yang dibalas Wendy dengan tertawa keras hal yang sudah lama tidak mereka rasakan meski sekarang keadaan Dom belum bisa dipastikan seratus persen akan selamat tapi bahagia tidak perlu menunggu sampai semuanya baik baik saja untuk membuat kita tetap normal dalam hidup.

__ADS_1


__ADS_2