Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
128. Hukuman Edward 2.


__ADS_3

Dom menatap Lucas dengan tatapan sedingin es tanpa bermaksud melepaskan cengkraman tangannya yang masih berada dileher Edward yang membuatnya sudah hampir kehabisan nafas dan mulai terdengar bunyi bergeretak dari leher itu yang menandakan bagian itu hampir patah oleh kuatnya cengkraman Dom.


Tapi Lucas tidak bergeming dia tetap berusaha menghentikan apa yang dilakukan oleh Dom meski dia tau saat ini Dom sangat marah pada pria yang berada dicengkramannya itu.


"Dom!... hentikan!,jangan sampai kau membunuh baji*an itu! ".


"Kenapa?, apa orang seperti dia masih pantas hidup didunia ini!!",bentak Dom dengan sangat marah.


"Dia memang sudah sangat keterlaluan tapi jangan sampai kau mengotori tanganmu dengan membunuhnya sekarang!".


"Lalu?,apa kau sekarang merasa kasihan padanya,tidakkah kau berpikir bahwa orang seperti dia kalau dibiarkan hidup hanya akan menjadi sampah dengan kembali melakukan kejahatan tak bermoral seperti sebelumnya!".


"Tapi Dom kalau kau membunuhnya itu akan melanggar hukum".


Mendengar itu Dom tiba tiba melepaskan cengkramannya dileher Edward membuat Edward langsung terjatuh kelantai dengan kondisi hampir pingsan.


Dom mengalihkan tatapannya kearah Lucas dan tiba tiba saja melayangkan pukulannya dengan keras ketubuh Lucas membuat Lucas langsung terdorong kebelakang sampai hampir jatuh.


"Dom! ",ucap Lucas dengan terbatuk dan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit itu.


"Bagaimana?, apa itu sakit?," ucap Dom dengan mencengkram kerah kemeja Lucas erat.


Mendengar pertanyaan Dom Lucas hanya mengangguk sambil mulai terbatuk batuk.


"Lalu bagaimana kalau iblis disana itu melakukan hal yang diucapkannya direkaman pada istrimu apa kau bisa membayangkan rasa sakitnya seperti apa? ",tanya dom dengan tatapan sedingin es menatap Lucas.


Mendengar itu Lucas hanya diam saja tidak bisa menjawab apa yang dikatakan Dom.


"Kau tidak bisa menjawabnya bukan?, apa kau ingin kusuruh dia melakukan ancamannya agar kau mengerti kenapa orang seperti dia bahkan tidak pantas dikasihani".


"Ta.. tapi Dom..."


"Apa!!!, apa kau merasa aku tidak punya hati kalau aku membunuhnya sekarang.Lihatlah!!".


Dom memutar keras kepala Lucas untuk menghadap kearah Edward yang terlihat sudah duduk dengan menyeka darah dimulutnya.

__ADS_1


"Apa kau merasa aku keterlaluan sekarang?,dia bahkan tidak punya rasa sesal sedikitpun dalam dirinya meski aku sudah hampir membunuhnya barusan,jadi kalau kau melepaskan dia malam ini kau bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup kita bukan? ".


"Bagaimana kalau kita kirim saja dia kepenjara Dom biar hukum yang mengadilinya".


Mendengar saran Lucas tiba tiba Dom kembali menampar Lucas keras membuat Lucas hanya bisa memegangi pipinya yang terasa sakit tanpa bermaksud membalas perbuatan Dom barusan.


"Dari pada kau kirim dia kepenjara sebaiknya kau kirim saja dia kerumahmu untuk menemani istrimu sekarang",ucap Dom dengan mendudukkan tubuhnya kekursi besi yang ada diruangan itu sambil kembali menatap tajam kearah Edward yang sudah mulai bisa duduk tegak.


"Apakah kau masih berpikir aku main main dengan ancamanku?",tanya Dom dengan kembali menatap Edward dan membiarkan Lucas terdiam sambil menyentuh pipinya yang terasa bengkak akibat tamparan Dom barusan.


Edward meludahkan sisa darah dari mulutnya sebelum membalas ucapan Dom.


"Kurasa kau tetap seorang warga yang taat hukum, jadi aku tidak percaya kau bisa membunuhku meski kau bisa bebas menyiksaku",jawabnya dengan ekspresi menghina.


"Saat ini aku memang belum berniat membunuhmu tapi kuyakin siksaanku akan membuatmu jera dan berhenti berpikir untuk melakukan hal hal gila seperti sebelumnya".


"Kalau memang kau ingin menghentikanku sebaiknya kau bunuh saja aku karena selama kau masih membiarkan aku hidup maka keinginanku untuk melakukan hal itu tetap besar terutama pada istrimu".


"Kalian ikat dia!!! sekarang!!! ",perintah Dom pada beberapa pengawalnya yang membuat mereka langsung menangkap Edward yang bahkan belum bisa berdiri dengan sempurna akibat hajaran Dom barusan, lalu membawanya yang terus meronta itu kesebuah tiang diruangan itu yang sepertinya biasa dipakainya sebagai tempat untuk menyiksa para korbannya selama ini.


"Tentu saja melakukan apa yang biasa kau lakukan pada mereka semua",jawab Dom dengan mode iblisnya.


"Kau gila Dominic! lepaskan aku ayo kita bertarung secara adil! ",teriak Edward berusaha keras untuk mencoba meronta dari pegangan anak buah Dom yang ingin mengikatnya ditiang itu.


Dom bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Edward dengan seriangai iblis diwajahnya.


"Merontalah sekuatnya bukankah kau suka kalau melihat mereka meronta seperti ini dihadapanmu biasanya".


"Ini tidak adil lepaskan aku sekarang ayo kita bertarung secara adil sebagai sesama laki laki!".


"Apa kau mulai merasa takut padaku tuan Edward yang terhormat",ucap Dom dengan menyeringai.


"Tidak untuk apa aku takut kau hanya pria lemah yang hanya suka mengancam tanpa berani melakukannya".


"Baguslah kau berpikir begitu tentang aku",jawab Dom dengan mengalihkan tatapannya kearah Lucas yang diam saja ditempatnya melihat apa yang dilakukan Dom pada Edward tanpa bermaksud mencegahnya lagi seperti tadi.

__ADS_1


"Kau yang melakukannya sekarang Lucas!",perintah Dom dengan memberikan cambuk Edward kepada Lucas membuat Lucas bingung.


"Kenapa aku?",protes Lucas.


"Lakukan saja perintahku jangan membantah lagi! ",hardik Dom marah.


Mendengar itu mau tidak mau Lucas mendekati Edward dan bersiap melakukan apa yang diperintahkan Dom padanya.


"Sekarang!!",perintah Dom dan dengan patuh Lucas mulai melayangkan cambuk itu ketubuh Edward dengan keras membuat Edward langsung berteriak kesakitan saat merasakan benda itu mengenai tubuhnya.


"Lakukan terus sampai dia meminta ampun padaku!",perintah Dom dengan duduk dikursinya menonton apa yang sedang dilakukan Lucas pada Edward didepannya.


Edward berteriak dan merintih setiap kali Lucas melayangkan cambukan ketubuhnya dengan keras tapi sedikit pun dia tidak berniat untuk meminta ampun pada Dom seperti tadi diawal.


"Dom apakah harus kuteruskan?",tanya Lucas karena melihat Edward sudah hampir pingsan karena apa yang dilakukannya.


"Teruskan saja" perintah Dom pada Lucas.


"Tapi dia hampir mati",ucap Lucas khawatir.


"Biarkan saja kalau dia mati toh tidak ada gunanya juga dia hidup".


"Tapi...".


"Berhenti mengasihaninya Lucas Karena dia tidak pantas mendapatkam rasa belas kasihanmu".


"Dari pada kau menyiksanya terus menerus seperti ini kenapa kau tidak menembak saja kepalanya sekarang".


Dom menyeringai mendengar Lucas mengatakan itu,"Kenapa?,apa sekarang aku sudah membencinya?".


"Kurasa kali ini kau benar Dom orang seperti Edward memang tidak pantas untuk hidup jadi lenyapkan saja dia agar tidak melakukan lagi hal mengerikan itu pada para perempuan.


"Kalau begitu lakukanlah",perintah Dom pada Lucas.


"Maksudmu?,tanya Lucas tidak mengerti.

__ADS_1


"Tembak dia sekarang!",perintah Dom pada Lucas dengan memberikan pistol miliknya dari balik bajunya kepada Lucas.


__ADS_2