
Hanum terbangun dengan kepala yang terasa sangat sakit dengan pelan dia mencoba membuka matanya yang masih terasa berat dan perutnya juga merasa mual tidak jelas karena merasa lantai dibawahnya seolah bergoyang.
"Kamu sudah sadar sayang".
Hanum tersentak dan langsung membuka matanya lebar saat mendengar suara familiar dari orang yang tidak ingin didengarnya lagi seumur hidupnya itu.
"Kau!! kenapa kau ada dikamarku!!,apa yang kau lakukan disini cepat keluar!!!,"bentak Hanum marah dan sangat terkejut saat melihat Arya duduk disamping tempat tidurnya dan bermaksud menyentuh wajahnya tapi segera ditepis oleh Hanum dengan kasar.
Arya hanya menyeringai dan menatap dingin kearah Hanum yang sudah sangat gugup melihat Arya berada didalam kamarnya saat itu.
Hanum bermaksud berteriak untuk memanggil pengawal yang berdiri didepan pintu supaya datang dan menangkap Arya sekarang tapi tiba tiba dia sadar kalau ternyata sekarang dia tidak berada diruang rawat Rumah sakit membuat wajah Hanum langsung pucat.
"Dimana ini!? ",tanya Hanum dengan berusaha bangkit dari posisi tidurnya dan mengedarkan pandangan nyalang keseluruh ruangan yang ditempatinya itu.
"Kita sekarang berada dikapal yang sedang berlayar menuju Rumah baru kita sayang",jawab Arya dengan menatap kearah Hanum dengan tatapan iblisnya membuat Hanum langsung terbelalak dibuatnya.
"Ka... kapal.. Ru.. rumah baru... a.. apa maksudmu Arya?! ",tanya Hanum dengan pandangan bingung dan takut mendengar apa yang dikatakan Arya itu.
"Iya...mulai sekarang kita akan memulai hidup baru kita sebagai suami istri ditempat baru sayang",ucap Arya dengan mencoba menyentuh tangan Hanum tapi segera ditepis oleh Hanum lagi dengan kasar.
"Apa kau gila Arya!!,kita sudah bercerai dan aku sekarang sudah menikah dengan Dom.Aku juga baru saja melahirkan sikembar beberapa hari yang lalu,apa kau lupa itu!!!",teriak Hanum keras pada pria brengsek itu.
"Aku sudah menceraikan kau dan Dom sayang, dan sekarang aku sudah mendaftarkan pernikahan kita lagi lihatlah ini surat nikah kita yang baru!",ucap Arya dengan memberikan surat nikah yang sudah disiapkannya sebelum dia menculik Hanum diRumah sakit tadi.
Bola mata Hanum langsung membulat sempurna melihat surat nikah yang ditunjukan Arya padanya itu.
__ADS_1
"I... ini tidak mungkin Arya, aku dan Dom belum bercerai dan tidak punya niat bercerai bagaimana mungkin kita sudah menikah lagi,itu pasti palsu kau telah memalsukan semua itu",ucap Hanum tidak percaya dengan semua yang dikatakan Arya itu adalah nyata.
"Tapi surat nikah kita ini nyata apa kau pikir aku gila atau kau yang sebenarnya berhalusinasi tentang pernikahanmu dengan Dom yang belum berakhir",ucap balik Arya dengan mulai emosi karena Hanum tidak. mau tunduk padanya.
"Aku tidak ingin membahas ini sekarang,tapi tolong sekarang kembalikan aku keRumah sakit segera aku harus menyusui sikembar Arya, kasihan mereka aku pasti sudah cukup lama meninggalkan mereka dan mereka sekarang pasti sedang kehausan",ucap Hanum berusaha memohon kepada Arya.
"Sayang mereka berdua adalah anak pria brengsek yang telah memisahkan kita jadi sebaiknya lupakan kedua anak itu dan mari kita mulai lembaran baru kehidupan kita.Nanti saat kau sudah sembuh mari kita buat anak kita sendiri sayang seperti yang dulu selalu kita inginkan".
Rasanya Hanum ingin menampar memukul dan membunuh pria didepannya ini tapi apalah daya jangankan untuk menghajarnya untuk bangun dari tempat tidur saja dia merasa sulit sekarang karena efek luka pasca melahirkan yang belum sembuh juga karena pengaruh obat yang diberikan Arya untuk membawanya sampai kemari, jadi sekarang Hanum hanya bisa berdoa dan mengulur waktu agar ada dewa penolong yang menyelamatkannya dari pria iblis ini.
"Arya...sebaiknya kita bahas ini nanti saja sekarang bisakah aku meminta segelas air untuk minum.Aku merasa mabuk laut sekarang".
Mendengar Hanum yang tidak terlalu memberontak lagi itu membuat Arya merasa lega dan segera bangkit untuk mengambilkan apa yang diminta Hanum itu.
Setelah Arya keluar dari dalam kamar itu dengan perlahan Hanum bangkit dari ranjangnya dan menuju jendela kecil yang terdapat dikamar itu untuk melihat kondisi diluar.
"Apa yang kau lakukan sayang?!",Hardik Arya kembali kesal melihat Hanum melongokan kepala keluar dari jendela kapal pesiar itu untung saja jendela itu kecil dan tidak cukup untuk tubuhnya,kalau besar Arya yakin saat ini Hanum sudah berniat kabur darinya.
Hanum langsung membalikkan badannya saat mendengar suara Arya yang sudah berada dibelakangnya.
"T.. tidak.. aku hanya penasaran dimana kita berada sekarang ",ucap Hanum lalu berbalik menghadap Arya dengan ekspresi setenang mungkin.
"Sudah kukatakan kita sedang berada dilaut menuju Rumah masa depan kita,apa kau tidak percaya?!",bentak Arya dengan kesal.
Melihat itu Hanum berusaha bersikap setenang mungkin untuk menghadapi iblis didepannya ini.
__ADS_1
Berbekal pengalamannya selama 7 tahun menikah dengan Arya sedikit banyak Hanum sudah kenal bagaimana tingkah dan sikap Arya.
"Bukan begitu, aku hanya merasa terkejut dan ingin tau kemana kapal ini berlayar itu saja",jawab Hanum dengan nada sedikit lembut karena saat ini nada keras malah akan membuatnya dalam masalah pikirnya.
"Sebaiknya sekarang kau istirahat karena beberapa jam lagi kita akan segera sampai dipelabuhan pulau tempat Rumah baru kita berada",ucap Arya dengan meletakkan gelas air yang diminta Hanum tadi.
Hanum hanya mengangguk,
'Sebaiknya sekarang dia ikuti saja apa kemauan pria itu paling tidak sampai mereka mencapai daratan setelah itu baru dia akan berpikir lagi bagaimana caranya kabur dari pria iblis ini nanti, batin Hanum dengan menatap Arya datar.
"Dan jangan berpikir untuk kabur dari kapal ini karena sekarang kita sedang berada ditengah laut apa kau mengerti?!,hardik Arya lagi sebelum dia keluar meninggalkan kamar Hanum.
Hanum mengangguk lagi,lalu kembali berjalan pelan keranjang dan mulai mengedarkan pandangannya keseluruh kamar itu yang terlihat mewah untuk ukuran sebuah kapal dan berpikir untuk istirahat saja sampai mereka mencapai daratan nanti.
Hanum sempat tertidur karena efek obat bius yang diberikan padanya belum sepenuhnya hilang tadi.
****
Dia terbangun saat merasa Arya menggoyang tubuhnya dan menyuruhnya untuk bangun dengan tergesa gesa.
"Hanum bangun cepat bangun sekarang!!",perintah Arya yang membuat Hanum langsung terbangun.
"Ada apa Arya apa kita sudah sampai didaratan sekarang?",tanya Hanum dengan perlahan bangun dari ranjang dan mengikuti Arya yang langsung menarik tangannya dengan terburu buru keluar dari kamar.
"Diamlah!!!",hardik Arya dengan semakin kuat menarik tangan Hanum membuat Hanum sedikit kesulitan mengiringi langkahnya yang seolah sedang dikejar sesuatu itu.
__ADS_1
Tarik nafas setelah membacanya ππ.