
Dikantor Dom**
Dom membuka file yang dibawa Lucas tentang proyek yang ingin mereka dapatkan.
"Sepertinya kali ini Arya tidak akan main main untuk menghancurkanmu Dom,dia bahkan sengaja mulai mencoba bekerja sama dengan beberapa pengusaha yang bergerak dibidang fashion dan modeling mencari celah untuk menghancurkanmu dibidang itu".
"Sudah sejauh mana langkahnya?",tanya Dom dengan membalik balik file ditangannya.
"Masih belum serius tapi untuk proyek besar yang ingin didapatkannya apa kau hanya akan membuatnya bangkrut seperti beberapa waktu lalu atau kau serius ingin mendapatkanya?".
"Dua dari proyek ini aku harus mendapatkannya",ucap Dom dengan menunjuk proyek yang ingin di milikinya.
Lucas mengamati file itu dan mengerutkan keningnya sedikit bingung.
"Bukankah proyek ini tidak terlalu besar seperti yang lain kenapa kau menginginkannya?",tanyanya bingung.
"Karena ini yang lebih menguntungkan dari yang lain meskipun butuh waktu yang lebih lama untuk mendapat keuntungannya."
Lucas diam mendengar itu dia tau Dom,kalau untuk urusan bisnis penilaiannya tidak pernah meleset.
"Jadi kita akan mengambil dua proyek ini dari Arya,lalu 3 yang lainnya kita biarkan dia memenangkan tendernya".
"Ya,"jawab Dom dengan menyandarkan tubuhnya kekursi kerjanya.
"Lalu apa yang lainnya?",tanya Dom.
"Lucas kembali menyerahkan sebuah file pada Dom tapi kali ini dari dokter Moris.
"Apa ini?".
Dom membuka file yang diberikan Lucas dan mengerutkan kening heran karena itu hanya jadwal operasi caesar untuk anak Arya.
"Itu jadwal operasi melahirkan anak Arya".
Dom langsung menatap Lucas tajam.
"Aku tau tapi untuk apa ini kau berikan padaku, apa kau bermaksud mengejekku sekarang?!" hardik Dom marah.
"Bukan,itu memang cuma jadwal operasi melahirkan tapi dokter Moris baru saja menghubungiku bahwa Arya ingin operasi melahirkan sang istri dipercepat dari jadwal semula".
Dom masih berekspesi datar mendengar itu.
"Lalu apa yang aneh bukankah itu biasa terjadi".
"Masalahnya usia kandungan Clarisa belum genap 9 bulan dan jadwal operasinya baru akan dilakukan sekitar 4 minggu lagi tapi Arya minta Clarisa dioperasi dalam minggu ini,apa itu tidak aneh menurutmu",ucap Lucas emosi.
Dom diam mendengar itu,untuk masalah seperti ini dia tidak terlalu mengerti dan perlu mendapat penjelasan dari sang ahli lebih dulu.
"Sepertinya penjelasanmu kurang sempurna dan tidak bisa kupahami sebaiknya kau suruh dokter Moris menjelaskan padaku sendiri".
__ADS_1
Mendengar itu Lucas terlihat kecewa karena Dom seperti menyepelekan usahanya untuk mendapat informasi ini".
"Kenapa kau masih disini ,apa masih ada yang ingin kau laporkan lagi?".
Dom menatap Lucas yang belum beranjak dari dalam ruangannya.
Mendengar itu Lucas menggeleng lalu keluar dari ruangan Dom.
"Jangan lupa buatkan janji temu dengan dokter Moris untukku",perintah Dom sebelum lucas keluar dari ruangannya.
"Baik tuan".lalu Lucas pergi meninggalkan ruangan Dom.
**
Sementara itu dirumah Arya.
"Plak!"
Arya melemparkan jadwal operasi melahirkan pada Clarisa yang sedang duduk dimeja makan.
"Apa ini sayang?".
Clarisa mengambil map yang dilempar Arya dengan wajah bingung.
"Persiapkan dirimu minggu ini kau harus melakukan operasi!",jawab Arya dingin.
"Operasi?operasi apa?".
"Operasi caesar paham!".
Clarisa langsung terkejut mendengar itu.
"O..operasi Caesar..maksudmu melahirkan!?".
"Iya lalu apa lagi!".
Arya mencondongkan tubuhnya,menatap Clarisa tajam.
"Bu..bukankah seharusnya sekitar4 atau 5 minggu lagi jadwalnya".
Arya berdiri tegak disamping Clarisa dengan ekspresi dingin.
"Aku mempercepatnya jadi minggu ini,karena aku butuh bantuanmu bulan depan".
Clarisa semakin terkejut mendengar itu.
"A..apa ma..maksudmu sayang?".
Arya membungkukkan badan berbicara mendekat ke Clarisa lagi.
__ADS_1
"Aku sudah mengaturkan jadwal operasimu untuk minggu ini,karena sekitar sebulan lagi aku ingin kamu membantuku memenangkan beberapa tender besar yang sudah menjadi incaranku selama ini",ucapnya dingin.
Clarisa langsung memucat dan marah mendengar itu,dia tidak bodoh.Dia tau bantuan apa yang dimaksud Arya karena dulu dia juga sering mekukannya tapi sekarang posisinya berbeda dia sedang hamil besar belum saatnya melahirkan ,tapi dengan tega Arya menyuruhnya melakukan hal gila itu,apa Arya sudah mencurigai sesuatu tentang anak dalam kandungannya itu bukan anaknya,batin Clarisa khawatir.
"Ka..kau gila Arya".
Clarisa tidak bisa menahan amarahnya mendengar semua itu.
Arya hanya mengangkat bahu tidak perduli dengan kemarahan Clarisa.
"Aku sudah bicara dengan Dokter terbaik dinegara ini dan dia bilang tidak masalah setelah melihat laporan hasil pemeriksaan kehamilanmu selama ini,jadi kau tidak bisa protes lagi".
"Aku tidak percaya dokter mengatakan itu,kau pasti sudah memanipulasi datanya sebelum menyuruh dokter itu setuju melakukan percepatan operasiku!".
"Meskipun aku melakukannya kau bisa apa,kau sudah terlalu lama menikmati kemewahan yang kuberikan bahkan kau dengan mudahnya membuang mobil mahal yang kuberikan hanya untuk membantu saudara perempuanmu yang menyebalkan itu".
"Ma..masalah itu Calista akan meminta Dom mengembalikannya dalam waktu dekat".
"Kau pikir aku bodoh,percaya dengan ucapan kalian berdua,Si Dom brengsek itu paling sekarang sudah membuang barang itu ketempat rongsokan,jadi jangan berpikir untuk bisa mendapatkannya lagi tapi aku tetap kecewa padamu. kurasa srlama ini aku terlalu memanjakanmu,bahkan melebihi Hanum yang kunikahi selama bertahun tahun hanya karena anak dalam kandunganmu".
"Ka..kau masih membawa bawa nama perempuan brengsek itu,apa kau masih punya perasaan padanya?".
Clarisa semakin emosi mendengar ucapan Arya.
Arya hanya mengangkat bahu tidak perduli dengan pertanyaan Clarisa.
"A..apa itu benar,kau dan Dom kalian berdua dasar pria brengsek!",maki Clarisa.
Mendengar makian Clarisa padanya Arya langsung mencengkram keras rahang Clatisa sampai dia meringis kesakitan.
"Paling tidak dia lebih baik darimu,aku mendapatkan keperawanannya saat malam pertama sedangkan kau!!,aku yakin kau bahkan sudah tidak ingat siapa pria brengsek yang pertama kali menidurimu dulu".
Clarisa mencoba menepis tangan Arya tapi cengkraman itu terlalu kuat sampai dia meneteskan airmata.
"Sa...sakit",rintihnya pada Arya.
Dengan ekspresi masih sangat marah Arya melepaskan cenkraman tangannya dirahang Clarisa,karena mengingat Clarisa saat ini sedang hamil anaknya.
"Turuti perintahku,jangan berani membantah kalau kau masih ingin menjadi nyonya Wiguna dan menikmati fasilitasnya",ancam Arya.
Mendengar itu Clarisa hanya diam tidak berani lagi melawan ucapan Arya.
"Nanti sore aku antar kau kerumah sakit untuk melakukan persiapan operasinya".
Clarisa kembali terkejut,"Nanti sore bukankah kau baru saja bilang minggu ini".
"Lebih cepat lebih baik jadi bulan depan saat pelelangan proyek dimulai kau sudah pulih dan sudah bisa ikut menemaniku kepertemuan pertemuan itu.
"Tapi...".
__ADS_1
Arya kembali menatap tajam Clarisa .
"Aku baik padamu karena aku masih memandang kau ibu dari anakku yang tidak bisa diberikan Hanum selama ini".