Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
68.Serigala Jahat.


__ADS_3

Dikamar Hotel Calista**


Calista terbangun dan langsung mencari keberadaan Dom didalam kamar hotel,tapi Dom sudah tidak ada disana,membuat Calista kecewa.


Ditatapnya ranjang yang sangat berantakan itu,Calista langsung tersenyum, apalagi diatas meja tampak sebuket besar mawar merah dengan kartu ucapan berisikan ucapan cinta dan terimakasih Dom padanya membuat Calista sangat bahagia.


Dengan senyum lebar Calista mengambil buket itu lalu menciumnya.


Setelah itu dia segera mengambil ponselnya dan memotret dirinya yang memegang mawar diatas tempat tidur yang masih berantakan akibat percintaan panasnya tadi malam.


Lalu memasukan foto itu kestatus dimedia sosialnya dengan caption"Tanks my Husband untuk malam Penuh gelora bersamaku".


Setelah itu dia menghubungi ponsel milik Dom.


"Hallo honey,kau dimana?",tanya Calista dengan nada manja.


"Aku sedang berada dikantor,apa kau sudah bangun?",tanya Dom yang saat itu masih berada diApartemen Hanum dan Hanum sedang membantu memasangkan dasi untuknya dengan wajah cemberut mendengar suara manja Calista yang berbicara pada Dom ditelpon.


"Iya aku baru saja bangun,terimakasih untuk kadonya tadi malam honey".


"Hemmm"gumam Dom yang saat itu sedang asyik menggoda Hanum yang cemberut mendengar Calista menghubunginya.


"Apa kau sedang sibuk Honey?",tanya Calista karena merasa Dom tidak bicara kalau dia tidak bertanya.


"Iya,aku akan menghubungimu lagi nanti ,oh iya aku sudah memesankan sarapan istimewa untukmu kuharap kau suka",ucap Dom sebelum mengakhiri panggilannya dengan Calista.


Setelah itu dia langsung mematikan ponselnya, kemudian menarik Hanum untuk duduk diatas pangkuannya.


"Dom lepas aku harus segera bersiap untuk pergi pemotretan sebentar lagi".


"Apa kau cemburu sayang?',tanya Dom.


Bukannya menjawab Hanum malah memaksa untuk turun dari atas pangkuan Dom.


"Jangan terus bergerak seperti itu karena kau akan membangunkan pyton milikku dengan gerakan pinggulmu yang indah itu".


Mendengar itu Hanum langsung diam diatas pangkuan Dom tidak berani lagi banyak bergerak.


"Bagus, jadilah istri yang penurut seperti ini".


"Aku ingin turun sekarang",ucap Hanum ketus.

__ADS_1


"Sebentar lagi,bukannya ini masih terlalu pagi untuk berangkat bekerja ".


"Tapi aku berjanji berangkat pagi dengan Wendy".


"Tapi aku masih belum ingin melepaskanmu hari ini sayang".


Dom!",hardik Hanum.


"Hemmm,"bukannya melepaskan Dom malah menyerusukkan kepalanya kebelahan dada Hanum yang hanya memakai tanktop sekarang,"Baumu harum aku suka sayang",ucap Dom dengan menyesap kulit diluar tanktop Hanum.


"Dom hentikan,aku tidak ingin melakukannya pagi ini".


Mendengar itu dengan berat hati Dom mengangkat kepalanya dari sana setelah berhasil meninggalkan beberapa tanda bintang kecil untuk Hanum.


"Baiklah,tapi nanti malam aku akan menagih janjimu padaku",ucap Dom.


"Janji apa?",tanya Hanum pada Dom.


"Linggery,kau lupa?",ucap Dom.


"Bukannya Calista sudah memberikan itu padamu tadi malam",ucap Hanum dengan memalingkan wajahnya dari Dom.


"Tapi aku tetap menantikan kau memakai linggery untukku sayang,jadi jangan mengecewakanku nanti malam oke",ucap Dom dengan mengecup puncak kepala Hanum sebelum berjalan keluar dari Apartemen Hanum.


**


Sementara itu dirumah Clarisa**.


Clarisa sedang sarapan bersama Arya saat dilihatnya status media sosial milik Calista membuatnya langsung tersenyum.


"Apa yang membuatmu tersenyum saat makan",tegur Arya yang beberapa hari ini moodnya sedang tidak bagus, karena sudah beberapa kali dia menghubungi Calista dan memintanya untuk bertemu tapi Calista selalu menolak dengan alasan sibuk.


Jadi melihat Clarisa tampak tersenyum senang pagi ini membuat moodnya langsung buruk.


"Ah, ini sayang aku baru saja melihat status Calista akhirnya dia berhasil mengajak Dom tidur dengannya ternyata tidak sia sia dia memeriksakan diri beberapa waktu yang lalu bersamaku kerumah sakit setelah Dom menelponnya".


Mendengar itu Arya langsung merebut ponsel milik Clarisa dan melihat status sosial media milik Calista yang menampakan foto dia memegang buket bunga besar dengan hanya memakai piyama tidur dan backround ranjang yang sangat berantakan, membuat Arya langsung mengetatkan rahangnya marah.


"Brengsek",makinya sambil bangkit dari meja makan meninggalkan Clarisa yang bingung melihat sikap suaminya itu.


Setelah berada didalam mobil,Arya langsung menghubungi nomor Calista tapi selalu ditolaknya membuat Arya semakin emosi.

__ADS_1


"Brengsek!!!,brengsek!!!,beraninya kamu menolakku!!!",makinya dengan sangat kesal.


Karena Calista tidak mau menerima panggilannya Arya menyuruh orang suruhannya untuk mencari keberadaan Calista saat itu juga.


Tidak menunggu lama orang yang disuruh Arya sudah menemukan hotel tempat Calista menginap tadi malam bersama Dom.


Setelah mendengar itu Arya langsung melajukan mobilnya menuju hotel tersebut.


Setelah berkendara hampir satu jam akhirnya Arya sampai diHotel tersebut.


Arya langsung naik menuju lantai tempat kamar Calista berada.


Diketuknya pintu kamar Calista pelan agar Calista tidak curiga dia yang datang.


Tidak perlu menunggu lama Calista langsung membuka pintu kamarnya karena dipikirnya itu pelayan Hotel yang datang mengantarkan sarapan miliknya seperti ucapan Don ditelpon.


Tapi dia sangat terkejut karena yang muncul ternyata malah Arya,orang yang paling tidak ingin ditemuinya.


"Kau..!"ucap Calista terkejut dan bermaksud segera menutup pintu kamarnya tapi dengan cekatan Arya menahan pintu itu dengan kakinya lalu mendorongnya keras agar terbuka dan dia bisa langsung masuk kedalam.


"Brengsek!,apa yang kau inginkan keluar dari kamarku sekarang !! "bentak Calista dengan berusaha mendorong tubuh Arya keluar dari dalam kamarnya.


Bukannya keluar Arya malah masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintu dibelakangnya, lalu segera memutar kunci pintu itu,membuat Calista terkejut dan bermaksud menghubungi pegawai Hotel, tapi belum sempat dia melakukannya Arya sudah mencengkram tangannya dengan kuat dan langsung membanting tubuhnya keatas ranjang lalu mengunci tubuh Calista dibawah tubuhnya.


"Lepas!!!,dasar baji*an!!!'maki Calista marah sambil menatap Arya tajam.


Mendengar makian Calista bukanya marah Arya malah tersenyum dengan ekspresi sangat mengerikan membuat Calista langsung merengsek takut.


"Ka..kau apa yang inginkan kau lakukan",hardik Calista karena melihat ekspresi Arya.


Arya menatap tubuh Calista yang hanya berbalut piyama sutra yang sekarang berada dibawahnya dengan tatapan marah.


"Beraninya kau berhubungan dengannya dasar perempuan murahan!!",maki Arya dengan marah karena melihat banyak sekali tanda merah disekitar leher dan dada Calista yang terbuka dibawahnya.


"Apa hakmu memakiku,aku bercinta dengan suamiku sendiri!",jawab Calista dengan mencoba mendorong tubuh Arya yang menguncinya.


"Kau tidak boleh melakukannya sebelum aku bosan dengan mu!!",bentak Arya semakin marah karena Calista mencoba mendorongnya keras.


"Kau gila,Arya!!,kau hanya selingan sementara Dom sedang tidak menyentuhku!",maki Calista.


"Beraninya kau mengatakan itu,kau pikir kau siapa HAH!!!".

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Arya langsung merobek piyama yang dipakai Calista dan langsung menyetubuhinya berkali kali dengan kasar membuat Calista hanya bisa menangis setelah Arya selesai melakukannya.


"Baji*an kau Arya!!!",maki Calista.


__ADS_2