
Hanum sangat terkejut karena tiba tiba Arya mendorongnya dengan terburu buru untuk keluar dari dalam kamar yang ditempatinya, sekarang.
"Tunggu Arya bisakah kita pelan sedikit",pinta Hanum yang merasa kesulitan mengikuti langkah Arya yang menarik narik kuat tubuhnya menuju sebuah sekoci penyelamat.
"Cepatlah!! ",bentak Arya marah dengan mendorong tubuh Hanum untuk segera masuk kedalam sekoci itu dan hampir membuat Hanum jatuh terjerembab.
Hanum ingin protes dengan apa yang dilakukan Arya itu tapi protesnya tertelan saat mendengar suara tembakan dari dek bawah kapal membuat wajah Hanum langsung memucat dan Arya menjadi semakin marah karenanya.
"Keparat!!!! ",maki Arya marah dengan kembali mendorong tubuh Hanum untuk segera masuk kedalam sekoci itu.
"A.. ada apa?",tanya Hanum dengan gugup dan takut karena suara tembakan dibagian bawah itu semakin gencar seolah dia sekarang sedang berada dimedan perang.
"Diamlah atau kupatahkan lehermu sekarang juga",ancam Arya marah karena rencana awalnya menculik Hanum dan kemudian membawanya kerumah yang sudah disiapkannya untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan Hanum ternyata berhasil diketahui Dom.
Dan sekarang Anak buahnya sedang menahan Dom untuk bisa menemukan mereka.
Melihat bagaimana Arya tampak gugup dan ketakutan Hanum tau pasti yang berada dilantai bawah itu Dom yang sudah datang untuk menyelamatkanya.
"Siapa mereka? ",tanya Hanum dengan nada suara lebih tenang meski suara desingan peluru semakin gencar terdengar dilantai bawah kapal itu.
"Jangan pura pura tidak tau siapa itu !!!,kau senang bukan karena pria brengsek itu datang untuk menyelamatkanmu!!!",bentak Arya dengan mencengkram rahang Hanum kuat membuat Hanum meringis menahan sakit akibat cengkraman itu.
Hanum berusaha menepis tangan Arya dari rahangnya tapi gagal Arya malah semakin keras menekankan tangannya membuat Hanum merasakan tulang rahangnya bergeser karena cengkraman itu.
"Le.. lepas.. breng... sek... Dom pasti akan.. menghukummu se.. bentar lagi",ucapnya dengan terbata bata karena menahan sakit dibagian mulutnya.
Arya menyeringai mendengar apa yang dikatakan Hanum barusan.
"Itu kalau dia berhasil menangkapku tapi kurasa sebelum dia berhasil sampai disini dia sudah mati lebih dulu oleh hujanan peluru dari semua anak buahku",jawab Arya dengan ekspresi kemenangan diwajahnya.
"Ti.. tidak... mungkin... Dom.. ti.. dak.. mungkin kalah.. ".
__ADS_1
Arya kembali menyeringai mendengar apa yang diucapkan Hanum itu.
"Sepertinya kau sangat yakin dengan kehebatan sibrengsek itu Hanum,tapi sebaiknya kau harus menerima kenyataan bahwa Sibrengsek itu malam ini akan tamat".
Disela rasa sakitnya Hanum masih berusaha menggeleng menolak semua ucapan Arya itu.
"Kau mau tau alasannya kenapa malam ini dia akan tamat? itu karena dia bodoh, dia pikir dia sangat hebat jadi dia datang kemari hanya seorang diri dan kau tau berapa jumlah anak buahku di kapal ini,20 orang.Sehebat apapun dia kalau hanya sendirian menghadapi 20 orang pilihan juga pasti akan tamat oleh salah satu peluru yang ditembakan anak buahku".
Hanum langsung terkejut dan pucat mendengar ucapan Arya itu.
Dan karena tidak sanggup lagi bicara Hanum hanya bisa menggeleng dengan airmata yang sudah mulai mengalir deras dipipinya membayangkan Dom terkena tembakan beruntun ditubuhnya.
"Ja... ngan.. ku.. mohon... Arya.. to.. long.. suruh...mereka berhenti...jangan bunuh...Dom... bagaimana... nanti.. dengan...anak.. anak.. kami... ",ucap Hanum dengan airmata yang semakin deras mengalir dipipinya membayang kedua bayi kecilnya itu tidak akan pernah melihat wajah Daddy mereka selamanya.
Arya menyeringai senang melihat bagaimana ekspresi Hanum sekarang.
Dia benar benar merasa puas karena akhirnya sebentar lagi Dom akan mati dan Hanum pasti akan mau kembali bersamanya meski dengan terpaksa.
Hanum yang sudah sangat ketakutan membayangkan tubuh Dom diterjang banyak peluru segera menuruti apa yang diperintahkan Arya dengan patuh.
Hanum segera berlutut didepan Arya dengan airmata yang semakin deras mengalir dipipinya.
"Kumohon tolong ampuni dia Arya,aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan asal kau mengampuni nyawa suamiku sekarang",mohon Hanum dengan posisi seolah menyembah kepada Arya membuat Arya menyeriangai puas melihat itu.
"Apa yang kau janjikan padaku sebagai ucapan terimakasihmu karena aku mengampuni nyawa sibrengsek itu sekarang''.
"Apapun yang kau mau pasti akan aku lakukan Arya",jawab Hanum lirih.
"Baiklah cium kakiku untuk saat ini dan berjanjilah kau akan menjadi budakku selamanya",ucap Arya merasa sangat puas saat itu.
Hanum bermaksud bangun dari tempatnya dilantai sekoci untuk menghampiri Arya yang masih berdiri dilantai kapal dengan pongah dan tidak mendengarkan lagi bagaimana kondisi dibagian dek bawah yang suara tembakannya mulai berhenti.
__ADS_1
"Merangkak!! ",perintah Arya pada Hanum yang membuat Hanum dengan terpaksa menuruti keinginan Arya untuk merangkak menghampiri Arya dan berlutut mencium kaki pria itu.
"A.. aku akan menjadi budakmu selamanya Arya",ucap Hanum lirih yang masih didengar oleh Arya.
Mendengar itu Arya membungkuk dan langsung menarik keras rambut Hanum sampai kepala Hanum tertarik kebelakang.
"Tuan... panggil aku tuan mulai sekarang dan seterusnya",ucap Arya dengan ekspresi penuh kemenangan yang dijawab Hanum dengan anggukan.
"Ba.. baik tuan Arya",jawabnya lirih.
"Bagus jangan sampai lupa panggil aku seperti itu selamanya kalau kau ingin melihat kedua bayimu tetap memiliki seorang ayah".
Hanum mengangguk lemah mendengar semua ucapan Arya itu.
"Dasar perempuan bo*oh,aku menyuruhmu menjadi istriku malah memilih memohon untuk pria yang sudah pasti akan mati malam ini" ucap Arya dengan mendorong tubuh Hanum sampai terjerembab dibawah kakinya.
Hanum yang sudah sangat lemah dan lelah karena kondisnya yang belum sembuh mulai setengah tidak sadar mendengar apa yang diucapkan Arya padanya itu.
"Bangun brengsek!! ",bentak Arya dengan menyepakkan kakinya ketubuh Hanum yang mulai limbung.
"Bangun!!! ",teriak Arya lagi dan bermaksud menendang keras tubuh Hanum yang sudah berada dikondisi setengah sadar saat itu tapi sebelum kakinya berhasil mendarat ditubuh Hanum tiba tiba sebuah peluru berdesing langsung mengenai mata kakinya membuat Arya seketika berteriak keras menahan rasa panas dan sakit yang dirasakannya itu.
"Keparat siapa yang....!!!! ".
Dengan menahan sakit dimata kakinya Arya memutar tubuhnya menghadap kebelakang untuk melihat siapa yang telah menembaknya tadi.
Arya langsung pucat pasi saat tau siapa yang berdiri dibelakangnya itu dengan tatapan sekejam iblis.
"Ka... kau.. bagaimana bisa... ",ucapnya gugup dan takut setengah mati melihat sosok Dom yang penuh darah berjalan menghampirinya.
Autor tarik nafas dulu setelah ini,jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian agar autor semakin semangat menulisnya ππ.
__ADS_1