
Lucas sangat terkejut melihat ruangan kantor Dom yang seperti baru kejatuhan bom atom dan Arya yang terduduk dilantai dengan kondisi mulut berdarah saat batu masuk kedalam ruang kantor Dom karena mendengar suara berdebum keras dari dalam ruangan itu tadi.
"Dom apa yang terjadi?",tanya Lucas menatap kearah Dom yang sedang berdiri sambil memeluk Hanum yang terlihat menangis dalam pelukannya.
"Lemparkan keparat ini keluar dari kantorku sekarang juga!!,"perintah Dom marah.
Mendengar itu Lucas tidak lagi bertanya dan menarik tangan Arya untuk membawanya keluar dari dalam kantor Dom tapi Arya langsung menepis tangan Lucas.
"Jangan menyentuhku aku bisa pergi sendiri",ucap Arya lalu bangkit dari lantai dan berjalan pergi meninggalkan kantor Dom dengan marah.
"Buang semua benda yang pernah disentuh keparat itu dari hadapanku!",perintah Dom pada Lucas.
Mendengar itu Lucas langsung menatap kearah Hanum.
Melihat Lucas menatap kearah Hanum Dom kembali bersuara dengan nada dingin.
"Jangan pernah mengatakan apa yang ada dipikiranmu kalau kau masih ingin bertahan disini sampai besok pagi".
Mendengar itu Lucas langsung menggeleng.
"Aku tidak berani dan sebaiknya aku segera membereskan semua kekacauan ini,sebelum aku pulang".
Dom diam saja mendengar itu,lalu mengajak Hanum masuk kedalam ruangan pribadinya.
"Apakah masih sakit?",tanya Dom sambil menyentuh rahang Hanum yang tadi dicengkramnya.
Hanum menggeleng,"Tidak papa,aku baik baik saja",jawab Hanum.
"Maaf sayang karena menyakitimu",ucap Dom sambil membelai pipi Hanum.
"Aku tidak papa Dom,aku mengerti kenapa kau sampai semarah itu,terimakasih karena membelaku tadi".
"Apa kamu pikir aku akan diam saja saat ada seseorang berani menghina istriku",ucap Dom.
Hanum langsung mengerjapkan mata mendengar Dom menyebutnya istrinya.
"Kenapa?",tanya Dom.
Hanum menggeleng,"Aku suka mendengarnya apa itu salah?",ucap Hanum.
__ADS_1
"Tidak sayang bukankah kau memang istriku,jangan bilang kau lupa bahwa kita sudah menikah".
Hanum menggeleng,"Meskipun hanya kau dan aku yang tau bahwa kita sudah suami istri aku tetap merasa sangat senang,bolehkan?",ucap Hanum.
"Tentu saja,apa kau tidak ingin orang orang tau tentang hubungan kita?",tanya Dom tiba tiba.
Hanum tidak menjawab pertanyaan Dom itu,karena dia tidak ingin bermimpi terlalu banyak dengan hubungan mereka kali ini tapi lebih memilih menikmati apa yang mereka rasakan sekarang.
"Aku merindukanmu dan menghawatirkan kenari kecilku ini" ucap Dom dengan menarik Hanum kedalam pelukannya.
"Aku juga merindukanmu aku sangat sedih karena kau tidak ada saat Ar...".
Dom langsung menempelkan jarinya dibibir Hanum.
"Jangan pernah sekalipun menyebut nama sikeparat itu didepanku,paham".
Hanum mengangguk mendengar itu.
"Jadi apa kita hanya akan melepaskan kerinduan kita dengan saling bicara seperti ini tanpa melakukan apa apa sayang",ucap Dom dan mulai menarik lepas baju yang dipakai Hanum dari tubuhnya tanpa sempat Hanum protes.
"Mari kita menikmati hari ini sayang",ucap Dom.
Hari itu Dom benar benar memuaskan hasratnya dia sama sekali tidak memberi jeda untuk Hanum beristirahat seolah olah Dom tidak punya rasa lelah sama sekali, berjam jam Hanum dibuatnya mengerang dan merintih setiap kali Dom membawanya kepuncak permainan,lalu Dom kembali mengulang pendakiannya tanpa jeda sampai Hanum harus menyerah kalah dan memohon pada Dom untuk berhenti karena dia sudah kehabisan tenaga mengerang untuk kesekian kalinya.
"Dom berhenti,jangan lakukan lagi kau ingin membuatku masuk rumah sakit setelah ini",ucap Hanum dengan nafas tersengal sengal dibawah tubuh Dom.
Melihat Hanum yang tampaknya benar benar kelelahan akhirnya Dom menghentikan permainannya dan mengeluarkan miliknya dari dalam tubuh Hanum.
"Apa aku terlalu keras memaksamu?",tanya Dom sambil berguling kesamping Hanum lalu menarik Hanum kedalam pelukannya.
Hanum menggeleng,"Kurasa kau bukan manusia",gumam Hanum.
mendengar itu Dom langsung menatap kearah Hanum.
"Maksudmu?".
"Kau terlalu luar biasa dalam segala hal".
"Benarkah sebutkan salah satunya?",tanya Dom.
__ADS_1
"Seperti yang ini,aku tidak pernah menyangka bahwa ada seseorang yang sanggup bermain berkali kali tanpa merasa lelah sama sekali".
Mendengar itu Dom langsung tersenyum smrik.
"Apa itu artinya kau mengakui kemampuan permainan ranjangku sayang?".
"Ya,aku yakin tak ada orang yang lebih baik darimu dalam soal itu'',gumam Hanum dengan mengantuk.
"Jadi jangan berpikir untuk menghianatiku atau meninggalkanku",bisik Dom ditelinga Hanum karena melihat Hanum sudah mulai terlelap kelelahan,tapi masih berusaha menjawabnya dengan gumaman tidak jelas.
Dom mengecup Hanum lembut sebelum menyelimuti tubuh mereka.
Dom sebenarnya sangat lelah karena sudah berhari hari tidak bisa tidur memikirkan ingin segera pulang menemui Hanum,tapi saat melihat Hanum meskipun lelah dia tidak bisa menahan hasratnya untuk bercinta dengan Hanum dan setelah mulai dia selalu tidak sanggup berhenti karena tubuh Hanum benar benar membuatnya sangat candu bahkan dalam mimpinya sekarang saja dia masih merasa bergairah karena sentuhan mereka saat berpelukan,karena itu dia sangat marah mendengar apa yang dikatakan Arya tadi dan benar benar ingin membunuh keparat itu kalau Hanum tidak menghentikannya tepat waktu tadi.
***
Sementara itu Arya yang baru pulang dari kantor Dom merasa sangat marah.
Ditendangnya pintu depan rumahnya dengan keras membuat Clarisa yang berada didalam rumah langsung terkejut mendengar bunyi keras dari depan.
"Sayang ada apa,apa yang terjadi padamu?',ucap Clarisa khawatir karena Arya pulang dengan wajah babak belur dipukul Dom.
"Diamlah!!,ini semua gara gara kalian wanita tidak tau diri!!",bentak Arya.
"A..aku apa yang sudah aku lakukan,sampai ada orang yang berani menghajarmu seperti itu".
"Kau tau siapa yang melakukan ini padaku?!",bentak Arya.
Clarisa menggeleng.
"Dom,Dominic alexander sialan itu dia menghajarku karena ulah kalian yang telah memasukkan obat perangsang kedalam minumannya,sehingga membuatnya harus melampiaskan hasratnya pada perempuan murahan untuk menghilangkan efeknya karena itu dia sangat marah padaku dan itu adalah ulah kalian berdua!",bentak Arya.
Clarisa langsung pucat mendengar itu.
"I..itu rencana Calista sayang aku hanya ingin membantunya dan tidak tau kalau sampai seperti ini akibatnya padamu,maaf sayang aku akan bicara pada Calista besok,supaya Dom minta maaf padamu".
"Lakukanlah,jangan membuatku kecewa",ucap Arya dengan melangkah keluar dari dalam rumah menuju mobilnya.
"Sayang kau mau kemana bukankah kau sedang terluka,kenapa malah pergi lagi".
__ADS_1
"Aku ingin berkumpul dengan teman temanku untuk membicarakan bisnis dan juga menenangkan diri karena kejadian ini",jawab Arya lalu berjalan pergi meninggalkan Clarisa yang terdiam ditempatnya.