Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
88.Surat Cerai


__ADS_3

Dirumah Calista**


Calista terbangun saat mendengar suara ponselnya berbunyi dengan kesal diambilnya ponselnya dari atas nakas tempat tidur,dia semakin mengumpat saat melihat siapa yang menelponnya sepagi ini.


"Brengsek! ",makinya dengan mengangkat panggilan itu.


"Ada apa kau menelponku sepagi ini Lucas!!",bentaknya kesal.


"Tentu saja untuk mengatakan sesuatu yang penting padamu",jawab Lucas dari seberang telpon.


"Katakan ada apa, awas kalau itu bukan sesuatu yang penting akan kusuruh Dom memecatmu!".


Mendengar ucapan Calista Lucas hanya tertawa diseberang sana.


"Kurasa menyingkirkanku lebih sulit dari pada menyingkirkanmu dari sisi Dom".


"Brengsek!!, beraninya kau menyumpahi hidupku!!".


"Aku tidak menyumpahi dirimu, tapi aku berbicara kenyataan".


"Sialan seharusnya sudah dari dulu aku menyuruh Dom memecatmu agar mulut burukmu itu tidak bisa bersuara!!".


Lucas kembali tertawa mendengar kemarahan Calista.


"Berhenti menyumpahiku, aku menelponmu pagi pagi sekali hanya ingin bilang Dom menyuruhmu datang kekantornya pagi ini".


Mendengar itu amarah Calista langsung hilang berganti dengan ucapan manis pada Lucas.


"Kamu serius Lucas? ",tanyanya dengan wajah berseri seri karena berpikir akhirnya Dom bersedia menemuinya dan dia tidak akan membuang kesempatan ini untuk memperbaiki hubungan mereka.


"Tentu saja aku serius,kamu pikir aku punya waktu untuk bercanda denganmu",jawab Lucas.


"Sialan",umpat Calista lagi pada Lucas.


"Datanglah pagi ini kekantor Dom,itu pesan Dom padaku untuk disampaikan padamu,Calista".


Calista berpikir sebentar sebelum menjawab Lucas, "Baiklah aku akan datang kesana pagi ini, saat aku disana nanti kamu dan pegawai yang lain jangan sekali kali masuk kedalam ruangan Dom atau aku akan memecat orang yang berani melanggar perintahku".


"Baiklah, aku akan menuruti apa yang kau perintahkan hari ini Calista".


"Awas kau!! ",hardik Calista.


"Jangan khawatir, baiklah aku harus segera berangkat kekantor sekarang".

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Lucas memutuskan sambungan telpon mereka.


Setelah Lucas tidak menelpon lagi Calista langsung meloncat loncat gembira didalam kamar seperti orang yang baru dapat jakpot.


'Akhirnya waktuku untuk bersinar lagi sudah datang,jadi mulai sekarang aku tidak perlu lagi menemui sibrengsek Arya atau para gigolo itu untuk mencari kesenangan.Aku hanya perlu memperbaiki hubunganku dengan Dom agar Hanum perempuan brengsek itu gigit jari', batinnya dengan senyum kemenangan.


Calista segera bersiap,dia berdandan secara totalitas untuk pergi menemui Dom dikantornya pagi itu.


Sebelum pergi berkali kali dia menatap penampilannya dicermin,"perfect",gumamnya lalu keluar dari dalam rumah menuju mobilnya.


Saat dia akan menjalankan mobilnya tiba tiba Arya menghubunginya membuat Calista semakin sebal segera ditolaknya panggilan telpon dari pria menyebalkan itu.


Tapi kembali Arya menelponnya membuat Calista semakin sebal, "Dasar brengsek untuk apa dia menelponku sekarang! ",maki Calista dalam hati.


Karena tidak ingin diganggu oleh Arya lagi Calista segera mematikan ponselnya.


Setelah berkendara selama setengah jam akhirnya Calista sampai dikantor besar Dom.


Dengan wajah sombong Calista masuk kedalam lobi kantor itu dan dia langsung meradang saat melihat suasana lobi masih seperti terakhir kali dia datang dia bermaksud marah marah dengan para pegawai yanga ada disana saat dilihatnya Lucas keluar dari lift.


"Lucas!!,"teriak Calista yang membuat Lucas dan beberapa karyawan dikantor Dom terkejut.


"Ada apa Calista? ",tanya Lucas tidak mengerti.


Lucas menatap itu dengan santai.


"Dom yang memintaku mengganti dekorasi lobi agar terkesan lucu dan tidak kaku".


"Apa!!!, Dom!!, tidak mungkin kau pasti.... ".


"Kau tanyakan saja padanya saat kau bertemu dengannya diatas nanti",jawab Lucas cepat lalu pergi meninggalkan Calista yang berekspresi bingung disana.


**


Calista masuk kedalam lift direktur menuju lantai kantor Dom,setelah sampai dilantai ruangan Dom yang terletak dilantai tertinggi gedung itu Calista berjalan menuju kantor Dom dan langsung mengetuknya,tak berapa lama terdengar sahutan dari dalam.


"Masuk! "


Mendengar perintah itu Calista segera masuk kedalam kantor Dom.


Dilihatnya Dom sudah menunggunya dimeja kerjanya.


Dengan langkah anggun Calista menghampiri Dom dan bermaksud mendekat kekursi Dom, tapi Dom langsung mencegahnya dengan menyuruhnya duduk disofa.

__ADS_1


Calista mengernyitkan dahi bingung tapi tetap menuruti perintah Dom yang menyuruhnya duduk disofa.


Dom bangkit dari kursinya dan menghampiri Calista dengan duduk disofa seberang Calista.


Calista menatap Dom yang terlihat sangat serius saat itu dengan membawa sebuah amplop ditangannya.


"Bukalah",perintahnya pada Calista dengan menyerahkan amplop itu.


"Amplop apa ini Dom? ",tanya Calista penasaran.


"Buka saja!",perintah Dom lagi.


Dengan perasaan tidak menentu Calista membuka amplop coklat yang diserahkan Dom padanya itu.


Calista mengeluarkan kertas kertas yang berada dalam amplop itu dan terkejut saat membacanya.


"D... dom... a.. apa.. i.. ini..ma.. maksudnya..?",tanya Calista dengan wajah pucat pasi saat membaca bahwa berkas yang diserahkan Dom adalah berkas perceraian mereka.


"Itu surat cerai kita, sekarang tanda tangani surat itu",perintah Dom dengan suara dingin.


Calista semakin pucat mendengar itu,keringat dingin mengalir deras dibalik punggungnya karena tidak menyangka akan mendapat kejutan besar seperti ini sekarang.


Semuanya benar benar diluar bayangannya, tanpa terasa airmatanya mengalir deras dipipinya.


Tanpa pikir panjang lagi Calista segera menghampiri Dom dan bersujud dikakinya membuat Dom sedikit terkejut tapi tidak merubah ekspresi dinginnya, bahkan dia sekarang semakin merasa muak pada perempuan didepannya ini.


Calista mencoba meraih tangan Dom tapi Dom segera menepis tangan itu,tapi Calista tidak hilang akal disentuhnya lutut Dom dan dia bersimpuh sambil menagis dibawah kaki Dom.


"D.. dom.. ku.. mohon... jangan.. ceraikan aku, aku sangat mencintaimu Dom...,aku berjanji akan menjadi istri yang patuh... asal kau tidak menceraikan aku.. ",ucap Calista disela sela isak tangis kerasnya.


Bukannya perduli Dom malah menarik lepas tangan Calista dari lututnya dan segera berdiri dari duduknya.


"Tanda tangani saja surat cerai itu sekarang maka kau bisa mendapatkan rumah, mobil serta deposit yang akan masuk kerekeningmu setelah kau menandatangani berkas itu",jawab Dom dingin.


Bukannya menuruti apa yang diperintahkan Dom Calista malah ikut berdiri dan dengan berani menatap wajah Dom.


"Ini semua pasti rencana perempuan busuk itu yang sudah merayumu untuk menceraikan aku bukan!! ",teriak Calista marah.


"Siapa yang baru saja kau maki Calista?!",tanya Dom dengan ekspresi sangat dingin menatap Calista.


Tapi Calista yang sudah sangat emosi tidak bisa melihat peringatan Dom,dengan berani dia menyebut nama Hanum.


"Siapa lagi kalau bukan Hanum si janda tidak tau diri yang sudah menggodamu sampai seperti ini Dom!".

__ADS_1


"Kurasa kau tidak memahami kata jangan membuatku marah bukan?!",ucap Dom dengan menyusuri rahang Calista dan berhenti dilehernya sambil menatap Calista tajam membuat Calista langsung merinding ngeri.


__ADS_2