Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
151.Penjelasan Clarisa.


__ADS_3

Dom duduk dihadapan Clarisa dengan tatapan sedingin es,membuat Clarisa merasakan gugup dan takut sampai ketulang tulangnya menunggu Dom mengintrogasinya.


"Jadi katakan kenapa kau menyamar sebagai perawat tadi pagi?",tanyanya dengan dingin.


"I... itu.. sa... saya... a.. aku...h..ha...nya... ".


"Katakan Cepat!!! ",bentak Dom dengan menendang meja didepan Clarisa membuat Clarisa terkejut sampai hampir menangis karena terlalu takut.


"Berhenti berwajah seperti itu!!!",bentak Dom bermaksud mencengkram Clarisa tapi langsung ditahan oleh Lucas.


"Dom hentikan!!,dia tidak akan bicara kalau kau mengancam dan membentaknya seperti itu!!",teriak Lucas kearah Dom yang membuat Dom mengalihkan tatapannya kearah Lucas dengan marah.


"Kau pikir aku perduli soal itu HAH!!, dia sudah bersekongkol dengan saudaranya dan mantan suaminya untuk menculik purtriku padahal aku sudah berusaha bersikap baik padanya selama ini dengan menyelamatkan anaknya tapi apa yang kudapat!!!,aku seperti memelihara hewan tapi setelah kurawat dengan baik dia malah menggigit diriku dan kau menyuruhku untuk bersabar,sementara nasib putriku sekarang tidak jelas!!! ".


"Tapi Dom... ".


"Bayi perempuanmu baik baik saja Dom!",ucap Clarisa yang membuat Lucas dan semua orang terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan Clarisa itu.


Mendengar itu Dom langsung menatap kearah Clarisa tajam.


"Apa maksud ucapanmu itu... apa kau sedang bermaksud mengalihkan perhatianku dengan mengatakan hal itu HAH!!!,"bentak Dom marah.


"A.. aku tidak berbohong bayi perempuanmu baik baik saja aku sudah mengembalikannya tadi pagi",terang Clarisa yang membuat semua orang yang ada diruangan itu terdiam dan saling pandang terutama Dom dia tentu saja tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Clarisa barusan, setelah semua yang terjadi selama ini antara mereka.


Melihat semua orang yang berada diruangan itu memandangnya dengan tatapan tidak percaya terutama Dom membuat Clarisa kembali gugup setelah mengatakan hal itu tadi.


"A... aku tidak bohong Dom ba.. bayimu sekarang sedang bersama Hanum...i.. itu putrimu sendiri'', ucap Clarisa antara gugup dan takut tentu saja karena tatapan Dom seperti hewan buas yang siap menerkam mangsanya.


"Aku perlu membuktikan semua ucapan mu itu benar atau tidak jadi sebelum itu kau harus tetap berada disini".


"HAH!... ta.. tapi aku tidak berbohong kali ini".

__ADS_1


"Kau pikir aku perduli,yang kuperlukan sekarang adalah bukti bukan hanya ucapan semata".


"Ta.. tapi bagaimana aku bisa membuktikan semua itu benar? ".


"Dokter Moris cepat kau lakukan test DNA pada bayi perempuan itu dan aku mau hasilnya satu jam dari sekarang juga!",perintah Dom membuat semua orang terkejut mendengarnya.


"Dom jangan gila test DNA tidak bisa secepat itu",ucap Lucas yang melihat Dom sudah seperti orang gila sekarang.


"Kau pikir aku perduli, aku hanya ingin hasilnya sekarang setelah semua keteledoran yang sudah kalian lakukan selama ini",Jawab Dom dingin.


"Saya akan melakukannya dengan metode tercepat meski itu tidak 100 persen akurat tapi bisa membuktikan kalau bayi itu putri anda atau bukan".


"Kalau begitu cepat lakukan!",perintah Dom dengan menghempaskan tubuhnya kekursi tanpa mengalihkan tatapannya dari Clarisa yang hanya bisa tertunduk takut.


***


Seperti perintah Dom satu jam kemudian Dokter Moris masuk lagi keruangan itu dengan membawa hasil laporan yang diminta Dom tadi.


Dom membaca hasil itu yang menunjukan bahwa darahnya dan darah bayi perempuan itu sama,sebenarnya dia belum terlalu yakin dengan hasil itu tapi kalau untuk melakukan test DNA juga memerlukan waktu dan dia sedang dikejar waktu sekarang untuk menyelamatkan putrinya atau yang benar untuk menghentikan kegilaan Arya yang sudah berada diluar batas.


"Itu memang tidak bisa membuktikan seratus persen tapi bisa cukup meyakinkan kalau memang bayi perempuan itu ternyata adalah putri anda tuan Dominic".


"Lakukan test DNA lagi untuknya",perintah Dom yang membuat Dokter Moris dan yang lain terkejut apalagi Clarisa dia berpikir setelah Dom mendapatkan hasil test darah itu dia akan percaya dengan ucapannya.


"Kenapa?,apa permintaanku aneh? ",tanya Dom karena melihat mereka terdiam dengan saling pandang tanpa berani protes padanya.


"Aku perlu bukti seratus persen agar tidak ada orang yang berani mengambil lagi bayi perempuan itu kalau memang dia anakku".


"Tapi itu butuh waktu tuan Dominic",jawab Dokter Moris.


"Aku tidak perduli yang pasti aku harus yakin seratus persen bahwa dia memang putriku dan Hanum".

__ADS_1


"Kalau begitu saya akan melakukan test DNA lagi untuk bayi perempuan itu seperti perintah anda".


"Hemm",jawab Dom.


"Jadi apa kau sekarang sudah merasa sedikit lega Dom setelah melihat hasil test darah itu meski belum seratus persen akurat bahwa putrimu baik baik saja dan Alex atau Arya tidak berhasil membawa pergi putrimu dan kurasa kau harus berterimakasih pada Clarisa karena sudah berhasil menyelamatkan Putrimu Dom".


"Cari lokasi Arya secepatnya",perintah Dom yang membuat Lucas terkejut mendengar perintah tiba tiba itu lagi.


Lucas pikir setelah Dom tau bahwa anaknya selamat dia akan menunda dulu perburuannya pada Arya.


"Untuk apa Dom? ",tanya Lucas kesal.


"Lakukan saja sekarang,temukan dia dalam 1kali 24 jam'',perintah Dom membuat Lucas kembali terkejut.


"D.. Dom jangan gila dengan menyuruhku menemukannya dalam waktu sesingkat itu",gerutu Lucas.


"23 jam tersisa kalau kau terus protes tanpa bekerja untuk melacak keberadaannya",jawab Dom dingin membuat Lucas terpaksa kembali bekerja untuk melacak dimana Arya bersembunyi.


"Jadi...apa yang sudah kau lakukan sampai Arya gagal membawa putriku? ",tanya Dom dengan menatap kearah Clarisa yang dari tadi diam dengan wajah tertunduk.


Clarisa menggeleng,"tidak ada aku hanya mengambil putrimu dan menyembunyikannya sementara saat mendengar Arya akan menculik putrimu".


"Benarkah lalu kenapa dia tidak mengambil putraku,padahal dia punya kesempatan itu setelah tau putriku tidak ada dibox bayinya?",tanya Dom dengan tatapan menyelidik kearah Clarisa.


"Kurasa dia tidak punya waktu untuk mengambil putramu karena khawatir akan ada yang melihat apa yang dilakukannya saat itu".


"Kau pikir aku percaya begitu saja dengan apa yang kau katakan itu.... ".


Clarisa menggeleng, "Aku tidak tau Dom aku hanya...".


"Arya tidak pernah masuk keruang bayiku dan Calista juga tidak mungkin melakukan itu karena dia gila,jadi kejadian sebenarnya adalah kau sendiri yang menawarkan diri untuk membantu Arya menculik bayiku lalu setelah itu kau mengembalikan lagi bayi itu saat tau aku akan mencari bayi pengganti bukan?",tanya Dom dengan pandangan tajam menusuk kearah Clarisa yang sangat gugup dan takut dengan tatapan menghujam Dom itu.

__ADS_1


Tambah penasaran nggak?Kalau iya banyak banyak beri dukungannya ya supaya autor mood untuk Up lagi nanti 😁😁.Modus banget ya.


__ADS_2