Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
146.Flas Back.


__ADS_3

Tahan Nafas saat membacanya 😁😁.


DiApartemen rahasia Arya setelah dia membawa Calista pergi dari tempat Edward***


"Tok... tok...! ".


"Masuk! ",perintah Arya yang sedang duduk diruang tengah Apartemennya.


"Bos ada khabar terbaru tentang Dom dan Edward",ucap pengawalnya yang membuat Arya mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Dom dan Edward?,apa maksudmu katakan cepat! ",perintah Arya.


"Dom sudah menemukan tempat persembunyian Edward".


"Lalu kenapa? ",tanya Arya tidak perduli sambil tetap mentap kelayar ponselnya dimana saat itu terdapat notifikasi dana masuk dengan jumlah yang sangat besar dari Edward dengan pesan sebagai uang muka untuk membawa Hanum kepadanya nanti.


Melihat itu Arya tersenyum senang sambil mendengarkan apa yang dikatakan pengawalnya.


"Dan.... beberapa menit yang lalu saya mendapat khabar bahwa Dom sudah mengeksekusi mati tuan Edward".


Seketika Arya langsung meloncat mendengar itu.


"A... apa ke.. kenapa bisa bukankah pengawal Edward banyak dan juga tempat Edward sangat terpencil bagaimana Dom bisa begitu cepat menemukan tempat itu,lalu apa benar dia membunuh Edward!",teriak Arya panik dan gugup.


"Benar tuan Arya lihatlah ini kiriman vidio dari orang tidak dikenal pada kita''.


Arya mengambil ponsel pengawalnya itu. Dividio itu tampak Edward yang sedang ditodong pistol didalam mulutnya oleh Dom dengan kondisi sudah sangat parah membuat Arya langsung bergidik ngeri apalagi saat dilihatnya Dom meletuskan pistol yang berada dimulut Edward hingga membuat darah dan otak bagian belakang Edward ikut berhamburan keluar membuat Arya sempat memejamkan mata melihat adegan yang seperti difilm film action itu.


Suara letusan pistol Dom saat menembus batok kepala Edward seolah juga ikut menembus batok kepalanya.

__ADS_1


"Ka... kapan i.. itu terjadi",tanya Arya gugup dan takut kalau kalau Dom juga akan melakukan hal itu padanya nanti.


"Satu jam yang lalu" jawab pengawal Arya.


Arya sampai tidak bisa bernafas mendengar itu,berarti tidak lama setelah dia keluar dari tempat Edward Dom langsung datang kesana.


Arya sedikit menarik nafas lega karena dia sempat pergi sebelum Dom dan anak buahnya datang ketempat itu tapi tiba tiba dia ingat bahwa Dom menyuruhnya besok pagi untuk datang kekantornya untuk membawa Calista.


Mengingat hal itu tiba tiba bayangan kematian Edward kembali muncul dimatanya membuatnya langsung berkeringat dingin dan sangat takut.


Arya berjalan mondar mandir diruangan itu mencoba berpikir untuk mencari solusi bagaimana supaya Dom tidak membunuhnya juga nanti saat mereka bertemu.


"Apa anda punya perintah untuk saya tuan Arya?",tanya pengawalnya itu memecah konsentrasi Arya yang sedang gugup.


"Apa sebaiknya yang harus aku lakukan supaya Dom melepaskan aku",gumam Arya yang dapat didengar oleh pengawalnya itu.


"Bagaimana kalau anda pergi sekarang",sarannya pada Arya.


"Bagaimana kalau anda pindah keluar negeri untuk sementara",saran pengawalnya.


Arya berpikir sebentar lalu mengangguk, "Ide yang bagus,aku akan pergi untuk sementara dengan berpura pura menjual semua asetku lalu saat kondisi sudah tenang aku akan kembali dengan mencairkan aset Edward sekaligus nantinya",ucap Arya dengan menyeringai senang mendengar saran pengawalnya itu.


"Baiklah siapkan kepergianku sekarang juga sebelum Dom dan anak buahnya menemukan tempat ini!",perintah Arya pada pengawalnya itu.


"Lalu bagaimana dengan nyonya Calista tuan?",tanya pengawalnya itu membuat Arya baru teringat pada Calista yang berada didalam kamar dengan kondisi setengah sadar karena masih dalam pengaruh obat bius itu.


Arya berpikir sebentar apakah akan membawa Calista atau meninggalkannya saja disini sampai Dom menemukannya nanti dan membiarkan saja apa yang akan Dom lakukan padanya nanti.


Tapi tiba tiba dia berpikir untuk membawa saja Calista bersamanya siapa tau nanti dia masih bisa bermanfaat untuk membantunya menghancurkan Dom batin Arya dengan pikiran liciknya.

__ADS_1


"Bawa dia juga siapa tau dia bisa berguna nanti! ",perintah Arya pada anak buahnya itu.


Setelah pergi dari Apartemennya Arya tidak langsung pergi keBandara tapi dia memilih bersembunyi sementara dipemukiman kumuh yang masih berada dikota itu, sambil mencari informasi tentang bagaimana pergerakan Dom.


Arya baru bergerak saat mendengar khabar bahwa Hanum sudah sadar karena saat itu dia tau fokus Dom pasti teralihkan pada Hanum saja tanpa memperhatikan dirinya.


Tapi saat dia dan Calista akan naik kepesawat dia melihat Lucas dan beberapa orang yang diyakininya sebagai anak buah Dom sedang mengawasi Bandara seperti mencari seseorang yang diyakini Arya mereka pasti sedang mencari dia dan Calista apalagi nama mereka berdua sudah terdaftar sebagai penumpang dipesawat yang akan terbang menuju China.


Dengan terpaksa Arya membatalkan keberangkatannya dan memilih kembali ketempat persembunyiannya dan berusaha mengatur strategi untuk kabur lagi dengan marah.


Berhari hari Arya berusaha mencari celah agar bisa kabur keluarnegeri tapi ternyata setiap kali anak buahnya pergi keBandara,anak buah Dom juga masih ada disana seolah tidak percaya bahwa Arya sudah pergi keluarnegeri saat namanya terdaftar hari itu.


"Bagaimana hari ini?",tanya Arya dengan kesal karena dia sudah tidak sanggup hidup ditempat kumuh itu lagi tapi ingin pergi ketempat persembunyian Edward anak buahnya melamporkan bahwa pengawal Dom juga menyelidiki semua tempat persembunyian Edward, seolah sudah bisa membaca bahwa Arya bakalan sembunyi disalah satu tempat itu.


"Sulit tuan Arya keadaan kita sekarang seperti terkurung disarang musuh,tidak bisa pergi kemana mana'', ucap Pengawalnya.


Arya sangat marah mendengar itu apalagi saat menatap kearah Calista yang tampak tidak perduli dengan apa yang dikatakan atau dipikirkannya agar bisa kabur dari kepungan Dom ini.


"Calista apa kau sama sekali tidak bisa membantuku supaya bisa pergi dari kepungan keparat Dom ini!",bentak Arya dengan menarik keras rambut Calista dengan kesal.


Bukannya menjawab apa yang dikatakan Arya Calista hanya menatap Arya dengan tatapan kosong seperti biasanya membuat Arya semakin emosi dibuatnya dengan kesal ditariknya keras rambut Calista sampai Calista berdiri dengan ekspresi kesakitan.


"Berhenti bersikap seperti orang bodoh seperti itu sekarang beri aku solusi agar bisa lepas dari kepungan Dom sibrengsek itu!!",bentak Arya keras membuat Calista yang biasanya hanya diam saja diperlakukan Arya kasar kini melawan.


Calista mencakar dan menendang kearah Arya, membaut Arya semakin marah bahkan saat Arya melepaskannya untuk menyuruh pengawalnya menghukum Calista, tiba tiba saja Calista mengambil pisau yang terletak tidak jauh darinya dan langsung menyerang kearah Arya membuat Arya terkejut.


Arya tidak sempat menghindar hingga sempat terkena sabetan pisau itu.


Melihat darah mengalir dari lengan Arya Calista langsung tertawa senang membuat Arya sangat marah dengan keras ditamparnya Calista hingga jatuh dan menabrak kompor yang sedang menyala dirumah itu hingga membuat wajahnya langsung tersambar api dari kompor itu.

__ADS_1


Bernafas sebentar setelah membaca bab ini😁😁.


__ADS_2