
Arya sangat terkejut mendengar ucapan Hanum,dalam hati dia memaki perempuan didepannya itu dengan sangat marah ingin rasanya dia menyeret perempuan itu dan memberinya pelajaran sekarang.
"Kenapa kau terkejut Arya bukankah seharusnya kau senang karena aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi".
"Sekarang aku jadi berpikir jangan jangan kau sudah menghianatiku sebelum aku menceraikanmu saat itu dan selama pernikahan kita kau sengaja tidak mau hamil anakku agar aku berselingkuh lalu merasa bersalah padamu...".
"Kurasa sebaiknya kau memeriksakan diri kerumah sakit secara menyeluruh Arya,karena sekarang bukan hanya alat reproduksimu saja yang bermasalah tapi juga otakmu",ucap Hanum lalu berjalan pergi meninggalkan pria tak tau diri itu.
"Apa kau akan kabur karena merasa sudah hebat melawanku sekarang!",hardik Arya dengan melangkah maju bermaksud menghampiri Hanum yanh sudah berada didepan mobilnya tapi sebelum tangan Arya menyentuh lengan Hanum, sebuah tangan besar dan kuat sudah mencengkram tangan itu dan langsung memilinnya keras kebelakang membuat Arya sampai berteriak karena merasakan tulangnya seperti lepas dari engselnya.
"Auwww!!!! "teriaknya keras sambil berusaha memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang berani melakukan itu padanya.
"Jangan pernah berani menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu lagi!!,"hardik Dom dengan sangat marah menatap Arya yang sudah berhasil memutar tubuh menghadap kearah Dom.
"Lepas dasar brengsek !!! ",teriak Arya dengan mencoba menghempaskan pilinan tangan Dom padanya.
Dengan sekali sentak Dom melepaskan pilinan tangannya keras hingga membuat Arya jatuh tersungkur ketanah,sampai membuat beberapa orang langsung menatap kearah mereka berdua yang saat itu bertengkar didepan Robert Agency.
Dom ingin melayangkan kakinya untuk menendang tubuh Arya yang masih belum berhasil bangkit dari tanah, tapi tiba tiba Lucas yang berada dibelakangnya langsung berteriak mencegahnya sebelum Dom melakukan hal yang lebih gila lagi dan besok akan menjadi topik hangat dimajalah online.
"Dom hentikan!,jangan lakukan itu padanya!",teriak Lucas.
Dengan reflek Dom menghentikan ayunan kakinya yang sudah siap mengenai tubuh Arya.
Dom ingin mengatakan sesuatu pada Lucas tapi Lucas segera menarik tubuhnya menjauh dari tempat itu.
"Biarkan kami yang mengatasi ini pergilah bersama Hanum sekarang,sebelum kalian menjadi sasaran pihak media masa dan menjadi trending topik besok".
"Kau pikir aku perduli! ",gertak Dom dingin dengan masih sangat marah.
"Kau mungkin tidak perduli tapi apa kau tega menyeret istrimu dalam hal ini",ucap Lucas.
Mendengar itu Dom menoleh kearah Hanum yang masih berdiri diam ditempat semula sedikit syok melihat kejadian barusan.
"Baiklah kau tangani dia, beri dia pelajaran setimpal karena telah berani menghina istriku, atau kalau perlu cabut saja lidahnya agar dia tidak bisa lagi bicara hal buruk pada Hanum" ucap Dom pelan agar tidak didengar Hanum saat itu.
__ADS_1
"Kau tenang saja Dom aku akan membereskannya sampai dia merasa jera dengan apa yang dilakukannya selama ini pada Hanum".
Mendengar itu Dom menatap Arya sekilas yang sekarang sudah dibawa oleh dua orang pengawal rahasia Dom yang ditugaskan untuk menjaga keselamatan Hanum diluar.
Setelah itu dia segera menghampiri Hanum dan langsung menyentuh tangannya khawatir.
"Apa kau baik baik saja sayang?",tanya Dom dengan memeriksa keadaan Hanum.
"Aku tidak papa, Arya tidak berhasil menyentuhku tadi".
"Syukurlah seharusnya tadi kau berteriak keras saat melihat dia datang dan berbicara padamu",ucap dom dengan membantu Hanum masuk kedalam mobil.
"Kau tenang saja Dom aku bisa mengatasi Arya dia tidak mungkin berani....".
"Jangan berkata begitu pria itu bukan lagi mantan suami yang dulu kau kenal dia sudah hampir menjadi orang gila sekarang",ucap Dom dengan menghidupkan mobilnya meninggalkan area parkiran Robert Agency.
"Kenapa kau bisa disini bersama Lucas,Dom?",tanya Hanum penasaran.
"Aku ada sedikit urusan dengan Robert tadi,lalu setelah itu bermaksud pulang bersamamu.Tapi saat aku tiba diparkiran aku melihat Arya bermaksud menghampirimu membuatku sangat khawatir kalau dia melakukan hal gila pada kalian".
"Terimakasih kau sudah datang tepat waktu,tadi aku memang sedikit khawatir saat melihat wajahnya yang menatap benci padaku".
"Kurasa lain kali dia tidak akan berani... ".
Dom menatap Hanum sebelum bicara lagi.
"Aku tetap sangat khawatir sayang pada keselamatan kalian jadi usahakan pergilah dengan seseorang atau langsung berteriak keraslah kalau kau merasa terancam,nanti para pengawalku akan segera datang".
Hanum menatap tajam kearah Dom.
"Kau menyuruh orang mengikutiku Dom? ",tanyanya dengan nada tidak suka.
"Maaf sayang tapi iya,karena aku khawatir akan ada orang yang menyakiti kalian saat berada diluar".
"Dom kurasa itu tidak perlu aku baik baik saja dan bisa mengatasinya sendiri! ".
__ADS_1
Dom kembali mengecup lembut tangan Hanum mencoba memberinya pengertian tentang hal ini.
"Sayang musuhku banyak bisa berada dimana saja,jadi sebagai nyonya Dominic secara tidak langsung keselamatanmu juga dipertaruhkan saat ini,karena itu aku menyuruh orang untuk menjagamu agar tidak terjadi hal buruk pada kalian saat aku tidak ada disampingmu".
"Itu salahmu kenapa kau menjadi orang yang sangat kejam karena itu banyak orang tidak suka padamu meski kau juga sangat tampan",gerutu Hanum yang membuat Dom langsung tersenyum mendengarnya.
Dom mendekatkan wajahnya kearah Hanum membuat Hanum reflek memundurkan wajahnya menjauh karena terkejut.
"Apa yang kau lakukan!"hardik Hanum dengan mendorong wajah Dom menjauh.
Dom tertawa melihat wajah gugup Hanum,"Tidak ada hanya menyuruhmu memandang wajah tampanku ini lebih dekat lagi,agar kau puas dan tidak berpikir untuk melihat laki laki lain selain aku".
"Aku tidak mungkin melirik laki laki lain Dom! ",ucap Hanum.
"Benarkah? ",ucap Dom dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Hemmm".
"Kenapa, apa kau terlalu mencintaiku seperti aku mencintaimu nyonya Dominic?",goda Dom lagi.
"Itu juga salah satu alasannya",jawab Hanum.
Dom mengerutkan kening," Apa ada alasan yang lain lagi?",tanya Dom masih dengan ekspresi menggoda Hanum.
Hanum mengangguk.
"Apa itu? ",tanya Dom penasaran.
"Karena aku takut kalau aku melakukan itu kau akan menyakiti kami nanti" jawab Hanum jujur yang membuat wajah Dom langsung berubah keras mendengar itu dan kembali duduk tegak dikursi kemudinya.
Melihat Itu Hanum langsung menyentuh tangan Dom lembut
"Jangan marah aku hanya bercanda Dom, kau tau aku tidak mungkin bisa menghianatimu dengan siapapun karena cintaku sudah habis kuberikan semua untukmu, jadi tidak ada celah lagi untuk lakilaki lain masuk kedalam hidupku".
Dom masih tidak bergeming mendengar itu dia tetap saja melajukan mobilnya dalam diam, sampai Hanum sadar mobil mereka tidak sedang menuju kearah Apartemen.
__ADS_1
"Kita akan kemana Dom bukannya kau bilang ingin pulang? ",tanya Hanum.
"Benar kita memang sedang pulang menuju rumah Lucifer",ucapnya dengan ekspresi menggoda Hanum.