Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
49.Perempuan Misterius Arya.


__ADS_3

Hanum menatap kearah Wendy dengan tajam.


"Kenapa ?",tanya Wendy.


"Biarkan saja itu bukan urusan kita sebaiknya sekarang ayo kita makan,aku sudah sangat kelaparan".


Tepat setelah Hanum bicara seperti itu, pelayan datang mengantarkan pesanan mereka,jadi Wendy pun menutup mulutnya dan berhenti membahas perempuan yang duduk bersama Arya itu.


Setelah selesai menyantap hidangan mereka Hanum bermaksud pergi kekamar mandi sebentar.


"Aku akan kekamar mandi sebentar kau tunggu dimobil".


Wendy mengangguk kemudian berdiri menuju parkiran, sementara Hanum berjalan menuju kekamar mandi.


Dijalan menuju kamar mandi Hanum berpapasan dengan Calista yang juga baru keluar dari dalam kamar mandi,Hanum bermaksud pura pura tidak melihat karena dia malas mencari masalah dengan perempuan itu.


"Bukankah ini Hanum Farzana model majalah dewasa yang sedang jadi topik hangat dimedia sosial karena berani dipotret dengan pose sangat menggoda",ucapnya sinis.


Hanum hanya menatapnya sekilas lalu bermaksud berlalu dari hadapan Calista untuk segera pergi ketoilet.


"Sikapmu memang selalu seperti itu sangat sombong meski kau sudah bukan model terkenal seperti dulu lagi,kalau tidak menonjolkan pose liarmu itu kau tidak mungkin laku lagi sekarang".


Mendengar itu Hanum langsung berbalik.


"Benarkah tapi bukankah kau juga seperti itu",ucap Hanum dingin.


"Apa maksudmu?".


"Kau bisa seterkenal sekarang karena aku meninggalkan kepopuleranku dulu untuk kau miliki,kalau tidak mungkin sampai sekarang kau akan tetap berada dibawahku".


"Sepertinya kau terlalu bermimpi tinggi Hanum,aku tidak perlu mengambil sisamu,aku sudah punya segalanya sekarang tidak seperti dirimu meskipun sudah rela mengambil pekerjaan rendahan seperti itu masih tetap tidak akan membuatmu kembali terkenal seperti dulu lagi".


"Mungkin saja aku tidak akan setenar dulu tapi paling tidak orang yang melihat poseku saat didepan kamera tidak akan bisa melupakanku".


"Apa maksudmu?".


"Aku sengaja beralih haluan menjadi model majalah dewasa,agar semua laki laki yang melihat poseku didepan kamera menjadi gila".


Hah,kau benar benar sudah gila hanya laki laki yang akan menjadi seperti itu".


"Benarkah,jadi seperti apa kriteria laki laki liar itu?".


"Yang pasti laki laki seperti suamiku tidak akan pernah melirik padamu sedikit pun,karena kau bukan kelasnya".


Hanum ingin tertawa keras mendengar ucapan terakhir Calista yang dengan begitu yakin mengatakan Dom tidak mungkin tertarik padanya,jadi siapa tadi pagi yang tidur disampingnya dan siapa yang begitu mesra memanggilnya sayang setiap kali mereka bertemu,bahkan siapa yang sudah berhasil dibuatnya mengerang diatas tubuhnya beberapa kali dan sekarang perempuan yang dipanggil istri oleh Dom mengatakan suaminya tidak mungkin tertarik padanya apakah dia ingin melihat saat Dom mengerang bersamanya nanti, pikir Hanum sebal.

__ADS_1


"Baguslah aku juga tidak tertarik untuk menggoda pria macam suamimu kalau dia tidak menggodaku".


"Apa maksudmu!?",hardik Calista marah.


"Apakah tidak jelas maksud ucapanku barusan,aku tidak akan menggoda suamimu kalau bukan suamimu yang memintanya,jadi kalau dia tertarik denganku maaf saja aku juga tidak ingin menolaknya,siapa dinegara ini yang tidak ingin merasakan rasanya tidur bersama seorang Dominic Alexander apalagi sampai mendengarnya mengerang keras diatas tubuhku kurasa hanya perempuan tidak waras yang tidak ingin merasakannya dan kurasa kau juga harus berhati hati dengan saudara perempuanmu itu,karena dia bisa menjadi duri dalam daging".


"Kau!".


Calista bermaksud menampar Hanum tapi Hanum langsung menagkap tangan itu dan mencengkramnya erat.


"Jangan pernah menyentuhku,aku tidak pernah memulai perkelahian tapi aku tidak pernah diam saat seseorang ingin menyakitiku",hardik Hanum.


Calista langsung menghentakkan tangannya agar lepas dari cengkraman Hanum.


"Dasar perempuan gila",makinya lalu pergi dari tempat itu.


Hanum hanya tersenyum miris mendengar makian Calista.


Karena sesungguhnya sekarang dia memang merasa sudah hampir gila menghadapi hidupnya,jadi karena dia gila sepertinya tidak ada salahnya memakai fasilitas yang diberikan Dom untuknya sekali kali batin Hanum dengan tersenyum jahat sendiri.


Hanum keluar dari dalam restoran setelah melakukan pembayaran makan siang mereka dengan menggunakan gold card milik Dom tadi.


"Ayo",ajaknya pada Wendy yang diam menunggunya diparkiran.


"Hah,i..iya ayo".


"Ada apa?",tanya Hanum melihat ekspresi Wendy.


"Itu...aku seperti tidak percaya dengan apa yang aku lihat tadi".


"Memangnya kau melihat apa hantu,setan,atau....'.


"Hanum aku serius".


"Aku juga serius,apa yang baru saja kau lihat".


"Istri Dom dan Arya".


"Oh Calista aku juga sempat bertemu dengannya di depan kamar mandi tadi".


"Benarkah".


Hanum mengangguk,"Bahkan kami sempat sedikit beradu argumen tadi sebelum keluar".


"Lalu apa kau juga melihat dengan siapa dia datang kerestoran ini?",tanya Wendy.

__ADS_1


Hanum mengangkat bahunya,"Bukan urusanku",ucap Hanum cuek.


"Dia datang kerestoran ini bersama Arya".


Hanum masih diam saja,tidak terlalu mengerti arah pembicaraan Wendy barusan.


"Hanum kau mengerti tidak,apa yang kukatakan".


"Maksudmu?".


"Calista adalah perempuan yang kita lihat bersama Arya direstoran tadi".


Mendengar itu Hanum hampir saja menabrak mobil didepannya,karena terlalu terkejut.


Membuat Wendy langsung berteriak.


"Hanum kau gila!, kau ingin membunuhku dengan mengemudi seperti itu!",hardik Wendy.


"Maaf,aku tidak sengaja Wendy,aku hanya terlalu terkejut mendengar apa yang baru saja kau katakan".


"Kau terkejut, kupikir kau sudah tidak perduli lagi dengan mantan suamimu itu".


"Ini bukan masalah perduli atau tidak tapi..".


"Ya aku mengerti apa yang ada dipikiranmu,kau berpikir mereka pasti sudah gila karena berselingkuh seperti itu".


Hanum diam saja dia tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini,antara marah dan muak pada mereka semua.


"Aku juga tidak habis pikir saat melihatnya tadi,bisa bisanya Calista yang punya suami sesempurna Dom bisa berselingkuh dengan Arya yang tidak lain suami saudaranya sendiri,aku benar benar tidak bisa memikirkannya,aku marah saat melihat mereka bersama tadi",ucap Wendy.


Hanum menoleh keraah Wendy.


"Kenapa kamu marah, bukankah kau tidak punya sangkut paut apa apa dengan mereka".


"Aku marah karena Calista sudah menghianati seorang Dominic Alexander".


"Sepertinya otakmu sedang bermasalah Wendy siapa yang selingkuh dan diselingkuhi tapi siapa disini yang marah".


"Iya otakku memang bermasalah karena sudah lama mengagumi tuan Dom Alexander bahkan aku sering membayangkan bersamanya saat mengiginkan bersama seorang pria".


"Apa !!!!,tidak boleh mulai sekarang tidak boleh kau harus mengganti pria dalam khayalanmu itu jangan Dom lagi!!".


Wendy menatap Hanum tajam,"Sepertinya otakmu juga sudah rusak Hanum".


"Kenapa?!".

__ADS_1


"Karena kau pasti juga sudah ikut membayangkan bercinta dengan seorang Dominic Alexander, selama ini benar bukan".


Hanum diam saja mendengar itu,karena sebenarnya dia tidak hanya membayangkan tapi sudah merasakannya, bahkan rasa sentuhan Dom sampai saat ini masih sangat terasa di sekujur tubuhnya membuat dia jadi ingin menemui Dom sekarang.


__ADS_2