Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
43.Jangan Sentuh Wanitaku.


__ADS_3

Saat akan pulang dari restoran tiba tiba ponsel Hanum berbunyi dan saat dilihatnya ternyata Wendy yang menghubunginya.


"Siap?",tanya Dom pada Hanum.


"Ini dari Wendy,untuk urusan pekerjaan aku akan mengangkatnya sebentar kau bisa menungguku dulu dimobil".


"Baiklah jangan lama lama ya sayang",ucap Dom mengelus mesra kepala Hanum.


Hanum hanya mengangguk lalu mulai mengangkat panggilan telpon dari Wendy.


"Ya Wendy?".


"Hanum aku berada didepan Apartemenmu tapi sepertinya kamu tidak ada didalam,dimana kamu sekarang,kamu tidak lupakan ada pemotretan sore ini".


Mendengar itu Hanum langsung melihat jam dipergelangan tanganya sudah pukul 15.30 sementara pemotreran dimulai pukul 17.15 masih ada waktu sekitar satu jam lebih, tapi tidak akan sempat kalau harus kembali dulu keapartemen,batin Hanum.


"Halo Hanum apa kamu mendengarku".


"Iya,tapi aku sekarang sedang berada diluar bersama seseorang aku tidak bisa menemuimu diApartemen sekarang, jadi aku akan langsung pergi ketempat pemotretan saja".


"Kau bersama siapa?",tanya Wendy terdengar penasaran.


"Seseorang,aku akan menyuruh dia mengantarku langsung kelokasi dan berhenti banyak bertanya karena aku sedang tidak ingin menjawabnya".


"Baiklah baiklah aku tidak akan bertanya lagi urusan pribadi modelku sekarang dan aku juga akan menurutimu untuk pergi kesana lebih didulu".


"Iya,kalau begitu aku matikan ponselnya sekarang".


Setelah mematikan panggilan dari Wendy, Hanum bermaksud langsung pergi keparkiran untuk menemui Dom,


Saat sedang berjalan menuju area parkiran tiba tiba seseorang mencekal tangannya membuat Hanum terkejut dan langsung memekik.


"Auw!!".


Hanum menoleh dan sangat terkejut ternyata yang melakukan itu adalah Arya.


"Kau lepaskan tanganku!",hardik Hanum dengan menepis tangan Arya kasar dari pergelangannya.


Tapi Arya tidak mau melepaskannya, bahkan mencengkram tangan Hanum semakin keras, membuat Hanum langsung meringis menahan sakit.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini!,"hardik Arya marah menatap Hanum.


"Bukan urusanmu!",balas Hanum sambil masih mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Arya yang semakin marah karena Hanum seolah sangat jijik bersentuhan dengannya.


"Benarkah bukan urusanku,tapi aku tadi melihatmu masuk kedalam ruang makan Vip restoran ini bersama seorang pria,apa dia pacar barumu atau klienmu?!",ucap Arya marah.


"Lepas!!,kau tidak berhak bertanya padaku apa yang kulakukan sekarang".


"Apa maksudmu?,apa kau lupa aku siapa Hanum!!",hardik Arya dengan semakin keras mencengkram lengan Hanum,membuat Hanum kembali meringis kesakitan.


"Arya lepas!!,kau sudah menyakitiku aku bisa melaporkanmu kepolisi karena sudah melakukan kekerasan fisik padaku".


"Sekarang kau semakin berani sedikit sedikit ingin melaporkanku apa kau pikir kau punya cukup uang untuk melakukannya,hah!!".


"Tentu saja aku punya,jadi lepaskan aku sekarang dan berhenti muncul dihadapanku untuk mencampuri hidupku karena kau sudah menjadi mantanku,apa kau lupa soal itu!!".


"Lalu kenapa kalau aku mantan suamimu,apa kamu sudah menemukan penggantiku sehingga sekarang kau terlihat sangat sombong padaku".


Hanum langsung tertawa sinis mendengar itu.


"Apa kau merasa aku seperti itu,ternyata diam diam kau masih memperhatikan aku,tapi maaf Arya aku tidak tertarik lagi padamu".


"Kita baru berpisah selama 3 bulan, apa secepat itu kau melupakan hubungan kita selama 7 tahun ini Hanum".


Hanum mengerutkan keningnya dan membalas tatapan mantan suaminya itu dengan ekspresi muak.


"Aku bahkan sudah melupakanmu dihari pertama aku menerima surat cerai dari pengadilan,jadi jangan berpikir kau penting lagi dalam hidupku".


"Tapi aku memberimu banyak harta gono gini saat kita bercerai Hanum kupikir dengan itu kau masih akan mengingat hubungan kita selama 7 tahun ini".


Hanum semakin muak mendengar apa yang diucapkan pria didepannya ini,dia berpikir mungkin dulu dia buta karena mau menikah dan menghabiskan waktunya selama 7 tahun dengan pria yang memuakkan seperti ini.


"Lepaskan aku Arya kita sudah berakhir jangan pernah mengganggu hidupku lagi".


"Tapi katakan dulu siapa pria yang kulihat bersamamu tadi".


Hanum tidak ingin mengatakannya dan dia merasa itu juga tidak penting sekarang mereka bukan siapa siapa lagi.


"Bukan urusanmu".

__ADS_1


"Itu urusanku Hanum".


Hanum kembali mengernyitkan dahinya bingung.


"Kenapa urusanmu,kau hanya mantan suamiku".


"Aku menyesal Hanum".


"Hah!!!",Hanum seperti kejatuhan batu bata mendengar apa yang dikatakan Arya.


"Aku menyesal karena terburu buru menceraikanmu saat itu,sebenarnya aku bukan tidak mencintaimu lagi, tapi aku hanya ingin punya seorang anak Hanum dan kamu tidak bisa memberikannya padaku".


"Itu bukan urusanku Arya kau sekarang sudah mendapatkan apa yang kau inginkan jadi jalani saja itu".


"Tapi aku masih mencintaimu tidak bisakah kau menungguku sampai Clarisa melahirkan dan jangan menjalin hubungan dulu dengan laki laki lain karena setelah itu aku akan menceraikannya dan kita bisa kembali bersama lagi seperti dulu".


Hanum terpaku mendengar itu dan tanpa sadar tangannya yang bebas langsung melayang menampar pipi Arya keras,karena terlalu muak mendengar apa yang baru saja dikatakan pria dihadapannya ini.


Arya terkejut tidak menyangka Hanum akan reflek menamparnya seperti itu.


"Kau!!",bentak Arya marah dan semakin keras mencengkram lengan Hanum membuat Hanum kembali meringis merasakan nyeri di pergelangan tangannya.


"Lepas sebelum aku berteriak dan orang orang akan datang untuk menganggapmu sudah melecehkan aku",jawab Hanum tenang meskipun lengannya terasa sakit.


Arya yang melihat tatapan dingin Hanum perlahan melepaskan cengkramannya dari lengan Hanum.


"Sepertinya saat ini pria yang bersamamu tadi sudah bisa membuatmu terpengaruh untuk berani padaku,tapi tidak papa aku akan sedikit memakluminya,sambil memberimu waktu untuk memikirkan tawaranku untuk kembali padaku".


Hanum menatap tajam kearah Arya seandainya pembunuhan dilegalkan dinegara ini sudah pasti sekarang dia akan membunuh pria memuakkan didepannya ini.


"Aku tidak perduli apa yang kau pikirkan tentangku yang pasti aku menganggap harta gono gini yang kuterima darimu itu adalah hakku karena pernah menikah denganmu selama 7 tahun ini,tapi bukan berarti aku sangat berterimakasih padamu karenanya,tidak pernah Arya kau adalah bagian dari masalaluku dan akan seperti itu,jadi berhenti punya pikiran konyol bahwa aku akan kembali padamu".


"Aku tidak yakin dengan apa yang kau katakan apakau pikir dengan menjadi model telanjang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu bahkan andai kau menjual dirimu pun kau tidak akan bisa .....".


"Dia tidak perlu melakukan itu karena aku akan memberikan berkali kali lipat dari apa yang dia dapat darimu jadi berhenti mengganggu wanitaku kalau kau masih ingin melihat matahari esok hari",ucap Dom dingin memandang kearah Arya yang langsung terkejut mendapati Dom mengatakan itu untuk membela Hanum.


Bukan hanya Arya yang terkejut, Hanum juga sangat terkejut dia tidak menyangka Dom akan datang kesana.


Seketika Arya langsung terdiam dan wajahnya lanhsung memucat mendengarnya,'Apakah Hanum punya hubungan istimewa dengan pria berkuasa dihadapannya ini sekarang',batinnya dengan merasa gamang.

__ADS_1


__ADS_2