
Edward sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Dom padanya seketika keringat dingin mengalir deras diseluruh tubuhnya yang gendut dan penuh gelambir itu karena faktor usianya yang sudah tidak muda lagi kecuali jiwa iblisnya.
"A... apa maksud anda tuan Dominic, bu...bukankah tidak ada permusuhan diantara kita selama ini kenapa a..anda ingin membunuh saya? ",tanyanya dengan keringat yang semakin deras mengalir diseluruh tubuhnya karena Dom yang sedang menatapnya dengan pandangan dingin itu seperti malaikat maut yang siap untuk mencabut nyawanya sekarang.
Dom menyandarkan tubuhnya dengan nyaman dikursi besi yang diduduki tanpa mengalihkan tatapannya dari pria tua dihadapannya itu.
"Secara garis besar memang benar tapi apa anda yakin aku tidak punya satu alasan pun untuk melenyapkan anda sekarang?",tanya Dom dengan memicingkan matanya.
"Glek!!".
Edward menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar hal itu,'Apakah Dom tau niat jahatnya yang menginginkan istrinya itu saat ini', batin Edward khawatir.
"Sa... saya rasa ti.. tidak ada, a.. apa anda mendengar rumor tentang saya".
Dom diam sambil mengedarkan pandangannya keseluruh tempat itu.
"Saya tidak suka mendengarkan rumor atau gosip meski itu bagian dari lingkungan kerja saya tapi apa anda yakin tidak punya kesepakatan tersembunyi dengan Arya sebagai barter untuk melepaskan Calista".
Edward kembali menelan ludahnya dengan susah payah dan wajah yang sangat pucat mendengar apa yang dikatakan Dom.
"Te... tentu.. sa.. saja.. ti.. tidak ada tuan Dominic, saya melepaskan mantan istri anda dengan suka rela pada Arya karena dia bilang anda menginginkan dia secepatnya".
"Benarkah apa anda bisa membuktikan hal itu?",tanya Dom dengan tatapan sedingin es dan posisi siap menghancurkan pada pria yang berada dihadapannya itu.
"A... apa maksud anda tuan Dominic saya tidak mungkin berani berurusan dengan anda karena saya tau siapa anda.Meski saya juga seorang pengusaha tapi... ".
"Bawakan rekaman pembicaraan antara tuan Edward yang terhormat ini dengan Arya tadi waktu mereka membuat kesepakatan untuk melepaskan Calista!",perintah Dom.
__ADS_1
Dengan cepat Lucas menyerahkan recorder kecil kepada Dom yang berisi percakapan antara Edward dan Arya tadi sebelum membawa Calista pergi dari sana.
Wajah Edward langsung pucat pasi mendengar apa yang dikatakan Dom,apalagi saat Dom mulai memutar rekaman pembicaraan itu,Edward merasa nyawanya sudah tidak berada didalam tubuhnya karena terlalu takut akan perhitungan Dom padanya karena keinginan gilanya itu.
"Tu... tuan Do... dominic sa... saya ha.. hanya be.. bercanda sa... saat me.. mengatakan se... semua itu",ucapnya pelan dengan ekspresi sangat ketakutan menatap kearah Dom yang memandangnya dengan tatapan ingin membunuh dan menghancurkannya berkeping keping.
Dom menghela nafas keras sebelum bicara dengan penekanan sangat dingin.
"Anda suka melihat orang menderita bukan selama ini,anda selalu menikmati setiap rintihan dan teriakan mereka jadi bagaimana kalau anda mencoba menjadi mereka sekarang",ucap Dom dengan memerintahkan anak buahnya mengambil alat alat penyiksaan milik Edward yang disimpannya dikamar pribadinya.
Edward yang melihat itu wajahnya sudah benar benar pucat pasi dan hampir pingsan karena dia tau Dom sekarang tidak sedang main main dengan ancamannya.
Tanpa perduli harga dirinya lagi Edward bangkit dari duduknya dan menjatuhkan tubuhnya bersujud dibawah kaki Dom".
"Tu.. tuan Do.. Dominic ampuni saya...saya mohon,saya tidak bermaksud melakukan hal itu pada istri anda saya hanya bercanda percayalah saya tidak mungkin berani menyentuh istri anda apalagi.... ".
"Buak!!!".
"Berikan cambuk itu padaku!! ",perintah Dom pada anak buahnya dengan sangat marah menatap kearah Edward yang mencoba bangkit dari posisi jatuhnya dan bermaksud kembali menghampiri Dom untuk meminta pengampunan padanya, tapi lagi lagi sebelum Edward berhasil mendekatinya Dom sudah mengayunkan cambuk itu dengan keras kearah tubuh Edward membuat Edward berteriak kesakitan.
"A... ampun tuan saya tidak berani lagi tolong ampuni nyawa saya",mohonnya pada Dom yang menatap Edward dengan tatapan semakin benci.
"Kenapa kau merintih bukannya kau tadi tertawa saat mengatakan kata kata kotor tentang istriku jadi sekarang tertawalah seperti itu agar aku tidak merasa telah menganiyayamu sekarang tapi hanya mencontoh apa yang seharusnya kau lakukan!",bentak Dom Marah dengan kembali mengayunkan cambuk itu keras ketubuh Edward berkali kali sampai membuat Edward hampir pingsan baru Dom berhenti melakukannya.
Dom berjalan memdekat kearah Edward yang saat ini dalam kondisi babak belur oleh cambukannya dan membungkuk diatas tubuhnya.
"Apakah itu sakit tuan Edward? ",tanyanya dengan menatap kondisi pria itu yang penuh luka sekarang.
__ADS_1
Edward berusaha menarik nafasnya yang terasa berat dan balik menatap kearah Dom,lalu berusaha bangkit dari posisinya.
"Aku yakin kau tidak akan berani melakukan lebih dari ini padaku bukan?",ucapnya pada Dom.
"Apa kau sedang mengujiku sekarang?, berpikir aku hanya berani menggertakmu tanpa berani memecahkan kepalamu itu",ucap Dom.
"Tentu saja aku yakin buktinya kau hanya mengancam Arya dan mantan istrimu tanpa benar benar menyakiti mereka selama ini".
Dom tertawa sinis pada Edward.
"Aku senang kau berpikir begitu tentangku,tapi apa kau pernah berpikir bagaimana caranya aku bisa sampai dipuncak piramida seperti ini dengan penampilan bersihku sekarang".
"Berhenti menggertakku karena aku tau nyalimu tidak sebesar ucapanmu",ejek Edward pada Dom dengan berusaha bangkit dari lantai kekursinya semula,tapi sebelum dia berhasil Dom kembali menedangang keras tubuh pria itu,membuat Edward yang tidak menyangka dan tidak siap langsung terjungkal dengan menahan sakit diperutnya yang terkena tendangan keras Dom barusan.
"Ka... kau... brengsek sialan aku janji aku pasti akan membalasmu setelah ini!!!",maki Edward dengan meludahkan darah segar yang keluar dari mulutnya dengan sangat marah.
"Aku harap kau masih punya kesempatan untuk melakukannya nanti",balas Dom dengan dingin.
"Tentu saja aku akan punya kesempatan itu dan nanti aku juga akan melakukan apa yang aku katakan pada Aryaitu pada istrimu".
Mendengar itu Dom tiba tiba menunduk dan mencengkram leher Edward kuat dengan tangannya membuat Edward sampai terangkat keatas dengan menahan sakit yang teramat sangat dibagian cengkraman Dom itu.
"Kau tidak akan punya kesempatan untuk melakukan itu karena setelah malam ini kau tidak akan punya kesempatan lagi untuk bisa melihat matahari esok pagi",ucap dom dengan semakin kencang mencengkram leher Edward membuat Edward merasa saat ini nyawanya sudah dibatas tenggorokannya.
Melihat itu Lucas berusaha menghentikan Dom dengan menarik keras lengannya yang mencengkram leher Edward.
"Dom hentikan kau bisa membunuhnya sekarang! ",ucap Lucas dengan berusaha menarik tubuh Dom agar melepaskan Edward.
__ADS_1
Dom menatap Lucas tajam sebelum kembali menatap kearah Edward yang sudah hampir pingsan.
Maaf autor gantung dulu ya ππ hukumannya silahkan tinggalkan Like komen kalian setelah membaca.