Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
124.Lakukan Perintahku Atau Tamat!.


__ADS_3

Arya sedikit pucat melihat bagaimana ekspresi Dom saat menatap kearahnya dengan kedua tangan sudah mencengkram kuat kerah jasnya.


"D.. Dom dengarkan aku dulu mari kita bicara baik baik sekarang.Aku kemari bukan untuk bertengkar atau membuat mu marah tapi aku ingin mengatakan informasi tentang dimana keberadaan Calista,bukankah kau sedang mencarinya".


"Apa menurutmu aku tidak bisa menemukan keberadaannya tanpa bantuanmu?",balas Dom sinis.


"Kau mungkin bisa menemukannya tapi itu akan memerlukan waktu panjang karena sekarang Calista berada ditangan Edward yang sangat gila itu".


"Aku tak habis pikir bagaimana laki laki keparat sepertimu bisa pernah menjadi suami Hanum dulu",ucap Dom mengeratkan cengkraman tangannya dikerah jas Arya membuat Arya sedikit tertarik kedepan dan mulai merasa lehernya sakit akibat kuatnya tarikan Dom.


"A.. apa maksudmu tentu saja kami menikah karena kami saling mencintai saat itu, bahkan sampai sekarang aku masih menjadikan Hanum satu satunya perempuan yang aku cintai" ucap Arya dengan menatap kearah Dom.


Mendengar itu tiba tiba Dom langsung melayangkan pukulannya kewajah Arya membuat Arya terkejut dengan apa yang dilakukan Dom padanya.


"Bukkk!!! ".


"A.. apa yang kau lakukan!,kenapa tiba tiba kau memukul wajahku!, "teriak Arya dengan menyentuh pipinya yang terasa sangat sakit akibat pukulan Dom barusan.


Dom melepaskan cengkraman jas Arya dengan keras hingga membuat Arya terhempas kebelakang terduduk miring disofa.


"Aku memukulmu karena kau berani mengatakan masih mencintai istriku saat ini!!",bentak Dom marah.


"Tapi itu kenyataannya Dom dan kau... ".


"Bukkk!!! ",kembali Dom melayangkan pukulannya kewajah Arya membuat Arya sangat terkejut hingga hampir terpelanting dari sofa tempat duduknya karena kerasnya pukulan Dom barusan dan mengakibatkan darah segar keluar dari hidungnya.


"Dom ampun... jangan pukul lagi aku kemari untuk membuat kesepakatan denganmu bukan untuk bertengkar seperti ini dengannmu!",teriak Arya dengan menutup hidungnya dengan telapak tangannya untuk menghentikan pendarahan dihidungnya yang terasa patah sekarang.


"Kesepakatan!,apa kau pikir aku akan tertarik mendengarnya! ",teriak Dom dengan menatap tajam pria brengsek didepannya itu.

__ADS_1


"Kuharap kau bersedia mendengarkan dulu apa yang ingin kukatakan ini,sebelum memutuskan tidak bersedia membuat kesepakatan denganku".


" Kesepakatan apa yang ingin kau tawarkan padaku ?",ucap Dom dengan mendudukkan tubuhnya dihadapan Arya.


"Aku ingin menukar informasi tentang keberadan Calista dengan kau melepaskan perusahaanku".


"Kau pikir aku tertarik,dengan hal itu,tanpa bantuanmu aku juga bisa menemukan Calista sendiri".


"Itu tidak akan mudah Dom, karena Calista sekarang berada ditangan Edward si pria gila itu".


Dom tersenyum sinis pada Arya yang masih mencoba membersihkan darah dari hidungnya dengan tisu.


"Kurasa kau lebih gila dari pada si Edward itu menurutku".


"Bukan gila seperti itu maksudku".


"Lalu? ",tanya Dom dingin.


Dom menyandarkan tubuhnya dengan tangan bersedekap didada mendengar apa yang dikatakan Arya.


"Lalu bagaimana dengan dirimu apa kau merasa kau seorang manusia setelah apa yang kau lakukan selama ini dengan perempuan perempuan yang sudah membantumu".


"A... aku tidak seperti itu,itu karena aku tidak pernah mencintai mereka".


"Jadi karena kau tidak pernah mencintai mereka kau berhak melakukan apapun pada mereka begitu menurutmu",ucap Dom dengan mengepalkan tangannya yang berada didepan dada.


"Bu.. bukan begitu Dom,a..aku tidak pernah melakukan itu pada Hanum karena aku tulus mencintainya".


"Jadi kau tidak pernah mencintai perempuan lain selain istriku itu maksudmu?,karena itu kau tega menyuruh istrimu yang sedang hamil untuk melakukan operasi sebelum waktunya melahirkan selain itu sebagai laki laki kau tega menjual seorang perempuan setelah mengambil semua hartanya.Apa kau masih ingin disebut manusia sekarang".

__ADS_1


"Kurasa itu masalah pribadiku Dom dan kau tidak berhak untuk mengungkit atau ikut campur dalam hal itu".


"Tapi perempuan yang kau habiskan hartanya dan sekarang kau jual kepada iblis itu mantan istriku apa kau sama sekali tidak merasa malu menemuiku sekarang untuk membuat kesepakatan konyol ini".


"Itu..., aku tidak ingin membahasnya karena aku rasa Calista saja yang begitu bodoh mau memberikan kepercayaan padaku untuk membantunya padahal dia tau aku bukan pria yang baik".


"Kurasa sekarang aku berubah pikiran soal tidak ingin mengambil kembali harta gono gini yang kuberikan pada Calista".


"A... apa maksudmu!?",tanya Arya terkejut.


"Aku memberikan semua itu pada mantan istriku sebagai kompensasi, tapi aku tidak pernah menyuruhnya memberikan semua itu pada mantan suami istriku sekarang,apa kau mengerti tuan Arya",ucap Dom dengan nada dingin.


"D... Dom aku sudah katakan itu bukan aku yang mau tapi Calista saja yang terlalu bodoh bisa dengan mudah tertipu oleh kata kata rayuanku dan kalau sekarang kau ingin mengambil lagi harta milik Calista itu tidak mungkin karena dia sudah menyerahkan harta itu padaku....".


"Aku akan mengambilnya kembali darimu karena aku bukan donatur anda tuan Arya, jadi bersiaplah untuk memberikan harta itu secara suka rela atau dengan paksaan".


"D.. Dom jangan lakukan itu mari kita bicarakan ini baik baik oke. Bagaimana kalau aku memberitaumu dimana Edward menyembunyikan Calista sekarang lalu kau berhenti mengganggu hidupku sekarang. Mari kita saling melupakan apa yang pernah terjadi diantara kita Dom.Aku berjanji setelah kau setuju melepaskan perusahaanku aku tidak akan pernah muncul lagi dihadapanmu dan Hanum selamanya".


Dom tersenyum sinis mendengar apa yang dikatakan pria brengsek itu padanya.


"Bawa Calista padaku dalam waktu dua puluh empat jam dari sekarang maka aku akan memikirkan ulang niatku untuk menghancurkanmu",jawab Dom dengan ekspresi dingin menatap kearah Arya.


Arya terkejut mendengar apa yang dikatakan Dom padanya.


Niat awalnya datang kesini hanya ingin memberikan informasi tentang keberadaan Calista yang sekarang sedang berada ditangan Edward agar Dom melepaskan perusahaannya,tapi sekarang Dom malah memintanya membawa Calista kembali dari tempat Edward,yang dia tau akan sangat sulit untuk melakukan hal itu karena dia yakin Edward tidak akan mau melepaskan Calista sebelum dia bosan.


"Dom itu akan sulit bagaimana kalau aku hanya mengatakan tempatnya sedang yang membawa Calista tetap dirimu karena aku takut....".


"Kau tidak bisa tawar menawar dengan apa yang kuperintahkan sekarang.Kau hanya bisa menjawab setuju atau tidak semua tergantung padamu.Sekarang pulanglah sebelum aku menghancurkan kepalamu karena terlalu marah melihat wajahmu yang memuakkan itu".

__ADS_1


"Tapi Dom... ",Arya masih berusaha membuat kesepakatan tapi Dom sudah menyuruh pengawalnya untuk membawa Arya keluar dari ruang kantornya.


"Ingatlah besok dijam ini kau harus sudah membawa Calista kehadapanku dalam keadaan hidup kalau kau masih ingin perusahaanmu tetap berdiri seperti sekarang",ucap dom sebelum Arya keluar dari pintu kantornya.


__ADS_2