Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
61.Niat Bekerja Sama.


__ADS_3

Masih masalah Arya Calista**.


Calista terkejut mendengar itu,dia tidak menyangka pria didepannya ini ternyata bukan manusia,mungkin selama ini Dom selalu dingin padanya tapi dia tidak pernah melakukan hal sekeji itu padanya.


"Ka..kau,dasar baji*an!",maki Calista marah.


"Kau memakiku sekarang apa kau pikir kau lebih baik dari pada aku, kau hanya perempuan murahan apa kau pikir aku sudi bersama denganmu yang sudah sisa banyak pria".


Calista sangat marah mendengar itu,andai Clarisa tau laki laki seperti apa yang sudah dinikahinya sekarang dia pasti akan menyesal dan semua penghinaan yang dilontarkan Arya padanya membuatnya sangat marah pada Hanum karena sudah berani menggoda Dom lalu setelah itu bermaksud menipunya dengan kembali pada pria brengsek ini.


"Kalian berdua benar benar pasangan bejad",maki Calista lagi.


"Aku tidak perduli sekarang aku hanya ingin kau membantuku untuk membuat Dom membenci Hanum agar dia kembali padaku".


"Bukannya kau bilang dia tidak mencintai Dom jadi apa masalahnya".


"Masalahnya Dom tidak mau melepas Hanum,dia sangat tergila gila pada Hanum sehingga akan sulit bagiku dan Hanum untuk bersama lagi kalau Dom masih mengejarnya".


Calista semakin muak dengan Hanum mendengar berkali kali Arya menyebut Dom begitu mencintai Hanum,karena dia merasa Hanum bukan siapa siapa dan tidak pantas mendapat perasaan begitu besar dari kedua pria hebat ini.


"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk membuat Dom membencinya".


Arya terdiam mendengar itu,"Aku belum memikirkan rencananya tapi aku akan segera menghubungimu untuk meminta bantuanmu melakukannya",jawab Arya.


"Baiklah tapi setelah itu berikan rekaman milikku sebagai balasannya",jawab Calista.


"Apa kau benar benar tidak akan menemuiku lagi beb",rayu Arya dengan mulai mencium leher Calista.


"Hentikan Arya,sebaiknya kita akhiri saja permainan kita ini karena kau sudah berbuat curang padaku,dengan merekam apa yang kita lakukan selama ini".


"Bagaimana kalau kukatakan aku hanya mengancammu",tanya Arya tiba tiba.


"Apa maksudmu?",tanya Calista tidak mengerti karena beberapa menit yang lalu Arya seolah serius mengatakan memiliki rekaman video mereka.


"Aku marah karena kau begitu membela Dom sibrengsek itu sedangkan kau baru saja mendesah bersamaku disini".


Calista diam mendengar itu.


"Sebenarnya bukan aku yang masih mencintai Hanum,tapi dia yang masih punya perasaan itu padaku,beberapa hari yang lalu dia mengundangku ke Apartemennya untuk merayuku,lalu tiba tiba Dom datang dan marah karena melihat Aku disana,Hanum mengatakan pada Dom bahwa aku yang menerobos masuk keApartemennya hingga terjadi perkelahian antara kami berdua gara gara dia.Aku sangat marah setelah itu dan kau tau apa yang Dom lakukan karena rayuan Hanum?".

__ADS_1


Calista menggeleng.


"Dom berusaha menghalangi bisnisku demi perempuan itu".


Calista yang memang dari dulu sudah sangat membenci Hanum sangat marah mendengar hal itu dari Arya, padahal tadi dia sempat merasa Arya brengsek tapi sekarang dengan mudahnya dia sudah tertipu dengan kata kata palsu Arya.


"Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menghancurkan permpuan itu",ucap Calista.


"Aku akan memikirkan caranya kau tidak perlu khawatirkan soal itu yang penting kau harus bersedia membantuku dalam hal ini beb".


"Itu tidak masalah kalau cuma untuk menghancurkan Hanum,asal Dom bisa lepas darinya".


"Apa kau begitu mencintai suamimu itu beb?',tanya Arya sedikit marah.


"Entahlah,tapi aku tidak rela lepas darinya karena aku masih membutuhkannya meskipun dia selalu bersikap dingin padaku".


"Baiklah aku tidak mempermasalahkan soal itu tapi aku masih sangat menikmati kebersamaan kita sekarang dan kurasa kau juga,jadi apa kau benar benar tidak ingin melakukannya lagi denganku",rayu Arya.


Calista membetulkan apa yang dikatakan Arya barusan dia memang masih sangat menikmati apa yang selalu mereka berdua lakukan saat ini dan masih berat untuk melepaskan hubungan terlarang mereka ini.


"Tapi saat ini aku harus pergi untuk menemui Clarisa sepertinya ada hal penting yang ingin dibicarakannya denganku sekarang."


"Baiklah aku juga harus pergi kekantor ada hal yang harus kulakukan soal pekerjaan".


"Oh iya karena kau akan pergi dengan Clarisa bersenang senanglah kalian hari ini",ucap Arya sambil menyerahkan sebuah kartu pada Calista.


Melihat itu Calista kembali mengecup bibir Arya, kali ini lebih lama.


"Terimakasih sayang,aku pasti akan menghabiskannya",ucap Calista yang dijawab Arya dengan senyuman smrik.


***


Beberapa saat kemudian Calista sudah berada disebuah restoran bersama Clarisa.


"Apa kau sibuk akhir akhir ini Calista kenapa aku sama sekali tidak bisa menghubungimu".


"Maafkan aku sister jadwalku sangat padat,ada apa kau ingin bertemu denganku?",tanya Calista.


"Ini masalah obat perangsang yang kita berikan pada Dom".

__ADS_1


"Kenapa dengan itu,apa Dom mendatangimu dan melabrakmu?".


Clarisa menggeleng,"Tapi Arya sangat marah padaku sister karena Dom menahan mobilku yang kau pakai malam itu".


Mendengar itu Calista sedikit terkejut dia tidak menyangka Dom akan tau masalah ini.


"Maaf sister soal itu aku akan berbicara pada Dom agar dia mengembalikan mobil itu padamu segera".


"Baiklah kalau begitu,kuharap dia segera mengembalikannya karena Arya sangat marah saat tau itu.


Calista mengangguk.


saat Clarisa akan bangkit berdiri tiba tiba ponselnya berdering,dia langsung mengerutkan dahinya membuat Calista penasaran.


" Siapa yang menghubungimu?",tanya Calista.


"Dokter kandunganku,aku kan mengangkat panggilan ini sebentar.


Calista mengangguk.


Lima menit kemudian dia sudah menutup panggilan itu.


"Ada apa?,apa ada masalah dengan kandunganmu?",tanya Calista.


Clarisa menggeleng,"Tidak tau tapi dia menyuruhku untuk melakukan cek lab agar tau bagaimana kondisi bayi didalam perutku sekarang".


"Apa sudah hampir waktunya kamu melahirkan Clarisa,?"


"Belum,tapi memang akhir akhir ini aku sering merasa tidak nyaman, apalagi kau tau Arya saat ini sedang sangat sibuk bahkan dalam seminggu dia hanya dua atau tiga hari pulang kerumah karena,terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya dan itu membuat perasaanku jadi gelisah karena itu mungkin juga berpengaruh pada kandunganku ini".


Calista diam saja mendengar itu,karena dia tau kemana Arya kalau tidak pulang kerumah yaitu saat itu mereka sedang bersama di Apartemen.


"Kapan kau ingin pergi kerumah sakit ?",tanya Calista merasa sedikit bersalah pada Clarisa karena menjadi penyebab Arya jarang pulang akhir akhir ini.


"Dokter kandungan menyarankan sore ini,aku akan menghubungi Arya memintanya untuk pulang supaya bisa mengantarku kerumah sakit".


"Bagaimana kalau aku yang menemanimu nanti kerumah sakit",tawar Calista.


"Tapi...".

__ADS_1


"Aku ingin melihat keponakanku,apa kau tidak keberatan".


Mendengar itu Clarisa menggeleng,"Baiklah ayo temani aku kedokter nanti",ucap Clarisa.


__ADS_2