
Masih di depan kantor Robert**
Dari kejauhan Emily dapat melihat mobil Dom berhenti didepan kantor seperti biasa untuk menjemput Hanum.
Dengan tatapan benci Emily menatap Hanum yang melambai kearah mobil Dom,ingin rasanya saat ini dia mendorong Hanum agar jatuh seperti beberapa waktu lalu agar dia tidak lagi bisa tersenyum bahagia seperti sekarang,tapi dia tau kalau sekarang dia melakukannya rencana yang sudah disusunnya dengan susah payah untuk mendapatkan Dom nanti akan gagal,jadi dia mencoba untuk bersabar sebentar lagi menunggu waktu yang tepat untuk menghilangkan senyum diwajah Hanum yang sangat dibencinya itu.
Lama Emily berdiri diam ditempatnya sambil menunggu Dom untuk keluar dari dalam mobil,tapi ternyata Dom tidak menunjukan dirinya,dia tetap berada didalam mobil menunggu Hanum membuat Emily terpaksa berjalan mendekat kearah Hanum untuk mengetahui bagaimana reaksi Dom saat melihat dirinya sekarang karena beberapa waktu ini dia melihat Dom selalu memperhatikan dirinya setiap kali mereka berpapasan.
Emily sengaja berjalan cepat kearah Hanum sambil memperhatikan mobil Dom,menunggu Dom keluar dari dalamnya.
Dan benar saja tak lama saat dia pura pura memanggil Hanum, Dom langsung keluar dari dalam mobilnya dan berjalan kearah mereka.
Emily yang melihat itu sengaja membelokkan langkahnya berjalan menuju kearah Dom dan mulai menyapanya ramah.
"Tuan Dominic apa anda datang untuk menjemput Hanum?",tanyanya dengan tersenyum ramah.
"Benar nona Emily",jawab Dom singkat dengan kembali memperhatikan Emily yang hari ini sengaja memakai baju sexy.
Melihat bagaimana Dom menatapnya membuat Emily melirik kearah Hanum yang terlihat marah dengan langsung masuk kedalam mobil,sementara Dom masih berdiri ditempatnya masih terus menatapnya dengan tatapan intens kearah Emily membuat merasa senang.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya nona Emily? ",tanya Dom dengan tiba tiba, membuat Emily agak gugup mendengar pertanyaan itu.
"Mungkin tuan Dom,"jawab Emily dengan penuh rahasia.
Dom diam mendengar jawaban Emily.
"Kenapa anda bertanya hal itu pada saya tuan Dom".
"Tidak ada" jawab Dom lalu pergi meninggalkan Emily yang langsung tersenyum ramah sambil melambai kearah mobil Dom dimana didalam ada Hanum yang Emily yakin saat ini pasti sedang sangat marah melihat mereka bicara tadi.
Emily masih memasang wajah ramah sampai mobil Dom menghilang dari hadapannya.
"Hanya menunggu waktu sebelum kau kembali kepelukanku Honey",gumamnya dengan ekspresi benci pada Hanum.
"Tittt! ".
Emily terkejut mendengar bunyi klakson mobil dari arah belakangnya.
"Berengsek",makinya dengan berjalan menghampiri mobil yang berhenti disampingnya dan langsung membuka pintu mobil itu untuk masuk kedalam.
"Bagaimana khabarmu akhir akhir ini sayangku",ucap Arya dengan tersenyum smrik kearah Emily.
__ADS_1
"Diamlah dasar menyebalkan aku merasa sangat tersiksa harus bersikap baik pada perempuan murahan itu",gerutu Emily pada Arya.
Arya hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan perempuan disampingnya itu.
"Kau harus sedikit bersabar sayang kalau ingin berhasil tapi bagaimana dengan pria brengsek itu apakah dia melirik kearahmu sekarang ".
" Apa kau pikir aku tidak menarik sampai Dom tidak memandangku sama sekali,hanya menunggu waktu sebelum dia meninggalkan perempuan itu dan kembali kepelukanku".
Arya kembali tertawa,"sepertinya tidak sia sia perubahanmu ini kalau memang dia tertarik padamu karena kuakui kau yang sekarang memang lebih baik dari sebelum melakukan operasi,bentuk tubuhmu benar benar sangat menggoda membuat para lelaki dimedia sosial sekarang mengidolakanmu melebihi Hanum".
"Tentu saja kau pikir siapa aku dibandingkan perempuan murahan itu".
"Berhentilah marah ayo ikut aku bersenang senang sekarang",ucap Arya.
Emily langsung memicingkan mata mendengar ucapan Arya.
"Jangan bilang kau ingin memanfaatkanku sekarang untuk membantumu",ucapnya merasa curiga.
"Hanya sedikit sayang,aku ingin kau membantuku menemui penggemarmu agar mereka mau menandatangani proyek yang ingin kudapatkan".
"Aku tidak ingin tidur dengan mereka!",hardik Emily.
"Jangan menjebakku Arya,awas kalau kau berani! ",hardik Emily lagi.
"Bukan, aku hanya ingin kau bertemu dengan saudaramu disana".
"Saudara?,siapa? "
"Apa kau melupakan saudaramu sendiri tentu saja Clarisa sayang apa kau sudah melupakannya kau sungguh kejam, bukankah dulu kalian sangat dekat bahkan pernah berbagi pria yang sama",goda Arya.
"Dasar kau pria brengsek,itu semua karena kau yang baji*an sudah menghancurkan hubungan persaudaran kami".
"Hanya kau yang berani memakiku seperti itu",gerutu Arya kesal.
"Aku hanya mengatakan apa yang menjadi kenyataan sebenarnya".
"Terserah saja,karena kurasa kita sekarang sama".
"Itu terpaksa karena aku membutuhkanmu".
"Anggap saja kita sama sama membutuhkan sekarang".
__ADS_1
"Terserah,lalu untuk apa kau menyuruhku menemui saudaraku itu? ",tanya Emily.
"Untuk melepas rindu".
"Maksudmu?".
"Tentu saja untuk mencoba apakah dia masih mengenalimu lagi sekarang setelah kau berubah seperti ini".
"Aku tidak perduli dia masih mengenaliku atau tidak karena bagiku dia bukan saudaraku lagi sejak dia memakiku dikantormu itu".
"Terserah kau saja",ucap Arya tidak perduli.
Tapi Emily tetap merasa penasaran tentang Clarisa karena setahunya mereka sudah bercerai beberapa waktu lalu.
"Jadi,apa yang dia lakukan disana bukankah kalian sudah bercerai sekarang",tanya Emily.
"Apa kau merasa penasaran sekarang?",tanya Arya dengan senyum jahat.
"Sedikit",jawabnya jujur.
"Kalau begitu kau akan segera mengetahuinya setelah kita sampai disana nanti",jawab Arya penuh rahasia.
"Dasar menyebalkan",maki Emily kesal.
"Berhentilah memakiku aku takut kau akan jatuh cinta padaku nanti",goda Arya dengan tertawa.
"Jangan mimpi, aku tidak mungkin akan pernah mencintai pria brengsek sepertimu".
"Syukurlah",ucap Arya.
"Sudahlah berhenti bicara kau membuatku semakin muak dengan kata kata tidak jelasmu itu",ucap Emily sambil mengalihkan tatapannya keluar jendela mengingat apa yang sudah dialaminya dalam setahun terakhir ini hidupnya yang indah harus berantakan karena kedatangan sosok Hanum dikehidupan pernikahannya dan Dom,dia merasa sudah melakukan segala cara untuk membuat Dom mencintainya selama ini tapi malah surat cerai yang didapatnya dari pria itu hanya karena seorang perempuan murahan yang masuk di kehidupan Dom,Emily benar benar sakit hati dan sangat membenci Hanum.
"Apayang kau pikirkan,berhenti memikirkan masalalumu yang tidak penting itu",ucap Arya membuat Emily terkejut dan langsung menoleh kearah pria disampingnya itu.
"Siapa yang masih memikirkan masalalu, aku hanya memikirkan bagaimana cara memisahkan Hanum dan Dom sekarang".
"Kamu tenang saja kita pasti berhasil kali ini,"ucap Arya.
"Kita memang harus berhasil aku sudah melakukan banyak hal untuk sampai ketitik ini".
"Aku juga,aku tidak akan membiarkan seseorang menghalangi langkahku untuk menjadi yang paling sukses didunia bisnis",ucap Arya dengan pikiran ingin menghancurkan Dom saat itu.
__ADS_1