Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
107. Semakin Curiga.


__ADS_3

Dikantor Dom**


Dengan langkah tergesa gesa Lucas berjalan menuju kantor Dom pagi itu.


"Dom kau harus melihat ini",ucap Lucas dengan langsung masuk kedalam kantor tanpa mengetuk pintu lebih dulu membuat Dom langsung memasang wajah dingin pada Lucas dari balik meja kerjanya.


"Kau jangan marah dulu karena apa yang akan kulaporkan ini sangat penting",ucapnya dengan berjalan menghampiri meja kerja Dom untuk memberikan Tapnya pada Dom.


"Apa ini?",tanya Dom dengan kening berkerut.


"Rekaman Cctv didepan kantor Robert Agency".


Dom semakin mengerutkan kening mendengar itu.


"Lihatlah!".


Lucas memutar rekaman Cctv didepan kantor Agency Robert yang menunjukan saat Emily naik kedalam sebuah mobil sedan mewah.


"Apa hanya itu hal yang kau bilang sangat penting hingga masuk kedalam kantorku tanpa permisi".


"Intinya bukan saat dia naik kedalam mobil Dom tapi mobil yang dinaiki perempuan bernama Emily itu ternyata adalah mobil milik Arya,apa kau tidak merasa itu sangat mencurigakan".


Dom terdiam mendengar hal itu,sambil kembali menatap rekaman Cctv yang menunjukan Emily naik kedalam mobil Arya tanpa merasa canggung,bahkan dia sempat memaki direkaman itu sebelum dia masuk kedalam mobil Arya dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Kemana mereka pergi setelah itu? ",tanya Dom tiba tiba yang membuat Lucas langsung tercengang mendengarnya.


"Maksudmu Dom? ",tanyanya.


Dom menatap Lucas, "Apa hanya sampai disini saja penyelidikanmu tentang mereka? ",tanya ulang Dom.


"Untuk itu aku sudah menyuruh orang untuk mengetahui kemana mereka pergi setelah dari Agency Robert".


"Jadi kemana mereka setelah itu? ",tanya Dom lagi.


"Mereka pergi kesebuah Vila ditepi pantai".


"Lalu?",tanya Dom dengan menatap kearah Lucas.


" Arya mengadakan pesta privat diVila itu malam harinya yang dihadiri oleh orang orang yang berhubungan dengan proyek proyek besar yang ingin dikuasainya".


"Jadi maksudmu perempuan bernama Emily ini punya hubungan spesial dengan si baji*an itu".


"Sepertinya begitu".


Dom terdiam mendengar itu,"Panggil perempuan bernama Emily itu kemari",ucap Dom tiba tiba setelah lama terdiam.


Lucas terkejut mendengar perintah Dom itu.

__ADS_1


"HAH!! memanggilnya kemari untuk apa Dom!?",tanyanya terkejut.


"Untuk menjadi model disini",jawab Dom membuat Lucas semakin tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan bosnya itu.


"Dom apa kau sedang bermain api dengan menyuruhnya bekerja disini, bagaimana kalau Hanum marah padamu karena hal ini".


"Aku akan bicara padanya nanti sekarang kau panggil dia aku menunggunya dikantorku siang ini".


Lucas belum beranjak dari tempatnya dia merasa keputusan Dom kali ini bisa menyebabkan perang dunia dengan Hanum nanti dan jujur saja itu membuatnya takut.


"Kenapa kau masih berdiri disini cepat hubungi asistennya katakan aku ingin bertemu dengannya siang ini".


Lucas menghela nafas keras sebelum pergi meninggalkan ruang kerja Dom.


Setelah Lucas pergi Dom kembali memutar rekaman Cctv itu bahkan dia sengaja memperbesar gambar Emily karena dia merasa perempuan bernama Emily itu sangat familiar baginya.


**


Sementara itu di Agency Robert**


Asisten Emily berjalan menghampirinya dan membisikkan sesuatu ketelinga Emily saat dia baru selesai melakukan sesi pemotretan bersama Hanum.


"Kau yakin? ",tanyanya dengan wajah berbinar menatap sang asisten.


Sang asisten mengangguk, "Bahkan asisten tuan Dom sendiri yang menghubungi saya meminta anda datang kekantornya siang ini".


"Iya",jawab sang asisten yang langsung membuat Emily tersenyum lebar sambil menatap kearah Hanum seolah sengaja menunjukan kalau dia sekarang berada diatas angin karena Dom mengajaknya bertemu dikantornya siang ini.


"Hanum kamu baik baik saja?",tanya Wendy terdengar khawatir melihat Hanum yang tersedak minumannya barusan.


"Aku baik baik saja,aku mau berganti baju sekarang dan langsung pulang saja",ucapnya dengan berjalan menuju ruang ganti.


"Apa kau cemburu Hanum mendengar Dom mengundangku kekantornya untuk bertemu secara pribadi?",tanya Emily sambil berjalan menghampiri Hanum diruang ganti.


Mendengar suara Emily Hanum langsung berbalik.


"Kurasa kau terlalu menganggap penting permintaan Lucas yang menyuruhmu datang keAgency milik suamiku".


"Apa kau menganggap Dom bercanda ingin bertemu denganku meski dia meminta Lucas yang menyampaikannya".


"Jangan terlalu percaya diri dulu aku yakin suamiku ingin bertemu denganmu hanya untuk masalah pekerjaan".


"Kita lihat saja nanti mungkin awalnya iya, tapi yang pasti sekarang jarak kami lebih dekat dibandingkan dia dan kau karena kami bisa bertemu setiap hari".


Setelah mengatakan itu Emily pergi meninggalkan Hanum yang terdiam ditempatnya dengan perasaan kesal.


"Kamu baik baik saja?",tanya Wendy sambil berjalan menghampiri Hanum yang berkali kali menghela nafasnya untuk meredakan perasaan marahnya.

__ADS_1


"Kurasa tidak",jawabnya jujur dengan berbalik dari hadapan Wendy dan segera mengganti bajunya.


"Jangan dengarkan ucapan perempuan itu Hanum dia hanya ingin membuatmu marah sekarang".


"Aku tau tapi aku tetap marah mendengar ucapannya tadi apa lagi Dom tidak mengatakan apapun padaku sebelumnya".


"Dom pasti punya alasan tersendiri kenapa mengajak bertemu perempuan itu tanpa bilang padamu".


"Entahlah sekarang aku hanya ingin pulang Wendy",ucap Hanum dengan berjalan keluar dari ruang ganti itu.


"Mau kuantar?",tawar Wendy pada Hanum.


Hanum menggeleng,"Ada mang Cecep yang mengantarku ".


"Baiklah kalau begitu,hubungi aku kalau kau butuh teman sebelum Dom pulang".


Hanum mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan Wendy sendiri.


Diarea parkiran Hanum kembali berpapasan dengan Emily yang berjalan menuju mobilnya dengan penampilan sangat sexy hari itu membuat perasaan Hanum semakin kesal.


"Apa kau sudah akan pulang Hanum",sapanya saat melihat Hanum akan masuk kedalam mobilnya.


"Iya",jawab Hanum singkat.


"Kenapa kau terlihat kesal hari ini apa karena Dom tidak bisa menjemputmu karena ada janji bertemu denganku?".


"Emily stop aku sedang tidak ingin berdebat denganmu untuk masalah tidak penting seperti itu".


"Apa maksudmu masalah tidak penting?!".


"Ayolah berhenti memprofokasiku dengan Dom padahal kau tau Dom hanya mengundangmu kekantornya untuk urusan pekerjaan jangan berpikir kau sudah berhasil merayunya hanya karena dia mau bicara denganmu beberapa kali".


Emily langsung mendekat kearah Hanum dengan tatapan marah.


"Jadi kau ingin bilang bahwa Dom tidak mungkin tertarik padaku begitu! ".


"Aku yakin kau sudah tau soal itu jadi jangan berkhayal terlalu tinggi bahwa dia akan... ".


Tiba tiba saja Emily mencengkram lengan Hanum erat membuat Hanum terkejut.


"Aku pasti akan mendapatkannya kau lihat saja nanti aku akan merebut Dom darimu dasar perempuan menyebalkan".


"Lepas!".


Hanum menyentak tangan Emily dari lengannya hingga membuat Hanum hampir jatuh karena Emily tiba tiba saja melepaskan cengkramannya itu.


Melihat itu Emily tersenyum sinis,lalu pergi meninggalkan Hanum yang langsung ditolong oleh mang Cecep untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2