Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
67. Aku Pulang.


__ADS_3

Lucas menatap Dom tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Dom barusan.


"Dom apa kau masih pria normal sekarang?",tanya Lucas.


Dom mengerutkan keningnya dengan menatap kearah Lucas.


"Apa kau benar benar penasaran dengan kenormalanku soal bercinta Lucas?",tanya Dom.


Tanpa sadar Lucas mengangguk.


"Aku menyuruh kalian mendengarkan suara mereka bukan suara menjijikkan seperti ini",ucap Dom.


"Lalu suara apa yang bisa kita dengarkan saat menguping orang yang sedang bercinta Dom".


"Selain suara menjijikkan itu apakah sipemuda ada mengatakan sesuatu pada Calista yang membuat Calista curiga, itu maksudku apakah hal seperti itu harus kukatakan pada kalian,jangan sampai kita kecolongan karena merasa mereka tidak akan melakukan hal lain selain adegan ranjang menjijikkan itu".


Mendengar itu Lucas dan sang pengawal langsung diam dan merasa sedikit malu karena dari tadi hanya fokus pada suara suara erotis milik Calista dan sipemuda.


"Apa kalian mengerti sekarang ?".


Lucas dan sipengawal mengangguk.


"Kalau kalian merasa masih tidak tahan keluarkan saja dikamar mandi sekarang sebelum mereka selesai dan akan melakukan sesi bicara sebelum tidur".


Secara reflek merek berdua menggeleng bersamaan.


"Kami tidak papa sekarang Dom",jawab Lucas.


"Kalau begitu dengarkan menggunakan headsed jangan sampai kalian melewatkan hal kecil yang penting paham ",perintah Dom.


Mereka berdua mengangguk bersama.


"Kalau begitu aku akan pergi sekarang kalian lanjutkan pengamatan kalian, besok pagi sebelum matahari terbit kalian harus membawa sipemuda itu keluar dari kamar Calista dan tolong kau tuliskan pesan manis dimeja Calista juga suruh pelayan hotel mengantarkan sarapan untuk Calista".


"Lalu kau sekarang akan kemana Dom?',tanya Lucas penasaran.


"Pulang menemui Hanum",jawab Dom dengan berjalan meninggalkan kamar itu.


"Bukannya kau bilang.. ".


"Bukannya kalian baru saja meragukan kemampuanku sebagai seoarang pria karena itu aku akan membuktikan pada kalian apa kalian juga ingin mendengar milikku dan Hanum?",tanya Dom dengan menoleh kearah mereka yang langsung menggelengkan kepalanya mendengar Dom mengatakan itu.


Setelah mengatakan itu Dom keluar dari kamar hotel dan langsung mengendarai mobilnya menuju Apartemen Hanum.


Hari sudah sangat malam tapi Dom tidak perduli saat ini pikirannya tidak lepas dari Hanum apalagi saat melihat dari Cctv Hanum yang disadap keponselnya, tadi Hanum sedang bergelung diruang tengah sambil menangis membuat perasaan Dom semakin gelisah.

__ADS_1


Dom menambah kecepatan mobil yang dikendarainya sampai max agar bisa segera sampai ketempat Hanum dia sudah tidak sabar ingin memeluk tubuh Hanum.


Dom menghentikan mobilnya sampai menimbulkan bunyi berdecit keras diarea parkiran membuat petugas keamanan Apartemen terkejut mendengarnya.


"Tuan",sapanya yanga dibalas Dom dengan anggukan singkat lalu Dom bergegas berjalan menuju Apartemen Hanum.


Dom masuk sendiri tanpa memberi tau Hanum seperti biasanya.


Suasana didalam Apartemen tampak gelap hanya terlihat cahaya dari televisi diruang tengah yang masih menyala dan bersuara sedikit keras.


Dom berjalan kearah itu dilihatnya Hanum sudah tertidur didalam selimut.


Dom berjongkok dihadapan Hanum lalu perlahan membopong tubuh Hanum,membawanya kedalam kamar.


Hanum terbangun saat Dom meletakkan tubuhnya diatas ranjang.


"Dom".panggilnya pelan.


"Aku pulang sayang",ucap Dom dengan mengecup lembut dahi Hanum.


Masih setengah sadar Hanum langsung mengalungkan kedua tangannya keleher Dom dan menariknya lalu langsung mencium bibir Dom yang langsung dibalas Dom dengan penuh gairah membuat Hanum mengerang akibat ciuman Dom.


"Dom jangan pergi",ucap Hanum dengan semakin erat menarik Dom kearah tubuhnya.


Dom segera membalas pelukan dan langsung mulai mencumbu tubuh Hanum membuat Hanum mengerang keras bahkan tanpa Dom minta Hanum langsung mengambil alih kendali permainan mereka malam itu.


Dom merasakan Hanum begitu agresif dan liar saat ini membuatnya benar benar hampir gila karena permainan Hanum.


"Ahhhh,sayang...!!"erangnya saat merasakan miliknya meledak didalam tubuh Hanum dengan dasyat, dia sampai harus menyesap keras puncak dada Hanum sebagai pelepasan terakhir permainan mereka.


"Aku mencintaimu Hanum",bisik Dom sambil mengecup bibir Hanum sebelum menggulingkan tubuh Hanum tanpa melepaskan penyatuan mereka.


"Aku juga mencintaimu Dom" balas Hanum disela sela nafasnya yang masih terengah engah keras.


Dom menatap intens Hanum saat mendengar Hanum mengatakan itu.


"Apa kamu serius sayang?",tanya Dom masih merasa tidak percaya Hanum mengatakan cinta padanya.


Hanum mengangguk lemah,"Iya aku benar benar mencintaimu tuan Dominic Alexander".


mendengar itu Dom memeluk tubuh Hanum sangat erat membuat Hanum sampai kesulitan bernafas.


"Dom",panggil Hanum dengan berusaha mendorong tubuh Dom agar melonggarkan pelukannya.


"Sebentar saja sayang",pinta Dom.

__ADS_1


Mendengar itu Hanum tidak lagi mencoba melepaskan pelukan Dom tapi balik memeluk tubuh Dom sama eratnya.


Lama mereka berdua berpelukan dalam diam seperti itu seperti mencoba meresapi pernyataan perasaan barusan.


Setelah puas dalam posisi itu Dom melepaskan pelukan dan miliknya dari tubuh Hanum.


Dom menatap Hanum yang tidur miring saling berhadapan.


Disentuhnya wajah Hanum lembut dengan sesekali mengecupi wajah itu seolah dia khawatir semua yang dirasakannya itu adalah mimpi.


"Tetaplah disampingku selamanya sayang,temani aku sampai aku menua nanti" pinta Dom dengan menempelkan dahinya didahi Hanum.


Hanum hanya mengangguk untuk menjawab semua ucapan Dom.


"Aku tidak akan sanggup kalau tidak ada kamu disampingku sayang",lanjut Dom dengan mengecup seluruh wajah Hanum lembut.


Hanum mengangguk "Aku juga Dom,aku tidak sanggup tanpamu aku takut kau akan pergi meninggalkanku, aku...".


Tiba tiba Hanum tidak bisa lagi menahan tangisnya dan mulai menangis mengingat Dom bersama Calista tadi.


"Ssttt,jangan menangis sayang aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu percayalah padaku",ucap Dom dengan memeluk Hanum dan menenangkannya.


Bukannya diam Hanum malah semakin kencang menangis seolah seluruh perasaannya seharian tadi tumpah semua sekarang.


Dom tidak lagi membujuk Hanum untuk diam tapi hanya memeluknya membiarkan Hanum mengeluarkan semua emosi dan kesedihannya sampai dia puas.


"Apa kamu sudah merasa lebih baik sayang?".


Hanum mengangguk,tapi tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Dom.


"Pelan pelan saja",ucap Dom dengan mengecupi puncak kepala Hanum penuh Cinta.


Setelah merasa lebih baik Hanum menatap dan sedikit mendorong tubuh Dom menjauh darinya.


"Ada apa sayang?",tanya Dom.


Hanum tiba tiba mendudukan tubuhnya dengan bersandar dikepala ranjang.


"Bukannya kau bilang tidak akan pulang malam ini kenapa tiba tiba malah pulang?",tanya Hanum.


"Kenapa apa kau tidak suka aku pulang dan memelukmu seperti ini",ucap Dom dengan melingkarkan tangannya dipinggang Hanum sementara itu kepalanya direbahkannya dipaha Hanum sambil membenamkan wajah keperut rata Hanum.


Hanum menggeleng.


"Lalu?",tanya Dom.

__ADS_1


"Aku lupa belum membeli lingeri yang kau inginkan itu".


Dom membulatkan mata mendengar itu,"Berarti kau harus membayarku dua kali besok",ucap Dom jahil.


__ADS_2