Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
156.Kenyatan Sebenarnya.


__ADS_3

Lucas hanya bisa terdiam saat Dom mengatakan hal itu kali ini otaknya benar benar buntu dan jujur saja dia mengakui kehebatan Dom dalam menganalisis setiap masalah yang dihadapinya bisa dengan sangat teliti.


"Lalu kita harus bagaiman Dom? ",tanya Lucas.


"Dimana Clarisa sekarang?",tanya Dom.


"Dirumahnya yang berada lingkungan kumuh itu".


"Aku akan kesana sementara kau tangkap kekasihnya itu dan bawa ketempat Clarisa.


"Baiklah Dom",ucap Lucas dengan keluar dari ruangan itu diikuti beberapa anak buah Dom dan Dom juga pergi dari sana dengan diikuti oleh anak buahnya menuju Rumah Clarisa yang jaraknya hanya sekitar satu jam perjalanan dari rumah sakit.


Clarisa sangat terkejut saat melihat Dom datang ketempat tinggalnya itu dipikirnya Dom sekarang sedang pergi untuk mencari keberadaan Arya.


"Dom! ",ucap Clarisa dengan ekspresi terkejut yang tidak bisa disembunyikannya.


"Bagaimana khabarmu Clarisa sepertinya kau sangat baik sekarang",ucap Dom dingin dengan menyuruh anak buahnya menahan Clarisa masuk kedalam Rumah dan mengurungnya.


"A... apa maksud semua ini Dom? ",tanyanya gugup dan takut melihat ekspresi Dom yang sangat mengerikan itu.


"Seharusnya aku yang bertanya hal itu padamu Clarisa".


"Apa lagi yang ingin kau tanyakan bukankah aku sudah menceritakan semuanya padamu Dom".


"Lalu apa kau tidak ingin menjelaskan tentang kebohonganmu ini",ucap Dom dengan melemparkan kertas kertas hasil pemeriksaan kesehatan Clarisa dengan tatapan membunuh,membuat Clarisa langsung pucat karena yakin Dom sudah tau kebohongannya itu.


"I... itu memang tidak benar tapi tentang bayiku yang berada ditangan Arya itu benar Dom dan aku ingin kau membantuku sekali lagi untuk menyelamatkan bayiku karena itu aku berbohong tentang semua ini dan juga berbohong dengan pura pura menculik anakmu".

__ADS_1


"Kenapa?".


"A... apa maksudmu Dom?".


"Kenapa aku harus membantu penipu sepertimu, kau bukan siapa siapaku bahkan kau adalah musuhku tidak ada bedanya dengan mantanmu yang brengsek itu" ucap Dom dengan geram.


"I.. itu aku...".


Dom aku sudah membawa Dokter yang telah menuliskan surat palsu Clarisa itu",ucap Lucas yang tiba tiba sudah berada didalam Rumah kecil Clarisa itu.


"Charles! ",ucap Clarisa gugup.


"Siapa dia? ",tanya Dom dengan nada suara sangat dingin kepada Clarisa.


"Dom tolong lepaskan dia, dia tidak bersalah ini semua murni rencanaku dia hanya orang yang kuminta batuannya untuk menuliskan surat itu",mohon Clarisa.


Kali ini Clarisa melihat aura membunuh dimanik mata biru Dom yang sangat mengerikan membuatnya sampai mengeluarkan keringat dingin.


"D... Dom i... ini sebenarnya... ",Clarisa bingung dan gugup bagaimana mengatakannya karena Arya mengancamnya untuk membunuh bayinya dan Calista kalau sampai dia mengatakan apa rencana Arya sebelum dia berhasil melakukannya dan Arya bilang dia akan menjalankan rencana itu hari ini lalu setelah dia berhasil melaksanakan rencananya baru dia akan mengembalikan bayinya dan Calista, juga akan memberikannya seperempat harta Edward sebagai konpensasi untuk Calista agar Clarisa bisa merawat Calista sampai sembuh dan bisa pergi bersembunyi dari Dom yang pasti tidak akan tau kalau dia ikut membantu suksesnya rencana bejad Arya itu.


Dom dapat melihat bahwa Clarisa ragu untuk jujur padanya jadi dia mengode anak buahnya untuk menghajar pria bernama Charles itu yang wajahnya sudah pucat pasi dari tadi melihat orang orang didepan matanya itu yang berpenampilan seperti para Mafia.


Mendapat kode dari Dom, anak buah Dom langsung menghajar Charles membuat Charles langsung jatuh tersungkur dengan darah segar yang keluar dari hidungnya.


"D.. Dom kumohon hentikan..


dia tidak bersalah i.. ini semua rencanaku kumohon Dom... ",ucap Clarisa dengan berlutut didepan Dom.

__ADS_1


Bukannya kasihan melihat Clarisa seperti itu kali ini Dom menunduk dan langsung mencengkram baju Clarisa kuat sampai dia tertarik keatas mengikuti tarikan tangan kuat Dom.


"Kau pikir aku peduli,dia mau mati atau hidup.Aku akan baik pada orang yang tau itu kebaikan tapi aku akan kejam pada orang yang tidak tau balas budi apa kau mengerti",ucap Dom dengan semakin menarik keras baju Clarisa membuat leher Clarisa terasa sangat sakit karena itu.


"D.. Dom.. maaf tapi ini semua aku lakukan karena Arya mengancam akan membunuh anak kami, meski dia tau itu anaknya tapi dia tidak perduli,karena dia bilang nanti dia bisa membuat anak lagi bersama Hanum setelah berhasil menculiknya",ucap Clarisa dengan terbata bata karena merasakan bagian pundaknya seolah akan patah akibat tarikan kuat Dom itu.


Sementara Dom langsung memucat mendengar apa yang baru saja dikatakan Clarisa disela sela rasa sakitnya itu dan diyakini Dom itu benar.


Dengan sangat marah Dom langsung mencengkram leher Clarisa kuat tapi tidak membunuh karena dia ingin mendengar semuanya sekali lagi tentang rencana Arya.


"Katakan Apa yang akan dilakukan baji*an itu pada istri dan anak anakku!!!",bentak Dom membuat semua orang disana terkejut mendengar itu.


"D... Dom... i.. itu... Arya akan menculik Hanum hari ini dan dia menyuruh aku untuk mengecohmu dan anak buahmu saat dia melakukannya baru setelah itu dia akan melepaskan anakku dan juga Calista".


"Keparat!!!! ",teriak Dom dengan memukul keras tubuh Clarisa hingga clarisa terpelanting jauh menabrak dinding rumahnya dan membuatnya menjadi setengah sadar akibat pukulan Dom barusan yang dilakukan dengan emosi penuh.


Semua orang terkejut mendengar dan melihat apa yang dilakukan Dom itu tapi mereka sekarang mengerti kenapa selama ini Arya seolah diam saja,karena ternyata target yang sebenarnya bukanlah anak Dom tapi Hanum, mantan istrinya.


Karena itu dia sengaja menarik harta Edward dalam jumlah banyak pasti untuk membawa Hanum kabur keluar negeri atau kesuatu tempat yang sudah disiapkannya untuk mereka tinggal bersama.


"Kita kembali kerumah sakit dan cepat hubungi Dokter Moris juga pengawal yang bertugas untuk menjaga Hanum dan anak anakku jangan sampai baji*an itu berhasil melakukan niatnya",perintah Dom dengan nada khawatir dan takut yang tidak bisa lagi tutupinya saat itu membuat semua orang langsung melaksanakan apa yang dikatakan Dom pada mereka.


"Lalu bagaimana dengan mereka Dom?",Tanya Lucas menunjuk pada Clarisa yang sudah pingsan dan Dokter kekasihnya yang kondisinya tidak lebih baik itu.


"Buang mereka kekandang singa sebagai santapan binatang buas",ucap Dom tidak perduli karena saat ini pikirannya dipenuhi oleh Hanum yang sedang dalam bahaya.


Autor deg degan nulisnya,bagaimana kira kira nasib Hanum ya?.

__ADS_1


Berhasil nggak Dom menggagalkan rencana jahat Arya kira kira,ayo like komennnya untuk menyemangati autor reader kesayanganku😊😊.


__ADS_2