
Dom sedang menemani Hanum untuk melihat perkembangan kedua anak mereka yang kini usia kandungan sudah delapan bulan diruangan Dokter Moris.
"Ini kedua bayi kembar kalian tuan Dominic",ucap Dokter Moris dengan menunjuk kelayar monitor dimana disana terlihat dua bayi mungil yang masih berada didalam perut Hanum.
"Mereka sehat bukan Dokter?",tanya Dom dengan tetap menatap kelayar monitor.
"Ya mereka dalam kondisi sangat sehat dalam beberapa minggu lagi mereka sudah akan lahir"
"Benarkah dokter",ucap Hanum penuh semangat mendengar kedua anaknya akan segera lahir".
"Benar nyonya Hanum jadi,jaga kondisi fisik dan mental anda supaya tetap baik, saya akan menjadwalkan waktu operasinya nanti".
"Baik Dokter",jawab Hanum terlihat sangat bahagia dengan menatap kearah Dom.
***
Dom mendorong kursi roda Hanum dan membawanya kembali keruangan rawatnya.
Karena sekarang kandungan Hanum sudah sangat besar apalagi dia sedang mengandung anak kembar sebentar saja dia berjalan dia sudah merasa lelah membawa beban dari perut buncitnya jadi dokter Moris benar benar tidak menyarankannya berjalan sendiri dalam waktu lama kecuali didalam kamar rawatnya saja,kalau selain itu dia menganjurkan Hanum untuk menggunakan kursi roda.
Kali ini Hanum mengangguk setuju karena Dokter Moris mengatakan itu demi kedua anaknya yang sebentar lagi akan lahir kedunia.
"Dom...aku tidak sabar ingin segera melihat mereka lahir kedunia",ucap Hanum dengan mengelus perutnya yang benar benar terlihat sangat membuncit sekarang.
"Aku juga sayang",ucap Dom dengan mengecup lembut perut buncit sang istri.
"Kamu tau Dom saat ini aku benar benar sangat bahagia karena akhirnya setelah penantian panjangkku selama ini akhirnya Tuhan memberiku hadiah besar seperti ini,aku benar benar tidak menyesali lagi hidupku sekarang karena aku sudah merasa punya segalanya".
"Aku juga aku sudah menantikan ini sepanjang hidupku, memiliki kamu dan kedua anak kita ini merupakan hal paling indah dalam hidupku, terimakasih sayang karena sudah bertahan untuk menemaniku sampai sekarang dan kuharap itu adalah yang terakhir kalinya kamu membuatku hampir gila".
__ADS_1
Hanum mengangguk,"Kurasa aku tidak ikhlas pergi lebih dulu meninggalkan kalian Dom karena itu aku kembali".
"Itu adalah keputusan tepat sayang karena kamu tau andai boleh memilih aku akan tetap menjadikanmu sebagai pilihan pertamaku dibandingkan apapun didunia ini".
"Maksudku?",tanya Hanum dengan menatap kearah Dom yang sedang merebahkan kepalanya diatas pangkuan Hanum dengan wajah menempel keperut Hanum dimana terdapat anak anak mereka.
"Maaf sayang, aku pernah bernah berpikir untuk memilihmu dibandingkan dengan mereka saat kamu koma kemarin",ucap Dom dengan mengambil tangan Hanum dan membawa tangqn itu kewajahnya dengan tidak melepaskan tatapannya dari wajah Hanum yang terlihat terkejut saat mendengar apa yang baru saja dikatakannya itu.
Dom tau itu pasti menyakitkan untuk Hanum karena dia pernah berpikiran jahat seperti itu pada kedua anak mereka tapi dia hanya ingin jujur pada Hanum dan Hanum tau bagaiman perasaannya saat itu saat dia hampir kehilangannya.
Hanum terkejut mendengar itu dan bermaksud menarik tangannya tapi ditahan oleh Dom.
"Aku berpikir seperti itu bukan karena aku tidak mencintai mereka tapi karena aku terlalu mencintai kalian terutama dirimu,bagiku kamu segalanya dari awal sampai akhir".
"Tapi mereka darah dagingmu Dom" ucap Hanum lirih.
"Itu benar karena itu aku hampir gila memikirkannya selama menunggumu sadar, andai kamu pergi tapi kami ada apa kamu bisa membayangkan bagaimana kami menjalani hidup ini".
"Tidak ada penggantimu sayang kalau kamu tidak ada mungkin aku akan berpikir untuk ikut bersamamu dan meninggalkan semua hartaku untuk kedua anak kita kurasa itu lebih baik",gumam Dom dengan melingkarkan kedua tangannya memeluk Hanum dan perut buncitnya.
"Dom itu pemikiran gila, apa kamu tau!",hardik Hanum.
"Aku tidak perduli,akan ada Lucas yang mengasuh kedua anak kita dengan baik sementara aku siapa yang akan mengasuhku kalau kamu tidak ada",jawabnya.
Hanum diam sambil membelai kepala Dom lembut,"tapi sekarang semua sudah baik baik saja jadi kamu tidak harus memilih bukan?",ucapnya.
"Lalu apa kamu marah aku sempat berpikir seperti itu?",tanya Dom dengan kembali mengambil tangan Hanum untuk membelai wajahnya.
"Tentu saja aku marah,bahkan sangat marah karena kamu punya pemikiran gila seperti itu,tapi aku tidak bisa membencimu Dom karena aku tau seberat apa kamu untuk bisa melalui ini".
__ADS_1
"Terimakasih sayang aku sangat mencintaimu,sekarang dan selamanya"."Aku juga mencintaimu Dom sekarang dan selamanya",jawab Hanum.
***
Lama mereka diam dengan hanya saling menatap seperti itu meresapi seberapa dalam perasaan cinta yang ada didalam hati mereka berdua dan berpikir bahwa mereka tidak berarti tanpa satu sama lainnya.
"Kamu tidak pergi kekantor? ",tanya Hanum berusaha memecah kesunyian diruangan itu karena merasa dadanya sesak memikirkan hidupnya andai tanpa Dom dan sebaliknya.
Dom menggeleng sambil bangkit dari pangkuan Hanum.
"Aku sudah bicara pada Lucas untuk menunda semua urusanku yang tidak mendesak nanti saja sampai sesudah kamu melahirkan sayang".
"Itu masih lama Dom, bahkan dokter Moris belum menjadwalkan operasinya".
"Tidak masalah sayang,karena setelah ini aku tidak tau kapan lagi kamu akan Hamil lagi seperti ini, jadi aku ingin menikmati momen momen terakhir seperti ini untuk selalu ada disampingmu.Anggap saja sebagai penebus kesalahanku karena sempat berpikir jahat pada mereka waktu itu".
"Itu memang harus,dan saat mereka lahir nanti kamu harus menjadi ayah yang baik bagi mereka dan juga suami yang baik untukku karena kalau kamu tidak baik padaku aku mungkin tidak ingin hamil lagi nanti".
"Kurasa tidak mungkin sayang karena aku suka melihatmu saat Hamil seperti ini kamu terlihat sangat cantik dan sexy menurutku. Jadi aku bermaksud membuatmu terus hamil nanti sampai kita punya banyak anak yang akan membantumu menghabiskan hartaku bagaimana? ",goda Dom pada Hanum yang langsung berwajah cemberut mendengar itu.
"Ka.. kau.. dasar menyebalkan",ucap Hanum dengan memukul pelan dada bidang Dom.
"Tidak masalah kalau kamu sebal karena ekspresimu sekarang benar benar sangat menggoda membuatkan jadi ingin bercinta denganmu",ucap Dom dengan mendekatkan wajahnya kearah Hanum yang membuat Hanum. langsung memundurkan wajahnya.
"Dom dokter Moris bilang aku tidak boleh terlalu lelah apa kamu ingat itu",ucapnya dengan berusaha mendorong tubuh Dom menjauhinya.
"Memang benar tapi Dokter Moris tidak melarang kita untuk bercinta sayang".
"Tapi Dom... ".
__ADS_1
"Ayolah sayang nanti kalau kamu sudah melahirkan aku harus kembali libur selama beberapa waktu sampai kamu sembuh jadi sekarang boleh ya.. ".
Ekhem... ekhem... autor tidak ikut ikut kalau sudah mendapat rayuan maut seperti ππ.