
Dom mengajak Hanum makan siang yang sudah kesorean disebuah restorang bintang lima setelah sebelumnya dia sudah menyuruh Lucas untuk melakukan reservasi atas namanya.
Hanum menatap restoran terkenal yang didatanginya sekarang.
"Ada apa?',tanya Dom menatap kearah Hanum yang terdiam dan belum mau turun dari dalam mobil padahal Dom sudah membukakan pintu untuknya.
Hanum menatap kearah Dom lalu melangkah turun dari mobil.
"Bukankah sangat sulit untuk bisa makan direstoran ini",jawab Hanum.
"Aku sudah menyuruh Lucas untuk melakukan reservasi untuk kita sebelumnya jadi kamu tidak perlu khawatir kita tidak akan mendapatkan meja nanti.
Mendengar itu Hanum menjadi tenang.
"Ayo".
Dom mengajak Hanum masuk kedalam restoran dengan menggandeng tangannya mesra.
sampai didalam pelayan langsung menyambut mereka ramah dan mengantar mereka keruangan vip restoran.
Hanum hanya diam saja melihat itu,dia tadi sedikit khawatir saat Dom mengajaknya makan diluar kalau nanti mereka akan bertemu dengan orang yang mengenali mereka atau mereka bisa terlihat oleh wartawan gosip.
Dom menarikkan kursi untuk Hanum.
"Apa yang ingin kamu makan?",tanya Dom saat pelayan sudah memberikan buku menu.
Hanum melihat kebuku menu lalu menyebutkan pesanannya pada sipelayan,melihat itu Dom menutup buku menu miliknya lalu mengatakan pada pelayan bahwa dia pesan menu yang sama dengan yang Hanum pesan,serta menambahkan wine sebagai pelengkapnya.
Hanum langsung mengerutkan keningnya mendengar Dom juga memesan Wine saat makan siang pada pelayan.
"Ada apa?",tanya Dom.
"Kenapa kamu juga memesan Wine ini masih siang".
"Untuk perayaan",jawab Dom.
"Perayaan?",tanya Hanum bingung karena merasa tidak ada hari penting hari ini.
Dom mengangguk dengan menatap Hanum intens.
"Apa maksudmu Dom kurasa hari ini tidak ada yang istimewa".
Dom meraih tangan Hanum lalu mengecupnya lembut membuat wajah Hanum langsung memerah dibuatnya.
"Tentu saja ada sayang karena mulai hari ini kamu sudah benar benar resmi menjadi nyonya Dom Alexander apa kamu tidak sadar soal itu".
Mendengar itu wajah Hanum bertambah merah bahkan sampai kebagian telinganya.
"I...itu kurasa bukan hal penting",ucap Hanum dengan pelan.
__ADS_1
"Tentu saja penting,apa kamu pikir semua perempuan bisa naik keatas ranjangku kalau aku tidak menginginkannya meskipun dia sudah menjadi istriku".
Hanum terdiam mendengarnya dia ingin bertanya tentang Calista apakah dia juga tidak bisa naik keranjang Dom, tapi pelayan sudah keburu datang mengantarkan pesanan mereka jadi Hanum mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Apalagi saat mencium aroma lezat makanan yang dibawa oleh pelayan cacing cacing diperut Hanum langsung berteriak minta diisi.
Tanpa menunggu lama Hanum yang sudah sangat kelaparan langsung menyantap makanan didepannya dengan lahap.
Dom hanya memperhatikan apa yang dilakukan Hanum sambil menyesap anggur miliknya.
"Kau tidak makan?',tanya Hanum karena dari tadi Dom belum menyentuh makanan miliknya tapi hanya memperhatikan Hanum makan seperti orang kesetanan sambil menyesap anggurnya.
"Bagaimana makanannya?",tanya Dom.
"Sangat lezat cobalah kau makan milikmu",perintah Hanum.
"Aku ingin mencoba milikmu coba kau suapkan untukku".
Hanum langsung terdiam mendengarnya,tapi Dom sudah memajukan tubuhnya kedepan, meminta Hanum untuk menyuapinya makanan dari piringnya.
Melihat itu terpaksa Hanum menyuapi Dom makanan miliknya.
"Benar benar enak nanti akan kusuruh Lucas memberi rating bintang 5 untuk restoran ini setelah kita selesai makan".
"Kalau enak kenapa kamu belum juga mulai memakannya".
"Aku menunggumu untuk membantuku makan".
"Dom!",hardik Hanum.
"Ayolah bantu aku melakukannya,apa kau tega membuatku kelaparan hari ini sayang".
Hanum ingin protes tapi tidak tega pada Dom jadi dia memilih melakukan apa yang diminta Dom.
"Dekatkan dirimu",perintah Hanum.
Dom menurut dia menggeser kursinya menjadi disebelah Hanum.
Setelah itu Hanum mulai menyuapkan makanan milik Dom kemulutnya seperti menyuapi seorang anak kecil.
"Ini makanan terenak yang pernah kumakan makasih sayang",ucap dom dengan membersihkan mulutnya dengan serbet.
"Iya,tapi lain kali jangan lakukan bagaimana kalau ada yang melihat hal itu".
"Siapa yang kamu khawatirkan".
"Orang yang kita kenal dan juga para wartawan gosip".
"Bukannya kau orang yang tidak perduli dengan pandangan orang tentangmu".
__ADS_1
"Aku bukannya tidak perduli tapi aku hanya tidak ingin mencari masalah".
"Benarkah?".
Hanum langsung menatap Dom.
"Apa maksudmu?".
"Kurasa kau perempuan yang paling suka cari masalah terutama denganku".
"Aku tidak...,tapi itu hanya denganmu tidak dengan yang lain".
"Aku senang mendengarnya kalau kau hanya suka cari masalah denganku karena kalau kau berani melakukannya dengan laki laki lain maka aku akan menghukummu tanpa ampun",ucap Dom sambil mengecup lama punggung tangan Hanum seolah dia sedang memberi cap stempel kepemilikan disana.
Hanum hanya menatap apa yang dilakukan Dom dalam diam,kalau Dom selalu bersikap mesra padanya tidak lama lagi dia pasti akan bertekuk lutut tergila gila pada Dom dan akan semakin sulit untuknya lepas nanti.
"Apa yang kau pikirkan sayang?".
Hanum langsung tersentak karena Dom menanyainya seperti itu,dia hanya bisa menggeleng menjawabnya membuat Dom langsung menaikkan alisnya.
"I...itu, aku hanya sedang berpikir akan sulit bagiku untuk lepas darimu kalau kau bersikap sangat baik padaku seperti ini".
"Benarkah?".
Hanum mengangguk.
"Kalau begitu jangan berpikir untuk melepaskan dirimu dariku agar aku bisa semakin baik padamu,aku akan memberikan apa saja untukmu asal kau mau bersamaku bagaimana?".
Hanum menggeleng,"Aku tidak bisa kau mengatakan ini karena hubungan kita masih baru tapi nanti dengan berjalannya waktu akan banyak masalah yang menghampiri kita dan kamu pasti akan merasa tidak puas denganku".
"Bagaimana kamu tau aku akan tidak puas padamu,bukankah tadi malam membuktikan bahwa aku sangat puas padamu apa kamu yang merasa tidak puas denganku,atau perlu aku mencobanya lagi setelah kita pulang makan siang ini".
Mendengar itu wajah Hanum langsung bersemu merah'Dasar otak mesum',batin Hanum.
"Bukan hanya soal bercinta Dom tapi ini lebih dari itu,aku hanya setuju untuk melayanimu dibagian ranjang karena aku tidak bisa memberikanmu yang lain".
"Aku tidak ingin yang lain aku sudah punya segalanya dan aku cukup puas dengan apa yang aku miliki sekarang bahkan aku tidak keberatan kalau kau juga ikut memakainya'.
Hanum menggeleng"Aku tidak tertarik pada hartamu".
"Lalu apa kau tertarik pada diriku?".
"Kuakui ya,itu alasan utamaku mau menerimamu".
"Lalu apa masalahnya bukankah kita sama sama saling tertarik jadi mari kita nikmati ini".
"Iya,tapi hanya itu jangan pernah menuntutku untuk meminta yang lain lagi".
"Apa itu?".
__ADS_1
"Anak karena aku tidak bisa memberikan itu,jadi silakan kau pergi kalau kau ingin anak dariku".
"Aku belum memikirkannya sekarang tapi kalau benar ada aku pasti akan sangat senang apalagi kalau itu anak kita".