Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
138.Kemauan Bumil.


__ADS_3

Dom langsung menggulingkan tubuhnya kesamping setelah mereka selesai bercinta.


"Terimakasih sayang",ucapnya dengan menyapu keringat yang ada didahi Hanum.


Hanum hanya mengangguk dengan masih berusaha menormalkan nafasnya.


"Apa kamu lelah? ",tanya Dom yang melihat Hanum masih berusaha menormalkan nafasnya yang masih sedikit tersengal.


Hanum mengangguk,"tapi tidak papa jadi jangan khawatir Dom",terangnya agar Dom tidak khawatir seperti biasanya.


"Kalau begitu sebaiknya kita beristirahat sekarang " ucap Dom dengan memeluk tubuh Hanum dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


Tak lama mereka tidur dengan posisi saling berpelukan menikmati sisa kebersamaan mereka malam ini yang berakhir dengan indah.


***


Pagi hari Dom terbangun karena merasa tempat tidur disampingnya kosong . Segera dibuka matanya dan mencari keberadaan Hanum yang sudah menghilang dari sampingnya sepagi ini.


Dom bermaksud turun dari ranjang saat dilihatnya Hanum keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi.


"Pagi Daddy",sapa Hanum dengan berjalan menghampiri Dom dan mengecup pipinya sekilas sebelum berjalan kearah lemari untuk berpakaian.


"Pagi sekali kamu bangun sayang", ucap Dom dengan turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Hanum yang sedang sibuk memakai bajunya.


Dom memeluk Hanum dari belakang dan mencium aroma harum dari sabun dan shampo yang digunakan Hanum saat mandi.


"Aku terbangun karena merasakan gerakan kedua anak kita yang terus menendang didalam perutku".


"Benarkah?, mana?,aku juga ingin merasakan gerakannya",ucap Dom dengan meraba perut buncit Hanum berharap sekarang mereka akan bergerak saat dia menyentuhnya.


"Kenapa mereka tidak mau bergerak sayang,apa mereka marah padaku karena tadi malam sudah mengusik mereka",ucap Dom dengan menatap kearah Hanum.


"Mungkin saja sekarang mereka sedang tidur karena sudah lelah bergerak terus dari tadi".


"Kurasa mereka marah pada Daddynya sekarang",gerutu Dom membuat Hanum tertawa mendengarnya.


"Tidak ada seperti itu Dom, jadi jangan khawatir".


"Lalu kenapa mereka tidak mau bergerak saat aku menyentuhnya sementara tadi sebelum aku bangun kamu bilang mereka terus bergerak tapi sekarang...".

__ADS_1


"Itu karena sekarang mereka sedang lapar dan butuh sarapan pagi segera".


"Apa kamu kelaparan sayang?",tanya Dom merasa cemas mendengar itu.


"Iya... jadi sekarang cepatlah mandi kerena aku ingin sarapan sekarang".


"Aku akan menyuruh suster membawakan sarapanmu sekarang sementara aku mandi",ucap Dom dengan bermaksud memanggil suster Hanum lewat interkom,tapi sebelum Dom melakukannya Hanum sudah lebih dulu menggeleng.


"Aku mau makan diluar pagi ini",ucapnya dengan memasang wajah memohon pada Dom.


"Tapi sayang kamu harus makan makanan dengan nutrisi yang cukup untuk ibu hamil agar kalian sehat".


Hanum kembali mengeleng,"Dom kumohon aku bosan harus makan makanan seperti itu",rengek Hanum membuat Dom merasa tidak tega untuk menolak keinginan Hanum sekarang.


"Baiklah tapi jangan setiap hari oke",ucap Dom dengan menatap kearah Hanum yang langsung terlihat senang mendengarnya.


Hanum mengangguk,"Iya ini juga bukan keinginanku Dom tapi keinginan dari sikembar",ucap Hanum berusaha membela diri.


Dom hanya mengangguk, "Tunggulah aku akan mandi lalu mengajakmu segera keluar untuk membeli sarapan supaya kalian tidak kelaparan".


Hanum langsung mengangguk mendengar itu.


**


"Ayo",ajak Dom setelah selesai memakai bajunya dan siap untuk mengajak Hanum keluar mencari sarapan pagi.


"Iya",Ucap Hanum dengan berjalan kearah Dom dan mulai menggandeng lengannya.


"Pakai ini",Dom memasangkan sweter longgar ketubuh Hanum supaya dia tidak kedinginan saat keluar karena saat itu hari masih cukup pagi untuk pergi keluar tapi melihat Hanum yang tampak tidak sabar untuk secepat pergi dari kamarnya membuat Dom tidak tega untuk menunda mengajaknya keluar.


Mereka berjalan santai sambil bergandengan tangan menuju lift untuk turun kelantai dasar rumah sakit.


Dom memencet tombol lantai dasar dan mengajak Hanum untuk masuk kedalam,tidak lama mereka sampai dilantai dasar dengan tidak sabar Hanum mengajak Dom untuk segera keluar dari dalam lift.


Saat keluar dari Lift bersama Hanum Dom kembali berpapasan dengan orang aneh yang kemarin sempat bertabrakan dengannnya saat didalam lift.


Dom menatap orang itu yang sempat menatapnya sekilas lalu segera menunduk dan berjalan cepat masuk kedalam lift saat tau Dom memperhatikannya.


Dom bermaksud mengejar orang itu saat tiba tiba Hanum menariknya cepat kearah lobi rumah sakit.

__ADS_1


"Ayo Dom... ",ajak Hanum membuat Dom terpaksa mengalihkan perhatiannya kembali kepada Hanum.


"Baik sayang",ucap Dom dengan bergegas menjajari langkah Hanum yang sudah tidak sabar untuk sampai kepintu keluar.


Sampai diluar Dom bermaksud mengajak Hanum menuju mobilnya tapi lagi lagi Hanum menolak ajakan Dom.


"Kita cari sarapan saja kedepan sana",ucapnya dengan menunjuk kearah trotoar yang didekatnya banyak penjual kaki lima yang sudah mulai membuka lapak dagangan mereka.


"Kesana?! ",tiru Dom dengan tatapan tidak suka menatap ketempat yang ditunjuk Hanum itu.


"Iya Dom",ajak Hanum dengan mulai menarik tangan Dom untuk berjalan bersamanya kesana.


"Sayang... jangan beli sarapan disana kita beli direstoran saja ya yang lebih sehat",bujuk Dom tapi Hanum langsung menggeleng.


"Aku mau makan disana,kalau kamu mau makan direstoran makan saja sendiri",ucap Hanum dengan melepas genggaman tangan Dom dan berjalan sendiri kearah para penjual sarapan itu.


Dengan berat hati Dom terpaksa mengikuti Hanum pergi kesana karena khawatir terjadi sesuatu pada istrinya.


Sampai distand penjual makanan Hanum tampak sangat bahagia melihat berbagai macam makanan yang dijual disana.


"Bu saya mau ini ini dan ini semua satu bungkus ya",ucap Hanum menunjuk jenis makanan yang diinginkannya.


Dom hanya memperhatikan Hanum tanpa bermaksud melarangnya lagi karena melihat binar bahagia diwajah sang istri saat bicara dengan para penjual makanan itu.


"Makasih banyak ya bu",ucap Hanum dengan menerima semua bungkusan makanan yang dipasennya tadi.


"Sudah?",tanya Dom yang dijawab Hanum dengan anggukan.


"Jadi... sekarang kita kembali sayang",ajak Dom tapi Hanum tidak mendengarkannya dia tetap terus berjalan disepanjang trotoar itu sambil menggerakkan tangannya seolah sedang berolah raga.


"Sayang....",panggil Dom yang berjalan dibelakangnya dengan membawa bungkusan makanan yang dibeli Hanum tadi.


"Sebentar lagi Dom,aku ingin berjalan jalan sebentar sebelum hari terlalu siang",jawab Hanum dengan terus melangkahkan kakinya membawa perutnya yang gendut dengan penuh semangat.


"Sayang tapi ini sudah cukup jauh,bagaimana kalau kamu kelelahan nanti",ucap Dom khawatir.


"Kan ada Daddy yang bisa menggendong kami",jawab Hanum dengan terus berjalan.


"Baiklah kalau begitu sekarang Daddy akan menggendong kalian",ucap Dom yang tiba tiba membopong tubuh Hanum kemobil.

__ADS_1


"Dom lepas aku bisa berjalan sendiri!",teriak Hanum meminta Dom untuk menurunkannya tapi Dom tetap membawa Hanum masuk kedalam mobilnya.


"Sudah cukup jalan jalannya hari ini aku takut kamu kelelahan",ucap Dom dengan memerintahkan supirnya untuk membawa mereka kembali kerumah sakit.


__ADS_2