
Wendy kembali dari balkon Rumah sakit kekamar rawat Hanum dengan wajah masih terlihat pucat dan gelisah meski saat sebelum masuk kedalam kamar dia sudah mencuci wajahnya ditoilet umum Rumah sakit agar Hanum tidak melihat bekas airmata diwajahnya tadi saat mendengar kondisi Dom dari Lucas.
"Kamu baik baik saja Wendy?",tanya Hanum saat Wendy baru masuk kedalam kamar Hanum membuat Wendy langsung gugup mendengar pertanyaan langsung itu dari Hanum.
"I.. iya aku tidak papa kenapa Hanum?",tanyanya balik bertanya untuk menutupi kegelisahannya.
"Wajahmu terlihat sembab apa kamu baru saja menangis?",tanya Hanum membuat Wendy sedikit gelagapan mendengar pertanyaan langsung itu lagi.
"Ah.. ini..ya, aku baru saja bertengkar dengan pacarku tadi",jawabnya berusaha berbohong pada Hanum hal yang terlintas diotaknya saat ini.
Mendengar itu Hanum langsung mengerutkan keningnya,"Siapa pria beruntung yang berhasil meluluhkan hatimu Wendy?,apa akhir akhir ini aku melewatkan sesuatu?",tanya Hanum dengan ekspresi menggodanya membuat Wendy merasa lega mendengar Hanum percaya kebohongannya.
"Seseorang yang istimewa tentu saja",jawab Wendy asal dengan berjalan kearah ranjang Hanum,tapi sebelum dia sampai Hanum kembali berbicara padanya.
"Bisakah kamu mengambilkan ponselku Wendy",pintanya yang langsung dituruti Wendy tanpa curiga sedikit pun lalu menyerahkan ponsel itu kepada Hanum.
"Siapa yang ingin kamu hubungi Hanum?",tanya Wendy berbasa basi pada Hanum.
"Dom," jawabnya dengan mulai menghubungi nomor Dom dan kembali bergumam saat beberapa kali nomor Dom tidak bisa dihubunginya.
"Kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi apa dia sedang sibuk sekarang,ini sangat aneh dia tidak pernah mematikan ponselnya bagaimanapun keadaannya tapi kenapa sekarang ponselnya tidak aktif".
Seketika wajah Wendy memucat mendengar apa yang dikatakan Hanum itu dan itu dilihat oleh Hanum yang memang sedang menatap kearahnya.
"Ada apa, kenapa wajahmu pucat saat aku berbicara tentang Dom barusan Wendy?",tanya Hanum yang merasa aneh dengan sikap Wendy saat itu.
__ADS_1
Apalagi saat Wendy menjawab pertanyaannya dengan gelengan membuat Hanum merasa semakin aneh dengan sikap Wendy padanya.
"Apa ada yang coba kau sembunyikan dariku Wendy?",tanya Hanum dengan memicingkan matanya mencoba agar wendy mau bicara jujur padanya,membuat Wendy semakin gugup dibuatnya dia khawatir Hanum berpikir bahwa dia punya perasaan pada suaminya itu.
"Tidak ada Hanum dan jangan berpikir negatif tentang diriku karena aku tidak mungkin menghianati sahabatku",jawab Wendy cepat.
"Aku tidak berpikir sampai kesitu karena meski kamu ingin pun aku yakin kamu tidak akan bisa karena hubungan kita lebih dalam dari sekedar sahabat biasa",jawab Hanum yang membuat Wendy langsung merasa lega karena Hanum tidak mencurigainya.
"Syukurlah",jawabnya tanpa sadar merasa lega dengan jawaban Hanum.
"Tapi aku curiga ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku sekarang Wendy dan itu ada sangkut pautnya dengan Dom,jadi katakan ada apa dengan dom Wendy?",tanya Hanum dengan tatapan tajam kearah Wendy yang membuat Wendy merasa gugup lagi karenanya dan masih berusaha mengelak dengan mengatakan apa yang dipwrintahkan Lucas tadi padanya kalau Hanum bertanya tentang kondisi Dom saat ini.
"I.. itu tadi Lucas menghubungiku saat aku diluar dan dia bilang untuk beberapa hari kedepan Dom tidak bisa menemuimu karena mereka sekarang sedang berada diluar negeri untuk...".
"Aku tidak percaya itu! ",ucap Hanum keras yang membuat Wendy terkejut Karena Hanum langsung menyangkal ucapannya.
"Katakan saja sejujurnya Wendy apa yang sebenarnya terjadi sekarang pada Dom karena aku tau kau sedang berusaha menyembunyikan sesuatu tentang Dom sekarang Wendy" ucap Hanum yang membuat Wendy langsung menggeleng dan mengangguk karena merasa tidak sanggup lagi menyembunyikan semuanya dari Hanum saat ini.
"Tidak ada Hanum,Dom baik baik saja",jawab Wendy tapi dengan wajah cemas yang terlihat jelas oleh Hanum.
"Dimana dia sekarang? ",tanya Hanum tanpa mendengarkan ucapan Wendy barusan.
"Di.. dia sedang berada diluar negeri bersama Lucas Hanum",jawab Wendy lirih karena tidak sanggup lagi terus berbohong soal ini.
"Wendy!!, aku tau kamu sedang berbohong sekarang jadi katakan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Dom dan dimana dia sekarang karena aku yakin kamu tau!! ",hardik Hanum marah melihat Wendy yang masih berusaha merahasiakan sesuatu tentang Dom padanya.
__ADS_1
Mendengar teriakan Hanum bukannya menjawab Wendy malah memeluk Hanum erat dan mulai menangis keras.
"Maaf... maaf... Hanum.. aku tidak bermaksud menyembunyikannya tapi sebaiknya sekarang kamu jangan bertanya dulu dimana Dom sekarang karena sekarang Dom sedang tidak baik baik saja Hanum",ucapnya yang membuat Hanum seketika terdiam dan amarahnya menghilang begitu saja dari hatinya.
Ditepuknya pelan bahu Wendy berusaha menenangkan Wendy yang sedang terisak menggantikan dirinya itu.
"Tidak papa Wendy Dom pasti baik baik saja berhentilah menangis jangan sedih karenanya", ucapnya pelan membuat Wendy langsung melepaskan pelukannya pada Hanum,lalu menatap Hanum dengan heran karena ketenangan sikap Hanum sekarang.
"Kenapa kamu tidak sedih saat kukatakan Dom tidak baik baik saja tapi malah terlihat begitu tenang?",tanya Wendy yang merasa kecewa dengan reaksi Hanum yang terlalu tenang itu.
Bukannya menjawab pertanyaan Wendy Hanum malah bertanya hal lain.
"Dimana Dom sekarang? ",tanya Hanum lagi tetap dengan ekspresi tenangnya yang membuat Wendy semakin emosi karenanya.
"Diruang operasi!,dia sekarang sedang menghadapi hidup dan mati dan kau begitu tenang mendengar hal ini apa kau baik baik saja Hanum!?",tanya Wendy kesal.
Mendengar itu Hanum hanya menghela nafas keras tanpa membalas emosi Wendy.
"Aku ingin melihatnya maukah kamu membawaku kesana",pintanya tetap dengan ekspresi semula.
"Baiklah tapi berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan membuat keributan saat berada disana dan tau bagaimana kondisi Dom sebenarnya dari tim dokter",ucap Wendy ketus.
"Itu tidak akan terjadi, jadi kamu tenang saja Wendy",jawab Hanum dengan tersenyum kearah Wendy yang melihat ekspresi Hanum merasa sedikit takut karena menurutnya itu tidak normal sebagai seorang istri saat mendengar khabar suaminya sekarang sedang berada diruang operasi dalam keadaan antara hidup dan mati.
(Seorang istri itu hebat dia bisa bersikap sangat tenang disaat menghadapi sesuatu paling berat dalam hidupnya)ππ.
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan komen ya.