Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
50.Jangan Pernah Menghianatiku!!.


__ADS_3

Hanum sedang berolah raga digim mini miliknya ,saat tiba tiba sebuah lengan kekar melingkari tubuhnya.


"Dom lepaskan,aku sedang berolah raga",ucap Hanum sambil terus berjalan ditreatmill.


Bukannya melepaskan Dom malah ikut berjalan dibelakangnya dengan menempelkan tubuhnya ketubuh Hanum,membuat Hanum mulai tidak konsentrasi karena merasa sesuatu menonjol dibelakang tubuhnya.


"Dom,apa yang kau lakukan jangan begini",ucap Hanum karena Dom semakin erat menempelkan tubuhnya ketubuh Hanum yang berkeringat.


"Aku hanya ingin berolah raga bersamamu sayang",bisik Dom sambil menggigit cuping telinga Hanum, membuat tubuh Hanum langsung meremang.


Dengan terpaksa Hanum mematikan alat olah raganya dan berbalik menghadap Dom.


Melihat Hanum berbalik Dom langsung mengungkung tubuh Hanum.


"Menyingkir Dom aku ingin mandi".


Dom mengamati tubuh Hanum yang basah oleh keringat dan menurutnya saat ini Hanum benar benar sangat menggoda.


Hanum yang melihat bagaimana Dom memandangnya berusaha mendorong tubuh Dom menyingkir tapi gagal dia seperti mendorong tembok besar Cina,tidak ada gunanya.


"Kau terlihat sangat menggoda sekarang sayang",ucap Dom.


"Jangan berani macam macam,Dom",ucap Hanum.


"Kenapa,kau sangat menggoda membuatku ingin segera memakanmu sekarang juga sayang".


"Jangan sekarang Dom aku mau mandi dulu,tubuhku berkeringat".


"Tidak papa ayo sekalian kutambahi keringatmu dan kita lanjutkan olah raga kita diranjang".


Hanum ingin menolak tapi Dom sudah mengangkat tubuhnya kekamar.


Sampai dikamar Dom langsung menarik lepas baju olah raga Hanum dan juga pakaian miliknya membuat Hanum tidak bisa lagi protes atau menolak keinginan Dom sekarang.


Setelah mereka sama sama polos Dom langsung memulai aksinya untuk menjajah tubuh Hanum yang membuatnya sangat tergila gila dan tidak pernah puas untuk terus menikmatinya.


Hanum hanya bisa mengerang dan mendesis saat Dom mengaduk aduk bagian bawah tubuhnya dia tidak malu lagi mengeluarkan suara suara dari dalam mulutnya yang sangat disukai Dom.


Setelah puas menikmati bagian bawah tubuh Hanum,Dom menarik tubuh Hanum keatas tubuhnya.


"Malam ini kau yang memimpin sayang",ucap Dom.


Mendengar itu Hanum sedikit ragu untuk mulai bergerak.

__ADS_1


"Kenapa sayang?",tanya Dom karena melihat Hanum tampak Ragu.


"Aku belum terbiasa Dom",ucap Hanum jujur.


Mendengar itu Dom tampak senang,karena sepertinya selama ini hubungan Hanum dan Arya kurang bergairah.


"Baiklah pelan pelan saja sayang,malam ini bermainlah diatas sebisamu,nanti kalau kamu lelah kita akan berpindah posisi".


Mendengar itu Hanum mulai bergerak diatas tubuh Dom seperti arahan Dom padanya dan Hanum harus menyerahkan permainan setelah dua kali mencapai puncak tapi Dom belum berhasil ditaklukannya.


Dom segera memutar posisi Hanum kebawah dan mulai bergerak untuk menyelesaikan permainan puncak mereka.


Dengan erangan panjang akhirnya Mereka mencapai puncak tertinggi bersama.


Hanum langsung terkulai lemas setelah pelepasan panjang mereka.


Sementara Dom masih baik baik saja meskipun nafasnya juga terengah engah seperti dirinya.


"Kau suka?",tanya Dom dengan merapikan anak anak rambut diwajah Hanum.


"Iya ini luar biasa",ucap Hanum.


"Nanti kau boleh memimpin lagi,kalau kau suka",ucap Dom.


Hanum mengangguk,dia tidak ingin menutupi perasaan puas yang dirasakannya karena percintaan yang mereka lakukan barusan.


Dom menarik Hanum mendekat dan memeluknya erat,"tidurlah",perintah Dom.


Hanum menggeleng,"Aku akan membersihkan diri dulu sebelum tidur",ucap Hanum.


"Mau kubantu",tawar Dom tersenyum licik.


Hanum dapat melihat itu dan langsung melotot kearah Dom.


"Cukup untuk malam ini Dom kita sudah tiga kali bermain tanpa jeda barusan,kalau kau menambahnya lagi aku tidak bisa bangun besok pagi".


"Tidak masalah siapa tau kalau kita sering melakukannya sebentar lagi akan ada khabar gembira yang datang,"seloroh Dom.


"Jangan bermimpi,itu tidak mungkin aku tidak ingin berharap untuk khabar gembira seperti itu,kalau kau ingin punya anak jangan denganku karena mustahil",ucap Hanum dengan mata mulai berkaca kaca.


Melihat itu Dom memeluk Hanum semakin erat,meski Hanum berusaha untuk memberontak di pelukan Dom.


"Lupakanlah aku tidak bermaksud menyakitimu dengan mengatakan itu,aku tidak masalah kalau kita tidak bisa memiliki anak,yang penting kita tetap bisa terus bersama".

__ADS_1


"Aku tidak percaya ucapanmu Dom jangan menghiburku karena itu tidak mempan,kata kata itu terlalu menyakitkan bagiku",ucap Hanum mulai terisak dalam pelukan Dom.


"Aku pernah akan punya anak tapi saat aku kehilangannya dulu aku sudah tidak berharap lagi untuk memilikinya lagi".


Hanum menatap Dom meskipun masih sedikit terisak.


"Maksudmu?",tanya Hanum.


"Aku hanya bercanda mengatakan itu,niatku untuk menjadi orang tua telah hilang sejak Calista tega menghilangkan calon anakku secara paksa".


"Dia menggugurkan anak kalian maksudmu?",tanya Hanum.


Dom mengangguk dengan ekspresi sedih saat kembali ingat calon bayi yang harus hilang karena keegoisan Calista.


"Kalau kau begitu sakit hati padanya lalu kenapa kau masih bersamanya".


Dom menatap Hanum,"Untuk menghukumnya",ucapnya.


"Maksudmu?",tanya Hanum tidak mengerti.


"Aku tidak pernah melepaskan begitu saja orang yang sudah menghianatiku tanpa terkecuali".


Mendengar itu bukannya takut Hanum malah mencebik kearah Dom.


"Dasar tidak punya perasaan".


"Benarkah kurasa tidak juga,aku sudah berbaik hati padanya selama ini,kalau dia berpikir aku membiarkannya bebas melakukan apa saja padaku itu salah,aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menghukum orang orang yang berani bermain main denganku".


"Apa kamu juga akan memperlakukan aku begitu kalau iya sebaiknya kita berpisah saja sekarang sebelum aku membuatmu kecewa".


Mendengar apa yang diucapkan Hanum, Dom langsung menggulingkan tubuh Hanum dan menguncinya dibawah tubuhnya membuat Hanum terkejut.


"Dom a..ap yang kau lakukan kau menyakitiku",ucap Hanum sedikit takut melihat tatapan Dom yang berubah mengerikan menatapnya.


"Kau adalah milikku jangan berani beraninya ingin pergi dari sampingku,apalagi berpikir menghianatiku karena aku akan menghancurkan dan membunuh kalian".


Hanum sampai tidak bisa bernafas karena terlalu takut mendengar ancaman Dom.


"D...dom..k..kau gila",ucap Hanum lirih.


"Iya aku memang sudah gila dan kau semakin membuat sisi gila dalam diriku keluar,apa kau ingin tau seberapa gila diriku karena mu?",ucap Dom.


Hanum hanya menggeleng lemah,dia tidak menyangka Dom punya sisi sangat mengerikan seperti ini, belum pernah dia merasa berkeringat dingin saat mendengar seseorang berbicara dengan nada dingin padanya seperti itu,bahkan dengan Arya semarah apapun mantan suaminya itu dia tidak pernah merasa setakut ini dulu.

__ADS_1


"Ba..baiklah aku tidak akan pernah menghianatimu kecuali kau yang duluan melakukannya".


Mendengar itu wajah Dom kembali tenang dan dia kembali menggulingkan tubuhnya kesamping Hanum.


__ADS_2