
Karena merasa khawatir setelah membaca pesan Lucas Hanum segera bersiap untuk pergi kekantor Dom malam itu.
Tak lama supir yang diperintah Lucas sudah sampai keApartemen Hanum dan Hanum segera turun kebawah.
"Silahkan nyonya",ucap Sisupir dengan membukakan pintu mobil untuk Hanum.
Hanum masuk kedalam mobil dan merasa sedikit pengap karena mobil itu hanya beraroma mobil.
Dan tanpa sadar dia mengambil parfumnya dari dalam tas lalu menyemprotkannya kesekeliling tempat duduknya membuat sisupir langsung terkejut dan berusaha mencegah perbuatan Hanum meski sudah terlambat,tapi Hanum dapat melihat ekspresi sisupir jadi dia menegurnya.
"Ada apa? ",tanyanya.
"Maaf nyonya tapi tuan Dominic tidak suka ada aroma apapun disemua mobil miliknya akhir akhir ini" jelas sisupir pada Hanum.
Hanum mengerutkan keningnya mendengar itu,tapi tidak lagi bertanya malah menyuruh sisupir untuk segera mengantarnya kekantor Dom.
Sampai dikantor Lucas sudah menunggunya didepan lift dan langsung mengajaknya masuk.
"Apa Dom baik baik saja?",tanya Hanum saat mereka sedang berada dalam lift.
Lucas bermaksud menjawab Hanum tapi saat Lucas mulai membuka mulutnya Hanum langsung merasa mual padahal sudah beberapa hari mual itu hilang setelah dia membuang semua pasta gigi yang biasa dipakai Dom.
"Jangan menjawabku!,aroma mulutmu membuatku hampir muntah!",ucap Hanum sambil menutup mulut dan hidungnya menahan rasa mual yang tiba tiba datang itu.
Mendengar apa yang dikatakan Hanum reflek Lucas menutup mulutnya dengan tangan dan mencoba mencium aroma nafasnya yang menurutnya berbau mint.
Lucas bermaksud protes dengan tuduhan Hanum yang mengatakan mulutnya bau,tapi saat dia kembali membuka mulut Hanum benar benar muntah didepannya membuatnya terkejut melihat itu dan secara refleks Lucas langsung menutup mulutnya rapat, tidak berani membukanya selama berada didalam lift, bahkan dia sengaja berdiri sangat jauh dari Hanum.
saat pintu lift terbuka Lucas baru bisa menarik nafas lega,tapi sebelum bicara pada Hanum dia mundur jauh lebih dulu , agar kejadian dilift tidak terulang lagi.
"Dom sedang sibuk didalam ruangannya".
Hanum mengangguk, lalu berjalan menuju ruangan Dom diikuti Lucas dari belakang.
Lucas mengetukkan pintu untuk Hanum,meskipun masih tetap tidak mendekat keHanum.
"Masuk! ",perintah Dom dari dalam ruangannya.
Hanum masuk diikuti Lucas dibelakangnya.
"Dom Hanum mengunjungimu",ucap Lucas karena melihat Dom sedang sangat sibuk dimejanya sekarang.
Dom langsung mendongakkan kepalanya kearah pintu dan saat dilihatnya Hanum berdiri disamping Lucas dia langsung bangkit dari kursinya dengan tidak sabar menghampiri Hanum.
"Sayang..."panggilnya dengan langsung memeluk tubuh Hanum tanpa perduli Lucas masih berada didalam ruangan itu.
"Aku sangat merindukanmu",gumam Dom dengan membenamkan wajahnya menyesap aroma harum tubuh Hanum.
__ADS_1
"Aku juga tapi...Dom masih ada Lucas".
bisik Hanum.
Mendengar itu Dom langsung mengangkat kepalanya menatap kearah Lucas yang berdiri cukup jauh dari mereka sambil menutup mulutnya dengan tangannya,membuat Dom menatapnya heran.
"Ada apa denganmu Lucas? ",tanya Dom.
"Jangan bicara Lucas! ",hardik Hanum cepat sebelum Lucas menjawab pertanyaan Dom.
Dom menatap Hanum bingung,"Kenapa Dengan Lucas sayang?",tanya Dom.
Hanum menggeleng, "Aku hanya merasa mual setiap kali Lucas berbicara dekat denganku akibat aroma pasta gigi yang dipakainya seperti waktu itu denganmu ",terang Hanum pada Dom.
Dom mengerutkan kening mendengar itu,"Apa kau melupakan pesanku waktu itu Lucas, untuk menyuruh semua karyawan berhenti memakai pasta gigi merek XXX".
lucas menggeleng.
"Itu juga berlaku padamu tanpa terkecuali",ucap Dom.
Lucas mengangguk tanpa berani membuka mulutnya,takut Hanum muntah lagi seperti dilift tadi.
"Sebaiknya sekarang kau pulang saja,dari pada Hanum merasa mual setiap kali dekat denganmu".
Mendengar itu dengan cepat Lucas pergi meninggalkan ruangan Dom sebelum Dom kembali berubah pikiran.
"Aku sangat merindukanmu sayang bagai mana khabarmu beberapa waktu ini tanpa aku, hemm",tanya Dom dengan menatap Hanum lembut.
"Bosan dan lelah karena kau tidak ada ",jawab Hanum dengan menyandarkan tubuhnya didada Dom.
"Maaf,tapi setelah ini aku berjanji akan menghabiskan lebih banyak waktu denganmu,apa kau tidak pergi kedokter untuk memeriksa kondisimu sayang? ".
Hanum menggeleng,"Aku sudah tidak papa hanya kadang kadang saja perasaan mualku datang nanti juga sembuh sendiri,mungkin itu akibat perubahan cuaca atau aku yang terlalu lelah beberapa waktu lalu jadi asam lambungku sedikit naik".
"Mungkin memang benar sayang karena aku juga sempat mengalami hal itu".
"Maksudmu Dom? ".
"Akhir akhir ini aku juga merasa sering mual kalau mencium aroma tajam yang tidak kusuka".
"Apa kau sudah memeriksakan diri? ",Tanya Hanum dengan khawatir.
Dom mengangguk tapi aku baik baik saja jangan khawatir".
"Syukurlah",ucap Hanum terdengar lega sambil mengeratkan pelukannya ketubuh Dom.
"Temani aku tidur disini malam ini",pinta Dom sambil menggendong tubuh Hanum membawanya kedalam kamarnya.
__ADS_1
Hanum mengangguk.
"Kamu lebih berisi sayang",ucap Dom sambil meletakkan tubuh Hanum diranjang.
"Benarkah apa begitu terlihat?,tanya Hanum sambil menyentuh pipinya.
Dom menggeleng,"Tapi terasa",jawab Dom.
"Maksudmu? ",tanya Hanum tidak mengerti.
"Kurasa bagian ini sekarang terasa lebih besar dari terakhir kali aku menyentuhnya",ucap Dom sambil. menyentuhkan tangannya kedada Hanum dan meremasnya lembut membuat Hanum sedikit meringis.
"Kenapa?",tanya Dom karena melihat ekspresi Hanum yang seperti kesakitan padahal dia hanya melakukannya pelan.
"Kurasa tamu bulananku akan datang sebentar lagi ,karenanya bagian itu terasa bengkak dan nyeri akhir akhir ini".
"Kamu belum datang bulan?",tanya Dom dengan mengerutkan keningnya.
Hanum menggeleng,"Aku sering mengalami itu dari dulu jadi jangan berpikir kalau aku sedang hamil sekarang",jelas Hanum menghilangkan prasangka diwajah Dom.
Mendengar itu Dom sedikit kecewa tapi tidak ingin memperlihatkannya pada Hanum takut membuat Hanum sedih lagi.
"Tidak, aku hanya khawatir saja",elak Dom.
"Aku tidak papa".
Dom tidak lagi membahas hal itu,karena tidak ingin merusak suasana mesra mereka sekarang.
"Baiklah kalau begitu ayo temani aku tidur sekarang",ajak Dom sambil menarik Hanum kedalam pelukannya.
***
Paginya**
Hanum terbangun karena merasa perutnya tiba tiba kembali mengalami mual hebat bahkan lebih hebat dari beberapa waktu lalu.
Dengan tergesa gesa Hanum bangun dan langsung berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
"Oek...oek... ".
Dom terkejut mendengar suara orang muntah dari kamar mandi dan segera bangun lalu masuk kekamar mandi untuk memeriksa keadaan Hanum yang terus memuntahkan seluruh isi perutnya sambil bersandar ditepi wastafel.
"Sayang kamu baik baik saja? ",tanya Dom khawatir melihat Hanum tidak berhenti muntah dan baru berhenti setelah seluruh isi perutnya kosong.
Hanum mengangguk sambil mencuci mukanya diwastafel.
"Tidak papa tapi sepertinya kali ini penyakit asam lambungku cukup parah, nanti aku akan mengajak Wendy untuk periksa kerumah sakit".,jawabnya
__ADS_1