Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
36.Pesta Dirumah Clarisa.


__ADS_3

Dom melangkah masuk kedalam mobilnya.


"Hampir saja aku meninggalkanmu pergi kalau 30 detik lagi kamu tidak muncul",ucap Lucas.


Dom tidak menanggapi ucapan Lucas karena tiba tiba ponselnya berdering.


"Hemm",jawabnya.


"Honey dimana kamu sekarang?",tanya Calista diseberang sana.


"Aku dimobil bersama Lucas,kenapa?",tanya Dom.


"Bisa kamu menjemputku honey aku sedang berada disalon sekarang sudah siap untuk berangkat".


"Baiklah disalon mana kau sekarang?',tanya Dom.


Calista menyebutkan nama sebuah salon terkenal pada Dom.


Mendengar itu Dom segera memerintahkan Lucas untuk pergi dulu kesalon itu sebelum berangkat kepesta.


"Kenapa kamu selalu menuruti kemauan Calista sih Dom padahal kau sudah tidak mencintainya apa yang kau pertahankan dengannya, bukankah sekarang sudah ada Hanum disampingmu,kau bisa menceraikan saja Calista,setelah itu kau bisa pergi kemana mana dengan bebas bersama Hanum tidak perlu seperti sekarang ini apa kau tidak merasa Hanum lama lama akan protes dan mempertanyakan statusnya padamu".


"Kurasa kau semakin berani karena aku selalu mendiamkan mu selama ini",jawab Dom.


"Bukan begitu aku hanya bingung dengan jalan pikiranmu,kalau dulu sebelum ada Hanum aku masih bisa sedikit mengerti meskipun tidak setuju,tapi sekarang sudah jelas jelas yang kau suka Hanum tapi kau masih saja menuruti semua kemauan Calista padahal kau tau bahwa Calista itu saudara Clarisa orang yang sudah merebut suami Hanum".


"Diamlah kau bukan membuatku tenang tapi malah seolah menyiramkan bensin kedalam api apa kau suka seperti itu".


"Baiklah baiklah terserah kau saja,kau yang menjalankan pernikahan dan kehidupan ini,tapi jangan salahkan aku kalau suatu saat Hanum akan benar benar pergi meninggalkanmu karena keegoisanmu ini".

__ADS_1


Dom diam mendengar apa yang diucapkan Lucas,sebenarnya saat ini dia merasa menjadi seorang laki laki yang sangat brengsek,karena ingin memiliki Hanum untuk dirinya sendiri tapi belum melepaskan Calista yang dia tau tidak dicintainya lagi bahkan tidak pernah dicintainya dari dulu,tapi apa dia dan Hanum juga saling mencintai dia hanya merasa nyaman saat bersama Hanum tapi apa itu cukup,entahlah dia ingin meyakinkan hatinya dan Hanum sebelum memutuskan apa yang harus dilakukannya nanti soal hubungan mereka ini,karena dia merasa hubungan mereka masih terlalu awal.


"Honey',sapa Calista sambil masuk kedalam mobil membuat lamunan Dom langsung terputus.


"Bagaimana penampilan?",tanya Calista.


Dom mengamati Calista sekilas dari atas kebawah.


"Sempurna seperti biasa",jawab Dom singkat.


"Makasih pujiannya",ucap Calista sambil memeluk lengan Dom.


Dom membiarkan Calista melakukan itu sampai tiba ditempat pesta.


Sampai turun Calista masih menggenggam lengan Dom mesra sambil melambai kearah wartawan gosip yang ada disana.


"Kenapa ada wartawan bukankah ini hanya pesta biasa",ucap Dom tidak suka.


Dom menatap Calista dan tiba tiba dia merasa muak pada wanita disampingnya ini,karena mulutnya yang tidak berhenti menghina perempuan lain dan merasa apa yang dilakukannya selalu lebih baik dari orang lain.


"Temuilah Clarisa aku akan merokok dibalkon",ucap Dom dengan melepaskan cekalan tangan Calista dilengannya.


"Honey tunggu",Calista mencoba menahan Dom agar tidak pergi tapi Dom langsung menepis tangan itu dan berjalan meninggalkan Calista sendirian disana.


Calista menatap Dom yang sudah menjauh meninggalkannya dengan perasaan sakit.


"Kenapa,kau dicuekinya lagi",ucap Clarisa yang tiba tiba datang menghampirinya.


Calista menghela nafas dengan sebal.

__ADS_1


"Hemm,kau lihat sendiri dia sama sekali tidak menganggap kehadiranku ada".


"Sudah kubilang dengan cara biasa kau tidak akan bisa menaklukan hatinya yang sudah terlanjur dingin padamu,tapi tenang saja aku sudah siapkan hal itu, kau tenang saja sister",ucap Clarisa.


"Benarkah?",ucap Calista kembali ceria.


"Hemm",Calista mengangguk"Kau harus benar benat memanfaatkan kesempatan ini jangan sampai kau melepaskannya malam ini karena aku sengaja membeli obat yang efeknya paling baik yang tidak akan cukup sekali untuk menghilangkan efeknya".


"Benarkah,aku juga sudah bersiap sebelum kesini aku sudah sempat kedokter kemarin untuk memeriksakan diriku dan dokter bilang sekarang adalah masa suburku jadi kalau aku dibuahi dalam beberapa hari ini kemungkinan hamilnya akan besar".


"Baguslah kau juga sudah bersiap,saranku tidak perlu dirumah kalian melakukannya malam ini tapi bawa saja Dom kehotel jadi kalau ada apa apa kau bisa langsung menghindarinya".


"Iya baiklah".


"Ini sudah kupesankan kau kamar hotel untuk bersama dengannya",ucap Clarisa sambil memberikan kartu kamar pada Calista yang langsung tersenyum senang.


"Sepertinya kau benar benar tidak tanggung tanggung untuk membantuku supaya malam ini sukses".


"Tentu saja kalau kau senang aku juga senang",jawab Clarisa dengan tersenyum smrik kearah Calista.


Sebenarnya dia tidak lah sebaik itu dia hanya tidak ingin Calista akan jadi benalu baginya nanti, dia sudah susah payah bisa menikah dengan Arya dia tidak ingin kalau sewaktu waktu Dom membuang Calista maka Calista akan jadi benalu bagi hidupnya,dulu memang Calista selalu membantunya tapi itu selalu tidak cukup dia bermaksud merayu Dom juga tidak ada gunanya karena Dom tipikal pria yang sangat sulit didekati,jangankan bisa merayu menatapnya saja pasti Dom membalas tatapannya dengan ekspresi seolah ingin membunuhnya membuatnya menjadi takut,sedangkan dia dan Calista butuh uang banyak untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka, hanya tipe tipe jadi istri pengusaha seperti sekarang baru dia bisa benar benar santai menikmati hidupnya.


"Jadi apa kita lakukan sekarang?",tanya Calista merasa sudah tidak sabar untuk menaklukan Dom.


Dia sudah lama membayangkan ingin merasakan bisa bercinta Dom lagi meskipun selama ini dia bisa membeli orang untuk memuaskan hasratnya tapi baginya semua pria yang pernah bersamanya tidak ada yang seperti Dom waktu itu.


Dan kalau sampai malam ini dia gagal dia takut dia tidak akan punya kesempatan lain untuk menaklukan Dom,karena dia semakin merasa Dom semakin jauh darinya.


"Apa kau sangat tidak sabar?",ucap Clarisa pada Calista.

__ADS_1


"Tentu saja aku sengaja tidak memanggil pria bayaranku itu selama beberapa hari ini agar bisa bersiap untuk malam ini".


__ADS_2