Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
147.Flash Back 2.


__ADS_3

Arya terkejut saat melihat wajah Calista terbakar dengan gugup disuruhnya pengawalnya untuk segera membawa Calista kedokter.


Karena mereka berada dilingkungan kumuh dokter yang ada juga hanya dokter umum yang bisa memberi perawatan seadanya pada Calista dan Arya yang juga terluka.


Sejak kejadian itu Arya merasa semakin pusing dan kesal apalagi saat didengarnya kondisi Hanum semakin membaik membuat Arya semakin marah.


"Berengsek!!!,kenapa dia bisa bebas bersenang senang semantara aku harus terkurung disini",makinya saat melihat rekaman video dari anak buahnya waktu Hanum jalan jalan pagi bersama Dom.


"Jadi apa yang akan anda lakukan tuan Arya,meski sekarang istrinya sudah sadar tapi tuan Dominic tetap menyuruhnya tinggal dirumah sakit sampai nanti melahirkan",terang pengawalnya itu.


Berkali kali Arya mondar mandir berpikir apa yang harus dilakukannya saat ini.


Untuk pergi keluar negeri tidak mungkin,tapi kalau terus tinggal dilingkungan kumuh seperti ini jujur saja dia tidak sanggup lagi.


Untuk tinggal dihotel atau diApartemen mewah meski dia sanggup juga sangat sulit,karena pasti anak buah Dom akan segera menemukannya,itu membuatnya cukup khawatir kalau sampai Dom berhasil menemukanya sekarang pasti Dom akan menghabisinya seperti Edward karena Arya yakin Dom pasti sudah tau persekongkolannya dengan Edward waktu itu.


Saat dia merasa otaknya buntu tiba tiba tatapannya tertuju pada Calista yang diam sambil merintih menahan luka diwajahnya yang mulai mengering itu,sebuah ide tiba tiba muncul diotaknya membuat Arya langsung tersenyum senang dengan ide itu.


"Akhirnya aku tau bagaimana caranya bisa keluar dari sini",ucap Arya dengan menatap kearah pengawalnya itu.


"Apa anda sudah menemukan peluang untuk keluarnegeri tuan? ".


"Kurasa aku tidak perlu repot repot keluar negeri untuk bersembunyi dari Dom".


"Lalu anda akan bersembunyi dimana tuan? ".


"Rumah sakit",jawab Arya dengan tersenyum licik.


"Rumahsakit maksud anda? ".


"Aku akan membawa Calista kerumahsakit untuk berobat dan bersembunyi dengan tenang,karena seperti kata pepatah tempat yang paling berbahaya sesunggguhnya adalah tempat paling aman apa kau mengerti",ucapnya pada pengawalnya itu yang dijawab dengan anggukan.

__ADS_1


"Tapi sebelum itu aku harus merubah identitas kami lebih dulu agar mudah untuk keluar masuk",ucap Arya lalu segera menghubungi seseorang yang bisa melakukan itu dengan cepat.


"Kau ambil berkas berkas palsuku disini sekarang",perintahnya pada anak buahnya itu.


"Baik tuan', jawab pengawalnya itu lalu pergi meninggalkan tempat kumuh itu.


Setelah anak buahnya berhasil membawa berkas berkas palsu pesanannya yang dibelinya pada seorang pemalsu dengan harga mahal Arya segera pergi meninggalkan tempat itu bersama Calista yang sekarang statusnya sudah menjadi istri palsunya dengan nama baru sebagai Debora dan dia juga menggunakan identitas palsunya sebagai Alex seorang pengusaha sukses yang baru kembali dari luar negeri.


"Akhirnya aku bisa menikmati hidupku lagi",ucap Arya dengan tersenyum senang didalam mobil yang membawa mereka menuju Rumah sakit.


Didalam mobil ditatapnya Calista yang sekarang penampilannya benar benar memprihatinkan itu.


"Dengan kondisimu yang seperti ini tidak ada seorang pun yang akan mengenalimu lagi itu sangat bagus jadi sekarang akhirnya kau bisa membantu memuluskan rencanaku untuk menghancurkan Dom tanpa perlu kuminta lagi jadi pengobatan untukmu anggaplah sebagai bayarannya",ucapnya dengan mengelus kepala Calista pelan.


Calista hanya diam tidak merespek semua apa yang dikatakan oleh Arya barusan padanya.


Tak berapa lama mereka tiba dirumah sakit tempat yang sama dengan Hanum dirawat.


"Ruangan untuk istri anda berada dilantai paling atas gedung rumah sakit silahkan anda masuk lewat lift yang ini",ucap petugas keamanan rumah sakit itu pada Arya yang mengangguk dan membawa Calista menuju ruang rawatnya yang berada satu lantai bersama ruangan Hanum.


Saat sampai diruangan Vvip itu Arya menarik nafas lega.


"Untuk sementara kau dirawat dengan fasilitas kelas atas Calista demi untuk kelancaran balas dendamku",bisik Arya dengan membelai kepala Calista pelan, jadi saat ada yang melihat perbuatannya mereka akan berpikir bahwa dia sangat mencintai istrinya itu dan itu selalu dilakukannya dihadapan para Dokter dan perawat yang merawat Calista.


Selama Calista dirawat disana Arya bisa dengan bebas bertanya pada para Dokter atau perawat tentang banyak hal, terutama tentang Dom dan Hanum yang keberadaannya sangat menyita perhatian seluruh rumah sakit.


Jadi tidak sulit bagi Arya untuk mengetahui bagaimana kondisi Hanum sekarang atau sedang berada ditempat atau tidak Dom saat itu.


Selama lebih satu bulan tinggal dirumah sakit itu Arya sudah mengenal seluk beluk Rumahsakit karena selain aktingnya yang yang menampakan seolah olah dia sangat mencintai istrinya yang sedang dirawat itu,juga karena dia termasuk keluarga pasien yang ramah dan Royal pada perawat atau Dokter jaga yang ada disana.


Seperti hari itu Dokter kulit sedang memeriksa kondisi Calista yang sudah membaik Arya bertanya seolah olah dia sangat perduli tentang perkembangan luka Calista padahal dia menunggu dokter itu pergi baru dia akan mengorek informasi tentang Hanum dan Dom dari perawat yang ikut memeriksa Calista.

__ADS_1


"Kondisi luka istri anda sudah pulih tinggal bekasnya saja dan kondisi mental istri anda yang masih perlu perawatan",terang Dokter itu pada Arya.


"Terimakasih Dokter,jadi bagaimana sebaiknya agar kondisi istri saya normal lagi supaya saya bisa membawanya untuk melakukan operasi plastik nanti agar bekas luka diwajahnya hilang".


"Sebaiknya mulai sekarang anda pindahkan istri anda kerumahsakit khusus yang menangani gangguan kejiwaan".


"Baik Dokter".


"saya akan memberi surat rujukan untuk istri anda sekarang jadi anda bisa cepat membawanya kesana".


Setelahnya mengatakan itu Dokter yang menangani Calista keluar dari dalam ruangan,hanya tertinggal perawat yang masih membereskan berkas pemeriksaan Calista.


"Apa ada khabar terbaru dari pasangan besar itu?",tanya Arya pada perawat itu yang langsung antusias bercerita tentang Hanum dan Dom dengan ekspresi sedikit iri dan hal itulah yang dimanfaatkan oleh Arya selama ini untuk mengorek keterangan tentang Dom.


"Jadi istri tuan Dominic itu rencananya akan melakukan operasi caesar siang ini?",tanya Arya pura pura terdengar biasa mendengar khabar itu.


"Iya tuan Alex dia akan melahirkan anak. kembarnya hari ini".


"Lalu apa kamu ikut menjaganya saat dia melakukan operasi nanti? ".


"Iya saya ikut bertugas diruangan itu".


Mendengar itu Arya tersenyum licik.


"Akhirnya kesempatan balas dendamku sudah datang",batinnya dengan tersenyum iblis.


"Bisa kau membantuku sedikit",ucap Arya pada Perawat itu.


"Apa yang anda inginkan tuan Alex? ",tanya perawat itu dengan wajah berbinar karena dia tau setiap kali Arya menyuruhnya pasti pria kaya itu selalu memberinya tip besar.


Melihat perawat itu begitu antusias ingin melakukan sesuatu untuknya Arya lalu membisikkan sesuatu kepada siperawat dengan suara memelas seolah dia sangat butuh hal itu.

__ADS_1


__ADS_2