Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
44.Dia Milikku!!!


__ADS_3

Dom menarik Hanum kedalam pelukannya tanpa memperdulikan ada Arya yang langsung terdiam melihat pemandangan didepannya itu.


Hanum ingin melepaskan tangan Dom dari pinggangnya, tapi Dom mencengkramnya dengan erat ,membuat Hanum akhirnya pasrah.


"Tu..tuan Alexander a..anda dan Hanum...".Arya tidak bisa lagi meneruskan ucapannya karena bingung ingin mengatakan apa sekarang dia terlalu terkejut dan sakit,iya dadanya terasa nyeri saat melihat tangan Dom melingkari tubuh mantan istrinya itu.


Kalau dilihat dari cara Dom memeluk Hanum Arya bisa melihat bahwa hubungan mereka sangat dekat.


"Dia wanitaku,Jadi mulai sekarang jangan berpikir untuk memilikinya lagi ataupun mendekatinya karena aku tidak suka milikku yang berharga disentuh orang lain kalau sampai aku melihatmu melakukan itu aku tidak hanya akan mengancammu tapi aku akan langsung menghancurkanmu sampai kau tidak bisa melihat matahari besok pagi".


Arya hanya diam mendengar apa yang dikatakan Dom padanya,dia terlalu syok sekarang dan dadanya terasa sangat nyeri dia tidak terima melihat Hanum berada dipelukan pria lain,apalagi pria itu lebih segala galanya dari dirinya.


Dom berjalan pergi meniggalkan Arya yang terdiam ditempatnya,sebenarnya dia ingin sekali menghajar pria brengsek itu tapi dia tidak ingin melakukan itu didepan Hanum dan sekarang belum saatnya meskipun mulai sekarang pria itu sudah masuk target pengawasannya.


Tapi belum jauh Dom melangkah tiba tiba dia kembali bicara pada Arya.


"Oh iya anda masih berhutang satu penjelasan padaku, saat berada dipesta anda tadi malam ada yang memasukkan obat kedalam minumanku,aku akan menunggu anda menjelaskan hal ini padaku dalam 3 hari kalu tidak aku akan menyuruh anak buahku untuk menggeledah tempat tinggal anda agar aku tau siapa pelaku yang telah menjebakku ditempat anda tadi malam".


Arya langsung membalikkan tubuhnya mendengar Dom mengatakan itu.


"Maksud anda ada orang yang ingin mencelakai anda saat sedang berada dipestaku tadi malam".


"Iya,jangan bilang anda tidak tau masalah ini,karena aku tidak akan percaya".


Arya terdiam bagaimana mungkin hal seperti itu terjadi dirumahnya kalsu tidak ada yang ingin menjebaknya agar Dom membencinya.


"Oh iya mobil Ferari merah edisi terbatas milik anda hancur,kalau anda ingin aky menggantinya anda harus datang kekanyorku dengan membawa rekaman pelaku yang telah mencelakaiku tadi malam".


Arya kembali terkejut,apakah mobil yang dimaksud Dom adalah mobil Ferarri merah milik Clarisa yang dibelikannya itu,tapi kenapa bisa Dom yang membawanya,batin Arya. Biasanya mobil itu hanya Clsrida,yang makai tidak ada orang lain yang pernah menyentuhnya selain Clarisa,ada apa ini sebenarnya,batin Arya.


"Akan saya periksa nanti masalah ini tuan Alexander",jawab Arya pelan.

__ADS_1


Mendengar itu Dom langsung pergi meninggalkan Arya yang menatap mereka berdua dengan perasaan sakit hati.


Hanum langsung melepaskan pelukan Dom saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Lepas Dom dia sudah tidak melihat kita lagi".


Dom melihat keluar dari kaca mobilnya dimana arya masih berdiri diam ditempatnya menatap kearah mobil Dom.


"Kau tidak ingin memberinya sedikit pelajaran sayang?",ucap dom.


"Apa maksudmu?",tanya Hanum tidak mengerti.


Dom melihat Arya berjalan menuju mobilnya yang hanya berjarak satu mobil dari mobil Dom.


Arya masuk kedalam tapi belum juga pergi meninggalkan tempat itu.


Melihat itu Dom langsung menarik Hanum untuk duduk diatas pangkuannya membuat Hanum terkejut.


tapi belum selesai Hanum bicara Dom sudah mencium bibirnya dengan ganas bukan hanya itu ,tapi Dom juga menarik keatas bawahan yang dipakai Hanum dan langsung meremas kedua bokong Hanum membuat Hanum langsung mendesis sambil mencengkramkan tangannya dipundak Dom.


Dom baru melepaskan pagutannya setelah Hanum hampir kehabisan nafas.


Kesempatan itu digunakan Hanum untuk mendorong tubuh Dom agar menjauh,bukannya menjauh Dom semakin erat mencengkram bagian bawah pantat Hanum.


"Ayo kita bermain sebentar sayang" bisik Dom lalu mulai menciumi leher Hanum dengan meninggalkan jejak basah disana dan terus turun kebawah tanpa memperdulikan protes Hanum yang mencoba menolak apa yang dilakukannya itu.


"Dom...".


Hanum masih berusaha menolak usaha Dom yang terus berusaha menghipnotisnya untuk menyerah dengan semakin gencar menciumi Hanum bahkan tanpa Hanum sadari Dom sudah berhasil membuka semua kancing baju bagian atasnya lalu mulai menyesap liar puncak dada Hanum membuat protes Hanum tertahan ditenggorokan dan berubah menjadi erangan kenikmatan yang keluar dari mulutnya,membuat Dom semakin gencar melakukan aksinya.


"Bergerak sayang",bisik Dom dengan meremas lembut pantat Hanum menyuruhnya menggerakkan tubuhnya karena sekarang bagian bawah tubuh mereka sudah menyatu dengan posisi Hanum berada diatas pangkuan Dom.

__ADS_1


Hanum melakukan apa yang diperintahkan Dom dan mulai bergerak naik turun diatas tubuh Dom dengan bertumpu pada pundak kokoh Dom.


Hanum berkali kali mengerang dan mempercepat gerakannya setiap kali Dom meremas pantatnya dan menghisap liar bagian dadanya dia bahkan lupa kalau saat ini mereka melakukannya didalam mobil dan masih diparkiran restoran tempat mereka tadi makan siang.


Saat ini yang ada dipikiran Hanum hanya betapa nikmatnya apa yang sedang mereka lakukan.


Bahkan dia tidak sadar kalau dia berkali kali mengerang sangat keras saat milik Dom yang berada dibawahnya menyentuh titik kenikmatan didalam inti tubuhnya.


"Dom..."desisnya saat merasakan dirinya sudah berada dititik tertinggi untuk mencapai puncak.


Melihat itu Dom langsung menyesap kencang puncak dada Hanum karena dia juga merasa miliknya akan segera menyembur keluar bersama dengan milik Hanum.


Dan tak berapa lama akhirnya mereka benar benar melakukan pelepasan bersama sama diiringi erangan keras dari mulut Hanum sebelum Dom membungkamnya dengan mencium bibirnya sebagai pelepasan terakhir mereka.


Masih dengan nafas memburu mereka saling menatap dengan posisi masih belum bergeser.


"Kamu luar biasa sayang",ucap Dom dengan merapikan rambut Hanum yang menempel didahinya karena keringat sisa permainan panas barusan.


Hanum hanya diam lalu perlahan mulai bangkit dari atas tubuh Dom dan pindah duduk dikursi penumpang,dia mulai merapikan kembali pakaiannya yang berantakan akibat kelakuan Dom.


"Antar aku kestudio sekarang",ucap Hanum dengan nafas masih memburu dan bersandar dijok mobil.


Dom membantu Hanum merapikan pakaiannya, juga membantunya memasangkan sabuk pengaman Hanum, sambil melirik keluar jendela mobil melihat kearah mobil Arya yang masih tetap terparkir ditempatnya semula dengan tersenyum smrik dibelakang Hanum.


"Dom cepatlah aku hampir terlambat untuk pemotretan sore ini",ucap Hanum.


"Baiklah sayang jangan marah oke",ucap Dom dengan mulai melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran itu.


Sementara Arya yang melihat mobil Dom keluar dari parkiran setelah lebih setengah jam menunggu didalam mobil dan melihat bagaimana mobil Dom sedikit bergoyang tadi juga terdengar suara suara lirih dari dalam mobil yang Arya tau suara apa itu,membuatnya sangat marah


"Brengsek kau Dom beraninya kau menyentuh Hanum,dia milikku dia hanya milikku!!!,"maki Arya dengan memukul mukul keras kemudi mobilnya sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2