
Hay reader maaf untuk bab ini autor lambat upnya karena Autor perlu memantapkan hati untuk menulisnya dan sedikit ritual agar selesai πππ.
Area 21+++ bagi yang belum silahkan diskip dulu untuk bab ini karena bisa bikin dehidrasi,jangan lupa minum banyak air setelah membaca bab iniπ π .
****
Hanum menatap kearah Dom yang terlihat begitu tersiksa menahan gairah akibat pengaruh obat perangsang ditubuhnya.
"Biarkan aku membantumu Dom",ucap Hanum bermaksud menyentuh tangan Dom.
Hanum memang tidak pernah mengalami hal itu tapi dari yang didengar dan dilihatnya dimedia sosial bahwa efek obat itu hanya bisa hilang dengan berhubungan badan saja.
Jadi saat tadi Dom mengatakan ditelpon kalau dia sudah dijebak seseorang dengan diberi minuman yang diberi obat perangsang Hanum bergegas mendatangi Dom kesini.
Dom menatap Hanum pandangannya mulai gelap oleh gairah yang semakin terasa menyiksanya.
"Kau masih bisa pergi kalau kau tidak ingin melakukannya",ucap Dom dengan suara parau.
"Tapi bagaimana denganmu apa kau akan merendam tubuhmu semalamam didalam bathup untuk menghilangkan efeknya.
Dom diam bukan karena tidak ingin menjawab Hanum tapi gairah laknat itu semakin menguasainya,bahkan sekarang dia melihat Hanum yang masih berpakaian lengkap itu seolah sudah telanjang.
"Dam it!",maki Dom.
Melihat itu Hanum memberanikan diri semakin mendekat kearah Dom.
"Dom apa kau....".
Hanum belum selesai berbicara tiba tiba Dom menarik tubuh Hanum kearahnya dan langsung mencium bibir Hanum dengan kasar bahkan sedikit brutal.
Hanum sempat mendesis saat merasakan Dom melakukan itu padanya dia ingin mendorong tubuh Dom menjauh karena merasa bibirnya sakit,tapi bukannya berhenti Dom bahkan semakin buas menguasai bibir Hanum membuat Hanum hanya bisa pasrah menerima ciuman kasar Dom.
Setelah puas mencium bibir Hanum sampai Hanum merasa bibirnya sudah mati rasa akhirnya Dom melepaskan ciumannya.
__ADS_1
Kesempatan itu segera dimanfaatkan Hanum untuk menghela nafas sebanyak banyaknya karena tadi Dom sudah menguras udara diparu parunya dengan ciuman panjang tanpa jedanya.
Hanum berpikir mungkin pengaruh obat ditubuh Dom sudah berkurang karena sudah disalurkan melalui ciuman panjang tadi dan Dom juga sudah terlihat lebih baik,tapi ternyata Hanum salah karena tiba tiba saja Dom menarik lepas kemeja yang dipakai Hanum sampai semua kancing kemeja itu menggelinding keseluruh kamar mandi itu.
"Dom apa yang...".
Hanum tidak sempat bicara karena Dom langsung membuang kemeja yang dipakai Hanum sembarangan,bukan hanya itu saja Dom juga langsung menarik lepas rok mini yang dipakai Hanum dengan sekali sentak membuat Hanum hanya bisa membelalakkan mata terkejut dengan apa yang dilakukan Dom pada pakaiannya.
Secara reflek Hanum menutupkan tangannya kearea pribadinya takut Dom akan menyobek kasar dua penutup itu ,tapi ternyata Dom tidak melakukannya dia mengulurkan tangannya dan langsung mengangkat tubuh setengah polos Hanum keluar dari kamar mandi itu menuju kamar.
Dom meletakkan tubuh Hanum diatas ranjangnya dan langsung mengungkung tubuh Hanum dibawahnya.
"Aku akan berusaha melakukan selembut yang aku bisa",ucap Dom dengan suara parau.
Hanum hanya mengangguk dibawah Dom menunggu Dom menjajah tubuhnya dengan pasrah.
Dom menurunkan wajahnya mengecup sekilas bibir Hanum yang terlihat bengkak karena ciumannya tadi,lalu perlahan dia berpindah mengecup leher jenjang Hanum meninggalkan jejak basah disana,perlahan tapi pasti Dom semakin menurunkan ciumannya kebagian luar dua gunung kembar Hanum,dia menyesap kulit putih dan mulus itu secara bergantian membuat Hanum mengerang pelan.
Mendengar itu Dom lalu menarik lepas penutup dada Hanum dan melemparnya kelantai.
"Dom..."kembali Hanum mengerang saat Dom kembali menurunkan ciumannya sampai dibagian depan sarang pytonnya itu.
Tidak berhenti disana Dom langsung merobek tirai penutup sarang pyton itu dengan sedikit kasar membuat Hanum terkejut.
Belum selesai keterkejutan Hanum tiba tiba Dom sudah menarik kedua kaki Hanum agar membuka lalu dia mulai memainkan lidahnya dengan lincah untuk mengobrak abrik bagian luar sarang pytonnya itu agar siap ditempati.
Hanum hanya bisa mengerang saat merasakan lidah Dom menyentuh titik titik sensitif disana.
"Dom..."kembali Hanum mengerang panjang saat merasa bagian bawahnya semakin basah oleh lidah Dom.
"Hanum aku akan masuk"ucap Dom dengan menatap wajah Hanum yang juga sudah diliputi oleh gairah.
Hanum hanya bisa mengangguk lemah mendengar apa yang dikatakan Dom karena dia juga menantikan hal itu terjadi dari tadi.
__ADS_1
Hanum mencengkram seprai dibawahnya saat merasakan pyton raksasa Dom perlahan memasuki sarangnya ada sedikit rasa perih dibagian intinya mungkin karena pyton itu terlalu besar jadi meskipun dia bukan perawan tapi tetap terasa bagian itu seperti sedikit robek membuat Hanum mendesis dan semakin kencang mencengkram sepray dibawahnya.
Dom yang melihat itu berhenti memaksa pytonnya semakin masuk kedalam.
"sakit?",tanya Dom terdengar khawatir.
Hanum mengangguk lemah.
"Tahan sebentar aku akan mencoba perlahan saja sampai kamu merasa nyaman".
Hanum hanya mengangguk mendengar apa yang dikatakan Dom.
Seperti janjinya meskipun sangat ingin langsung memaksa pytonnya itu bergerak menuju sarangnya dan bermain disana tapi saat merasakan pintu masuk sarang pyton itu sangat sempit dan Hanum juga sedikit meringis setiap kali Dom mencoba menerobos masuk akhirnya Dom memilih melakukannya dengan perlahan menunggu Hanum terbiasa dengan keberadaan pytonnya dibagian intinya.
Meskipun ini sangat menyiksa Dom yang terkena pengaruh obat,tapi dia tidak mau Hanum tidak menikmati penyatuan mereka ini.
Sambil menunggu Hanum terbiasa Dom kembali mencium bibir Hanum mencoba mengalihkan Hanum dari rasa tidak nyaman dibagian inti tubuhnya.
Dan benar saja Hanum mulai merasa rilek dan lupa dengan rasa sakitnya karena cumbuan Dom.
Menyadari itu dengan perlahan tapi pasti Dom kembali mendorong pytonnya masuk semakin dalam keinti tubuh Hanum membuat Hanum langsung melengkungkan tubuhnya saat merasakan pyton Dom semakin dalam memasukinya intinya.
"Dom....erang Hanum.
Dengan perlahan Dom mulai menggerakkan pytonnya didalan sarang itu maju mundur membuat Hanum berkali kali mengerang karena sensasi luar biasa yang dirasakannya akibat apa yang dilakukan pyton Dom didalam intinya.
"Dom aku akan keluar..."desis Hanum karena merasa miliknya mulai berdenyut.
mendengar itu Dom menaikkan ritme permainannya membuat Hanum semakin menggila dan tak berapa lama Dom merasakan bagian dalam tubuh Hanum basah membasahi kepala pytonnya.
Dom menghentikan sejenak gerakannya membiarkan Hanum mengatur nafasnya yang terdengar memburu.
Setelah nafas Hanum mulai normal Dom kembali menggerakkan miliknya yang masih berada didalam tubuh Hanum membuat Hanum kembali mengerang karena sensasi nikmat itu kembali menjalari tubuhnya padahal belum lebih lima menit dirinya mencapai puncak yang pertama tadi,tapi sekarang Dom sudah kembali membangkitkan gairahnya lagi membuat Hanum kembali mengerang,apalagi sekarang Dom bergerak lebih cepat sehingga rasa nikmatnya juga menjadi bertambah.
__ADS_1
Bersambung ππππ.